-FF- Our Love – Part 3

ourlovepart3

 

Annyeong readers ku yang baik.. *senyum* Karna udah aku puji, gimana kalo beri comment.. Comment woi! Bosen liat ni WP kosong melompong ompong! Yang ada cuma coretan Admin! Liet tu ADMIN dan BUKAN READERS!! OH NICE! Lagi-lagi gue marah, oke fine!

Gak usah banyak cinclong gitu maksudnya kan!? Yaudah, baca aja nih ff gak bermutu! *kesel tingkat dewa* Comment ye, comment! Inget! Comment!

“chukkahae!!”

“ya! Kami tahu kalian pasti akan jadian!”

“mwo ya.. kalian sudah merencanakan ini??” Tanya seorang namja kepada para temannya

Temannya hanya tersenyum puas menerima hasil yang tepat..

“geureom, chukkahaeyo oppa, Minyoung..” kata seorang yeoja sambil tersenyum

“mwoya.. gumawo..”

 

Our Love

  • Main cast: Lee Hyun Woo (Actor), Min Hyo Sun (Ulzzang yeoja)
  • Other cast: Yang Yo Seob (Beast), Han Min Young (OC), Jeon Ji Yoon (4Minute), Jason Jang Han Byul (LED Apple) dll. You can find it yourself^^
  • Genre: Romance, Humor(?)
  • Author: Lee Hana a.k.a dk1317 (of course that’s me)

 

Happy Reading~

 

***

Hyosun POV

“oppa palliwa!!” teriakku sambil memakai sepatu

‘drap drap drap’ terdengar suara langkah Hyunwoo oppa yang sedang berlari mendekatiku

“o, mianhae..” katanya dan mencari-cari sepatunya

“haish jinjja, hari ini hari ulang tahunmu, tapi kenapa kau tidak bisa bangun lebih cepat! Untung saja eomonim langsung mengizinkanku masuk!” kesalku yang telah selesai memakai sepatuku sambil melihatnya memasang sepatu terburu-buru

“ya! Oppa!! Masa kau juga tidak tahu kaos kakimu!” kesalku ketika sadar kalau kaos kakinya beda sebelah

“geurae?” tanyanya dan melihat kearah kaos kakinya, “ah! Matta! Haish!” sambungnya sambil berlari kearah kamar

“haish jinjjaro!” kesalku

“Hyosun-i..”

Panggilan eomonim menyadarkanku dari kekesalan

“ne eomonim?”

 

***

“Hyunwoo memang seperti itu saat hari ulang tahunnya..” tungkas eomonim

“geuraeyo eomonim??” tanyaku tidak percaya

“ne, tahun kemarin juga dia tidak tahu kalau hari itu hari ulang tahunnya, malahan dia kira itu hari ulang tahun appanya..” jawab eomonim sambil sedikit tertawa mengenang masa-masa itu

“hee?? Oppa wanjeon isanghae..” kataku

“o! Hyosun-ah, aku sudah siap!” kata Hyunwoo oppa tiba-tiba

Dia melihat ku dan eomonim dengan tatapan curiga..

“eomoni, kau tidak menceritakan yang bukan-bukan kan??” tanyanya dengan tatapan sinis

“eii, memangnya aku harus menceritakan apa..” elak eomonim

“arasseo, kajja Hyosun-ah..” katanya sambil terus memandang omonim curiga

“uri kaseyo, eomonim..” kataku

“ne,, hati-hati dijalan..”

 

***

“oppa, apakah setiap hari ulang tahunmu kau selalu aneh?” tanyaku

Hyunwoo oppa memandangku sinis..

“sudah kuduga eomoni pasti menceritakan yang bukan-bukan kepadamu..”

“aniyo oppa, ini menurutku saja..” kataku sedikit bohong

Hyunwoo oppa memandangku sinis lagi

“haah, nado molla.. aku juga merasa aneh setiap kali hari ulang tahunku tiba..”

Aku memandangnya heran.. “wae?” tanyaku

“ya~ aku bilang aku juga tidak mengerti..”

Aku hanya dapat memandang Hyunwoo oppa dengan tatapan aneh.. sungguh aneh tapi nyata, itulah yang ada didalam benak ku sekarang..

