-FF- My Mr. Perfect: “What Should I Do?”

my mr. perfect chapter 2

 

Annyeong~ Selamat hari ibu sebelumnya para readers ku~ Ini nih, saya kemabali dengan My Mr. Perfect.. Oh iya, jangan kecewa, ini adalah chapter terakhir dari My Mr. Perfect, mian~

My Mr. Perfect

  • Main Cast            : Im Yoona (SNSD), Park Chanyeol (EXO-K)
  • Support Cast      : You can find it yourself, *wink*
  • Genre                   : Romance, Humor (?)
  • Author                  : dk1317 a.k.a  GDhia/GDhia1

P.S : This is just FF and my other imagine, don’t be plagiat and other that god and I don’t like, and please don’t be silent readers, please leave some comment~

 

Happy Reading~

***

Dua pasang namja dan yeoja sedang duduk di bangku perkarangan belakang kampus mereka, menikmati angin sepoi-sepoi di musim semi yang sejuk. Ya, mereka adalah, Yoona, Chanyeol, Luhan, dan Sooyoung.

Sooyoung sedang bernyanyi riang mengikuti alunan music dari Ipod kesayangannya dan Luhan sedang asyik memandanginya. Yoona sedang asyik membaca buku yang tadi dibawanya dari perpustakaan, tidak pernah bosan membalik lembar demi lembar dari buku tersebut, sedangkan Chanyeol memasang wajah cemberut sambil menaruh kasar PSP-nya..

“haish!”

Semuanya menoleh kearah suara kecuali Yoona

“kau kalah lagi huh?” Tanya Luhan sambil tersenyum mengejek

“haish! Diam kau hyung!” kesal Chanyeol dan memalingkan pandangannya kearah Yoona

Chanyeol yang tadinya kesal kini agak sedikit tenang karena melihat wajah Yoona yang sedang membaca buku, melihat itu, Luhan dan Sooyoung hanya terkekeh kecil dan melanjutkan aktivitas mereka..

Terbesit ide jahil di benak Chanyeol, dia menadah dagunya pada kedua tangannya menaruh sikunya tepat didepan buku Yoona, lalu melihat Yoona dengan jahil, Yoona sedikit terusik, namun tetap meneruskan bacaannya..

Chanyeol tambah merasa kesal karena gagal menganggu konsentrasi Yoona, dia pun berangkat dari duduknya dan membereskan barang-barangnya, Yoona yang terusik dengan suara yang Chanyeol berikan saat membereskan barangnya pun menoleh..

“eodi?” Tanya Yoona saat melihat Chanyeol bersiap akan pergi

Sooyoung dan Luhan menoleh kearah Yoona dan melihat Chanyeol..

“aku bosan, aku duluan ya..” jawabnya dan pergi meninggalkan mereka yang kebingungan

Luhan dan Sooyoung melanjutkan aktivitas mereka, tapi tidak dengan Yoona, dia melihat Chanyeol yang menjauh dan menghela nafas kecil lalu membereskan bawaannya..

“aku juga duluan..” kata Yoona pelan

Sooyoung dan Luhan menoleh dan kebingungan, mereka saling berpandangan lalu melihat Yoona yang sudah menjauh..

“kita juga pergi yuk..” ajak Luhan dibalas anggukan Sooyoung

 

***

Yoona POV

Aaah, konsentrasi ku buyar gara-gara bertanya kepada Chanyeol tadi, haish Mr. Perfect itu, pakai acara bosan segala, aku juga tidak akan bisa konsentrasi kalau bersama Luhan oppa dan Sooyoung.. aaah! Terpaksa pergi ke perpustakaan..

“hoi, Im Yoona!”

Aku menoleh kesumber suara, tiga orang yeoja menghampiriku dengan wajah cuek..

Sepertinya aku pernah melihat mereka..

“nugu?” tanyaku polos

Salah satu yeoja tertawa mendengar pertanyaanku yang lainnya memandangku tidak percaya..

“nugu? Nugu? Kau Tanya kami siapa? Kau lupa hah!” teriak yeoja tadi

Aku memandang mereka dengan tatapan tak asing..

“ya! Kami ini FANS Chanyeol oppa!” teriak mereka bertiga

Ha? Chanyeol fans?

Aku mencoba mengingat wajah mereka, otak ku bekerja sangat cepat sekali, ah! Jadi mereka!

“aaah, kalian.. ada urusan apa kalian denganku?” tanyaku agak sedikit kesal mengingat bahwa mereka fan fanatic Chanyeol

“akhirnya kau ingat juga, tujuan kami adalah.. kau! Jauhi Chanyeol oppa!”

