School Investigate CLUB! (Not a Detective Club): Case 1: School Investigate Club!

School Investigate CLUB! (Not a Detective Club)

 

Hello. Hola. Hai. Aloha. Annyeong~

Ada yang menunggu? Udah baca character introductionnya kemarin? kalau belum liat dulu di sini ..

Kalo yang udah liat udah pada tau kan cast-nya dari 97-99 line semua.. Heuheu.. Susah loh nyari-nya. Dari pada baca basa basi saya, Check It~~

 

School Investigate Club! (Not a Detective Club): CASE 1: School Investigate Club!

  • Genre                   : School-life, Friendship.
  • Author                  : dk1317 a.k.a  GDhia/GDhia1

P.S : This is just FF and my other imagine, don’t be plagiat and other that god and I don’t like, and please don’t be silent readers, please leave some comment~

 

Happy Reading~

***

 

Bayangan yang terlintas ketika mendengar Klub Investigasi Sekolah pasti mirip seperti Klub Detektif. Jangan salah, Klub Investigasi berbeda dengan Detektif. Apa bedanya? Klub Investigasi Sekolah hanya menyelidiki sekolah(?).

Dibuat oleh leader dan wakil leader yang aneh dan populer. Walau populer, tidak banyak yang berminat untuk mendaftarkan diri ke klub mereka berdua, seperti hari pertama membuat klub saat mereka berada di kelas 2.

>> flashback

“seonsaengnim, kami ingin membuat klub!” ucap Yugyeom dan Mingyu bersamaan sambil menyerahkan formulir pendaftaran klub.

Boa seonsaeng melihat mereka berdua dengan teliti.

“bukankah kalian sudah masuk klub? Kenapa ingin membuat klub?” tanya seonsaeng

Yugyeom dan Mingyu bertatapan. Mereka saling berbisik dan mengangguk.

“kami hanya ingin membuat satu, karena saat ini klub yang ingin kami buat belum ada sama sekali..” jawab Yugyeom dengan penuh keyakinan

“oh ya? Apa itu?”

Yugyeom dan Mingyu saling melihat dan mengangguk pelan dengan tangan dikepal.

“Klub Investigasi Sekolah!”

Semua guru menatap mereka dengan seksama tak terkecuali Wakil Kepala Sekolah yang sedang mendata.

“a-apa?” tanya salah satu guru

“Klub Investigasi Sekolah..”

Setelah meyakinkan mereka, ada beberapa guru yang tertawa, ada yang menggeleng kecil dan ada pula yang bingung. Tapi tidak Boa seonsaeng, dia melihat Yugyeom dan Mingyu secara bergantian lalu mengambil kertas formulir mereka.

“apa alasan kalian untuk membuat klub ini?” tanya Boa seonsaeng sambil melihat kertas formulir

“alasan kami? Kami hanya ingin menyelidiki sekolah dan memberikan informasi kepada murid-murid tentang sekolah..” jawab Yugyeom dengan penuh keyakinan lagi

“hm, kalian memintaku menjadi pebimbingnya?”

Yugyeom dan Mingyu mengangguk. Suasana hening terasa. Jantung Yugyeom dan Mingyu berdegup dengan kencang takut kalau tidak disetujui.

“hm, baiklah aku setuju..”

“heeeee??” semua guru terheran-heran

“benarkah? Kau setuju saem?” tanya Mingyu

“eum-mm.. lagi pula selama kalian tidak melanggar tata tertib sekolah. Iyakan Pak Wakil Kepala Sekolah?”

“iya tentu saja. Kalian bisa membuat klub selama kalian punya klub dan itu tidak melanggar tata tertib sekolah..”

Yugyeom dan Mingyu senangnya bukan main, mereka saling memeluk dan ber-high five. Saat formulir mereka sudah tertanda tangani dan hendak keluar, Boa seonsaeng memanggil mereka lagi.

“ruang klub sudah ada?” tanya Boa seonsaeng

“sudah, di lantai dua sebelah barat. Bersampingan dengan klub sulap..” jawab Mingyu dibalas anggukan Yugyeom

“hoo, kalian benar-benar mempersiapkannya. Lalu, bagaimana dengan anggotanya?”

Hening. Yugyeom dan Mingyu tak menjawab pertanyaan Boa seonsaeng. Mereka bertatapan dan membelalakkan mata. Mereka saling berbisik.

“bagaimana ini? Aku sama sekali tidak terpikir akan hal itu, aku baru ingat syaratnya minimal harus mempunyai 5 anggota, kita hanya dua..” bisik Yugyeom

“aku juga lupa tentang itu, bagaimana ini..” bisik Mingyu

“hm? Apa yang kalian bisikkan? Siapa saja anggotanya? Kalian tahukan minimal harus 5 anggota..” ucap Boa seonsaeng

Mereka saling bertatapan lagi dan menatap Boa seonsaeng.

“aa, tadi kami sedang berbisik mengenai orang-orang yang akan kami jadikan anggota..”

“ah, benarkah? Baiklah, kalau sudah cukup kalian temui aku ya?”

 

“ye, seonsaengnim..” jawab mereka sambil menunduk 90 derajat

Mereka pun keluar dari ruang guru dan berlari menuju kelas.

 

***

-Di kelas-

 

“Seokmin! Lee Seokmin! Di mana dia??” tanya Mingyu dengan nafas tersengal-sengal

“ah! Itu dia! Seok-ah..” panggil Yugyeom

“wae? Wae? Wae?” tanya Seokmin bingung karna melihat kedua sahabatnya tersengal-sengal

Yugyeom dan Mingyu mencoba mengatur nafas mereka, sambil meminta Seokmin membaca formulir pendaftaran klub mereka tadi. Seokmin mengerti dan mengambil formulir lalu membacanya.