***

-at amusement park-

“ya! Kalian berdua lama sekali!” kesal Yoseob oppa

“mianhae, Hyunwoo oppa nih kelamaan..” kataku

Hyunwoo oppa menunduk kecil, “mianhae..”

“ei, kau selalu saja begini jika hari ulang tahunmu..” kata Hanbyul oppa

“WANJEON ISANGHAE..” kata kami serempak

“mwo ya.. bukankah hari ini aku ulang tahun, tapi kenapa kau merasa seperti dijahili ya..” kata Hyunwoo oppa dengan tatapan kesal

“haha,, kajja!” ajakku

Kami pun memulai kencan ganda kami dengan menuju kearah roller coster..

 

***

“bagaimana!!” ajak Yoseob oppa

“ayo!” tantang Hanbyul oppa

“oke..” Hyunwoo oppa tak mau kalah

“oke!” jawabku

Jiyoon eonni dan Minyoung terdiam.. “ei..” kata mereka

Kami menoleh kearah mereka, “wae?” tanyaku sok ‘innocent face’

“Hyosun-ah..” rengek Minyoung

Aku tersenyum kearah mereka berdua, senyum jahil..

“hm?? Mwonde? Hm? Hm?” tanyaku sambil senyum-senyum mendekati mereka

Semakin aku mendekati mereka, semakin mereka menjauhiku..

‘tep’ aku memegang tangan mereka, mereka berdua memasang wajah takut..

“kajja..” ajakku sambil terus tersenyum

Mereka menggeleng.. aku terus tersenyum..

“hm??”

 

***

“KYAAAAAAAAAAA!!!!” teriak Jiyoon eonni

“AAAAAAAAAAAAAA!!!!” teriak Minyoung

“AHAHAHAHAHAHA!!” teriakku

Aku hanya bisa tertawa melihat ekspresi Jiyoon eonni dan Minyoung..

 

***

“YA MIN HYOSUN! NEO BABO!!” kesal Minyoung dan memukulku berkali-kali

“auh, auh.. ya~ apho..” kataku sambil melirik kearah Jiyoon eonni yang diam mematung semenjak turun dari roller coster tadi

Aku mendekati Jiyoon eonni.. “eonni??” panggilku

“YA!!” teriak Jiyoon eonni tiba-tiba sehingga membuat kami kaget

“mianhaeyo eonni..” kataku sambil mengatup tanganku

“haish!! Arasseo! Neo nawa! Kita selesaikan berdua..” kesalnya dan menarikku

Aku hanya dapat mengkhawatirkan diriku sendiri yang saat ini sedang ditarik oleh Jiyoon eonni..

 

***

“neo babo!” kesal Jiyoon eonni sambil menjitakku

“mianhae eonni, jeongmal mianhae..” kataku sambil mengatup kedua tanganku “aku akan mentraktirmu apa saja yang kau mau, eo??” sambungku

Jiyoon eonni berfikir sebentar, lalu melihat-lihat disekitarnya..

“ehm, kalau begitu.. ice cream? Ani, ddokbokki?? Ani-ani, hotteok?? Hotteok ote??” tanyanya kepadaku

“apa saja eonni!” jawabku

Dia mengangguk puas.. “arasseo, kalau begitu tiga-tiganya, kajja..” katanya

Pandangan puas pun menghampiriku, “ne..”

 

***

Hyunwoo POV

“mana nih mereka??” kesal Hanbyul yang telah menunggu terlalu lama

“gwenchana, Jiyoon paling-paling menghukumnya dengan memintanya membeli makanan atau apa gitu..” kata Yoseob meyakinkan Hanbyul

“ei, Jiyoon tidak mungkin begitu..” kata Hanbyul meyalahi perkataan Yoseob

“mianhae, apakah kami terlalu lama?”

Kami menoleh kearah suara, terlihat Jiyoon dan Hyosun yang sedang memegang begitu banyak makanan..

“tuhkan apa yang kubilang..” kata Yoseob bangga

“eonni, kau tidak mengajakku!” kesal Minyoung

“mianhae, ini sebagai permintaan maaf, ddokbokki untuk kalian..” kata Jiyoon dengan senyum yang cerah

“gumawo..” kata kami

Aku melihat Hyosun hanya tersenyum kecil melihatnya..

