-FF- Our Love – Part 2

 

Annyeong, apa kabar nih? ada yang kangen ff aku?? *pede* yang ada comment dong, aku sedih nih gak ada comment masuk tiap kali aku buka wp.. T_T

Udah ya? comment ya??

 

“jinjjaro eomma?” tanya seorang yeoja dengan ibunya

“ne..” jawab ibunya tersebut

“andwaeyo!! Andwae!!”

“Hyosun-ah!!”

 

Our Love

  • Main cast: Lee Hyun Woo (Actor), Min Hyo Sun (Ulzzang yeoja)
  • Other cast: Yang Yo Seob (Beast), Han Min Young (OC), Jeon Ji Yoon (4Minute), Jason Jang Han Byul (LED Apple) dll. You can find it yourself^^
  • Genre: Romance, Humor(?)
  • Author: Lee Hana a.k.a dk1317 (of course that’s me)

 

Happy Reading~

 

***

Hyunwoo POV

“Hyunwoo oppa!”

Aku menoleh kearah suara, aku melihat yeoja yang kusukai sedang berlari mendekatiku.

“o? Hyosun-ah, wae??”

Wajahnya terlihat kusut begitu mendengar pertanyaanku.. raut wajahku pun berubah menjadi heran.

“ya!” kesalnya dan membuatku kaget. Yeoja ini beraninya mengatakan ‘ya!’ kepadaku

“waeyo? Ya! Kau lebih muda dariku! Kau tidak boleh membentakku..” kataku sedikit kesal

“habisnya, mana janji mu! Katanya kau mau menjemputku! Sudah kutunggu tidak datang-datang, aku jadi tidak sempat ke perpustakaan kan!” kesalnya dan memalingkan tubuhnya kearah lain

aku langsung kaget mendengar ucapannya, menjemput? Ah benar! Aku sudah janji dengannya, aigoo eotteokke?

“em, Hyosun-ah, mianhae.. aku lupa, aku juga baru sampai kok, jadi aku juga terlambat..” kataku sedikit berbohong agar dapat membuatnya tidak marah denganku

Dia melihat ku dengan tatapan kesal..

“arasseo! Sebagai gantinya traktir aku jjangmyeon!” katanya dan berjalan menjauhiku

“oke~”

 

Apakah kalian tahu? Sudah 3 bulan kami bersama, dan kami semakin akrab.. Hehe, rencananya bulan maret saat ulang tahunku yang ke 22 ini, aku akan menembak Hyosun.. Agak konyol sih, hehe..

“Hyosun-ah..”

“ne?” tanyanya kepadaku dan tanpa menoleh

“kau masih marah?”

“ne!”

Aku terdiam, dan terus mengikutinya dari belakang.. dia masih marah, dia masih marah, masih marah, masih marah..

“Hyunwoo-ah! Hyosun-ah!”

Aku dan Hyosun menoleh kebelakang..

“eo? Yoseob oppa annyeong~” jawab Hyosun sambil tersenyum

Aku melihatnya dan langsung lesu..

“eo? Hyunwoo-ah, neo wae geurae?” Tanya Yoseob

Aku menggeleng, “nan gwenchana..”

“aniyo oppa! Hyunwoo oppa hanya kurang tidur, di juga kesiangan..” kata Hyosun

“kesiangan? Tidak kok..” kata Yoseob bingung

Mampus! Aku membelalak kearah Yoseob..

“tapi kata Hyunwoo oppa, dia..” belum selesai kata-kata Hyosun terucap, dia memandangku dengan sangat kesal

Eotteokke!!

“aish! Oppa neo babo!” kesal Hyosun dan pergi meninggalkan ku dan Yoseob

“Hyosun-ah!!” panggilku dan mengejarnya, “Hyosun-ah, aku-aku..” kataku sambil meraih tangannya

“lepaskan! Jangan bicara padaku!” bentak Hyosun dan pergi

“Hyosun-ah!! Aisssh!!”

“mi-mianhae Hyunwoo-ah, aku tidak tahu kalau kau berbohong padanya..”

