-FF- First Love: Chapter 1 of 2

first love1

Annyeong~ Udah lama kan sejak ff terakhir saya Rain Sound~ Ada yang nunggu ff baru? Saya datang lagi-lagi dengan membawa! Him-Sun couple~ Lalalalala~ Jangan tanya kenapa jadi suka buat ff Him-Sun. Hahahaha. Pokoknya, selamat menikmati ff saya~

Untuk pertama kalinya kau merasakan cinta.

Tak mengetahui seperti apa cinta itu. Dan secara tiba-tiba kau terjebak dalam kenyataan bahwa ‘Cinta Pertama’ itu cinta yang paling manis sekaligus menyakitkan. Dan seperti apa yang dikatakan orang-orang, ‘Cinta Pertama’ paling sulit untuk dilupakan.

First Love

  • Main Cast            :Han Sunhwa (Secret), Kim Himchan (B.A.P)
  • Support Cast      : You can find it yourself, *wink*
  • Genre                   : Love-life, little bit Humor
  • Author                  : dk1317 a.k.a  GDhia/GDhia1

P.S : This is just FF and my other imagine, don’t be plagiat and other that god and I don’t like, and please don’t be silent readers, please leave some comment~

Happy Reading~

***

Seoul, 10 Maret 20X3

‘plak!’

Sebuah tamparan mendarat tepat di wajah seorang namja. Dia hanya pasrah menerima tamparan tersebut. Dia merasa kalau dia pantas untuk di tampar. Walaupun baginya bukan itu lah yang saat ini menyakitkan sekarang.

Sunhwa POV

Dongdaemun, 3 Maret 20X2

“Himchan-ah, pasta seafood dua di meja nomor 5!”

“siap!”

Kim Himchan. Itulah namanya, namja yang membuatku jatuh hati. Kalau ku pikir mungkin dia adalah cinta pertama ku. Dia bekerja sebagai koki di restoran kecil bernama Lovierra ini. Restoran ini selalu ramai dikunjungi. Selain karena menu-nya yang lezat sekaligus pelayannya yang tampan. Kalau ku sebut tampan, tentu saja yang mengunjungi restoran ini kebanyakan adalah perempuan.

Restoran ini buka pukul sembilan pagi sampai dengan delapan malam. Buka setiap hari senin sampai dengan jumat dan tidak pernah sepi. Karena restoran ini kecil, mereka hanya mempekerja kan enam pelayan. Mereka adalah Yongguk dan Himchan sebagai yang paling tua, terus dilanjutkan dengan Daehyun dari Busan, Youngjae yang ceria, Jongup yang kaku diantara para pengunjung dan Junhong yang pemalu sekaligus paling muda. Kokinya adalah Himchan dan dibantu oleh Youngjae. Yang memegang meja kasir adalah Junhong, dan sisanya merupakan pelayan meja.

Kenapa aku mengetahui semua ini? Karena..

“Sunhwa-ah! Kau sudah di sini ternyata, cepat sekali..”

“ah! Hyosung eonni~”

Pemilik restoran ini adalah temanku. Namanya adalah Jeon Hyosung. Dia sangat periang, aku suka sekali dengannya. Dia adalah Sunbae ku di sekolah, dan kami sangat akrab sekali. Seharusnya aku tidak pantas mengatakannya begitu, tapi itulah kenyataannya.

“ku tebak, kalau kau datang secepat ini berarti ada sesuatu! Katakan padaku cepat!”

“aniya..”

“ya! kau tidak dapat menipu ku kau tahu itu, kau ke sini karena ingin melihat Him-umph!”

Spontan saja mulut Hyosung eonni langsung ku bekap. Semua pengunjung melihatku begitu pula dengan Yongguk dan yang lainnya. Tentu saja Himchan juga melihatku dan langsung begitu saja ku lepaskan tanganku dari mulut Hyosung eonni.

“ssst..”

“eeish, arasseo! Tapi, tidak biasanya kau secepat ini? Kau juga tidak bersama Hana hari ini?” tanya Hyosung eonni sambil melihatku dengan sedikit kesal

“Hana hari ini rapat pagi, jadi aku sendirian..”

Hyosung eonni menatap ku curiga dan itu langsung membuatku grogi. Aku hanya dapat melihat ke kiri dan ke kanan dan sama sekali tidak berani melihat Hyosung eonni.

“hahaha, arasseo. Kau pesan yang biasa kan?” tanya Hyosung eonni dengan senyum manisnya

Aku hanya mengangguk kecil dengan hati sedikit tenang. Ku lihat jam tanganku, pukul setengah sepuluh. Benar juga hari ini aku lebih cepat dari biasanya. Apa karena biasanya aku pergi dengan Hana ya? Mungkin juga seperti itu karena biasanya aku dan Hana pergi ke sini tepat pukul sepuluh dan itu pun akan sampai pukul sepuluh lewat lima belas menit.

Aku memandang keluar jendela. Pemandangan jalan di Dongdaemun memang selalu ramai. Setiap jam, setiap menit, setiap detik selalu ramai oleh para pejalan kaki, apakah mereka adalah penduduk sekitar, pekerja, maupun siswa sekali pun.

‘trak’

Sepiring Omelet-rice dan salad disungguhkan untuk ku. Ku lihat pelayan yang menyungguhnya. Dia adalah Himchan. Ini pasti kerjaan Hyosung eonni. Ku lihat dia dengan sangat perlahan menyungguhkan pesananku.

“maaf jadi saya yang mengantar pesanan anda karena yang lain sedang sibuk..” ucap Himchan sambil menunduk kecil lalu pergi

Sama sekali tak sempat ku ucap terima kasih. Tapi tak apalah aku senang karena yang menyungguhkannya adalah orang yang kusukai.

“selamat makan..” ucapku pelan lalu tersenyum kecil mengingat bahwa Himchan yang membuat dan menyungguhkannya untukku.

Omelet-rice buatan Himchan memang paling enak.

***

Himchan POV

Yeoja itu adalah teman bos ku. Setiap hari dia datang kesini memesan menu BRUNCH. Karena aku bekerja di dapur, aku jarang sekali melihatnya, bahkan aku sama sekali tidak mengetahui namanya. Yang lainnya juga bilang kalau mereka tidak yakin dengan namanya yang didengar dari percakapan dia dengan Hyosung nuna.