“oppa, aa..” katanya sambil akan menyuapiku ddokbokki

“ini semua kau yang bayar?” tanyaku sambil memakan ddokbokki yang dia suap

“setengahnya aku, dan setengahnya Jiyoon eonni..” katanya sambil melahap ddokbokki

“eottoke??” Tanya Yoseob

Hyosun mengunyah ddokbokkinya lalu menelannya

“soljiki, aku yang akan membayarnya sebagai permintaan maafku, tapi entah kenapa Jiyoon eonni bilang bayar setengah-setengah saja..” jawabnya

Kami semua pun menoleh kearah Jiyoon

“aku kasihan kepadamu jika kau harus membayar semuanya, kau kan tinggal sendiri..”

“ei.. eonni, kau juga tinggal sendiri..”

Jiyoon terdiam, “ah molla! aku hanya tidak bisa membiarkan mu membayarnya sendiri, itu saja..”

“hehe, gumawo eonni..”

Aku tersenyum melihat tingkah mereka berdua, aku pun mengacak-acak rambut Hyosun karena gemas..

“eiguuu, uri Hyosun..” kataku kecil disambut senyum hangat darinya

“hehe, ah oppa!”

“ne?”

“bagaimana dengan misi kita??” Tanya Hyosun berbisik

“ah matta! Oke, sekarang kita mulai misi kita..” jawabku sambil berbisik juga

Hyosun mengangguk kecil..

“semuanya ayo sini-sini, teman-temanku yang cantik dan ganteng..” kataku memanggil mengumpulkan mereka

“mwo? kami seperti ternak mu saja..” kata Yoseob sedikit jengkel

“mwonde??” Tanya Jiyoon

“bagaimana kalau kita main permainan?” Tanya Hyosun

Semua menatap heran satu sama lain..

“otteokke??” Tanya Minyoung

“begini, kita undi pasangan masing-masing dengan kertas undian ini, terus amplop ini, apa yang ada didalam amplop ini harus kita beli, uangnya sokongan per pasangan dong.. otte??”

Semuanya berfikir, kecuali aku dan Hyosun, sebenarnya Hanbyul dan Jiyoon hanya pura-pura berfikir..

“oke, setuju!” jawab semuanya

Hyosun pun mengambil kertas undian diikuti ku dan yang lainnya..

“na hanbeon..” kata Hyosun

“eo, nado..” kataku

“nan sabeon..” kata Minyoung

“eo?? Nado..” kata Yoseob

Kami menoleh kearah Jiyoon dan Hanbyul

“wae? Sudah jelaskan??” Tanya Hanbyul sambil menunjukkan kertasnya begitu pula Jiyoon

Kami semua saling melihat satu sama lain..

“haish, padahal aku berharap bersama dengan Minyoung atau Jiyoon eonni..” kesal Hyosun

“ya! Apa maksudmu!” kesalku juga

Hyosun mengambil tiga amplop dari tasnya, dan menaruhnya di meja dekatnya..

“cepat pilih, kalau dapat yang mahal aku hanya akan membayar sedikit..” kata Hyosun mengancamku

Tanganku bergetar memilih amplop-amplopnya, dan akhirnya aku mengambil amplop ke dua, Hyosun menatapku tajam ketika aku hendak memberi amplopnya..

Hyosun dan yang lainnya membuka amplop mereka, senyum sumringah didapatkan Minyoung ketika melihat isi amplopnya.. aku melihat raut wajah Jiyoon yang tidak terlalu senang, dan akhirnya aku melihat Hyosun, dia terlihat sedikit senang, dan sedikit kesal..

“setengah murah, setengah mahal..” kata Hyosun namun terdengar sangat dingin ditelingaku

“otte Minyoung-ah?” Tanya Yoseob

“murah-murah tapi banyak banget..” jawab Minyoung

Kami pun melihat kearah Hanbyul dan Jiyoon, rasanya saat ini, aura jahat Jiyoon terlepas sangat luas.. tentu saja dia kesal, amplop yang dipilih Hanbyul isinya mahal-mahal, sedikit sih, tapi tetap saja mahal..