“haish! Neodo babo janha!!” kesalku kepada Yoseob dan meninggalkannya

“cham! Ya neo!” teriakku kepada Yoseob

Yoseob terlihat ketakutan, “kalau dia tak mau bicara denganku selamanya, kau akan tahu akibatnya Yang Yoseob!!” sambungku dan berjalan menjauhi Yoseob

***

“haaah..”

Aku menghela nafas panjang setelah memikirkan kejadian tadi, haish! Membuatku tambah kesal saja..

Ah, aku harus bagaimana, rencana ku untuk menembak Hyosun pun mungkin akan batal, huaaa! Aisssh!!!

‘klang’ aku menendang kaleng kopi didepanku

Kopi, aku tidak suka kopi, walau dicampur dengan krim sekalipun, tapi setelah 3 bulan bersama Hyosun aku mulai menyukai kopi, apa lagi cappuccino, haaah~ kurasa sejak ada Hyosun dihidupku, aku mulai menyukai apa yang tidak kusukai sebelumnya..

Aku terduduk di kursi taman belakang kampus..

“haah, nan eottoke?”

“mwonga eottoke, sunbae-nim?”

Aku menoleh, ah dia,, anak seangkatan dengan Hyosun, Han Min Young.

“waeyo sunbae? Kau berkelahi dengan Hyosun?” tanyanya

Aku melemas setelah mendengar kata ‘Hyosun’ di kalimat yang ia katakan.

“ch, sudah kuduga..” katanya dan langsung duduk disebelahku..

“masalah apa nih?” tanyanya

Aku terkejut sejenak lalu memandangnya, lalu kembali menatap taman..

“ani, bukan masalah apa-apa..” jawabku

“jinjja? Tapi kau kelihatan sedih..”

Anak ini, Han Minyoung, dia menyukaiku..

Aku mengetahuinya sejak 1 bulan yang lalu, dia mengungkapkan perasaannya namun kutolak, wajahnya bisa saja biasa, namun aku tahu hatinya pasti sakit ketika ku tolak waktu itu. Karena waktu itu aku menolaknya dengan tidak sengaja seperti itu..

>>FlashBack

‘weerrr’ deru angin menerbangkan beberapa helai rambut Minyoung yang terurai..

“sunbae, naneun..” kata Minyoung sedikit gugup sambil menunduk

Saat ini taman belakang sedang sepi-sepinya, sehingga deru angin yang kecil pun dapat dirasakan..

Minyoung menatapku lurus.. matanya terlihat berkaca-kaca, bibirnya bergetar, dia menggenggam kedua tangannya erat..

“aku menyukaimu, sunbae-nim..”

Aku langsung terdiam membeku mendengar perkataannya, dia menyukaiku? Aku?

Fikiranku mulai berputar memikirkan kata-kata yang pas dan tidak membuatnya merasa kesakitan..

“kau tahu saat kau bertemu dengan Hyosun untuk pertama kalinya?” tanyanya

Aku mengingatnya lalu mengangguk..

“pagi harinya diperpustakaan, kau menabrakku, dengan buku-buku yang kau bawa..” katanya

Aku mencoba mengingat semua, setelah kuingat, lagi-lagi aku hanya bisa terdiam, tak tahu harus merespon bagaimana..

“sejak saat itu aku menyukaimu, tapi.. saat itu juga aku dan Hyosun bertemu, aku.. aku sama sekali tidak mengiranya..” tanyanya dengan suara bergetar

Aku terkejut mendengar suaranya yang bergetar dan langsung melihatnya, saat ini matanya dipenuhi dengan air mata..

Aku mendekatinya.. “Minyoung-ah..”

“aku.. hiks.. aku tau kau menyukai Hyosun, dan.. hiks..” dia tak melanjutkan ucapannya

Aku mendekatinya dan mencoba menenangkannya..

“dan juga, hiks.. Hyosun juga, hiks..” dia tak melanjutkan ucapannya lagi

Aku mengerti apa yang akan dikatakan Minyoung, aku juga tidak tahu bagaimana caranya agar dapat menenangkannya..

“mianhae..” kataku dan memeluknya

“huaaa…” dia menangis semakin kuat

“Hyunwoo oppa! Minyoung-ah! Eo!?”