Yongguk bilang kalau namanya Sunha. Daehyun bilang kalau namanya Sina. Youngjae bilang kalau namanya Suha. Jongup dan Junhong bilang namanya Sonya. Sebenarnya aku juga kurang yakin, tapi aku pernah mendengarnya sesekali di percakapan bos dengan temannya lewat telpon, yang ku dengar namanya ada Sunhwa.

“…ke sini karena ingin melihat Him-umph!”

Suara Hyosung nuna. Ku lihat ke arah restoran dan ku dapati teman Hyosung nuna sedang membekapnya. Dia melihat sekeliling dan kami pun bertemu mata setelahnya dia langsung melepas bekapan tangannya, lalu aku pun kembali ke dapur.

Sebenarnya aku penasaran, tapi dari pada membuat tamu yang lain curiga lebih baik aku tak melihatnya.

“wae hyung?” tanya Youngjae sambil menggoreng telur mata sapi

“mwol? Tadi? Ah, teman Hyosung nuna membekapnya sepertinya mereka membicarakan sesuatu..” jawabku sambil mengambil bahan untuk menu BRUNCH karena ku yakin sebentar lagi Hyosung nuna akan datang dan meminta ku membuat menu biasa untuk temannya itu.

“he? Sudah datang? Cepat sekali..” ucap Youngjae sedikit kaget sambil menatap jam di dapur

“eo, tapi hari ini dia sendiri..”

‘tap tap’ ku lihat pintu masuk dapur terdapat Hyosung nuna di sana sambil sesekali tersenyum kecil. Dia berjalan kecil kearahku dan Youngjae.

“wae nuna?” tanya Youngjae

“eo? A-aniya. Himchan-ah menu biasa untuk temanku tapi hanya Omelet-rice dan salad saja karena hanya itu yang akan dia makan kalau sendirian..” perintah Hyosung nuna

Aku hanya mengangguk kecil mengiyakan perintahnya lalu ia pergi sambil tersenyum kecil, dari kejauhan ku lihat Hyosung nuna menggelengkan kepalanya pelan.

“semakin hari Hyosung nuna semakin aneh..” ucap Youngjae pelan

Aku menatap Youngjae, “kalau ia mendengarnya kau akan segera dipecat kau tahu!”

“heei, arasseo hyung..”

***

“Brunch untuk teman bos sudah siap..” ucapku di dalam dapur sambil sesekali memencet bel tanda makanan sudah siap lalu kembali ke dapur

Ku lihat menu BRUNCH tersebut sama sekali belum di sajikan. Aku pun keluar dan melihat yang lainnya sedang sibuk, benar juga kalau sudah hampir jam makan siang begini biasanya sangat ramai.

“Himchan-ah, mianhae kau tolong antarkan pesanan teman bos ya..” ucap Yongguk sambil membawa beberapa piring masuk ke dapur

“eo..” jawabku pelan sambil bengong

Mengantarkan pesanan? Itu jarang sekali untuk ku..

Ku bawa BRUNCH pesanan teman bos ke mejanya. Ku lihat dia sedang menatap keluar jendela, cantik… Sangat cantik…

‘trak’ ku sungguhkan menu BRUNCH yang hanya Omelet-rice, salad, dan teh panas saja.

“maaf jadi saya yang mengantar pesanan anda karena yang lain sedang sibuk..” ucapku pelan sambil menunduk kecil dan tanpa disengaja aku melihat kartu karyawannya yang ia letakkan diatas meja, Han Sunhwa. Berarti yang ku dengar itu benar.

Aku tersenyum kecil sambil berjalan kearah dapur. Saat aku memasuki dapur Youngjae melihatku bingung.

“wae hyung?” tanya Youngjae

“hm? Mworae?” tanyaku balik

Youngjae melihatku dengan kesal.

“cepat masak, pesanan sudah menumpuk..” kesalnya

Aku hanya dapat tertawa kecil lalu mengambil pesanan yang tergantung di jendela antara pengambilan pesanan dan dapur.

***

Author POV

Dongdaemun, 13 Maret 20X2

Saat ini restoran Lovierra memasuki tahun ke tiga. Hyosung sebagai pemilik restoran merayakannya dengan buffet. Tepat pukul 7 malam nanti pestanya akan diadakan. Hyosung mengundang pelanggan tetap di restorannya dan juga temannya yang sering datang kesana.

Han Sunhwa, teman Hyosung dan juga pelanggan tetap datang dengan mengenakan terusan berwarna cream dengan rambut cokelatnya yang terurai.

“ah! Kau datang juga Sunhwa-ah..” ucap Hyosung sambil menyambut kedatangan Sunhwa

Sunhwa dan Hyosung berjalan perlahan dan Hyosung mempersilahkan Sunhwa duduk.

“kau duduk dulu aku akan memanggil pegawaiku..” ucap Hyosung pelan

“eh? Eonni..” cegah Sunhwa

“sst, kau mau ku kenalkan dengan Himchan kan?” bisik Hyosung

Sunhwa terdiam dan berfikir sejenak..

“jangan menggodaku eo?”

“aniya, kau duduk saja dulu..” ucap Hyosung senang dan pergi kearah dapur

***

“yaedeul-ah.. ini salah satu temanku yang sering datang kesini dan memesan Brunch, ku yakin kalian pasti belum tahu namanya karena aku belum memperkenalkannya pada kalian..”

Yongguk dan yang lainnya hanya dapat tersenyum kecil pertanda kalau ucapan bosnya itu benar..

“ah, Han Sunhwa imnida..” ucap Sunhwa pelan sambil membungkuk kecil

“banggapseumnida, walaupun kalian belum tahu namaku tapi aku sudah tahu nama kalian semua, hehe.. Hyosung eonni yang bilang padaku..” lanjut Sunhwa sambil tersenyum

Yongguk dan yang lainnya menatap Hyosung. Hyosung hanya dapat tersenyum. Di saat yang bersamaan Hana dan Jieun datang.

“ah! Kalian sudah datang! Yaedeul-ah ayo kesini..”