“kalau begitu, ayo kita mulai.. satu jam lagi kita berkumpul disini~” kata Hyosun riang

Kami semua berpisah untuk mencari barang yang terdaftar di amplop..

 

***

Author POV

-HyunHyo Side-

“oppa, kita beli apa dulu nih?” Tanya Hyosun

“ya, seolma.. kau tadi Cuma acting??” Tanya Hyunwoo kaget

Hyosun menoleh kearah Hyunwoo, dia hanya mengangkat sedikit bahunya..

“molla.. menurutmu bagaimana??” Tanya Hyosun dingin

Hyunwoo langsung bergidik ngeri, “ternyata bukan acting..” bisiknya kecil

“kita beli apa dulu ya??” Tanya Hyosun riang

 

-HanYoon Side-

“bagaimana bisa kau dapat yang mahal seperti ini sih! Haish! Kalau begini lebih baik aku berpasangan dengan Yoseob kan!” kesal Jiyoon

“ya~ kau tidak ingat kalau kita harus membuat Minyoung dan Yoseob jadian??”

“walaupun begitu tetap saja aku ingin yang murah!!”

“mianhae, eo??”

Jiyoon hanya diam tak menjawab, Hanbyul menghela nafas kecil..

 

-YoMin Side-

“ehm, jadi.. kita beli yang mana dulu, oppa??” Tanya Minyoung

“eh?? Nado molla..” jawab Yoseob

Mereka pun saling diam, entah kenapa tiba-tiba saja suasana diantara mereka menjadi sangat canggung..

“ehm, bagaimana kalau kita beli hotdog dulu? Atau kita dapatkan karcis masuk aquarium??” Tanya Minyoung

“em, ide yang bagus..”

Lagi-lagi suasana diantara mereka bertambah canggung..

“haish, Hyosun tolong aku!!” kata Minyoung dalam hati

“Minyoung-ah..” panggil Yoseob

“ne?” Tanya Minyoung dan menoleh kearah Yoseob

Minyoung melihat tatapan mata Yoseob terlihat serius, jantung Minyoung menjadi berdetak kencang..

“ayo kita beli Hotteok dulu..” ajak Yoseob sehingga membuat jantung Minyoung yang sebelumnya berdetak kencang menjadi lemas..

“baiklah..” terdengar kekecewaan dari Minyoung

Minyoung berjalan lunglai sedikit didepan Yoseob, Yoseob melihatnya sambil tertawa kecil..

 

***

‘plak!!’ suara tamparan yang terdengar cukup keras membuat semua orang datang kearah suara..

“wae? Wae?” Tanya Hyunwoo

“molla, ayo kita kesana oppa..”

“ayo, kajja..”

Hyunwoo dan Hyosun yang ikut penasaran mendekati sumber suara yang sudah dikerumuni banyak orang..

“wae?” Tanya Hyosun kepada seseorang

“ada yeoja menampar namja, mungkin dia namching yang ketahuan selingkuh..”

“jinjja??”

“pengecut! Kalau kau mau kita putus ayo putus sekarang!!”

Hyosun dan Hyunwoo pun semakin kedepan untuk dapat melihat wajah yeoja dan namja yang sedang berkelahi tersebut, ternyata disana juga ada Hanbyul dan Jiyoon begitu pula Yoseob dan Minyoung yang ikut melihat kejadian..

“Yeri-ah, dengarkan dulu penjelasanku..”

“dengar?? Konyol sekali kau Kang Jinwoo! Aku sudah melihatnya dengan jelas, tidak perlu penjelasan lagi!”

“Yeri-ah, disini banyak orang, jangan kau teriak-teriak seperti itu..”

“biar saja! Biarkan semua orang yang ada disini menjadi saksi bahwa kau dan aku sudah putus! Aku tak mengerti kau! dan kau juga tak mengerti ku! Jadi sekarang kita putus!”

“Yeri-ah!”

Yeoja yang bernama Yeri itu berlari menjauhi mantan namching-nya dan kerumunan orang-orang, Hyosun dan yang lainnya pun mengejar yeoja tersebut..

 

***

“huhu, hiks,hiks..”