Aku dan Minyoung menoleh kearah suara, ternyata itu adalah Hyosun! Eotteokke??

“Hyosun-ah..” kataku

“ah, mian, apakah aku mengganggu kalian? Hee, aku.. aku duluan.. ya?” kata Hyosun dengan suara agak bergetar, wajahnya memerah sambil meninggalkan kami

“Hyosun-ah!”

“kau kejar dia sunbae..”

Aku menoleh ke Minyoung, dia sudah berhenti menangis..

“tapi, kau..” kataku

“nan gwenchana, hehe, kejarlah Hyosun, aku tidak apa-apa, kau tahukan aku orang yang kuat..” katanya dengan senyum tipis

Aku bingung harus melakukan apa, aku pun langsung memeluknya..

“gumawo, mianhae..” kataku dan pergi meninggalkannya

Setelah tak seberapa jauh, aku mendengar suara tangis Minyoung

>>FlashBack end

 

“aniya, nan jinjja gwenchana..” kataku meyakinkannya

Aku melihatnya, matanya tersirat kekecewaan atas jawabanku, yah aku tahu ini menyakitkan, dan ini juga menyakitkan untukku..

“gumawo..” kataku

Aku melihatnya, dia juga melihatku dengan tatapan terkejut.. aku mengacak-acak rambutnya sambil tersenyum lalu pergi meninggalkannya..

 

***

Hyosun POV

“haish! Hyunwoo oppa jinjja babo! Tidak usah berbohong kenapa sih! Begitu susahnya bilang ‘iya aku benar-benar lupa’ atau ‘maaf aku benar-benar lupa’ haish!!” omelku sambil berjalan cepat mencoba menghilangkan rasa stressku

Akhirnya aku berjalan pelan menuju taman, tiba-tiba aku menangkap sosok yang kukenal.. Ah! Benar, itu Hyunwoo oppa dan Minyoung, sedang apa mereka?

Aku melihat Hyunwoo oppa mengacak-acak rambut Minyoung dan pergi meninggalkannya, spontan aku langsung sembunyi dibelakang tembok..

“haah~ Hyosun dimana ya??” kata Hyunwoo oppa sambil berlari melewati tempat persembunyianku

Setelah Hyunwoo oppa menjauh, aku melihat Minyoung yang duduk sambil menunduk lemas.. aku pun mendekatinya.. belum sempat aku memanggilnya, dia menoleh kearah ku dengan raut wajah yang ceria sehingga membuatku kaget..

“eo? Hyosun-ah!” panggilnya

“ne..” jawabku dan mendekatinya

“ayo duduk disampingku..” ajaknya dan dibalas anggukanku

“Minyoung-ah, kau ceria sekali..” kataku

“hehe, iya.. aku sudah memutuskan sesuatu Hyosun-ah..”

“ng? mwonde?” tanyaku

“aku akan melupakan Hyunwoo sunbae!” jawabnya mantap sambil memandangku penuh percaya diri “jadi, kau perjuangkan cintamu,, jangan peduli dengan perasaanku, aku akan coba menyukai yang lain, arachi??” tanyanya dengan nada yang sangat yakin

“Minyoung-ah..” kataku

“ya~ neo wae irae.. aku ini sahabatmu! Tidak mungkin aku akan mengambil seseorang yang sangat berarti untukmu kan? Oh iya, kau sedang berkelahi dengannya?” Tanya Minyoung sambil menatap lekat kedua mataku yang mengartikan aku tidak boleh berbohong

Aku mengangguk kecil, “ya! Bagaimana sih kau ini! Sana kau minta maaf dengannya!” kata Minyoung

“wae naya..” kataku “dia yang bersalah..” sambungku

“kalau begitu kau harus terima permintaan maafnya..”

“tapi aku..”

“wae!? Kau tidak yakin? Ya! Kalian itu saling menyukai! Kenapa kalian tidak jujur dengan perasaan masing-masing ha!” bentak Minyoung dan membuatku kaget

“tapi..”

“tak ada tapi-tapian! Sekarang kau cari dia!”