Hyosung menarik Yongguk dan yang lainnya untuk diperkenalkan juga kepada Hana dan Jieun. Sementara Himchan yang terakhir kali mengikuti memandangi Sunhwa yang sedang melihat Hana dan Jieun. Himchan tersenyum kecil dan langsung mengalihkan perhatiannya ke Hana dan Jieun.

***

Sunhwa POV

“huft..”

Ku helakan nafas kecil dan meminum cappuccino yang sengaja ku pesan. Saat ini aku tidak boleh minum alkohol karena besok akan ada rapat di kantor.

Ku pandangi Himchan yang sedang melayani tamu. Malam ini dia tidak perlu memasak sesuai pesanan ya. Tapi bukannya buffet itu mengambil makanan sendiri sesuai selera?

“Sunhwa-ah!”

“kkamjjakiya!”

Ku lihat Hana dan Jieun tersenyum lebar di belakang ku. Beraninya mereka mengagetkan ku.

“ya!” kesal ku

“sst..” bisik Jieun sambil menunjuk kearah para tamu yang lain.

“heiish..”

Hana dan Jieun duduk di sampingku sambil tersenyum.

“mwoya, sepertinya kau belum akrab juga dengan koki itu?” tanya Hana

“geurae, kalau kau menyukainya kau harus akrab dengannya..” sambung Jieun dengan penuh semangat

“molla, hanya saja aku tak bisa akrab dengannya..” jawabku sambil menghela nafas kecil

Yah, aku juga tidak mengerti kenapa. Hanya saja perasaan ku mengatakan kalau aku tak akan bisa akrab dengannya.

“haah, aku sungguh tidak mengerti denganmu Sunhwa-ah..” ucap Hana sambil menggeleng kecil

“ahahaha. Yaedeul-ah, aku keatas ya, ingin mencari udara segar..”

Aku pun naik keatas untuk mencari udara di teras. Udara malam hari itu memang enak kalau dinikmati seperti ini.

Ku lihat langit malam yang sangat indah bersamaan dengan pemandangan kota Dongdaemun di malam hari.

“aah, johtda~”

Aku menghela nafas pelan mengingat apa yang telah ku katakan kepada Hana dan Jieun tadi.

“kenapa aku bisa berfikir seperti itu ya?” tanyaku pada diriku sendiri

“mwonga?”

‘deg’ suara ini jangan-jangan..

Ku toleh kebelakang dan benar saja seperti apa yang sedang ku pikirkan. Dia, Kim Himchan.

“aniya, amugotdo obseo..” jawab ku pelan sambil berbalik ke posisiku semula

“geurae? Tapi sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu..”

Aku hanya dapat terdiam dan menunduk melihat pemandangan kota Dongdaemun. Himchan berdiri di sampingku ikut melihat pemandangan kota Dongdaemun.

“huuuaaaah, teras atap memang paling tepat untuk menyejukan pikiran.. Kau juga setuju kan?” tanya Himchan sambil memandangku

Aku membalas pandangannya, mata kami saling memandang. Tak berapa lama, kami langsung saling mengalihkan perhatian.

“keu-keurone..” jawabku sambil sedikit gugup

“ah, ahaha, ahaha.. Yeoksi..” katanya terdengar sedikit gugup juga

Malam itu merupakan malam yang aneh bagi ku. Malam itu seluruh perasaan ku bercampur aduk antara senang dan sedih.

***

Dongdaemun, 14 Maret 20X2

Hari ini suasana hatiku sangat senang. Rapat selesai lebih cepat dari biasanya. Walaupun kerjaan ku banyak entah kenapa hari ini aku sedang mood ingin mengerjakannya. Dan tentu saja tempat ku mengerjakannya kalau tidak bukan adalah restoran Lovierra.

“Sunhwa-ah, aku sama sekali tidak melihatmu semalam. Kau di mana?” tanya Hyosung eonni

“aku? Ah, semalam aku di atap mencari udara segar..” jawabku sambil tersenyum kecil dan tetap terfokus pada laptopku.

“mwoya, sepertinya hari ini suasana hatimu sedang senang. Wae? Wae?” tanya Hyosung eonni penasaran

“aniya, hanya saja aku berfikir kalau kerjaan ku ini dapat ku selesaikan dengan cepat aku jadi mempunyai banyak waktu luang..” jawabku dan membuat Hyosung eonni kesal

“aah Sunhwa-ah ~ marhaebwa~” paksa Hyosung eonni namun dengan aegyo

“ah eonni hajima..” kesalku

Dia semakin kesal dan berdiri dari tempat duduknya.

“arasseo! Jadi kau pesan atau tidak!?” Hyosung eonni sudah mencapai limitnya

“ahahaha,, nanti saja aku belum terlalu lapar..”

“heish, cepat kau selesaikan kerjaan mu itu agar kau punya banyak waktu luang!”

Hyosung eonni pun pergi kearah dapur. Melihat itu aku hanya dapat tertawa kecil.

Kalau ku pikir sekali lagi, apa yang ku katakan barusan ada benarnya juga.

‘cring’ bel pintu berbunyi. Ku lihat orang yang masuk ke restoran. Song Jieun datang dengan wajah sedih. Aku langsung terkejut dan cepat-cepat menuju kearahnya.

“ya, neo waenya?” tanyaku

“hiks, Sunhwa-ah..” panggilnya lalu memelukku

***

“apa-apaan namja itu!!” kesal Hana sambil meminum jusnya

“ya! Ini restoranku, jangan kau coba-coba menganggu pelanggan lain!” ucap Hyosung eonni

Ternyata Jieun baru saja diputus oleh pacarnya. Dia bilang kalau pacarnya itu punya yeoja yang lain. Lalu dia juga bilang kalau pacarnya itu memutuskannya dengan sepihak. Aaah, aku kurang mengerti kalau yang seperti ini, aku kan belum pernah pacaran, jatuh cinta saja baru pertama kalinya dan itu pun ku pikir akan bertepuk sebelah tangan.

“eottokkenya Jieun-ah..” Hana mencoba menenangkan Jieun

Tak berapa lama, Jieun berdiri dan memasang wajah tegas.