Aku menatap mereka bingung, menjauhi? Apa maksudnya?

“apa maksud kalian?”

“haha, pura-pura tidak tahu pula kau! Ya! Kau itu, kalau kami perhatikan! Kau sama sekali tidak seperti pacar Chanyeol oppa! Kau disuruhnya kan untuk berpura-pura jadi pacarnya agar kami tidak mengejarnya lagi!”

‘deg’ jantungku berdetak kencang, dari mana mereka tahu?

“aniyo..” jawabku agak kaku

“kau pikir kami tidak tahu hah! Pokoknya kau jauhi Chanyeol oppa!!”

Mereka pun pergi meninggalkan ku, menjauhi? Menjauhi Chanyeol? Bagaimana? Aku harus mengatakan ini kepada Chanyeol, atau lebih baik dia tidak tahu saja, aku tidak ingin merepotkannya..

Aku terdiam di tempatku berada, berfikir untuk cara yang terbaik, sepertinya aku memang tidak harus mengatakan ini kepada Chanyeol, aku tidak ingin dia repot..

 

***

Aku menatapi jam ditanganku lalu menatapi jam yang berada di perpustakaan untuk memeriksa apakah waktunya sama, aku tidak bisa konsentrasi membaca, dari tadi aku hanya duduk gelisah, aku bingung apa yang harus ku lakukan, padahal aku sudah memutuskan tadi kalau aku tidak harus mengatakan hal tadi kepada Chanyeol, hanya saja, apakah aku harus tiba-tiba menjauhinya? Padahal tadi kami baik-baik saja kan? Haish! Nan micheosseo!!

Akhirnya, aku keluar perpustakan dan menuju ke taman depan, aku melihat sosok Chanyeol dan ingin menyapanya, tapi dari kejauhan aku melihat tiga fan fanatic Chanyeol menyapanya duluan dan ku urungi niat ku..

Dada ku sesak melihatnya bisa akrab lagi dengan fan fanatic-nya itu, aku pun memutuskan untuk pergi dari pada harus berlama-lama melihat hal yang dapat membuatku sesak..

“Yoona-ah!”

Aku menoleh ke sumber suara, senyum ku mengembang saat melihat siapa yang menyapaku..

“Sooyoung-ah..”

 

***

“JINJJA!?” teriak Sooyoung nyaring mengusik telinga ku

Aku mengangguk pasrah. Ya benar, aku menceritakan soal kejadian tadi padanya..

“haish mereka bertiga itu, awas saja mereka, ku cincang nanti!!” kesal Sooyoung sambil mengepal kuat kedua tangannya

“tapi kenapa mereka bisa langsung menyimpulkan begitu ya? Hanya melihat gerak-gerik mu saja loh..” kata Sooyoung seakan masih tidak percaya dengan ceritaku barusan

“nado molla..”

Kami terdiam sesaat, aku melihat taman pekarangan belakang yang sudah bagaikan ‘markas’ bagi kami. Bagaimana tidak? Soalnya, jika ingin kenapa-napa kami selalu ke sini.. haha..

“kau tahu nama mereka?” Tanya Sooyoung

“ehm, kalau tidak salah, yang rambutnya bergelombang bernama Krystal, yang rambutnya pendek Sulli, dan yang rambutnya panjang lurus itu Luna..” jawabku sambil mengingat-ngingat

Aku melihat Sooyoung, dia menatapku tak percaya, “wae?”

“mereka orang luar negeri ya? Nama barat semua..”

“molla..”

Kami diam sesaat lagi, Sooyoung menatapku lagi.. “wae!?” tanyaku lagi dengan kesal

“ketua-nya siapa?”

“sepertinya anak yang bernama Krystal itu, tadi dia yang menyuruhku untuk menjauhi Chanyeol..”

Sooyoung mengangguk mengerti, paham akan perkataan ku, sepertinya dia sedang dapat gambaran bagaimana cara para fan fanatic itu menyuruh-nyuruhku menjauhi Chanyeol..

“oh iya, mereka lebih muda dari kita kan?”

“mereka baru semester 2..”

“ya! Yang benar saja! Berani sekali mereka dengan senior!” Sooyoung mulai kesal lagi

“gwenchana Sooyoung-ah, aku juga memutuskan akan menjauhi Chanyeol..”

“wae!?”

Aku terdiam, tak dapat menjawab pertanyaan Sooyoung..

“ya! Kau mencintainya kan!”