Aku terdiam mendengar kata-kata Minyoung, aku benar-benar tidak yakin, kalau saja nanti aku sakit hati lagi.. aiish! Dan apakah benar kami saling menyukai, kadang-kadang Minyoung sering bergurau untuk menggodaku

“ya! Palliwa!”

Akhirnya aku memutuskan untuk mencari Hyunwoo oppa..

“gumawo, Minyoung-ah..”

Minyoung tersenyum dan aku langsung meninggalkannya..

 

***

“Yoseob oppa! Hanbyul oppa! Jiyoon eonni!” panggilku ketika menemukan sosok Yoseob oppa dan lain-lain

“eo? Hyosun-i.. kenapa kau terlihat tergesa-gesa begitu?” Tanya Hanbyul oppa

“aku, hh, hh, aku, hh mencari, Hyunwoo oppa, hh, dia ada dimana? Hh,hh,hh,,” tanyaku balik

“Hyunwoo? Tadi dia juga mencarimu..” jawab Jiyoon eonni

“wae geurae Hyosun-ah?” Tanya Yoseob oppa

“dia,, hh.. dia dimana!?” tanyaku lagi dengan sedikit berteriak sehingga membuat yang lainnya kaget

“katanya dia akan mencarimu di kantin..” jawab Yoseob oppa sedikit ketakutan

“gumawo..” kataku dan langsung berlari menuju kantin

 

***

‘brak!’

“ah mianhae!” kataku dan orang yang kutabrak dengan serentak

“aku sedang mencari..” kataku dan orang itu bersamaan lagi sambil saling melihat

“oppa!” “Hyosun-ah!” kata kami lagi-lagi serempak

Tiba-tiba suasana diantara kami menjadi hening..

 

***

Hyunwoo POV

“igo..” kataku sambil menyerahkan sekaleng orange juice kepada Hyosun

“gumawo oppa..”

Aku pun mengambil duduk disampingnya, setelah hampir 5 menit kami terdiam satu sama lain, tidak tahu harus memulai percakapan dari mana, aku yang seharusnya meminta maaf pun tidak tahu harus memulai dari mana..

“johgi..” kata kami serempak

Kami saling memandang lalu tertawa kecil..

“dari tadi kita serempak terus..” kata Hyosun sambil tertawa kecil

“iya..” kataku juga, lalu kami pun terdiam lagi

Aku memandangi taman didepan kami, sekarang hampir memasuki akhir februari, dan sebentar lagi musim semi tiba.. haaah, salju yang seharusnya ada didepan kami sekarang sudah mulai sedikit..

“Hyosun-ah..” panggilku

“ne?”

“mianhae..”

Hyosun hanya terdiam mendengar kata-kataku..

“oppa..”

“ne?”

“gwenchana, aku juga seharusnya tidak semarah itu, kan kau hanya lupa.. kenapa aku harus marah besar? Aku juga minta maaf oppa..”

Aku tersenyum sambil menatap Hyosun, wajahnya yang tersenyum sambil memandang taman sangatlah cantik, ingin rasanya aku memilikinya sekarang juga, tidak perlu menunggu sampai ulang tahunku, aku ingin dia tahu sekarang ini, sekarang ini juga, bahwa aku mencintainya sejak pertama kami bertemu..

“Hyosun-ah..”

“ne?” tanyanya tanpa menoleh kearahku

“Hyosun-ah..”

“ne??” kali ini dia menoleh kearahku

Aku tersenyum melihatnya, dia pun ikut tersenyum melihatku..

“saranghae..” kataku

Dia yang tadinya tersenyum kini terbelalak kaget mendengar kata-kataku, dia langsung tersipu malu dan memalingkan wajahnya kearah lain, aku pun memegang tangannya erat..

“ah eottokke..” katanya kecil sambil mengibas-ngibas wajahnya dengan tangannya yang lain

“wae?” tanyaku sok polos

Aku tahu kalau reaksinya begini, ini berarti bahwa dia juga menyukaiku..

Dia menarik nafas panjang dan kembali menoleh kearah ku sambil menatap lekat kedua mataku..