“aku memutuskan untuk melupakannya! Kalau aku terus memikirkannya, lama-lama aku akan gila sendiri!” ucap Jieun penuh semangat

“benar! Seharusnya itu yang harus kau lakukan! Namja memang tidak punya perasaan!” Hyosung eonni ikut bersemangat

“geurae! Ayo kita jalan-jalan untuk menenangkan perasaan!” ajak Jieun

“ayo!!” jawab kami serempak

***

Himchan POV

“yaedeul-ah, aku tinggal dulu ya. Hehe mian..” ucap Hyosung nuna sambil terburu-buru keluar dapur

“eodi nuna?” tanyaku

“jalan-jalan, wae? Kalian mau ikut?”

“bolehkah?” tanya Youngjae bersemangat

“aaaaa-n-iiii~” jawab Hyosung nuna dengan ceria

“aaah, nuna!”

“mian~ aku pergi dulu~”

Hyosung nuna mau jalan-jalan kemana ya? Hm.. Sepertinya dia pergi dengan teman-temannya.

“ah matta! Kalian boleh tutup jam 2 nanti..” ucap Hyosung nuna sambil membenarkan kardigannya

“wae?” tanyaku

“ku pikir kalian butuh istirahat karena kemarin kalian sudah bekerja keras..” jawab Hyosung nuna lalu keluar dari dapur

“gumawo nuna~” ucap Youngjae “assa! Satu jam lagi~” lanjut Youngjae penuh semangat

Aku hanya dapat menggeleng kecil melihat kelakuan Youngjae. Jadi sebenarnya mereka jalan-jalan kemana ya? Dan juga apakah teman Hyosung nuna yang satu lagi dan Sunhwa tidak bekerja? Apakah mereka tidak akan dimarahi? Aaah! Aku makin penasaran dibuatnya! Jam dua cepatlah datang!

***

“Yongguk-ah, apakah kau mendengar percakapan Hyosung nuna dan temannya tadi?” tanyaku sambil melepaskan celemek yang ku pakai

“hm, tidak terlalu jelas tapi yang ku dengar, teman Hyosung nuna yang bernama Jieun baru saja diputus oleh pacarnya..” jawab Yongguk sambil mengganti bajunya

“geurae?”

“eo..”

Aku merasakan ada yang menatapku, mereka adalah Youngjae dan Daehyun.

“wae?” tanyaku kepada mereka

“hm,, hyung..” panggil Daehyun

“wae? Wae? Wae? Wae?”

“hoksi, kau menyukai Sunhwa-ssi?” tanya Daehyun dan Youngjae bersamaan

‘deg’ bagaimana mereka tahu?

“ani..” jawabku pelan lalu melanjutkan mengganti pakaian ku

“eei, hyung! Kelakuanmu itu mudah ditebak tahu..” jelas Youngjae sambil tertawa kecil

“maksudmu?”

“kau tahu maksud ku hyung. Mau ku jelaskan? Kau menanyakan namanya dengan kami, selalu siap memasakkan menu Brunch untuknya setiap hari, selalu menaruh pesanan di meja pesanan walaupun itu adalah masakanku. Itu pasti karena kau ingin melihatnya kan? Lalu semalam saat kita bebas melakukan apa saja kau ke atap padahal beberapa menit sebelum kau ke atap Sunhwa-ssi juga ke atap, lalu hari ini juga kau penasaran dengan percakapan Hyosung nuna dengan temannya!” jawab Youngjae panjang lebar

Yang lain bertepuk tangan setelah mendengar penjelasan Youngjae, aku hanya dapat terdiam mematung dan tak bicara apa pun.

“benarkan?” tanya Youngjae dengan evil-smile nya

Aku menghela nafas kecil, “geurae aku kalah..” jawabku pasrah

“oh!? Jinjjaro Himchan-ah!?” kaget Yongguk

Aku hanya mengangguk pelan.

“wae hyung?” tanya yang lainnya kepada Yongguk “sepertinya kau kaget sekali?” sambung Daehyun

Yongguk menatapku lalu menatap yang lainnya.

“boleh ku katakan Himchan-ah?” tanyaku

“katakan saja..” jawabku lemas

“wae? Wae?” tanya yang lain semakin penasaran

Yang lain terlihat gugup menunggu jawaban Yongguk. Yongguk hanya dapat menghela nafas.

“sepertinya, Sunhwa adalah cinta pertama Himchan..” jawab Yongguk

“JEONGMAL!!??” kaget yang lainnya

Mereka menatapku dengan tatapan tidak percaya. Aku hanya dapat menghela nafas dan pasrah menerimanya.

Auuu, Kim Himchan neo babo.. Babo.. Babo..

“hyung, karena dia cinta pertamamu, kami akan mendukung mu hyung..” ucap Youngjae dibarengi anggukan yang lainnya

“terserah kalian..” kataku lemas lalu keluar ruang ganti baju

“hyung, ayo kita ketaman bermain!” ajak Youngjae lalu menarikku

***

Haaah, jadi berakhir ke taman bermain. Dasar Youngjae, kau itu sudah besar. Heiish..

“Himchan-ah, mau kerumah hantu?” tanya Yongguk

“hm, tidak. Aku mau cari minuman dulu..” jawabku

Yongguk pun mengangguk dan pergi meninggalkanku. Ku putuskan untuk membeli Ice Americano dan menunggu mereka sambil berjalan-jalan sebentar.

“hm?”

Ku lihat seorang yeoja berambut cokelat diikat tengah sedang duduk dengan keadaan laptop terbuka di depannya. Sepertinya aku tahu yeoja itu. Seperti, Sunhwa..

Ku berjalan mendekati Yeoja tersebut, dia memegang buku dan sebuah pena lalu sesekali menatap laptopnya. Saat aku sudah dekat dengannya, ku lihat wajahnya. Ya benar, dia adalah Sunhwa. Dia sedang mengerjakan pekerjaannya di sini.

“Sunhwa-ssi?” panggilku

Sunhwa menoleh dan terkejut. Lalu berangkat dari duduknya.

“eo!? Annyeonghaseyo..” sapanya sambil menunduk kecil

“a-annyeonghaseyo..” sapaku juga

Kami pun tak mengatakan apa pun lagi. Hanya berdiri saling berhadapan.