Aku menoleh kearah Sooyoung lalu menunduk kecil..

“kalau kita mencintai seseorang, kita harus rela berkorban kan?”

“walaupun begitu tetap saja..”

Sooyoung tak melanjutkan kata-katanya, dia menghela nafas panjang dan menghempaskan tubuhnya ke kursi..

“haish! Michigetda!” teriak Sooyoung

‘Nado, Sooyoung-ah’ kataku dalam hati..

Ya benar, dibandingkan dengan Sooyoung, mungkin aku yang lebih gila. Harus menjauhi orang yang dicintai itu menyakitkan. Tapi, mau bagaimana lagi, aku tak ingin merepotkannya..

 

***

Aku berjalan keluar kelasku, entah kenapa, kelas hari ini terasa sangat lambat.. biasanya kelas social budaya sangat menyenangkan, entah kenapa aku merasa sangat capek sekali hari ini..

Aku berjalan lungai sambil menunduk kecil dan hanya melihat kebawah saja, aku melihat sepasang sepatu berdiri didepan ku, aku menatap orang yang memiliki sepatu itu..

Park Chanyeol, yang benar saja!? Kenapa harus dia!? Kalau begini, apa yang harus kulakukan?

Aku membalikkan badanku, dan berjalan secepat mungkin menjauhi Chanyeol. Chanyeol mengejarku dari belakang, aku pun mempercepat langkah ku dan berlari, dia masih tetap mengejarku, hingga sampai di pertengahan taman, dia menarik tanganku..

“Im Yoona!”

Aku memberontak, mencoba melepaskan genggaman tangannya dari ku..

“YA!” sentaknya

Aku terkejut dan memandangnya agak kesal karena dia menyentakku..

“Yoona-ah, kenapa kau tak balas sms ku?” tanyanya

Aku tak menjawab dan masih mencoba melepaskan genggamannya..

“ya, kenapa kau menghindariku?”

Aku masih tak menjawab..

“marhaebwa!”

Aku terkejut dan membelalak kan mataku kepadanya..

“wae?” tanyanya kesal, dia menghempaskan tanganku begitu saja

Aku merenggangkan pergelangan tanganku yang sakit karena genggamannya yang terlalu kuat..

“ya! Kalau kau seperti ini terus aku tidak akan bisa!” kesalnya

Amarahku memuncak, “justru aku yang harus berbicara seperti itu! Park Chanyeol! Kalau kau selalu seperti ini aku tidak akan bisa! Kau tak mengerti hah! Aku kesal dengan cara kau memperlakukan ku! MR. PERFECT!!” kesalku sambil berteriak padanya

Aku sudah tak mengerti lagi apa yang telah ku katakan, aku hanya mengatakan apa yang ada pada pikiranku saat ini..

“apa maksudmu?” Tanya Chanyeol

“sudahlah kalau kau tak mengerti..”

Aku pergi meninggalkannya..

“Yoona-ah!”

 

***

Chanyeol POV

“Yoona-ah!” aku memanggilnya namun tak diperdulikan olehnya..

Apa maksudnya tadi? Dia kesal caraku memperlakukannya? Memangnya seperti apa aku memperlakukannya? Padahal menurutku itu sama saja seperti sebelumnya?

“oppa!”

Aku menoleh kesumber suara, fan fanatic ku, Krystal, Luna, dan Sulli

“eo? Wae?” tanyaku

Mereka melihat sosok Yoona yang menjauh, “kau ribut dengannya?” Tanya Sulli

“eh? Ani.. kami baik-baik saja..”

“jeongmal? Tapi sepertinya kalian berkelahi tadi?”

“ah tidak, itu hanya perkelahian biasa..”

Mereka memandangiku curiga, aku hanya dapat tersenyum..

Saat ku lihat arah Yoona pergi tadi, dia sudah tak ada lagi..

 

***

“oppa, hari ini ayo kita jalan-jalan..” ajak Luna

“kemana?” tanyaku

Mereka berfikir, aku menatap layar handphone ku.. apakah aku harus menelpon Yoona? Bagaimana kalau tidak diangkatnya? Haish! Atau, haruskah aku pergi kerumahnya?

“ppa? Oppa? Oppa!”

Aku terkejut, Krystal memandangiku dengan tatapan kesal..

“eo? Wae? Waeyo?” tanyaku

“kau dengar tidak?”

Aku terdiam sesaat, “ah, kita mau kemana tadi?” tanyaku mengalihkan percakapan

Mereka menghela nafas, “gangnam..”