“oppa! Na neun..” katanya kecil

“nan aro..” kataku sambil mengecup bibirnya lembut

Tanganku yang mengenggam satu tangannya kini mengenggam kedua tangannya erat, sambil mencium bibirnya yang lembut, saat ini, disini, aku hanya ingin bersamanya..

 

***

‘prok!’ ‘prok!’ ‘prok!’

“chukkae!” teriak Yoseob

“mwoya..” kesalku

Saat ini kami sedang berada di tempat karaoke, setelah aku menyatakan perasaanku, Yoseob langsung mengetahuinya dan mengajak kami semua kumpul di karaoke untuk merayakannya, ya.. benar, kami semua.. aku, Hyosun, dia, Hanbyul, Jiyoon, dan Minyoung.. heuh, anak ini, terlalu membesar-besarkan, setelah mengetahui kalau aku dan Hyosun pacaran, dia langsung minta maaf dan menjadi sombong kepada ku, dia bilang “kalau aku tidak bilang ke Hyosun kalau ternyata kau tidak telat, mungkin kau akan menunggu hari ulang tahunmu..”.. anak ini semakin membuatku kesal..

“ya~ kaliankan baru jadian, jadi apa salahnya jika kita kumpul untuk merayakannya?? Hm, hm??” kata Yoseob dengan nada menggoda kepadaku

“ya! Jangan katakan padaku kalau kalian minta traktir..”

Saat kata-kataku barusan terucapkan, semua yang ada diruangan memasang wajah tanpa dosa sambil membaca menu makanan..

“YAAA!!” kesalku

“jeeeeeeeebbbbbbbaaaaaaalllllyyyoooooo Hyuuuuuunwooooo-aaaaaah~” goda Yoseob

“kau kulempar dengan mic ini nanti..” kesalku sambil memegang mic dan siap melemparnya kearah Yoseob

“jebal Hyunwoo-ah..” Hanbyul ikut menggodaku

“jebaaaal~~” dan kali ini semuanya ikut menggodaku

Aku terduduk lemas sambil memegang dahiku..

“gwenchana oppa, kita bagi dua saja..” kata Hyosun sehingga membuatku kaget

“ani! Gwenchana, biar aku yang bayar..”

Aku melihat kearah yang lain, mereka memasang wajah penuh kemenangan sambil senyam senyum melihat menu makanan..

“yang paling mahal apa nih?” Tanya Jiyoon

“aaah, bagaimana kalau ini? Yang 45.000 won? Kita beli 5 porsi?” usul Hanbyul

“ya! Hajima..” kataku

 

***

Hyosun POV

“ne, annyeong~” kataku sambil melambai kearah Yoseob oppa, Hanbyul oppa, Jiyoon eonni, dan Minyoung

“haish, uangku..”

Aku mendengar desahan Hyunwoo oppa, aku terkekeh kecil mendengarnya lalu mendekatinya dan motornya..

“kan tadi sudah kubilang biar kita bayar setengah-setengah..” kataku sambil mengambil helm yang diberikannya

“ei, andwaeyo, kalau yang seperti ini namja yang harus membayar..”

“arasseo..” kataku sambil tertawa kecil

“utkijima..” kesalnya dan menaiki motornya diikuti denganku yang masih tertawa kecil

 

***

“jalke oppa~” kataku

“ne, kau tidur yang cukup ya?”

“ne~”

Setelah Hyunwoo oppa menjauh pergi, aku pun memasuki rumah

“nawasseo..”

“eo, Hyosun-ah.. illonawa..” kata eomma

“ne? waeyo eomma?”

“ada hal penting yang ingin eomma katakan..”

Dengan tatapan bingung aku menuju kearah eomma dan appa yang berada di ruang tengah..

 

***

“jinjjaro eomma?”

“ne..”

“andwaeyo!! Andwae!!”

“Hyosun-ah!!”

Aku berlari menuju kamar dan langsung membanting pintu..

‘brak!’

Aku langsung menghempaskan diri ke tempat tidur dan membiarkan air mataku keluar..

“Hyosun-ah, buka pintunya! Dengarkan dulu penjelasan eomma!”

“shireo!”