“sedang apa kau di sini?” tanya kami berdua serempak

“aah.. hahahaha..” Sunhwa tertawa kecil

Aku pun ikut tertawa, sehingga membuat keheningan tadi lenyap.

“jadi, sedang apa kau di sini?” tanyaku mengulangi pertanyaan tadi

“sebenarnya, Jieun mengajak kesini. Tapi karena ku bilang aku banyak pekerjaan yang belum selesai mereka bilang selesaikan saja di sini. Jadi yaah, begitulah..” jawab Sunhwa sambil tertawa kecil

“aaah.. lalu, apakah kau tidak bekerja?” tanyaku lagi

“aku bekerja pukul setengah tujuh pagi lalu pulang pukul sembilan pagi dan kembali lagi pukul empat sore lalu kembali lagi pukul 7 malam..”

“aneh sekali..”

“haha, begitulah..”

Dan sejak saat itu kami menjadi akrab..

***

Author POV

Dongdaemun, 1 April 20X2

“Himchan-ah, Himchan-ah..” panggil Yongguk tergesah-gesah

“wae?” tanya Himchan

“aku tadi melihat Sunhwa bergandengan tangan dengan seorang namja!?”

“mwo!? Eodi? Eodi?”

“tadi, saat dalam perjalanan ke sini, namjanya tampan dan imut. Dia bahkan lebih tampan dari mu Himchan-ah. Neon eottokkanya?” ucap Yongguk sambil menahan tawa

“kalau begitu sebentar lagi dia kesini kan?” tanya Himchan sambil melihat ke arah pintu restoran

“eo..” jawab Yongguk tetap sambil menahan tawa

Himchan terus melihat kearah pintu sedangkan Yongguk tertawa tanpa suara dibelakangnya. Youngjae dan yang lainnya melihat dengan penuh penasaran.

“wae hyung?” bisik Jongup

“sst, kau lihat saja nanti..” jawab Yongguk sambil terus tertawa tanpa suara

Himchan masih terus melihat kearah pintu. Hatinya saat ini sedang membara setelah mengetahui kalau namja yang bergandengan tangan dengan Sunhwa lebih tampan darinya.

“ah itu dia!” ucap Yongguk sambil menunjuk Sunhwa yang akan membuka pintu

Himchan melihatnya sekaligus bingung. Mana namja yang dikatakan Yongguk? Pikirnya karena dia tidak melihat namja berjalan di samping Sunhwa.

Saat Sunhwa membuka pintu restoran, terlihat dia sedang menggandeng seorang anak kecil yang tampan dan imut.

“buahahahahahahahahaha!!!!” spontan melihat itu Yongguk dan yang lainnya kecuali Himchan tertawa terbahak-bahak

“ige mwoya,, gyahahahahahaha!!” ucap Daehyun sambil tertawa terpingkal-pingkal

“gyaahahahahahahaha!! Seorang anak kecil, gyaaahahahaha!!”

Himchan sambil menahan malu menatap Yongguk dengan kesalnya.

“Bang Yongguk!!”

“eoo,, eoo.. eooooo!!” teriak Yongguk dan berlari menjauhi Himchan

“gyaahahhahahaha, apa pula ini..” ucap Youngjae bukan berhenti tertawa malah tambah tertawa

***

Himchan POV

Malunya, heish Bang Yongguk awas kau. Aah! Malu sekali, di tertawakan para dongsaeng. Haish!

Aku mencuci piring dengan kesal, tapi aku harus berhati-hati kalau tidak piringnya bisa pecah. Haish, Yongguk membuatku sangat kesal. Ternyata namja yang bersama Sunhwa itu adalah anak temannya. Haish! Yongguk sialan kau!

“hy-hyung..” panggil Youngjae

“mwo!” jawabku dengan kesal

“ei hyung, jangan marah begitu dong..” pinta Youngjae

Aku menatapnya tajam. Dia terlihat ketakutan dan tak berani menatap mataku.

“Himchan-ah, Brunch untuk Sunhwa, spagetti dan jus strawberry porsi kecil untuk anak temannya..” pinta Hyosung nuna tiba-tiba

Aku terkejut dan menunduk kecil kepadanya. Dia melihat ku dan Youngjae.

“ada apa dengan kalian?” tanya Hyosung nuna

“aah, tidak ada apa-apa..” jawabku sambil merangkul bahu Youngjae. Youngjae hanya tersenyum kecil.

Hyosung nuna meninggalkan kami, dan aku melepaskan rangkulanku.

“ah matta!” Hyosung nuna berbalik dan spontan aku langsung merangkul Youngjae lagi

“hm?” tanyaku sambil tersenyum

Hyosung nuna menatap kami curiga lalu menghela nafas kecil.

“kau yang antarkan..” sambung Hyosung nuna kepadaku

“eh? Kenapa aku?” tanyaku bingung dan juga gugup

“ku dengar kalian sudah akrab..” jawab Hyosung nuna sambil tersenyum kearahku. “kalau kau ingin mengobrol sebentar dengannya juga tidak apa-apa..” sambung Hyosung nuna lagi masih dengan senyumannya.

Heol, senyum Hyosung nuna menyeramkan dan aku sama sekali tak bisa menolaknya perintahnya. Hyosung nuna pun keluar dan aku menghela nafas kecil. Ku lihat Youngjae yang buru-buru mengambil minum dan memberikannya padaku.

“kau pasti haus hyung..” ucapnya

Aku menatapnya lalu mengacak-acak rambutnya. Ku ambil minum yang ia berikan dan meminumnya sekali teguk saja.

“gumawo..”

Aku langsung mengambil bahan dan memasak pesanan Sunhwa.

***

Sunhwa POV

“Mason-ah? Kau tahu nama bibi?” tanyaku dengan anak temanku ini

“molla..” jawab Mason sambil memainkan PSP-nya

“geurae? Nama bibi Sunhwa..”

Mason menatapku. Aku tersenyum dan dia kembali memainkan PSP-nya.

“bibi Sunhwa cantik..” ucapnya

“aigoo, gumawo..”

Hahaha, anak kecil memang tak bisa berbohong.