Aku mengangguk dan masuk ke dalam mobilku, diikuti oleh mereka..

 

***

“oppa, ayo ke toko ini, akan ku pilihkan baju yang cocok untukmu..” ajak Sulli

Aku hanya tersenyum simpul dan mengikuti mereka, aku melihat toko tersebut. Ini tidak bisa dibilang toko, kenapa besar sekali?

Kami masuk kedalam dan mendapati berbagai macam baju dan aksesoris, Sulli berjalan kearah baju pria, memilih baju yang cocok untuk ku, aku menuju kea rah aksesoris, melihat-lihat apakah ada aksesoris yang menarik minatku.. mataku tertuju pada sepasang kalung berbentuk bintang namun tengah-tengah-nya terdapat sebuah hati, mereka dipisahkan, karena merupakan sepasang kalung yang dikhususkan untuk sepasang kekasih..

“johgi, boleh aku melihat kalung yang itu?”

“ne, jankamanyo..”

Aku melihat-lihat lagi, apakah ada kalung yang dapat membuatku tertarik..

“yeogi..”

Pelayan tersebut menyerahkan sepasang kalung tadi padaku, pada kalung untuk pria, dia lebih panjang dibandingkan dengan kalung untuk wanita..

Pasti kalung ini cocok untuk Yoona. Aku melihat kearah Krystal, Sulli, dan Luna.. mereka sibuk dengan masing-masing..

“bisakah anda menyimpan kalung ini untuk saya?”

“ah, kalau boleh bertanya, kenapa?”

“nanti saja saya membelinya, karena saat ini saya belum punya pacar, dan juga saya tidak mau membelinya didepan mereka, bisakah anda menyimpannya untuk saya?”

“aah, tentu saja.. saya akan mengingat wajah anda..”

“kamsahamnida..”

“ne..”

“oppa! Ayo kesini!”

Aku berjalan pelan kearah Sulli yang telah memilih baju untukku..

“hm?? Coba kau pakai oppa..”

Aku tersenyum dan mengambil baju yang dipilih Sulli dan pergi menuju kamar pas..

Ternyata kamar pas sedang dipakai orang lain, aku menunggu sambil melihat-lihat baju yang kebetulan berada di sampingku..

‘crek’ aku menatap kearah kamar pas, entah kenapa, sosok seseorang didepan ku adalah..

“Yoona-ah..”

Matanya terbelalak kaget melihatku, dia pun menjatuhkan baju yang dipegangnya..

“Cha-Chanyeol-ah..”

Dia seakan tersadar dan mengambil kembali bajunya lalu hendak berjalan pergi menjauhiku, tapi aku mencegahnya, aku mengenggam tangannya..

“Yoona-ah..”

Aku melihat ke kiri dan ke kanan, memastikan bahwa keadaan sepi, dan ternyata keadaan memang sedang mendukungku, aku menariknya masuk kedalam kamar pas..

Yoona terkejut dan menatapku kesal

“neo micheosseo!” kesalnya

Aku menutup mulutnya dengan tanganku lalu melepasnya pelan. Aku memegang tangannya erat..

“marhaebwa, kenapa kau menghindariku?”

Dia tak menjawab, dia menunduk tak mau melihatku..

Aku menghela nafas kecil..

“kau bersama siapa?” tanyaku

“Sooyoung..”

“sudah dapat baju yang bagus?”

Dia mengangguk. Aku pun melepaskan genggamanku. Dia pun berjalan keluar dari kamar pas. Tiba-tiba saja, dadaku menjadi sesak..

 

***

“aku mau pulang..” kataku kepada Krystal, Luna, dan Sulli

“wae oppa? Padahal baru saja..”

Aku melemparkan baju yang tadi Sulli berikan padaku, aku sama sekali tidak mencobanya..

“kalau tidak mau kuantar ya sudah..”

Aku berjalan keluar toko meninggalkan mereka yang masih kebingungan..

“oppa! Oppa!”

 

***

Yoona POV

“Yoona-ah, bagaimana? Pas?” Tanya Sooyoung

“eo..”

“oppa! Oppa!”

Aku dan Sooyoung menoleh kearah keributan, terlihat Chanyeol berjalan cepat menuju kearah pintu dan keluar..

“ada Chanyeol? Kau bertemunya?” Tanya Sooyoung

Aku melihat Chanyeol yang berada diluar menuju kearah mobilnya dan masuk, dia menutupnya secara kasar yang kuyakini bahwa dia sedang kesal..

