-FF- Our Love In Autumn (One Shot)

 

“nuna, saranghae..” kata seorang namja kepada yeoja cantik di sampingnya. Yeoja tersebut yang tadinya sedang memandangi taman pun menoleh dan melihat namja di sampingnya tersebut. Namja itu tersenyum dengan manisnya dan terkesan sangat bahagia dengan apa yang dikatakannya. Yeoja yang ditembaknya tersebut mentap dengan kaget dan gugup..

“Ji-Jiyong-ah.. aku..”

 

***

Our Love In Autumn

  • Main Cast: Kwon Jiyong/G-Dragon (Big Bang), Sandara Park (2NE1)
  • Other Cast: Park Bom (2NE1), Kim Jinwoo (OC), Lee Seunghyun/Seungri (Big Bang), other Big Bang member (muncul sekali), dll.
  • Genre: Romance, Humor (?)
  • Author: Lee Hana a.k.a dk1317 a.k.a me~

P.S: ff ini pesenan temen, hehehe.. ^^ dan di ff ini, aku pake nama aslinya GD yak? Soalnya kalo pake nama panggungnya jadinya aneh.. mmm.. oh iya di sini juga ceritanya Seungri tuh sepupunya Dara yak? Hehe..

 

Happy Reading~

***

Jiyong POV

Minggu pagi di kota seoul lebih tepatnya di luar kost, udara musim gugur yang sejuk menenangkan hatiku, sekaligus membuat ku lemas..

“hyung!”

Aku menoleh ke arah suara, ah.. kulihat hoobae ku dan juga teman satu kost dengan ku dengan wajahnya yang berseri-seri

“o? Sungri-ah wae?” tanyaku

Seungri tersenyum lebar kearah ku sehingga membuat ku bingung

“tebak hyung..” katanya

“waeyo, aku malas nih..” kesalku

“ck, hyung! Kabar gembira nih!”

“mwo?”

“hehehe, hyung! Kita menang di lomba dancer kemarin!”

“jinjja? Eii, seolma..”

“eei, kalau tidak percaya ya sudah, hadiahnya untuk ku..”

“mwoya!”

Aku melintir tangan Seungri yang akan berlari. Anak ini benar-banar.

Tapi, aku tidak yakin kalau kami bakal menang, hh.. seungri kan suka membohongi ku, yah.. tentang masalah dara nuna juga dia sering membohongi ku, ya betul, aku menyukai Dara nuna.

Apakah kalian tau? Aku sudah menyukai Dara nuna sejak pertama kali masuk ke kampus ini.. heuh..

Dia salah satu panitia penyambutan mahasiswa baru saat itu. Pertama kali kesan ku pada nya, dia sangat cantik. Hanya itu, tapi lama kelamaan, aku mulai menyukai semua yang ada padanya..

Kalau di pikir-pikir aku dan Dara nuna sudah saling mengenal saat itu juga.. dia dengan senyum hangatnya menerima ku sebagai temannya, dan saat ini aku takut untuk mengungkapkan rasa cinta ku padanya, lagi pula dia sudah punya pacar, aargh!

Kau tau siapa pacarnya!? Dia adalah playboy di seluruh kampus, jika kalian bertanya tentang dia! Semua yeoja di kampus ini pasti tahu, ya benar! Dia KIM JINWOO! Ku akui dia tampan, tapi.. haiish! Sudahlah tak usah membahas playboy itu!

Ah, iya.. sebenarnya, aku sudah pernah nembak Dara nuna, tapi di tolak, hiks..

“Jiyong-ah, Seungri-ah..”

Aku dan seungri menoleh ke sumber suara, mataku melotot ketika melihat orang yang memanggil kami, Dara nuna!

“o? nuna!” kata Seungri

“kalian sedang apa?” Tanya Dara nuna

“nuna! Jiyong-hyung melintirku..” rengek seungri

Mwo!? YAK! SEUNGRI-AH!

“jinjja Jiyong-ah?”

“aniyo nuna..” elak ku

“apanya yang tidak! Jelas-jelas kau melintirku tadi hyung! Kau mau berpura-pura di depan, mmph!”

Aku membungkam mulut Seungri secepatnya

“nuna, kami duluan..” kataku

Aku membawa Seungri kabur, sedikit jauh dari Dara nuna, aku mendengar nuna tertawa kecil.

 

***

“sudahlah hyung, kau ungkapkan saja rasa cinta mu, cinta yang di pendam itu sakit hyung..” kata Seungri sambil memperagakan seorang yeoja yang sakit hati dengan memegang dadanya lalu terduduk lemas

“ya! Apa yang kau lakukan, aku tak bisa, hati ku belum siap kalau di tolak lagi..”