Untuk saat ini, ibu Mason menyuruhku menjaga Mason sementara dia kerumah sakit karena anaknya Mavin sedang sakit. Lalu anaknya satu lagi Maden sedang bersama ayahnya pergi kerumah nenek mereka.

‘trak trak’ pesanan ku dan Mason sudah datang. Ku lihat orang yang menyungguhkan pesanan kami. Dia adalah Himchan.

“eo? Kenapa kau yang menyungguhkan Himchan-ah? Padahal yang lainnya sedang tidak sibuk?” tanyaku

Himchan menghela nafas kecil, “Hyosung nuna memintaku. Bahkan dia juga berkata, “kalau kau ingin mengobrol sebentar juga tidak apa-apa..” dan itu sangat menyeramkan..” jawab Himchan sedikit kesal.

“hahaha, ah matta! Mason-ah? Mason-ah, ucapkan salam kepada paman..”

Mason menatap Himchan lalu berdiri..

“annyeonghaseyo..” sapanya sambil membungkuk 90 derajat.

“auh, kiyeowo..” ucap Himchan sedikit gemas

Aku hanya dapat tertawa kecil.

“Mason-ah, spagettinya sudah datang. Ayo makan..” ajakku

Mason langsung melepas PSP-nya dan mengambil garpu kecil disamping piring spagetti.

“eit, sebelum makan berdoa dulu..”

Setelah mendengar perkataanku dia langsung menaruh kembali garpunya lalu menutup matanya tanda dia sedang berdoa. Saat dia membuka matanya dia kembali mengambil garpunya.

“selamat makan..” ucapnya lalu memakan spagettinya

Aku hanya dapat tersenyum melihatnya.

“anak-anak memang penurut ya..” ucap Himchan

“iya, haha..”

“kalau begitu aku kembali ke dapur Sunhwa-ah..”

“eo, gumawo sudah mengantarkan..”

“eo..”

***

Dongdaemun, 18 April 20X2

Besok merupakan ulang tahun Himchan. Aku memutuskan untuk memberinya sebuah hadiah. Namun aku tidak tahu apa yang harus ku berikan kepadanya.

“hm..” aku menghela nafas kecil di meja kerjaku di kantor

Hana menghampiriku dengan membawa tumpukan folder.

“huah!” teriaknya agak pelan lalu mengambil nafas panjang

Aku menatapnya lalu bersandar di kursiku.

“mwoya?” tanyaku lalu mengambil beberapa folder

“bos memang jahat..” jawabnya lalu berkacak pinggang

Aku membaca folder-folder tersebut. Bukankah ini hasil rekapan tahun lalu? Mau diapakan?

“ya, ini bukannya hasil rekapan tahun lalu?” tanyaku

“benar! Kau benar! Dan bos jahat itu memintaku menggabungkannya menjadi satu rekapan!”

“mwo!?” teriakku spontan

Karyawan lain yang sedang bekerja menoleh padaku. Aku hanya dapat tersenyum kaku sambil menunduk minta maaf.

“ya, apakah dia sudah gila!?” tanyaku

“kan sudah ku bilang tadi, dia itu jahat. Kalau kau bilang dia gila berarti dia jahat dan gila! Aauh!” jawab Hana sambil mengipasi dirinya

Kekesalan Hana semakin menjadi, aku hanya dapat menggeleng tak karuan. Si bos memang benar-benar sudah gila. Dia selalu menyuruh pegawainya untuk melakukan hal yang aneh!

“auuh, kalau begini kapan akan selesai. Rekapan sebanyak ini harus ku jadikan satu, aaaiish!” kesal Hana sambil mengangkat rekapan yang dibawanya ke mejanya

“yang sabar saja Hana-ah..”

Aku menghela nafas kecil melihat Hana diberikan pekerjaan seperti itu. Padahal kalau Hana tidak sedang kesusahan saat ini aku ingin menanyakan apa yang harus ku berikan kepada Himchan. Hah, nanti sajalah aku akan bertanya kepada Jieun.

***

“kau tak bisa?” tanyaku kepada Jieun lewat telepon

[mian Sunhwa-ah, hari ini banyak sekali pekerjaanku..] jawab Jieun di seberang sana

“ah, geurae. Gumawo..”

Telepon pun terputus. Haah, Jieun juga banyak pekerjaan. Atau ku tanya saja kepada Hyosung eonni ya? Baiklah..

***

Ku masuki restoran Lovierra terlihat ramai sekali. Ku lihat ke kiri dan ke kanan namun sama sekali tidak kelihatan Hyosung nuna. Lalu aku berjalan menuju Junhong.

“Junhong-ah, di mana Hyosung eonni?” tanyaku

“Hyosung nuna? Aku juga tidak tahu, hehe..” jawab Junhong sambil tertawa kecil

“geurae? Gumawo..”

Lalu aku berjalan mendekati Jongup.

“Jongup-ah, kau tahu di mana Hyosung eonni?”

Jongup menoleh kearah ku dan melihat di sekelilingnya. “mollayo nuna..” jawabnya

“eo, gumawo..”

Lalu aku mendekati Yongguk dan Daehyun yang kebetulan sedang membereskan meja untuk tamu banyak.

“Yongguk-ah, Daehyun-ah, apakah kalian tahu di mana Hyosung eonni?” tanyaku

Mereka menatapku, “Hyosung nuna? Hm, mungkin dia ada di ruangannya atau di dapur..” jawab Daehyun

“ku pikir mungkin dia di dapur..” jawab Yongguk juga

“eo, gumawo..”

Aku pun berjalan menuju ruangan Hyosung eonni. Begitu aku masuk, aku sama sekali tidak melihat Hyosung eonni di mana pun. Akhirnya ku putuskan untuk ke dapur.

“permisi..”

Himchan dan Youngjae menoleh kearahku..

“eo!? Sunhwa nuna!? Kenapa? Ada apa?” tanya Youngjae

“Sunhwa-ah!?” kaget Himchan

Ku lihat ke kiri dan ke kanan tapi tetap saja aku tidak melihat Hyosung eonni.

“kalian melihat Hyosung eonni?” tanyaku

Himchan melihat di sekelilingnya. “tidak, wae?” Himchan balik bertanya

“hanya saja aku ada keperluan dengannya..” jawabku

Aku melihat Youngjae sedang berfikir, “ah!”