“eo..” jawabku

“oppa katjiga!” teriak Krystal dari luar

Fan fanatic Chanyeol pun masuk kedalam mobil Chanyeol, dalam sekejap, mobil Chanyeol telah menghilang dipersimpangan..

 

***

Author POV

‘brak!’ Chanyeol memukul kuat setir mobilnya, untung saja dia telah selesai mengantar para fans-nya.. dia terlihat sangat kesal, atau lebih tepatnya kecewa. Dia berhenti di depan sungai han, hari sudah malam, dia menatapi pantulan kota Seoul dengan lampu seluruh kota yang menyala..

“kenapa kau Im Yoona!!” kesal Chanyeol dan lagi-lagi memukul kuat setir mobilnya

Chanyeol mengambil handphone-nya dan menekan beberapa tombol..

“yeobusaeyo? Hyung, neo eodiga?”

 

***

Yoona menatap layar handphone-nya lalu beralih pada buku yang dipegangnya..

“membaca buku pun jadi membosankan, ada apa denganku?”

Diliriknya jam pada dinding kamarnya tersebut, tepat menunjukkan pukul 8..

“malam-malam begini enaknya makan jjangmyun ya?”

Dia memegang handphone-nya dan menekan beberapa tombol..

“ya! Sooyoung-ah, temani aku makan jjangmyun..”

 

***

“ya! geumanhae!” kesal Suho

“ah, hyung.. jangan paksa aku untuk berhenti..”

“ada apa sih denganmu? Tiba-tiba saja mengajakku minum..”

Chanyeol terdiam saat mendengar pertanyaan Suho, dia mulai menegak lagi soju-nya dan menuangkannya lagi..

“ya, geuman! Ayo ceritakan padaku..”

Chanyeol mulai tertawa kecil, “hyung.. apakah perbuatan ku salah?”

Suho tak mengerti, “maksudmu?”

“ada seorang yeoja yang mengatakan bahwa dia tidak suka caraku memperlakukannya, padahal.. aku memperlakukannya biasa saja..”

Suho berfikir, “mungkin dia ingin perhatian darimu..”

‘brak!’ Chanyeol memukul meja, “aku sudah memberinya perhatian hyung! Setiap saat aku memberinya perhatian..”

“mungkin kau terlalu berlebihan kepadanya..”

“wae? Padahal dia biasa-biasa saja, tidak marah seperti itu ketika aku memperlakukannya seperti biasa, tapi tadi dia kesal dengan caraku memperlakukannya, bahkan dia tidak mau menjawabku, tidak menoleh saat ku panggil, tidak membalas sms ku, tidak mengangkat telpon ku..”

Suho menatap kasihan teman kecilnya satu itu, Suho berfikir, ada apa dengan yeoja itu sehingga dia tiba-tiba seperti itu..

“ah, bahkan dia lagi-lagi mengataiku Mr. Perfect, padahal kami sudah sepakat agar dia tidak mengungkit-ungkit nama itu lagi..” sambung Chanyeol sambil meneguk soju-nya

“ya! Ya! Jangan minum lagi!”

 

***

“Sooyoung-ah, apakah aku salah?”

“apa maksudmu?”

Yoona menghela nafas, pesanan mereka pun datang..

“memilih untuk menjauhi Chanyeol?” Tanya Sooyoung

“eo..”

“haish! Kenapa kau tanya aku!” kesal Sooyoung dan mulai memakan jjangmyun-nya

Yoona pun ikut memakan jjangmyun-nya..

“ya, menurutku keputusanmu itu ada baiknya, tapi, menjauhi orang yang kita cintai itu sangat susah, kau sendiri kan yang dapat akibatnya..”

Yoona mengambil jjangmyun dan memakannya..

“kau benar..” katanya kemudian “aku akan minta maaf kepadanya besok, dan tidak akan menjauhinya lagi..” sambungnya

“itu baru Yoona! Kenapa pula kau mau menuruti perintah Junior tidak tahu malu itu! Babo!”

“hahaha, nan wanjeon babo, eo?”

“wanjeon!”

“yak!” kesal Yoona tak terima

“wae!? Kau sendiri yang bilang kau itu bodoh!”

“aish!”

 

***

Yoona POV

Matahari pagi memasuki sela-sela ventilasi kamar ku, aku mulai membuka mataku, mendapati bau masakan eomma dari dapur..

“pagi yang indah..”

Mungkin suasana hatiku sedang senang karena aku ingin meminta maaf kepada Chanyeol, haha.. sudah ku putuskan, aku tidak akan peduli lagi dengan ketiga fan fanatic jelek itu! Chanyeol itu milik ku bodoh! Haha!

