-FF- First Love: Chapter 1 of 2

first love1

Annyeong~ Udah lama kan sejak ff terakhir saya Rain Sound~ Ada yang nunggu ff baru? Saya datang lagi-lagi dengan membawa! Him-Sun couple~ Lalalalala~ Jangan tanya kenapa jadi suka buat ff Him-Sun. Hahahaha. Pokoknya, selamat menikmati ff saya~

Untuk pertama kalinya kau merasakan cinta.

Tak mengetahui seperti apa cinta itu. Dan secara tiba-tiba kau terjebak dalam kenyataan bahwa ‘Cinta Pertama’ itu cinta yang paling manis sekaligus menyakitkan. Dan seperti apa yang dikatakan orang-orang, ‘Cinta Pertama’ paling sulit untuk dilupakan.

First Love

  • Main Cast            :Han Sunhwa (Secret), Kim Himchan (B.A.P)
  • Support Cast      : You can find it yourself, *wink*
  • Genre                   : Love-life, little bit Humor
  • Author                  : dk1317 a.k.a  GDhia/GDhia1

P.S : This is just FF and my other imagine, don’t be plagiat and other that god and I don’t like, and please don’t be silent readers, please leave some comment~

Happy Reading~

***

Seoul, 10 Maret 20X3

‘plak!’

Sebuah tamparan mendarat tepat di wajah seorang namja. Dia hanya pasrah menerima tamparan tersebut. Dia merasa kalau dia pantas untuk di tampar. Walaupun baginya bukan itu lah yang saat ini menyakitkan sekarang.

Sunhwa POV

Dongdaemun, 3 Maret 20X2

“Himchan-ah, pasta seafood dua di meja nomor 5!”

“siap!”

Kim Himchan. Itulah namanya, namja yang membuatku jatuh hati. Kalau ku pikir mungkin dia adalah cinta pertama ku. Dia bekerja sebagai koki di restoran kecil bernama Lovierra ini. Restoran ini selalu ramai dikunjungi. Selain karena menu-nya yang lezat sekaligus pelayannya yang tampan. Kalau ku sebut tampan, tentu saja yang mengunjungi restoran ini kebanyakan adalah perempuan.

Restoran ini buka pukul sembilan pagi sampai dengan delapan malam. Buka setiap hari senin sampai dengan jumat dan tidak pernah sepi. Karena restoran ini kecil, mereka hanya mempekerja kan enam pelayan. Mereka adalah Yongguk dan Himchan sebagai yang paling tua, terus dilanjutkan dengan Daehyun dari Busan, Youngjae yang ceria, Jongup yang kaku diantara para pengunjung dan Junhong yang pemalu sekaligus paling muda. Kokinya adalah Himchan dan dibantu oleh Youngjae. Yang memegang meja kasir adalah Junhong, dan sisanya merupakan pelayan meja.

Kenapa aku mengetahui semua ini? Karena..

“Sunhwa-ah! Kau sudah di sini ternyata, cepat sekali..”

“ah! Hyosung eonni~”

Pemilik restoran ini adalah temanku. Namanya adalah Jeon Hyosung. Dia sangat periang, aku suka sekali dengannya. Dia adalah Sunbae ku di sekolah, dan kami sangat akrab sekali. Seharusnya aku tidak pantas mengatakannya begitu, tapi itulah kenyataannya.

“ku tebak, kalau kau datang secepat ini berarti ada sesuatu! Katakan padaku cepat!”

“aniya..”

“ya! kau tidak dapat menipu ku kau tahu itu, kau ke sini karena ingin melihat Him-umph!”

Spontan saja mulut Hyosung eonni langsung ku bekap. Semua pengunjung melihatku begitu pula dengan Yongguk dan yang lainnya. Tentu saja Himchan juga melihatku dan langsung begitu saja ku lepaskan tanganku dari mulut Hyosung eonni.

“ssst..”

“eeish, arasseo! Tapi, tidak biasanya kau secepat ini? Kau juga tidak bersama Hana hari ini?” tanya Hyosung eonni sambil melihatku dengan sedikit kesal

“Hana hari ini rapat pagi, jadi aku sendirian..”

Hyosung eonni menatap ku curiga dan itu langsung membuatku grogi. Aku hanya dapat melihat ke kiri dan ke kanan dan sama sekali tidak berani melihat Hyosung eonni.