“hyung..”

Seungri menatap ku dengan mata yang berkaca-kaca..

“mwoya!” kesalku dan merangkul pundaknya

“ya! Kita harus ketempat kontes dance kemarin untuk mengambil hadiah, kau lupa?”

“eo? ne hyung!”

Sebenarnya, aku ingin sekali mengungkapkan perasaan ku kepada Dara nuna untuk yang kedua kalinya, walaupun dia harus bilang kalau aku orang yang begini begitu, aku sudah mencoba untuk melupakannya, tapi.. tidak bisa, akh! Cinta ini membunuhku..!

 

***

“kamsahamnida..” kata aku dan Seungri serempak

Kami pun keluar dari gedung yang menyelenggarakan kontes dance tersebut.

“dapat berapa hyung?”

“sebentar, mm.. 100 ribu won.. lumayan lah..”

“geurae?”

Aku mengangguk, wajah Seungri langsung berseri-seri

“hyung, 50-50 ya?”

“araseo, nanti saja..”

Wajah Seungri yang tadinya berseri langsung manyun setelah mendengar perkataan ku

“heh, kau sudah bayar uang kost?”

Seungri menatap ku sambil menganga. Aku tertawa kecil

“nan aro..” kataku dan memberinya 50 ribu won

“hyung..” katanya dengan wajah memelas

“aah, jadi ingin mentraktir Taeyang nih..” goda ku kepada Seungri

“ah hyung!!”

***

“hyung! Aku ikut ya hyung..” pinta Seungri dengan wajah ehem! ‘sok’ cutenya

Saat ini aku sedang menelpon Taeyang.

“Seunghyun-hyung ikut? Oke! Ne Taeyang-ah, sampai jumpa nanti malam..”

‘tlek’ aku mematikan handphone ku..

“hyung..”

“wae??”

“aku ikut ya? Jebal, aku akan ajak Dara nuna..” katanya sambil mengerjap mata

Aku langsung melihatnya, “geurae?” tanyaku

Dia tersenyum lalu mengangguk

“aku tidak yakin..”

“hyung..”

Aku menatap Seungri, dia akan ajak Dara nuna. Haruskah aku mengizinkannya? Haissh!

“kalau begitu aku akan menelpon nuna!” katanya lalu mengambil handphone nya

‘tuuuut, truuuuut..’ ‘tep’ Seungri langsung meng-loudspeakernya

[yeobusaeyo?]

“nuna!”

[eo, Seungri-ah, wae?]

“nuna! Jiyong-hyung mengajak kita makan malam nih, kau mau ikut? Ayolah nuna..”

[makan malam? Dimana?]

“dimana hyung?”

“disekitar sini, restoran china..”

“sudah dengar nuna? Restoran china disekitar kost kami..”

[restoran china!? Jinjja? Mm, aku boleh ajak Bom?]

Aku berfikir sebentar lalu mengangguk

“tentu nuna!” kata Seungri

[yey! Jam berapa?]

“jam 7 malam ini..”

[oke~]

“gumawo nuna!”

Seungri menatap penuh kemenangan pada ku

“haish!!”

 

***

“yo Jiyong-ah!”

“Taeyang-ah!”

Aku merangkul pundak Taeyang, dia teman baik ku, yeah! Kami dulu satu angkatan, tapi setelah kuliah tidak lagi.

“Seunghyun-hyung!”

Aku melakukan hal yang sama dengan Seunghyun-hyung, merangkul pundaknya.

Tidak berapa lama, Dara nuna dan Bom nuna pun datang..

“annyeong~” sapa mereka

Aku melihat Dara nuna dari atas sampai bawah, saat ini dia tetap saja cantik..

“Jiyong-ah..”

Aku menoleh, ternyata yang memanggilku adalah Dara nuna..

“gumawo..” katanya sambil tersenyum

“ayo pesan-pesan..” kata Taeyang

 

***

Akhirnya kami pun selesai, ah tidak! Uang 50 ribu won ku habis dalam sekejap, malahan tadi kurang 20 ribu won! Haissh! Aku menyesal ingin mentraktir.. hiks

“hyung! Gumawo!” kata Seungri sambil cengar-cengir

Aku menatapnya tajam, haish! Anak ini yang membuatku rugi, dia pun berlari menuju kost..