Hyosun melihat sedih kearah yeoja yang bernama Yeri tersebut dan mendekatinya, Hyunwoo dan yang lainnya ikut mendekatinya

“neo gwenchana??” Tanya Hyosun sambil menyerahkan sapu tangannya

Yeoja itu melihat Hyosun sejenak lalu mengangguk dan mengambil sapu tangan Hyosun

“kamsahamnida..”

Hyosun mengangguk kecil dan duduk disamping yeoja tersebut..

“pacar itu putus bukan karena mereka tidak mengerti satu sama lain, melainkan mereka mengerti perasaan masing-masing dan merasa tidak cocok, maka mereka putus..” kata Hyosun kecil

Hyunwoo memikirkan kata-kata Hyosun perlahan

Yeoja yang bernama Yeri itu melihat Hyosun, Hyosun membalas melihat dan tersenyum kecil merasa sangat yakin bahwa kata-katanya memang benar..

Yeoja itu menunduk, “kalau kita tak mengerti orang itu pun, kita pasti akan putus kan?” Tanya yeoja itu

Hyosun tersenyum kecil, “itu tergantung pada apa yang ingin orang tersebut mengertikan, bisa saja hati, perasaan atau dalam kehidupan, karena, dalam sebuah pengertian pun terdapat kepahitan..” jawab Hyosun dan melihat kearah Hyunwoo, Hyunwoo menyadarinya dan tersenyum kearah Hyosun sambil mengangguk kecil..

Yeoja tersebut mulai menangis lagi, “kurasa kau benar.. aku, aku akan mencari seseorang yang setia denganku dan bukan orang yang mengerti aku..”

Yeoja tersebut berangkat dari duduknya, dan membungkuk 90 derajat..

“kamsahamnida..” katanya sambil menyerahkan sapu tangan milik Hyosun yang tidak basah sama sekali..

Hyosun tersenyum dan mengambil kembali sapu tangannya, yeoja itu pun langsung berlari menjauhi Hyosun dan yang lainnya..

 

***

Hyunwoo POV

“yang tadi itu apa??” Tanyaku kepada Hyosun yang berjalan sedikit mendahului ku

“molla..” jawabnya pelan

Aku mengacak-acak rambutnya

“kau ini memang puitis..” kataku gemas sambil merangkul pundaknya

Hyosun hanya tersenyum kearahku dan aku membalas senyumannya

“ehem!”

Aku dan Hyosun menoleh kebelakang, ternyata yang lainnya sedang geram melihat kami bermesraan,..

“ah, kenapa panas sekali ya?” Tanya Yoseob

“Jiyoon-ah, lebih baik kita beli saja barang-barang kita, nanti kita kalah loh..”

“em! Matta, kajja Hanbyul-ah…”

“uri deo Minyoung-ah..”

“ne oppa!”

Mereka pun pergi menjauh dari kami, kami berpisah lagi.. Yah, memang lebih enak kalau berdua saja..

Aku melihat Hyosun yang sedang tersenyum kecil melihat teman-teman menjauh, aku mengacak-acak rambutnya gemas, dan mengajaknya jalan kembali..

 

***

“oppa..”

“hm?”

“menurutmu, rencana kita berhasil tidak?”

Aku sedikit menerawang, mengharapkan sebuah masa depan yang bagus nantinya..

“em-ehm, sepertinya akan berhasil..” jawabku sambil mengambil es krim yang sebelumnya kami pesan

“aku juga sepikiran..”

Aku tersenyum kearahnya dan memberikan satu cup es krim kepadanya..

Dia memakan es krim tersebut dan tersenyum kecil..

“machiesseo?” tanyaku

Dia mengangguk sambil tersenyum..

 

***

Author POV (In Yoseob & Minyoung Side’s)

Yoseob mengambil ‘fishcake’ dan memakannya pelan, uap panas terasa dalam mulutnya, dia melihat Minyoung yang ikut mengambil satu dan akan memasukkannya di dalam mulut..

“ya-ya, masih panas..” cegah Yoseob namun telat karena Minyoung sudah memasukkannya duluan

“aah, tteugo..” kata Minyoung sedikit berteriak karena merasakan uap panas dalam mulutnya

“kan sudah ku bilang..” Yoseob menahan tawa

Minyoung kesal dan mengambil tisu lalu mengelap mulutnya, “kau telat oppa!”