“hahaha, arasseo. Kau pesan yang biasa kan?” tanya Hyosung eonni dengan senyum manisnya

Aku hanya mengangguk kecil dengan hati sedikit tenang. Ku lihat jam tanganku, pukul setengah sepuluh. Benar juga hari ini aku lebih cepat dari biasanya. Apa karena biasanya aku pergi dengan Hana ya? Mungkin juga seperti itu karena biasanya aku dan Hana pergi ke sini tepat pukul sepuluh dan itu pun akan sampai pukul sepuluh lewat lima belas menit.

Aku memandang keluar jendela. Pemandangan jalan di Dongdaemun memang selalu ramai. Setiap jam, setiap menit, setiap detik selalu ramai oleh para pejalan kaki, apakah mereka adalah penduduk sekitar, pekerja, maupun siswa sekali pun.

‘trak’

Sepiring Omelet-rice dan salad disungguhkan untuk ku. Ku lihat pelayan yang menyungguhnya. Dia adalah Himchan. Ini pasti kerjaan Hyosung eonni. Ku lihat dia dengan sangat perlahan menyungguhkan pesananku.

“maaf jadi saya yang mengantar pesanan anda karena yang lain sedang sibuk..” ucap Himchan sambil menunduk kecil lalu pergi

Sama sekali tak sempat ku ucap terima kasih. Tapi tak apalah aku senang karena yang menyungguhkannya adalah orang yang kusukai.

“selamat makan..” ucapku pelan lalu tersenyum kecil mengingat bahwa Himchan yang membuat dan menyungguhkannya untukku.

Omelet-rice buatan Himchan memang paling enak.

***

Himchan POV

Yeoja itu adalah teman bos ku. Setiap hari dia datang kesini memesan menu BRUNCH. Karena aku bekerja di dapur, aku jarang sekali melihatnya, bahkan aku sama sekali tidak mengetahui namanya. Yang lainnya juga bilang kalau mereka tidak yakin dengan namanya yang didengar dari percakapan dia dengan Hyosung nuna.

Yongguk bilang kalau namanya Sunha. Daehyun bilang kalau namanya Sina. Youngjae bilang kalau namanya Suha. Jongup dan Junhong bilang namanya Sonya. Sebenarnya aku juga kurang yakin, tapi aku pernah mendengarnya sesekali di percakapan bos dengan temannya lewat telpon, yang ku dengar namanya ada Sunhwa.

“…ke sini karena ingin melihat Him-umph!”

Suara Hyosung nuna. Ku lihat ke arah restoran dan ku dapati teman Hyosung nuna sedang membekapnya. Dia melihat sekeliling dan kami pun bertemu mata setelahnya dia langsung melepas bekapan tangannya, lalu aku pun kembali ke dapur.

Sebenarnya aku penasaran, tapi dari pada membuat tamu yang lain curiga lebih baik aku tak melihatnya.

“wae hyung?” tanya Youngjae sambil menggoreng telur mata sapi

“mwol? Tadi? Ah, teman Hyosung nuna membekapnya sepertinya mereka membicarakan sesuatu..” jawabku sambil mengambil bahan untuk menu BRUNCH karena ku yakin sebentar lagi Hyosung nuna akan datang dan meminta ku membuat menu biasa untuk temannya itu.

“he? Sudah datang? Cepat sekali..” ucap Youngjae sedikit kaget sambil menatap jam di dapur

“eo, tapi hari ini dia sendiri..”

‘tap tap’ ku lihat pintu masuk dapur terdapat Hyosung nuna di sana sambil sesekali tersenyum kecil. Dia berjalan kecil kearahku dan Youngjae.

“wae nuna?” tanya Youngjae

“eo? A-aniya. Himchan-ah menu biasa untuk temanku tapi hanya Omelet-rice dan salad saja karena hanya itu yang akan dia makan kalau sendirian..” perintah Hyosung nuna

Aku hanya mengangguk kecil mengiyakan perintahnya lalu ia pergi sambil tersenyum kecil, dari kejauhan ku lihat Hyosung nuna menggelengkan kepalanya pelan.

“semakin hari Hyosung nuna semakin aneh..” ucap Youngjae pelan

Aku menatap Youngjae, “kalau ia mendengarnya kau akan segera dipecat kau tahu!”

“heei, arasseo hyung..”

Baca lebih lanjut