Hah, aku memandang langit yang penuh bintang, malam ini udaranya sangat nyaman, tidak dingin dan tidak panas, aku suka sekali musim gugur. Walaupun ada hal yang menyakitkan di musim ini, tapi aku mencoba untuk melupakannya.

Hm, tenangnya..

 

***

Dara POV

‘trrrt, trrrt’ handphone ku bergetar

“yeobusaeyo?” tanyaku

[Dara-ah..]

“o? Jinwoo oppa? Waeyo?”

[ada waktu?]

“ne, ada..”

[bisakah kita bertemu di sungai Han sekarang?]

“waeyo oppa?”

‘tut,tut,tut’

Kenapa tiba-tiba Jinwoo oppa mengajak bertemu? Kenapa firasatku tidak enak ya?

Aku pun berlari kearah sungai Han yang kebetulan memang dekat dengan restoran china tempat Jiyong mentraktir..

 

***

“oppa!” panggil ku kepada Jinwoo oppa yang sedang menatap sungai Han

Jinwoo oppa menatap ku dengan wajah sedih.

“oppa waeyo? Kau sakit?” tanyaku sambil memegang wajahnya

Dia mengusap tanganku yang memeganginya.

“Dara-ah..” katanya dengan suara serak

Dia menatapku lemas, aku pun membalas menatapnya.

Aku merasa jantung ku berdetak dengan cepat, tiba-tiba saja perasaan ku menjadi tidak enak..

“lebih baik kita putus..”

Mataku terbelalak mendengar kata-kata Jinwoo oppa nafasku tercekat, jantungku seakan tak berdetak..

Mwo? Putus? Apakah akku salah dengar? Tidak mungkin kan?

“Dara-ah, mianhae.. lebih baik kita putus..”

Mendengar kata itu untuk yang kedua kalinya, wajahku memanas, ku rasa air mataku mulai menetes, aku menunduk, tak berani melihat wajah Jinwoo oppa..

“Dara-ah..”

Setelah berapa lama tak bicara, aku menghapus air mataku, dan akhirnya bibir ku bergerak dan suara ku pun keluar..

“waeyo oppa?” tanyaku dengan suara bergetar

“kurasa kita tidak cocok..”

Aku melihatnya, “itu kan hanya perasaanmu!” teriak ku “kurasa kita cocok-cocok saja!” sambungku

Kali ini air mata ku tak dapat dihentikan lagi

“Dara-ah..”

“ada apa dengan mu oppa? Padahal kemarin kau baik-baik saja..” isak ku

Dia tak menjawab, dia memalingkan wajahnya kearah lain..

“neo babo! Wanjeon babo namja!!” kesalku dan memukulnya berulang kali

“mianhae..”

“neo ka! Neo karragu!”

Dia pun pergi meninggalkanku, aku terduduk lemas dan menangis sepuasnya disana, aku tidak memperdulikan lagi orang-orang disekitar ku. Daun-daun berguguran yang terjatuh diatas kepala ku pun tidak ku perdulikan. Padahal aku suka musim gugur, tapi kenapa pada saat musim ini aku harus mendapatkan hal menyakitkan seperti ini?

Apa salah ku hingga dia memutuskan ku.. padahal selama ini aku sudah bersusah payah untuk menjadi yang terbaik untuknya, apa pula itu alasan tidak cocok? Padahal orang-orang di sekitar kami pun bilang kalau kami cocok, neo babo! Neo babo Kim Jinwoo!

“huuu… huuhuuu.. wae..”

Setelah beberapa menit tangisan ku mereda, dan aku pun duduk di kursi yang ada di belakang ku. Aku menghela nafas kecil dan kemudian terdiam menatap sungai Han yang tenang. Mengingat kata-kata Jinwoo oppa tadi, aku mulai menitikkan air mataku lagi.

“nuna?”

Aku menoleh, ternyata itu adalah Jiyong..

 

***

Author POV

“hyung! Mau kemana?” tanya Seungri kepada Jiyong

“keluar sebentar..”

Dengan pandangan mengerti Seungri pun mengangguk.

Sebenarnya Jiyong keluar karena merasa tidak enak, akhirnya dia memutuskan untuk menghirup udara segar sebentar..

Dia menuju mesin minuman dan membeli kopi hangat..

Saat dia berbalik, padangannya menuju sosok yang ia kenal, sedang duduk dikursi taman sungai Han..

“itu Dara nuna kan?”

Setelah beberapa menit, akhirnya Jiyong menutuskan untuk menghampiri Dara..

“nuna?”