“Yoona-ah, palli ireona!” panggil eomma dari dapur

“ne eomma!”

Aku berangkat dari tempat tidur dan menuju dapur..

“wah, menu apa hari ini?” tanyaku lalu duduk

“menu biasa..” jawab eomma

Aku tersenyum dan menikmati masakan eomma..

 

***

“eomma! Na kanda!”

“eo, hati-hati..”

Aku mulai berjalan menuju halte bus, padahal biasanya Chanyeol yang akan menjemputku..

“haaah..” aku menghela nafas kecil lalu kembali berjalan

 

***

aku mengambil handphone ku di dalam saku jaket ku, dan mengirimkan pesan untuk Chanyeol..

To: Chanyeol-i :3

Chanyeol-ah, aku mau bicara denganmu.. kutunggu ditempat kita biasa, eo?

Setelah ku kirim, aku menuju taman pekarangan belakang kampus, menunggu Chanyeol sambil membaca buku..

 

***

“Yoona-ah..”

Aku menoleh ke sumber suara, senyum ku mengembang saat mengetahui bahwa orang yang kutunggulah yang memanggilku..

“eo, neo watta..”

“eo? eo,, wae?” tanyanya

Aku menatap kedua matanya, aku melihat sepertinya Chanyeol sedang mengharapkan sesuatu..

“mianhae..” kataku sambil menunduk kecil

Dia terdiam, tak ada jawaban dari-nya. Aku melihatnya, dia terlihat kaget dengan kata-kataku barusan..

“ya! Neo wae geurae??” tanyaku

“k-kau minta maaf untuk apa?” tanyanya agak gugup

“untuk yang kemarin. Mianhae, eo?”

Dia menatapku, dia tersenyum dan langsung memelukku..

“ya! Untuk apa kau minta maaf!” dia semakin mempererat pelukannya

“Cha-Chanyeol-ah, sesak..”

“eo, mian..”

 

***

Author POV

“Krystal-ah, ku pikir dia akan melakukannya, ternyata tidak..” kesal Luna

“jadi yang kemarin maksudnya apa? Mau mempermainkan kita?” kesal Sulli

Krystal, Luna, dan Sulli tanpa sengaja melihat Yoona dan Chanyeol berbaikan, sehingga membuat mereka kesal..

“sudahlah, aku akan cari cara agar dia melakukannya!” kata Krystal

 

***

“jadi, kalian sudah baikan ha?” Tanya Sooyoung dengan wajah super juteknya

“jagi-ah, jangan berwajah seperti itu..” bujuk Luhan

“habis-nya tiba-tiba aku menjadi kesal melihat mereka berdua sudah baikan, tapi saat melihat mereka berkelahi juga membuat ku kesal..”

“hehe, gumawo Sooyoung-ah..” kata Yoona kecil

“museun gumawo! Itu masalahmu dan kau sendiri yang menyelesaikan! Kenapa kau berterima kasih padaku hah!”

“bukan karena itu, karena yang semalam..”

Sooyoung terdiam, “a-arasseo..”

Yoona tertawa kecil, Chanyeol pun ikut tertawa melihatnya..

 

***

“jadi, kau mau katakan padaku kenapa kau menghindariku kemarin?” Tanya Chanyeol

Yoona terkejut dan memuncrati jus yang baru saja diminumnya. Chanyeol pun buru-buru mengambil tisu..

“kenapa tiba-tiba saja?”

“aku penasaran..”

“tidak akan ku katakan..”

“wae!?”

“geunyang..”

“haish!”

Mereka pun terdiam, tak ada percakapan diantara mereka, Yoona sedang sibuk mengonsep materi, sedangkan Chanyeol melihatnya..

“kau rajin sekali..”

“geurae?”

“ehm, aku suka saat kau sedang serius seperti sekarang, tapi jadinya aku tidak punya teman ngobrol..”

“kalau begitu aku akan seperti ini terus..”

“ei, seolma..”

Yoona menatap Chanyeol, Chanyeol terkejut dan balas menatap Yoona..

“w-wae?”

Yoona tersenyum kecil lalu melanjutkan pekerjaannya. Chanyeol tersenyum melihatnya dan meminum jus yang dipesannya..

 

***

“hoi, Im Yoona!”

‘oke, aku tahu itu siapa..’ kata yoona dalam hati

“wae?”

Mereka tertawa saat mendengar Yoona bertanya kenapa..

“ya! Kan sudah kami katakan! Kau jauhi Chanyeol oppa!”