“mian..”

Minyoung dan Yoseob pun meneruskan makan mereka, mereka memesan dua porsi ddeokbokki yang memang sesuai dengan kertas misi mereka, Minyoung tertawa kecil tiap kali melihat kertas misi tersebut, betapa murahnya yang harus mereka beli..

“ya oppa!”

“ng?”

“kau hebat dalam memilih ya..”

“ng? wae?”

“buktinya, kita bisa dapat yang murah-murah seperti ini..”

“haha, biasa saja.. itu adalah keahlianku..” Yoseob membanggakan diri sambil terus memakan ddeokbokki

Minyoung terkekeh pelan lalu terdiam, “aku heran..” sambungnya

Yoseob menoleh kearah Minyoung, “mwonde?”

“untuk apa Hyosun mengajak kita bermain game ini?”

Yoseob terdiam, “benar juga..” tungkasnya

“tapi, berkat game ini juga kita bisa lebih akrab kan?” sambung Yoseob

“mm..” kata Minyoung dibarengi anggukan

Setelah selesai makan ddeokbokki, mereka pun kembali ke taman, Minyoung melihat truk ice cream dan disadari oleh Yoseob..

“kau mau ice cream?” Tanya Yoseob

Minyoung terkejut dan mengalihkan pandangannya kearah lain, “eh? Aniya..”

“mau ku belikan?”

“eh?”

“gwenchana..”

Yoseob pun menarik Minyoung ke truk ice cream tersebut..

“kau mau rasa apa?”

Minyoung melihat menu rasa yang tertera di depannya, dia melihat satu persatu dengan benar..

“mm, chocolate cookies..” katanya mantap

“johgi, rasa chocolate cookies satu dan cappuccino satu..”

“ne..”

Sementara sang pelayan membuat ice cream, Minyoung terlihat asyik melihat pelayan tersebut meracik ice creamnya, Yoseob tersenyum kecil melihatnya..

“ini pesanan kalian..”

“kamsahamnida..” kata Yoseob dan membayar ice creamnya..

“kalian pacaran?” Tanya pelayan tersebut tiba-tiba sehingga membuat Minyoung hampir tersedak ice creamnya..

“a-an..” Minyoung belum selesai mengatakannya tapi sudah di potong Yoseob

“kelihatan ya?” Tanya Yoseob agak malu

“tentu saja kelihatan, kalau begitu, ini aku kasih bonus wafer kepada kalian..”

“ah, kamsahamnida..”

Minyoung masih terdiam membaeku mendengar pernyataan Yoseob tadi..

 

***

Yoseob dan Minyoung saling membisu sambil memakan ice cream mereka..

Kini mereka tengah duduk di bangku taman yang menghadap langsung pemandangan taman disana, taman hiburan tak terlalu jauh dari sana, jadi mereka bisa mengabari yang lain jika saja mereka mencari..

Minyoung masih terpikir dengan pernyataan Yoseob saat membeli ice cream tadi.. dia ingin sekali bertanya, apa maksud dari semua itu, tapi ia terlalu malu untuk menanyakannya..

Yoseob juga sedang memikirkan kenapa dia bisa berkata seperti itu tadi..

“oppa..” “Minyoung-ah..” kata mereka serempak

Mereka pun terdiam lagi, mereka menjadi bingung bagaimana harus berbicara duluan..

“tadi..” Yoseob membuka percakapan

Minyoung terkejut dan jantungnya berdetak kencang..

“kalau kau ingin menanyakan itu, akan ku jawab..”

Yoseob telah memakan habis ice creamnya, begitu pula Minyoung, kali ini Yoseob sedang menatap kearah Minyoung, namun Minyoung melihat kearah lain karena malu..

“yang tadi aku serius..”

“maksud oppa?”

Yoseob menghela nafas kecil, dia mengenggam tangan Minyoung dan memengang majah Minyoung agar mata mereka saling bertemu, Minyoung pun terkejut dan jantungnya berdetak kencang..