Youngjae melihatku, “tadi aku mendengar di teleponnya kalau di minta pergi ke toko buah. Sepertinya ada masalah dengan toko buah yang di kelolanya..” kata Youngjae sambil tersenyum

“geurae?” tanyaku

Youngjae mengangguk pelan.

“eo arasseo, gumawo..” ucapku lalu keluar dari dapur sambil menghela nafas kecil

***

Himchan POV

Aku penasaran kenapa Sunhwa mencari Hyosung nuna.

Aku melihatnya berjalan keluar dapur setelah mendengar jawaban dari Youngjae. Dia menghela nafas kecil namun masih dapat terdengar. Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu, apa ya?

“kenapa kau tidak tanyakan saja padanya hyung..” ucapan Youngjae mengagetkanku

“m-mwo? Mwo?” tanyaku

Youngjae menatapku sambil memegang tempat garam di tangannya. “kau penasaran kan dia kenapa?”

Aku terkejut dan langsung mengambil air minum lalu meminumnya.

“eo-eottoke neo ara?” tanyaku sedikit gugup

Dia tersenyum penuh kemenangan. “hyung, tingkah laku mu sangat mudah ditebak. Haha..” jawabnya dengan senang

Aku menatap Youngjae dengan kesal. Lagi-lagi, haish!

Ku lirik kearah restoran, Sunhwa masih duduk termenung menatap handphone-nya. Sepertinya dia menunggu Hyosung nuna.

Aku berfikir sejenak lalu ku ambil segelas air dan pergi keluar dapur.

“hyung, eodiga?” tanya Youngjae

Aku tak memperdulikan pertanyaan Youngjae dan tetap keluar dari dapur. Ku ambil nampan kecil dan ku hampiri Sunhwa.

‘trak’

“ah gumawo..” ucapnya pelan dan tetap menatap handphonenya

Aku menatapnya namun ia masih tetap tidak menatapku.

“waeyo?” tanyaku akhirnya

Dia terkejut dan menatapku. “Himchan-ah!”

“ahaha, mian apakah aku mengagetkanmu?” tanyaku

Dia tetap dengan wajah terkejutnya. Aku tertawa kecil melihat tingkahnya itu.

“ya Han Sunhwa!” panggil ku mencoba menyadarkannya dari kekagetan

“ya! Kau itu koki, kenapa kau malah datang membawa air kepadaku!” ucapnya dengan nada sedikit marah

Aku hanya dapat menunduk kecil lalu kembali menatapnya.

“aku hanya mengkhawatirkanmu itu saja dan ku pikir kau butuh seseorang untuk menemanimu, kau tahu kau terlihat sangat kesepian sekarang..” ucapku dengan nada sedikit marah juga

Dia hanya terdiam setelah mendengar perkataanku lalu menunduk. Dia mengusap handphone nya pelan.

“aku bukan kesepian..” akhirnya dia berkata “aku hanya bingung..” sambungnya

“wae?” tanyaku

Dia terlihat ragu untuk mengatakannya kepadaku. Akhirnya ia menghela nafas dan membuka mulutnya.

“temanku berulang tahun, tapi aku bingung ingin menghadiahinya apa. Ketika aku ingin meminta pendapat dari sahabatku ternyata mereka semua sedang sibuk. Jadi ini hanya membuatku tambah bingung..” jelasnya

Aku sedikit kaget mendengar penjelasannya. Semua sahabatnya sibuk? Malang sekali nasibnya hari ini. Aku mencoba berfikir mencari jawaban untuknya agar rasa kebingungannya sedikit menghilang.

“bagaimana kalau kau tanya saja kepada temanmu yang berulang tahun itu, dia ingin hadiah seperti apa..”

Dia menatapku lalu berfikir. “tapi bukankah jadinya tidak suprise?” tanya Sunhwa

“benar juga sih. Tapi kan lebih baik menghadiahi yang ia inginkan dari pada menghadiahi sesuatu tapi ternyata dia tak menyukainya..” jawabku

Dia berfikir lagi lalu tersenyum, “benar juga, haha. Kalau Himchan sendiri jika ditanya seperti itu kau ingin hadiah seperti apa?”

Aku terkejut mendengar pertanyaan. Kalau aku ditanyai seperti itu aku ingin apa? Hm, kalau aku sih sebenarnya ingin ‘itu’ tapi kalau harus mengatakannya kepada Sunhwa sepertinya tidak sekarang. Selain itu aku ingin apa ya? Hm..

“hm, entahlah kalau ditanya seperti itu malah membingungkan..”

“tuhkan pada akhirnya enggak ada jawabannya kan..” kesal Sunhwa

“hehe, mian. Kalau aku sih mungkin jalan-jalan dimalam hari sambil minum Hot Americano ya? Atau, jalan-jalan menikmati suasana malam hari di sekitar lalu mampir di suatu kedai dan makan bareng. Atau menikmati pemadangan malam hari di sebuah taman, gitu deh..”

Sunhwa menatapku dengan tatapan aneh. Karenanya aku ikut bertingkah aneh..

“wae? Wae? Ada yang salah dengan itu?” tanyaku

Sunhwa menggeleng sambil berdecak. “ckckck..”

“aah wae?” tanyaku lagi

Sunhwa hanya tersenyum kecil dan membuatku tambah bingung

“hyung! Himchan hyung, cepat ke dapur! Banyak pesanan nih!” panggil Youngjae dengan kesal

“heish anak itu. Kalau begitu aku ke dapur dulu Sunhwa-ah!”

“eo..”

***

Dongdaemun, 19 April 20X2

Hari ini entah kenapa aku pergi ke restoran lebih cepat dari biasanya. Entah kenapa hari ini perasaanku buruk tapi juga tidak buruk. Aneh sekali.

Ku masuki restoran yang masih belum ada siapa pun, bahkan Hyosung nuna sang pemilik pun belum ada. Aku langsung menganti pakaianku menjadi seragam koki lalu memasuki dapur.

Ku check bahan makanan apakah ada yang kurang atau tidak. Tak berapa lama setelahnya Yongguk datang, dia sedikit terkejut karena melihatku datang lebih awal.