Dara menoleh dan langsung terkejut melihat Jiyong, dia langsung menghapus air mata yang masih tersisa..

“eo, Jiyong-ah..”

 

***

Jiyong POV

“nuna, neo uro?”

“a-aniya..”

Aku memegang wajah nuna dan melihat matanya..

“neo uro, nuna..”

Nuna melepaskan tangan ku dari wajahnya..

“ani, aku hanya mengantuk..”

Aku terdiam, “jangan berbohong padaku nuna.. aku tahu kau menangis..” kataku

Tiba-tiba terdengar suara isakan dari Dara nuna..

“nuna..”

“Jiyong-ah, aku.. aku tidak tahu harus bagaimana, huaaa..”

Rasanya hati ku mulai memanas, siapa yang berani membuat Dara nuna menangis hingga seperti ini..

Aku menempelkan kepala Dara nuna di dadaku, lalu aku memeluknya erat..

“uljima nuna..”

“hiks, hiks..”

 

***

Aku mengantarkan Dara nuna ke kost nya..

“Jiyong-ah, maaf kau harus mendengar tangisan ku dari tadi..”

“gwenchana..”

“mm, gumawo Jiyong-ah..”

Dara nuna tersenyum kepadaku, aku membalas senyumannya..

“jaljayo nuna..”

“ne, jalke Jiyong-ah..”

Aku pun pergi menjauh dari pagar kost Dara nuna..

Nanti aku dikira macam-macam karena berdiri terlalu lama dipagar kost perempuan

 

***

‘kreeek..’ ‘blam’

“eo? Hyung, dari mana? Kok lama?”

Tanpa memperdulikan pertanyaan Seungri aku langsung menuju tempat tidur ku..

‘brak’

“haaah..” aku menghela nafas panjang dan menutup mataku dengan lengan ku

Dan perlahan, aku pun mulai tertidur..

 

***

Dara POV

‘krek’ ‘blam’

“Dara-ah, neo wasseo?” Tanya Bom

Aku menatap Bom dan mengangguk

“ya! Kau menangis?”

“aniyo..”

Aku langsung menjauhi Bom dan menuju kamarku..

“Kenapa Jinwoo oppa minta putus?” pikirku dalam hati

Aku pun duduk di depan meja belajar.. tiba-tiba saja pikiranku melintas pada saat Jiyong memelukku..

Hanya dengan mengingatnya, wajahku langsung memanas..

Aku memegang wajahku dan rasanya benar-benar panas..

Astaga, apa ini? Apakah, apakah aku menyukai Jiyong? Tapi, Jiyong itu lebih muda dariku.. ah! Aku pasti sudah gila!

Aku langsung berlari ke tempat tidurku dan membenamkan wajahku ke bantal..

Aiiisssh!!

 

***

“Dara-ah? Sudah pagi loh? Kau kuliah pagi kan?”

Ku bukakan mataku, kulihat mata bulat Bom tepat didepanku..

“mwora!?”

‘duk’ “awwwh!” teriak kami berdua

Kepala kami terpantuk, aku dan Bom spontan langsung mengelus bagian yang sakit

“yak!!” kesalku

“wae?”

“kau mengagetkan ku!”

“ehe, mian..”

Aku segera berdiri dari tempat tidur sambil masih mengelus-elus kepalaku..

“cham, bukankah kau juga kuliah pagi Bom-ah?”

“aku menunggumu.. palliwa..”

“ehehe..”

 

***

“Dara-ah..”

“ne?”

“kau tau pacarnya Jinwoo oppa sekarang?”

“ne?? ani, aku tidak tau.. wae?”

“aniya..”

Sebenarnya, aku tidak bilang kepada Bom kalau aku berpacaran dengan Jinwoo oppa, atau lebih tepatnya, aku sengaja merahasiakan dari Bom, Bom hanya tahu kalau aku dan Jinwoo oppa hanya teman yang akrab dan tidak lebih..

“eo? Jiyong!!” teriak Bom

Aku menoleh kearah Bom yang sedang melambai, melihat Jiyong, tiba-tiba saja aku langsung mengingat kejadian semalam, entah kenapa aku langsung tertunduk malu, aku sama sekali tak berani melihat Jiyong..

Hah!? Ada apa denganku

“nuna, gwenchana?” Tanya Jiyong

Aku hanya mengangguk pelan..

“ya! Dara-ah, kau kenapa?” Tanya Bom

“na? nan gwenchana, aku, aku duluan ya..” kataku sambil tersenyum kaku dan menjauhi mereka

Haish! Neo babo Dara-ah!! Haiish!