Yang benar saja? Baru tiga bulan disini dan mau pindah lagi! Dan aku, aku juga baru hari ini berpacaran dengan Hyunwoo oppa dan mau pindah begitu saja! Meninggalkan dia! Dan juga kenapa pindahnya harus bulan depan! Padahal bulan depan itu ulang tahun Hyunwoo oppa! Aku tidak mau pindah! Shireo! Biarkan saja aku sendiri disini, dari pada harus pindah lagi! Lagi pula, aku sudah besar! Aku sudah 20 tahun! Jadi aku harus minta agar aku tidak pindah! Harus!

“Hyosun-ah! Dengarkan dulu! Kau tetap tinggal disini bersama pembantu!”

Aku langsung terdiam mendengar perkataan eomma..

“jinjjaro?” tanyaku dengan suara agak bergetar karena sehabis menangis

“ne, jinjjaro.. kau kan sudah besar, jadi eomma dan appa tidak akan memaksamu untuk ikut, dan kau juga pernah bilang kalau kau merasa nyaman disini..” kata eomma dan langsung membuatku senang

“gumawo eomma, ddo, mianhae..” kataku agak sedikit malu karena tidak mendengarkan perkataan eomma terlebih dahulu

“gwenchana, ayo, buka pintunya..”

‘krek’ aku langsung membuka pintu dan memeluk eomma yang ada dibaliknya

“aigoo uri ddal..”

“mianhae eomma..”

“aigoo, gwenchana..”

Kami pun saling tersenyum satu sama lain..

 

***

-2 minggu kemudian-

‘trrrrt..’ ‘trrrrrt..’ aku mencari-cari handphone ku yang bergetar

‘tut’ “yobusaeyo?”

[Hyosun-ah, kau belum bangun?]

Eo? Aku mengenali suara ini..

Kubuka mataku dan melihat kearah ponsel.. Hehe, sudah kuduga..

“baru saja bangun..” kataku lemas namun terkesan manja

[ya~ jangan mentang-mentang ini hari minggu kau jadi malas..]

“lagi pula aku sendiri dirumah..” kataku masih lemas sambil menggeliatkan badanku dibawah selimut

[ya~ lihatlah keluar jendela..]

“wae? Jangan katakan padaku kalau kau sedang menungguku..”

[ng? eottokke arachi?? Ya~ lihatlah keluar..]

“waeyo oppa..”

‘srek’ aku membuka gorden jendela kamarku yang kebetulan berada didekatku dan mendapati cahaya matahari yang terang, aku memalingkan pandangan ku kearah lain dan menatapi sosok Hyunwoo oppa yang sedang berdiri dengan handphone yang ada ditelinganya..

[sudah musim semi loh..] katanya kecil dan mematikan panggilannya

“eo??” aku pun langsung membuka jendela dan melihat ketempat Hyunwoo oppa berada namun dia tidak ada disana

“eo? Eodiga?” tanyaku keheranan

“HYOSUN-AH!”

Aku melihat kesumber suara, ternyata Hyunwoo oppa sudah berada dibawah pohon yang ada didepan jendela kamarku..

“waeyo oppa!?” tanyaku sedikit berteriak

“perbolehkan aku masuk!”

Aku tersenyum kecil mendengarnya lalu mengangguk mantap..

Oh iya, kepindahan eomma dan appa dipercepat loh, entah kenapa mendadak kepala direktur appa menelpon dan menyuruh secepatnya pindah ke daebudo.. aku yang saat itu sedang ada mata kuliah siang pun tidak dapat mengantar mereka.. mereka juga sudah tahu aku dan Hyunwoo oppa pacaran, tersirat perasaan suka dan tidak suka diwajah appa, hahaha..

Aku berlari kecil menuruni tangga dan buru-buru membuka pintu, namun pintunya tidak dapat dibuka..

“ah matta! Masih dikunci, ah babo!” kesalku pada diriku sendiri

Aku pun mencari-cari tempat dimana kunci berada, dan berhasil menemukannya diatas kulkas..

‘cklek’ saat pintu dibuka, aku mendapati sosok Hyunwoo oppa dan langsung memeluknya..