“tak biasanya kau datang awal?” tanya Yongguk sambil memasang celemeknya

“entahlah aku juga bingung, hanya saja hari ini perasaanku campur aduk antara perasaan buruk dan tidak buruk..” jawabku

“perasaan apa itu?” tanya Yongguk lagi sambil sedikit tertawa

“entahlah, haha..”

Lalu Yongguk pergi untuk mengambil pel. Disaat yang bersamaan pula Daehyun dan Junhong datang. Tak berapa lama kemudian Youngjae dan Jongup datang. Semuanya seperti biasa, hanya saja kenapa perasaanku tetap aneh seperti ini ya?

Tak berapa lama Hyosung nuna datang, dia terlihat sedang memikirkan sesuatu. Tapi entah kenapa dari tadi dia terus melihatku.

“ah waeyo nuna, dari tadi kau melihatku terus..” kesalku akhirnya

Hyosung nuna tetap melihatku dan mendekatiku.

“ini tanggal berapa sih?” tanyanya

Aku berfikir, “tanggal 19 kan?” jawabku

Youngjae melihat kami berdua, “wae nuna?” tanya Youngjae

“hm, sepertinya ada sesuatu hari ini, tapi apa ya?”

Karena pertanyaan Hyosung nuna tersebut, kami semua berkumpul dan memikirkannya.

“jankaman, hari ini 19 april kan?” tanya Jongup tiba-tiba

Kami semua mengangguk. “Hyung! Hari ini ulang tahunmu!” ucap Jongup kepadaku

“ah! Matta! Pantas saja rasanya hari ini ada perayaan sesuatu..” ucap Hyosung nuna juga

“geurae? Coba aku cek handphone ku, aku selalu mencatat ulang tahun temanku..” ucap Yongguk lalu mengecek handphone-nya

“benar! Ya! Masa kau lupa ulang tahunmu sendiri!”

“geurae hyung!”

“kalau begitu ayo kita rayakan selagi restoran belum akan buka!” ajak Hyosung nuna

Aku hanya dapat terdiam termenung. Jadi perasaan aneh ini karena aku lupa ulang tahunku sendiri. Ahahaha. Kim Himchan jinjja babo.

***

“nuna, hari ini Sunhwa tidak datang?” tanyaku kepada Hyosung nuna yang sedang mengecek hasil bulanan

“eo, dia sedang sibuk mengurus pekerjaan dari bosnya yang gila..” jawab Hyosung nuna masih tetap terfokus pada buku hasil bulanannya

Pantas saja dari tadi dia tidak datang. Hm, sepertinya dia tidak tahu kalau hari ini ulang tahunku. Atau aku yang terlalu berharap ya? Haha..

“dari pada kau memikirkan Sunhwa, lebih baik kau masak Himchan-ah..”

“ne!”

***

Akhirnya restoran tutup juga.

Aku pun segera mengganti pakaian ku. Sepertinya hari ini aku adalah yang pertama datang dan pertama pulang. Haha.

“nuna, aku pulang duluan..” pamitku

“eo, geurae..”

Aku pun keluar dari dapur. Ku lihat seorang yeoja sedang menunggu seseorang di depan pintu restoran.

Kenapa menunggu di sana? Kenap tidak masuk saja? Atau karena sudah tutup? Padahal di luarkan dingin, ini masih awal musim semi.

“permisi kalau kau menunggu di sini nanti kau akan kedinginan, jadi..”

Ucapan ku langsung terhenti setelah melihat yeoja yang sedari tadi menunggu di depan pintu.

“Sunhwa-ah!?” kagetku

“ah, Himchan-ah.. akhirnya kau keluar juga..”

Eh? Eh? Akhirnya? Berarti dia dari tadi menungguku? Eh? Kenapa? Kenapa dia menungguku?

“wae?” tanyaku sedikit gugup

“jankaman..”

Dia mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah kotak berwarna hitam dihiasi pita kecil berwarna putih.

“ini untukmu. Saengil chukkahae..” ucapnya dengan senyum yang sangat cantik

Aku sedikit terkejut dibuatnya. Jadi, dia tahu ulang tahunku?

“sebenarnya kemarin aku sudah bertanya padamu hadiah apa yang kau inginkan, tapi karena jawabanmu aneh aku mencoba mencarinya sendiri. Ini juga sebenarnya secara tidak sengaja ku temukan karena pekerjaan dari bosku yang gila itu. Dan ku pikir itu akan cocok denganmu karena kau mempunyai pergelangan tangan yang lebar. Aku tidak tahu apakah kau akan suka atau tidak. Hehe..” katanya dengan senyum yang sangat cantik lagi

Dengan rasa penasaran aku membuka kotak tersebut dan ternyata isinya adalah sebuah jam tangan.

“kau bilang karena pekerjaan dari bosmu?” tanyaku

“em-m.. Tadi siang bos ku menyuruhku mengobservasi ke sebuah toko jam tangan karena dia bilang jam tangan buatan di sana sangat unik dan menarik. Lalu akhirnya aku ke sana dan ku lihat ternyata memang bagus sekali. Jadi ku beli satu untukmu, hehe. Maaf ya kalau tak sesuai seleramu..” jawabnya

“aniya, ini sangat pas sekali, aku suka degan modelnya. Gumawo Sunhwa-ah..”

Dia tersenyum senang mendengar ucapanku. Tiba-tiba saja jantungku berdetak kencang dan mendorongku untuk memeluknya tapi ku tahan.

“Sunhwa-ah, karena hari ini aku ulang tahun aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu..”

Sunhwa memandangku dengan penasaran. “mwoya?” tanyanya

Aku menatapnya dengan dalam dan mencoba menenangkan perasaanku.

“Sunhwa-ah, saranghae..”

-bersambung-

Gimana? Chapter pertama udah lumayan kan? *PD* Entah kenapa lagi pengen nyoba buat ff yang ceritanya alur mundur. Nyehnyehnyeh. Pokoknya hanya satu yg saya inginkan! Selesai baca KOMEN okke? *maksa*

Maaf kalau ada beberapa kalimat yang aneh dan typo, hihi..

Gumawo udah mau menunggu dan baca^^

3 thoughts on “-FF- First Love: Chapter 1 of 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s