Aku memukul-mukul kepalaku..

 

***

Jiyong POV

“ada apa dengan Dara nuna?” Tanya Seungri kepadaku

“nado molla..”

“hm..”

Sebenarnya apa yang terjadi dengan Dara nuna? Semalam saja dia menangis tanpa menjelaskan apa-apa kepadaku..

“Jiyong-ah! Seungri-ah!”

Aku dan Seungri menoleh, ternyata itu adalah Daesung, dia sedang berlari mendekati kami

“hah, itu.. itu.. hah..” kata Daesung tersengal-sengal

“apa sih??” Tanya ku “atur dulu nafasmu, baru bicara..” sambungku

Daesung mengatur nafasnya..

“Kim Jinwoo, sedang ribut dengan Dara nuna dan Bom nuna!!” kata Daesung

“MWO!?” kaget ku dan Seungri

“dimana?” tanyaku

“di depan kantin!”

Aku langsung berlari menuju kantin diikuti oleh Seungri dan Daesung dibelakang

 

***

‘PLAK!!’

Dari jauh aku mendengar suara tamparan dan teriakan orang-orang..

“kau brengsek!!”

Itu.. suara Bom nuna..

“kau.. memintaku putus karena kau berpacaran dengan Bom? Iya? Atau jangan-jangan kau masih punya pacar selain aku dan Bom..”

Itu, suara Dara nuna!

Aku pun langsung berlari menuju gerombolan orang-orang yang melihat..

“ada apa ini?” tanyaku

“mereka bertengkar karena Jinwoo..”

“kau benar-benar seorang playboy brengsek Kim Jinwoo!! Bisa-bisa nya kau minta pacaran dengan ku padahal kau masih pacaran dengan sahabatku!” kata Bom “menyesal aku terpikat dengan kata-kata manismu!!” sambungnya

Aku langsung terkejut dan melihat Dara nuna, dia menahan tangisnya.. mungkinkah semalam kerena ini?

“baiklah.. atas permintaanmu semalam.. ayo kita putus, aku muak dengan sikapmu!” kata Dara nuna sambil sedikit terisak

Aku sedikit kaget dengan kata-kata Dara nuna, jadi benar apa yang kupikir kan..

“aku juga.. aku juga ingin putus darimu! Jadi ternyata benar kalau kau itu PLAYBOY!!” kata Bom nuna juga

“tunggu, tunggu.. dengarkan dulu penjelasan ku..” kata Jinwoo

“tak ada penjelasan.. mereka sudah minta putus..” kataku dan membuat semua yang disana kaget

“Jiyong-ah..” kaget Dara nuna dan Bom nuna

“ya! Memangnya kau siapa!?” Tanya Jinwoo dan menarik kerah bajuku

Dia menatap mataku dengan dingin, aku membalas menatap matanya dengan tatapan yang dingin juga..

“aku hanya teman mereka..” jawabku dengan nada berat namun berkesan tajam dan dingin

“lalu apa hak mu melarangku memberi penjelasan kepada mereka..”

Aku menghela nafas dan tertawa kecil

“kau mengejekku..” kesalnya

“pantas saja kau dipanggil playboy dan juga tak pernah mengerti perasaan perempuan..” kataku

“ha?”

Aku menghela nafas lagi..

“tidak mengerti perasaan ‘para pacar’ mu sendiri..”

“kau.. kau benar-benar..” kesalnya sambil mengenggam tangannya ingin memukulku

“apa? Kau mau memukulku? Silakan..” kataku sambil tersenyum kecil

Jinwoo terdiam melihatku, dia melihat kiri dan kanan..

“tenang saja, mereka tidak akan bilang para dosen..” kataku sehingga membuatnya kaget

“haish!!” ‘duaak!’ pukulan mantap meluncur ke pipi ku..

“hm.. hanya orang penakut yang sangat ragu memukul orang, dalam pukulanmu dapat kurasakan keraguanmu..”

“mwo!?”

Semua orang yang menonton langsung ricuh dengan kata-kataku barusan..

“apa kau bilang? Kau bilang aku penakut?” tanyanya kepadaku

“yups! Penakut..” jawabku

“mworago!!” ‘duak!’ dia memukulku sekali lagi

“hanya orang bodoh yang mudah terpancing amarah.. kau mau merasakan pukulan yang sebenarnya, pukulan yang memang datang dari keberanian karena ingin menolong orang yang dicintainya?”

Jinwoo dan orang disekitar terdiam mendengar perkataanku, aku tertawa kecil..