“aigoo, wae irae?” tanyanya dan membalas pelukanku

Kami pun melepaskan pelukan kami, aku tersenyum kearahnya

“bogoshippeo..” kataku

“nado..” katanya lalu mengecup keningku

“kau mandi dulu, aku akan memasak sarapan untuk mu..” katanya sambil menuju kedapur

“ne oppa~” kataku sambil berlari kecil kembali menuju kamar

 

***

Hyunwoo POV

Sejak kepindahan eomma dan appa Hyosun, aku jadi sering main kerumah Hyosun.. para tetangga pun sudah mengenaliku loh.. Ahahaha..

“eo? Hyunwoo-ssi.. mau kerumah Hyosun ya?” Tanya ahjumoni yang sedang bersih-bersih

“ne ahjumoni..” kataku sambil menunduk kecil

“aigoo, kau memang pacar yang baik hati ya, kau sangat mengkhawatirkan pacarmu.. aigoo, pasti senang jika memiliki menantu sepertimu..”

“ah, kamsahamnida.. kalau begitu, aku duluan ahjumoni..”

“ne..”

 

***

“aigoo, wae irae?” tanyaku saat dia tiba-tiba memelukku dan aku langsung membalas pelukannya

Kami pun melepaskan pelukan kami, dia tersenyum kearahku dengan manisnya..

Aigoo anak ini jika sedang bangun tidur wajahnya sangat konyol seperti ini..

“bogoshippeo..” katanya

“nado..” kataku kecil lalu mengecup keningnya

“kau mandi dulu, aku akan memasak sarapan untuk mu..” kataku dan menuju kedapur

“ne oppa~” katanya dan berlari kecil kembali menuju kamarnya

Saat setelah Hyosun menjauh, aku terlemas dan terduduk dikursi meja makan..

Apakah aku harus bilang sekarang? Atau nanti saja? Tapi harus sekarang juga.. iya, aku harus mengatakannya..

Akhirnya kukumpulkan kembali energiku dan memasak sarapan untuk Hyosun..

 

***

“Hyosun-ah..”

“ne?” tanyanya yang hendak mengambil biscuit

Setelah dia selesai sarapan, kami pindah keruang keluarga untuk menonton televisi..

Haruskah kukatakan sekarang? Ayo Hyunwoo, kau harus bisa..

“Hyosun-ah, aku, saat tamat kuliah ini ingin, ani! Aku akan ikut audisi actor..” kataku dan membuatnya kaget sehingga biscuit yang sebelumnya dia pegang terjatuh dari tangannya

Dia memandangku dengan wajah yang sangat kaget, namun perlahan-lahan wajahnya kembali normal..

“aku mengerti oppa..” katanya sambil tersenyum “kau kan mau jadi actor yang hebat..” sambungnya

Tiba-tiba aku langsung mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu saat aku dan Hyosun baru beberapa hari bertemu, saar dia tanpa sengaja melihatku sedang memegang buku ‘How to be a great Actor’.. dan aku langsung tersenyum kecil..

“neon gwenchana?” tanyaku yang sangat mengkhawatirkan keadaan Hyosun

“nan gwenchana, aku kan sudah besar..” jawabnya penuh percaya diri

“maksudku, kau tidak akan kesepian?”

Dia terdiam dan langsung menunduk..

“tentu saja akan sangat kesepian..” katanya lemah dan sedikit bergetar

Aku melihat beberapa tetes cairan bening mulai berjatuhan darinya, melihat itu aku langsung memeluknya erat..

“mianhae..” kataku

“museun mianhae, nan jinjja gwenchana..” katanya dengan terisak

Aku hanya dapat memeluknya dan tak mengatakan apa-apa.. aku tahu ini mendadak, dan ini juga berat untukku, namun entah kenapa tiba-tiba saja aku ingin menjadi actor, padahal aku tidak terlalu menyukai profesi actor..

 

***

“oppa fighting!” kata Hyosun penuh semangat setelah menangis barusan

Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya

“gumawo..” kataku sambil mengacak-acak rambutnya

“berapa lama lagi oppa?” tanyanya

Aku menghitung-hitung..

Sekarang aku sudah semester 6, tinggal berapa semester lagi ya? Hm..