“aku sedang tidak ingin berurusan dengan kalian!” kesal Yoona dan berjalan menjauhi mereka

“ya! Neo-“

“eo! Yoona-ah!” panggil Chanyeol

“eo, Chanyeol-ah..”

Chanyeol mendekati Yoona lalu melihat ketiga fans-nya

“eo? Kalian, sedang apa disini?” Tanya Chanyeol

“eo? Uri, ani mwo, geunyang..”

“kalau begitu, kami duluan.. kajja Yoona-ah..”

“eo..”

Para fans Chanyeol terlihat sangat kesal, “awas kau Im Yoona!”

 

***

“mereka tadi bicara denganmu?” Tanya Chanyeol

“nugu?”

“Krystal dan yang lainnya..”

“ehm, sedikit..”

“apa yang kalian bicarakan?”

“masalah perempuan..”

“oh..”

Mereka berjalan menuju taman, dan duduk dibangku..

“Yoona-ah, nanti siang kau ada acara?”

“hm, eopseo, wae?”

“jalan-jalan yuk..”

“eodi?”

“gangnam..”

Yoona berfikir sejenak lalu mengangguk

“assa! Jam 3 ya?”

 

***

Yoona POV

Kelas hari ini berjalan lancer, untuk saja Kim Seonsaeng tidak mengoceh panjang lebar lagi..

“hoi, Im Yoona..”

Oke, aku mulai bosan dengan panggilan itu..

“wae!?”

“kenapa kau masih bersama dengan Chanyeol oppa!”

Aku memandang mereka kesal, “kenapa aku tidak boleh bersamanya?”

“kau kan bukan pacarnya!”

Amarahku mulai memuncak, “ani.. aku memang pacarnya..”

“ya, Im Yoona! Kau masih saja berbohong eo!”

Aku tertawa kecil, “kau pikir aku berbohong hah!”

“iya! Kau itu berbohong kan! Kau bukan pacarnya Chanyeol oppa!”

Amarahku memuncak, “apa yang membuat kalian berfikir kalau aku bukan pacarnya..”

“tentu saja tingkah laku mu! tingkah laku mu tak bisa disebut dengan tingkah laku seorang pacar!”

Aku menghela nafas, “memangnya tingkah laku ku itu seperti apa!?”

“kau selalu saja membaca, tidak pernah memperdulikan Chanyeol oppa!”

“kalian hanya menilai tingkahku yang itu! Kalian bodoh atau apa sih!”

“mwo! Bodoh kau bilang!”

“iya! Kalian itu bodoh!”

Nafasku tersenggal-senggal, kurasa aku akan meledak jika saja mereka berbicara lagi, namun buktinya.. mereka tidak dapat berbicara lagi. Aku sudah tidak perduli dengan orang-orang yang dari tadi menonton kami..

“kalau begitu, buktikan pada kami apa benar kau itu pacar Chanyeol oppa!”

Aku terdiam mencari jawaban yang pasti, “k-kalian mau bukti! Coba katakana kalian mau bukti apa dariku!”

“coba katakan kau kencan dengannya dimana saja!”

Aku mulai mengingat-ngingat tempat-tempat dimana aku dan Chanyeol pergi..

“bioskop, taman kota, pameran kota Seoul, pantai, taman hiburan!”

“itu sedikit tahu! Mana bisa itu disebut pacaran! Memangnya sudah berapa lama kalian berpacaran..”

Aku mulai berfikir, kapan pertama kali aku bertemu dengan Chanyeol..

“kau tidak bisa jawabkan!”

“ani, kami sudah hampir satu tahun!”

Bagus, kau mengingatnya Yoona..

“kalau sudah satu tahun, apakah kalian sudah ciuman!”

‘deg’ gawat, aku harus jawab apa..

“ee, itu..”

“belum kan! Berarti kalian benar-benar tidak pacaran!”

Gawat, bagaimana ini. Aku melihat ke kiri ke kanan, mulai panic mencari-cari jawaban. Aku melihat wajah kemenangan Krystal dan yang lainnya. Aku memejamkan mataku, mencoba mencari jawaban yang pasti, namun tiba-tiba saja sesuatu yang lembut menyentuh bibirku, suara orang-orang pun menjadi ricuh.. aku membuka mataku, saat ku lihat bahwa Chanyeol saat ini sedang mencium ku..

Mwo!? Mencium ku?

Setelah Chanyeol melepaskan ciuman kami, aku hanya dapat terdiam mamatung tak berdaya..