“heuh.. dasar bodoh..” kataku lalu meninggalkannya

“Jiyong-ah..” kata Dara nuna khawatir melihat memar yang ada di pipiku dan darah yang sedikit keluar diujung bibirku

Aku tersenyum kecil kearah Dara nuna..

“hyung! Belakangmu!”

‘DUAK!’

“aku tak main-main kepadamu!!” teriak ku

Orang yang ada didepan ku adalah Jinwoo yang sedang tergeletak dengan ujung bibir nya berdarah..

Semua orang yang ada disini terkejut..

“jangan pernah kau anggap main-main ucapanku hanya karena kau sunbae ku! Dan juga aku sama sekali tidak menganggapmu sebagai sunbae ku!” kesalku dan meninggalkannya yang tergeletak dibawah

“Jiyong-ah..” kata Dara nuna dengan nada khawatir

 

***

“awh, Seungri-ah, pelan-pelan..” rintihku

“siapa juga yang menyuruhmu berkelahi dengannya..” kesal Seungri sambil menepuk-nepuk kasar kapas yang diberi obat merah pada ujung bibirku yang berdarah

“aku terbawa emosi..”

Aku memalingkan wajahku dan melihat keluar jendela ruang kesehatan, jam segini memang banyak yang jadwal kuliahnya pagi, hah.. kenapa aku terlalu emosi begini.. tapi karena playboy stress itu, Dara nuna.. hah..

‘kreeek’ aku menoleh kearah pintu yang terbuka

“nuna..” kataku

Dara nuna masuk dengan wajah khawatir dan terdiam ditempat, sejenak aku bingung melihatnya, namun aku langsung mengerti..

“mianhae Jiyong-ah..”

“ani, gwenchanayo nuna..”

Kami pun saling diam, Seungri membereskan kotak p3k dan pergi kearah pintu..

“aku duluan, kalian bicarakan yang baik ya..” kata Seungri dan membuka pintu “ah! Dan kau hyung, awas kau membuat nuna menangis..” sambungnya

“wae naya? bukannya si Jinwoo itu yang..”

“aku tidak dengar..” kata Seungri sambil menutup telinganya dan pergi dari ruang kesehatan

Setelah Seungri pergi, suasana pun menjadi sepi kembali..

Apa ini? Kenapa ini? Kenapa jadi canggung seperti ini sih?

“anu..” kata kami serempak

Kami saling memandang

“kau dulu..” kata kami lagi secara bersamaan

Kami pun terdiam kembali..

Aigoo..

Akhirnya, aku memutuskan untuk diam

“gumawo..”

Aku menoleh kearah nuna.. dia menundukkan kepalanya dan sedikit menyentuh meja kerja..

“untuk yang semalam dan kemarin..” kata nuna lagi

Aku terdiam melihat nuna.. aku pun memalingkan wajahku menuju jendela yang berada disampingku. Aku pun kembali menoleh ke Dara nuna lagi, aku melihat wajahnya yang menahan tangis..

“gwenchana nuna..” kataku sambil tersenyum

Aku tak suka melihatnya menangis, apa lagi menagis karena orang lain..

Aku mendekati Dara nuna

“uljima nuna..” kataku sambil memegang pipinya yang basah dan mengnyeka setiap air matanya yang menetes

Dia mengangguk dan menghapus air mata yang masih tersisa dipipinya..

 

***

“mianhae Jiyong-ah kau harus berkelahi dengannya sehingga luka dan memar begitu..” kata Dara nuna sambil melihat luka dan memar di wajahku

“haha, ini? Ini sih kebanggaan cowok.” Kataku dengan semangat

“hm.. kupikir kau benar. Aku tidak pernah tidak melihat cowok berkelahi..”

Aku melihat Dara nuna yang saat ini sedang memandangi taman kampus yang penuh dengan mahasiswa yang sibuk maupun tidak sibuk. Aku pun terbawa suasana dan melihat kearah taman juga. Pepohonan yang hampir seluruh daunnya gugur menambah keindahan tersendiri di taman ini.

Mahasiswa dan mahasiswi disini banyak sekali, ada yang sedang kalang kabut karena takut terlambat, ada yang santai sambil meminum cappuccino, ada yang sedang mengobrol.. banyak sekali.. mungkin diantara semua mahasiswa dan mahasiswi disini hanya kami dengan santainya memandang orang-orang berjalan didepan kami..