“kau tahu kan maksudku, aku.. aku tahu kau mungkin masih menyukai Hyunwoo, tapi.. aku menyukaimu Minyoung-ah, sejak pertama kali kita bertemu, mungkin kau sudah lupa, tapi kita bertemu sebelum kau dan Hyunwoo bertemu..” jelas Yoseob

Minyoung terkejut dan mencoba mengingat kapan pertama kali dia bertemu dengan Yoseob, dia melihat lekat kedua mata Yoseob berharap dia dapat mengingat pertemuan pertamanya dengan Yoseob..

“sudah ku duga kau lupa..” terdengar kekecewaan dari Yoseob, “mungkin kau juga masih menyukai Hyunwoo..” sambung Yoseob dan melepaskan genggaman tangannya pada tangan Minyoung dan melihat kearah taman

“ani..” kata Minyoung pelan mencoba menahan tangisnya karena perkataan Yoseob

Yoseob menoleh kearah Minyoung, dia melihat Minyoung yang menunduk kecil..

“aku memang sudah lupa kapan kita bertemu pertama kali, tapi..” Minyoung menatap Yoseob sambil menahan tangisnya, namun sia-sia, air matanya mengalir perlahan jatuh ke pipinya, Yoseob yang melihat itu langsung terkejut dan sedikit panik..

“Mi-Minyoung-ah..”

“dulu aku memang menyukai Hyunwoo oppa, dan perasaan ku ditolak, namun sejak mengenalmu lebih dalam, aku menyukaimu oppa.. Kau.. Yang Yoseob..” kata Minyoung tegas sambil terisak kecil

Yoseob terkejut dan melihat kedua mata Minyoung, mencoba mencari keyakinan dalam kata-kata Minyoung..

“jeongmal?” Tanya Yoseob

Minyoung mengangguk mantap sambil menghapus air matanya..

Tangan Yoseob terjulur menuju ke pipi Minyoung, menghapus air matanya yang disebabkan oleh dirinya sendiri, hatinya miris karena tidak mengetahui perasaan Minyoung terlebih dahulu..

“mianhae, eo?” Tanya Yoseob tak tega melihat orang yang disukainya menangis

Minyoung mengangguk kecil sambil terus menghapus air matanya..

Yoseob memeluk Minyoung dan mengusap lembut rambutnya..

“gumawo, jeongmal saranghae, Minyoung-ah..”

Minyoung membalas pelukan Yoseob, “nado saranghae oppa..”

 

***

“chukkahae!!” teriak Hanbyul

“ya! Kami tahu kalian pasti akan jadian!” teriak Jiyoon

“mwo ya.. kalian sudah merencanakan ini??” Tanya Yoseob

Hyosun, Hyunwoo, Hanbyul, dan Jiyoon hanya tersenyum puas karena mendapatkan hasil yang mereka inginkan..

“geureom, chukkahaeyo oppa, Minyoung..” ucap Hyosun memberi selamat

“mwoya.. gumawo..” kata Minyoung sambil menyikut teman baiknya itu

“hehe, ayo traktir kami ke karaoke!” teriak Hanbyul

“iya benar! Saat aku dan Hyosun jadian kan kita ke karaoke, kalian juga dong ajak kami ke karaoke!” pinta Hyunwoo penuh semangat

“oppa, bukan kita yang mengajak mereka, tapi Yoseob oppa yang memaksa kita..” kata Hyosun tak terima

“ah, matta! Ya! Yang Yoseob! Ayo ke karaoke! Pajak jadian!” ajak Hyunwoo dan menarik lengan Yoseob menuju ke tempat parkiran..

“iya nih, Yoseob-ah, bukankah kelompok kalian berdua dapat misi membeli yang murah-murah, jadi uang kalian masih banyak kan?” Tanya Jiyoon sambil mengeluarkan Evilsmilenya..

“aish! Mwoya! Minyoung-ah! Tolong aku!” pinta Yoseob yang sedang ditarik paksa oleh Hyunwoo

Minyoung hanya tertawa melihat mereka..

“kajja..” ajak Hyosun kepada Minyoung

“ng..” jawab Minyoung dibarengi anggukan..

 

-bersambung-

Gimana? Comment ya! Maksa loh! Comment readers ku yang baik.. ^^

Annyeong~ Jalke~😡

 

2 thoughts on “-FF- Our Love – Part 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s