“buktinya cukup kan? Aku memang belum menciumnya, tapi kali ini sudah.. kalian puas? Jangan ganggu pacarku lagi..” kata Chanyeol tajam

Dia menarik ku dari kerumunan orang-orang..

 

***

“gumawo karena sudah bersusah payah mengatakan pada mereka bahwa kita pacaran..” katanya sambil memberikan ku sekaleng kopi

Aku masih terdiam, tak percaya dengan apa yang terjadi barusan..

“dan soal ciuman tadi, maaf kalau mendadak, tapi.. Yoona-ah..”

Aku menoleh kearah Chanyeol, dia mengenggam tanganku..

“aah, ge-geureom! Gwenchana, gwenchana..” kataku coba menenangkan hatiku yang masih tak karuan

“aniya.. aku, soal ciuman tadi.. aku serius..”

Aku melihatnya bingung..

“saranghae..”

Aku terkejut, aku menatapnya lekat. Benarkah? Benarkah apa yang dikatakannya saat ini? Dia? Dia mencintaiku? Ba-bagaimana ini, jantungku berdetak kencang sekali..

“a-aku..”

“aku mengerti kalau kau tidak menyukaiku.. aku hanya ingin mengatakan itu, dan soal ciuman tadi, kalau kau tidak menyukai pun, lupakan saja..”

Chanyeol berangkat dari duduknya.

“a-aniyo!” teriak ku

Chanyeol terkejut dan menoleh kearahku..

 

***

Chanyeol POV

“a-aniyo!” teriak Yoona

Aku menoleh kearahnya, menatapnya bingung..

“aku, tidak ingin melupakan kejadian tadi..”

“ma-maksudmu..”

Dia melihatku, “kau tak mengerti?”

Aku menggeleng, jantung ku berdetak dengan kencang saat ini. Dia berangkat dari duduknya dan mencium bibirku kilat..

Aku tercengang dan tak dapat mengatakan apapun. Aku melihatnya, dia terlihat tersipu malu..

“nado saranghae, Park Chanyeol..” katanya pelan namun dapat kudengar

Aku membuka mulutku lebar, tak percaya dengan apa yang dikatakan yeoja ini..

“s-seolma..”

“jinjjaro..” kesalnya

Aku masih bengong, lalu aku memeluknya..

“gumawo, jinjja gumawo..” kataku pelan

Dalam pelukan ku dia mengangguk kecil sehingga membuatku mempererat pelukanku..

“saranghae..” kataku

“nado..” jawabnya kecil

Aku melepaskan pelukanku, menatapnya lembut, sekarang yeoja ini milikku..

 

***

Yoona POV

Sekarang, sang Mr. Perfect yang dulunya sangat kubenci menjadi namja yang paling ku cintai..

Kadang kala, istilah ‘Benci bilang Cinta’ itu kenyataan.. pahit dan manisnya pun dapat dirasakan..

Mr. Perfect, bukan karena dia memanfaatkan ketampanannya untuk memikat wanita, dan sok perfect. Namun, karena memanfaatkan kebaikan dan kelembutan hatinya untuk memikat ku, mencoba menjadi orang yang ku sukai.. dialah Mr. Perfect ku..

Ah ya, aku lupa.. kenapa aku bisa lupa, padahal aku tahu kalau dia menyukaiku, saat itu, saat pertama kali dia memelukku.. Yoona, kenapa kau bisa lupa?? Tapi, aku tidak merasa rugi.. ^^

“Yoona-ah..” panggilnya

“eo?”

Dia menatapku, aku balas menatapnya. Dia tersenyum, terus tersenyum sejak tadi..

“apakah kau gila?” ejekku

“ehm, karena kau..”

Aku tertawa kecil mendengarnya, tiba-tiba dia mencium ku dan aku membalas ciumannya..

 

-selesai-

Bagaimana? Terkesan maksa ya? Hahaha, maaf deh maaf..

Comment jangan lupa ya~ Aku akan menghargai setiap comment kalian, muaaach.. My readers yang manies~ Tolong ya commentnya.. :*

21 thoughts on “-FF- My Mr. Perfect: “What Should I Do?”

  1. First kah..*tengok kanan kiri* . Bagus thor.. Overall bgus n q suka ffmu in.. Akhirx Mr. Perfect jadian bneran sm Yoona..So Sweet bgt, wktu Chanyeol Cium Yoona di depan genkx Krystal..psti pda Cengo’ lhat adegan mreka kwkwkwk.. D tnggu ffmu yg lain y? Trutma dngn Main castx YoonA eonni.. Hwaiting..:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s