“nuna, kau tahu tidak?” tanyaku dengan masih memandang kesekitar taman

“apa?” dia bertanya balik

Aku melihat Dara nuna yang masih asyik memandang orang-orang disekitar..

“kalau aku menyukaimu..” jawabku

“iya, la-lalu?” tanyanya sedikit gugup

Aku tersenyum, “nuna saranghae..”

 

***

Dara POV

“nuna, kau tahu tidak?” Jiyong bertanya dengan suara lembut kepadaku

Sedikit detak jantung ku berdetak lebih cepat dari biasanya

“apa?” tanyaku dengan suara agak aneh karena mencoba menutup kegugupanku

Detak jantungku semakin cepat.. rasanya mau meledak!!

“kalau aku menyukaimu..” jawabnya dengan suara yang sama lembut

Detak jantungku bekerja tiga kali lebih cepat!!

“iya, la-lalu?” tanyaku dengan gugup

Sedikit lama aku menunggu jawabannya..

“nuna, saranghae..”

‘deg!’ seketika kurasa jantungku langsung berhenti, nafasku rasanya pun ikut terhenti, kurasa juga waktu telah berhenti berjalan, dan bumi berhenti berputar..

Dan aku langsung menoleh kepadanya..

Dia tersenyum dengan lembut kepadaku, dia menatapku dengan kedua matanya yang bersinar, dan saat itu dapat kurasakan jantungku yang tadinya terasa berhenti, kini kembali berdetak cepat tak menentu.

“Ji-Jiyong-ah.. aku..”

Bagaimana ini? Apa yang kurasakan terhadap Jiyong? Tapi, jantung kenapa berdetak tadi? Ada apa denganku?

“nuna..” panggilnya

Aku menoleh, lagi-lagi dia tersenyum dengan lembutnya kepadaku, kurasa aku ingin teriak tapi tidak bias, hati kecilku menolak untuk teriak..

“gwenchana..” sambungnya dengan senyum yang sama

Jantungku semakin tak karuan, aku.. aku benar-benar tidak tahu..

“Jiyong-ah, na.. nan molla..” kataku sambil menunduk

Aku tahu mungkin dia akan marah atau tertawa, tapi.. aku benar-benar tidak tahu apa yang kurasakan kepadanya, maksudku, baru semalam aku merasa kalau aku menyukainya tapi, sejak kapan? Dan, haruskah aku menerimanya? Tapi, kami sudah menjadi teman selama 3 tahun ini, aku harus bagaimana? Aku benar-benar tidak mengerti..

Aku merasa sesuatu yang hangat menyentuh pipiku, tangan besar dan hangat Jiyong mengangkat wajahku, sekarang ini aku sedang melihat mata Jiyong.

“aku akan menyakini mu nuna..” katanya

Aku tetap memandang matanya, di dalam matanya tersirat jelas bahwa dia yakin akan kata-katanya barusan.. aku pun mengangguk.

Tiba-tiba dia memelukku, dapat kurasakan kehangatan tubuhnya yang semalam kurasakan, dia sudah semakin dewasa, dan aku pun sadar apa yang dia lakukan selama ini untukku.

Aku membalas pelukannya, dan kali ini aku tidak peduli lagi dengan para mahasiswa yang lulu-lalang melihat kami atau tidak sengaja melihat kami, yang ku tahu saat ini.. aku harus mencari tahu, apa yang kusukai dari namja ini, Kwon Jiyong ini..

 

***

-Dua Minggu Kemudian-

Saat ini aku dan Bom sedang duduk di taman dekat kost kami..

“nuna!”

Aku menoleh kesumber suara orang yang memanggilku, aku tersenyum lebar saat mengetahui siapa yang memanggilku barusan, dia datang bersama adik sepupuku..

“Jiyong-ah!!” balasku sambil melambai kearahnya

Aku tidak tahu apa lagi yang akan dia perbuat untuk menyakiniku bahwa aku menyukainya, beberapa hari yang lalu dia mengirim foto kami berdua sedang bermain air, padahal foto itu baru saja diambil beberapa hari sebelumnya..

Dia juga belum tahu kalau aku sudah mengetahui apa yang kusukai darinya, dan aku juga sudah yakin kalau aku menyukainya, hanya saja dia ini kurang peka..

Kalian pasti tahu apa yang kusukai darinya?

“nuna! Aku berhasil menemukan ini di buku tes ku!” kata Jiyong dengan penuh semangat

Aku tertawa kecil melihatnya, “apa?” tanyaku

“ini! Daun maple yang gugur waktu kita sedang makan dibawah pohon maple! Kau yang memberikannya padaku, ini artinya kau menyukaiku? Iyakan?”