“kira-kira sih 7 bulan lagi?”

“7 bulan.. cepatnya..” kata Hyosun lemas

Aku melihatnya dan kembali memeluknya

“jika aku lulus audisi, dan selama aku ditraini disana.. kau tunggu aku ya?” tanyaku

Aku tahu ini adalah pertanyaan konyol, namun  hanya ini yang bisa ku katakan..

Dia mengangguk kecil atas pertanyaanku..

“gumawo..”

Aku melepaskan pelukanku, dia langsung menatapku dan aku membalas menatapnya..

“wae?” tanyaku

Dia tersenyum mendengarku bertanya kepadanya, disaat yang seperti ini aku tahu apa yang ingin dikatakannya..

“oppa saranghae..” katanya mantap

“eiiiguu, nan jinjja aro..” kataku sambil mengacak-acak rambutnya lalu kembali memeluknya

Rasanya aku tidak ingin melepas pelukan ini.. hm..

 

***

“oppa!” panggil Hyosun sambil berlari dari kamarnya

“kalau kau berlari seperti itu berarti ada hal yang menyenangkan nih..” kataku dan langsung terfokus kepadanya yang mendekatiku diruang keluarga

“hehehe, oppa.. ayo kita kencan!” ajaknya

“kencan? Kemana?” tanyaku

“ke taman bermain! Kencan ganda!” jawab Hyosun penuh semangat

“kencan ganda??” tanyaku lagi

“eii, jangan katakan padaku kalau kau tak tahu kencan ganda, oppa..”

Aku mengangguk. Jujur saja, aku tidak terlalu mengerti apa itu kencan ganda..

“kencan ganda itu adalah kencan yang dilakukan oleh beberapa pasangan..”

“beberapa pasangan? Lalu, kau ingin mengajak siapa lagi?”

Dia berpikir sejenak, “Hanbyul oppa-Jiyoon eonni, geurigo, Yoseob oppa!”

“Yoseob? Dia tak punya pacar..”

“nan aro! Tapi dia menyukai Minyoung! Jadi aku akan ajak Minyoung juga, Minyoung juga kan menyukai Yoseob oppa..”

Aku memikirkan rencana Hyosun, “ya! Seolma neo..”

“hehe, mwoji oppa?” tanyanya sambil senyam senyum mengharapkan jawaban yang benar dariku

“kau ingin membuat Yoseob dan Minyoung jadian!?”

“hehe! Binggo~”

Aku langsung takjub mendengar rencana Hyosun..

“jjangieyo uri Hyosun-i..” kataku sambil mengacungkan kedua jempolku

“geureom, nah sekarang kita ajak Hanbyul oppa dan Jiyoon eonni untuk kerja sama..”

“oke~”

Aku langsung mengambil handphone dan menelpon Hanbyul..

“Hanbyul-ah! Segera kerumah Hyosun! Penting! Ada misi disini! Ajak Jiyoon juga! Aku tahu dia sekarang bersamamu!” kataku langsung dan menuntup telponnya

Hyosun terkejut melihatku yang menelpon hanya dalam hitungan detik..

“dia pasti mengerti kok tenang saja..” kataku dan membuat Hyosun kaget kembali

 

***

“eo~ eo~ eo! Ide yang bagus!” teriak Hanbyul

“tentu saja! Ini adalah ide Hyosun, kami tahu kalian pasti akan setuju..” kataku bangga dengan Hyosun

“kapan nih?” Tanya Jiyoon

Aku menoleh kearah Hyosun, Hyosun tersenyum senang mendangar pertanyaan itu

“hari ulang tahun Hyunwoo oppa!” jawabnya

Kami semua terkejut dan langsung menyetujuinya..

“arasseo!” kata kami semua

Aku melihat kalender, dan untungnya saat hari ulang tahunku itu adalah hari minggu..

 

-bersambung

 

Ya! Bagaimana?? Mohon Comment, kritik dan saran..

yang cuma baca tapi gak comment dihukum tuhan, kecuali aku.. :p

Sigh pokoknya comment! Kalau comment aku pasti semangat buat ngelanjutin ffnya.. jebaaaaal~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s