Aku melihat wajahnya yang berseri-seri, aku mencoba menahan tawaku karena melihat tingkah bodohnya.. bukankah kami makan dibawah pohon maple itu kemarin? Hahahahaha!!

“uuph! Hahahahahahaha!! Ahahahahahaha!!” tawa ku meledak saat melihat Jiyong memperagakan bagaimana aku memberinya daun maple gugur kemarin..

Jiyong bingung menatapku sedangkan Seungri dan Bom menahan tawa.. akhirnya mereka pun ikut tertawa bersamaku..

“ahahahahahaha!!”

“ya! Hyung! Neo jinjja babo!” ejek Seungri sambil terus tertawa

“wae? Wae geurae?” bingung Jiyong dengan wajah polosnya

“ya! Hyung! Kau kemarin bersama kami dan nuna makan dibawah pohon maple itu tau!” jelas Seungri kepada Jiyong

Aku, Seungri, dan Bom tertawa tidak berhenti.

“ya, geumanhae! Aku capek, hahahaha!” kataku dilanjuti dengan tertawa keras

“nado Dara-ah!” kata Bom juga

Aku sedikit terdiam ketika melihat Jiyong tersenyum..

“wae?” tanyaku

Jiyong mendekatiku..

“rupanya sudah yakin dari dulu ya?” tanyanya

Aku terkejut dan memalingkan wajahku.

Bagaimana dia mengetahuinya?

“nan aro nuna..” katanya dan menarik badanku kepelukannya

“Ji-Jiyong-ah..”

Jiyong semakin memeluk ku dengan erat..

“em, sepertinya kami nganggu nih.. kami duluan ya..” kata Bom dan Seungri

Jiyong melambaikan tangannya kepada Bom dan Seungri yang sudah pergi menjauhi kami..

“nuna, ku ulangi kata-kata ku dua minggu yang lalu, eo?” tanyanya

Aku mengangguk

‘cup’ dia mengecup sekilas pipiku

“nuna, saranghae..”

Wajahku rasanya memanas ketika dia mengecup pipiku barusan.. aku tidak berani menatapnya..

“na.. nado, Jiyong-ah..” kataku dibalas dengan pelukan hangat Jiyong

“ne nuna, na aro..”

Aku membalas pelukannya..

Ya, benar.. kalian benar.. aku menyukai semua apa yang ada dalam diri Jiyong.. semuanya.. yang ada pada diri seorang Kwon Jiyong..

 

***

-beberapa jam kemudian- (ditaman kost)

“nuna? Ayo menikah!”

Aku terkejut dengan pernyataan Jiyong barusan dan memukulnya..

“mwoya! Baru saja kita pacaran kau mau langsung menikah? Kau bercanda?” kesalku sambil memukulnya beberapa kali

“aduh, sakit nuna.. iya, aku bercanda kok..”

Aku mendengus kesal mendengarnya, yang benar saja? Baru saja pacaran sudah mau menikah.. Dasar Jiyong!

‘cup’ aku merasa tadi bibirku bertemu dengan sesuatu yang lembut?

Aku menatap Jiyong, dia tersenyum kecil namun terkesan jahil..

“hihi, yang tadi serius loh? Tapi hanya sebentar, membosankan sih.. maunya lama-lama..” katanya sambil tersenyum jahil kepadaku

“mwoya!” kesalku dan memukul pundaknya

Yaah, beginilah kalau berpacaran dengan yang lebih muda dari padamu.. huft~ kalau-kalau saja dia manja, atau jahil seperti tadi.. tapi lucu sih, gemes lihatnya.. hehehe^^

 

>TAMAT<

 

p.s: yeay! Finally! It’s finish! Butuh berapa lama ya buat ini? Sekitar 3 hari kalo gak pake jeda.. wkwkwkwkwk.. aduh, punggung ku sakit..

semoga puas dengan ff saya kali ini, huft~ karena ini pesanan pertama dari temen aku, aku jadi bersemangat(?) bikinnya, (padahal pernah kesel sih karena kurang ide) tapi malam ini! (29-08-2012 jam setengah 9) aku langsung lancar!! Wahooo!! Dari halaman 15-21 aku buat dengan semangat berkobar *lebai lu gay* selesainya sampe jam setengah 11.. =..=”

ehehe, hope you like it lah^^ Oh iya! Jangan lupa, comment, kritik & saran-nya ya~

10 thoughts on “-FF- Our Love In Autumn (One Shot)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s