“hoo, Kim Mingyu, Kim Yugyeom. Selamat kalian berhasil!” ucap Seokmin senang.

Setelah nafas Yugyeom dan Mingyu sudah teratur, mereka memegang pundak Seokmin bersamaan.

“bukan itu maksudnya..” ucap Yugyeom

“hm? Jadi maksudnya?”

Yugyeom dan Mingyu bertatapan lalu menatap Seokmin sambil tersenyum.

“jangan-jangan..” Seokmin menduga.

 

***

“aku tidak mau!” tolak Seokmin

Seperti apa yang dipikirkan olehnya, Yugyeom dan Mingyu mengajaknya untuk bergabung dalam klub.

“Seok-ah..” pinta Yugyeom dengan memalas

“ya! Kita ini sudah bersahabat sejak SMP loh, masa’ kau tega dengan kami. Persyaratannya harus mempunyai 5 anggota loh..” ucap Mingyu dengan penuh alasan

“pokoknya aku tidak mau, aku tidak mengerti mengapa kalian mendaftarkan klub ini..”

“maka dari itu kau harus masuk dan kau akan mengetahui alasannya..”

“tidak mau!”

“Seok-ah..”

Yugyeom dan Mingyu terus memaksa Seokmin untuk bergabung dan tetap saja jawaban Seokmin tidak. Akhirnya mereka lelah dan menyerah. Mereka berpikir sepertinya tidak akan ada gunanya juga membuat klub seperti ini.

“haah, baiklah kalau kau tak mau Seok-ah..” ucap Yugyeom pasrah

“benar apa yang kau katakan Gyeom-ah..” ucap Mingyu juga

“ayo kita ke ruang guru. Bilang kepada Boa seonsaeng kita tidak jadi buat klub karena tidak ada anggota, Gyu-ah..”

“oe, kau benar Gyeom-ah..”

Saat Yugyeom dan Mingyu hendak keluar dari kelas, Seokmin menghentikan mereka.

“baiklah, baiklah. Ini kan impian kalian, aku akan bergabung!” ucap Seokmin

Yugyeom dan Mingyu menghela nafas. “kalau kau tidak mau  ya tidak usah..” ujar Mingyu kepada Seokmin

“eo,eo.. ada apa dengan kalian? Ya! Kalian menginginkannya kan? Mengapa kalian pasrah seperti itu, bukankah aku anggota pertama kalian?” kesal Seokmin karena melihat tingkah laku kedua sahabatnya itu

“sudahlah..” ucap Yugyeom lemah

“ya! Aku ini serius..”

“benar? Kau serius? Baiklah, selamat datang di Klub Investigasi Sekolah!” ucap Mingyu dengan penuh semangat dibalas anggukan Yugyeom.

“eiguu..” kesal Seokmin.

 

***

“lalu, siapa dua orang lagi?” tanya Seokmin sambil memakan rotinya

“entahlah..” jawab Yugyeom dan Mingyu serempak

“kalian bahkan tidak merencanakannya..”

Ketiga namja ini tenggelam dalam keheningan, memikirkan siapa yang akan direkrut. Mereka sudah meminta adik kelas, kakak kelas, bahkan satu angkatan untuk bergabung. Tapi, tak ada satu pun yang berminat. Kepopuleran Yugyeom dan Mingyu juga tak membuahkan hasil. Banyak yang berpikir tidak ada gunanya menginvestigasi sekolah.

“ah!” ucap Yugyeom tiba-tiba.

“wae?” tanya Seokmin dan Mingyu

“bagaimana kalau dia? Ku pikir dia akan cocok..”

“siapa?”

 

***

Yu-Min-Seok kembali ke kelas. Mereka melihat seorang yeoja yang sedang membaca buku di kursinya. Yugyeom meminta Mingyu untuk mendekatinya sedangkan Mingyu meminta Seokmin mendekatinya.

“kenapa aku? Kalian yang membutuhkan anggota bukan aku..”

Dengan berat hati, akhirnya Yugyeom dan Mingyu pergi bersama.

“Park Jimin, mau bergabung dalam klub kami?” tanya Yugyeom dan Mingyu kepada yeoja bernama Park Jimin di depan mereka.

Jimin menoleh dan melihat Yugyeom-Mingyu secara bergantian. “aku?” tanyanya

Yugyeom dan Mingyu mengangguk. Tersirat kekhawatiran akan ditolak dari wajah mereka berdua.

“kenapa aku? Bahkan aku tidak akrab dengan kalian. Lagi pula aku masuk klub vokal..”

Hening. Yugyeom dan Mingyu menjauh dari Jimin dan mendekati Seokmin.

“bagaimana?” tanya Seokmin.

“aaah, kekakuan yang sangat alami..” ujar Mingyu sambil mendekap kedua lengannya seperti kedinginan.

“tidak akrab..” jawab Yugyeom atas pertanyaan Seokmin.

“kau yang menyarankannya tapi kau sendiri yang tidak akrab dengannya..”

“kau coba bicara dengannya, kau kan satu klub dengannya dulu..” saran Mingyu

“ah, mian. Tidak akrab..” ucap Seokmin

“ya! Kau juga sama!” kesal Yugyeom dan Mingyu

“Hahahaha, lalu bagaimana?” tanya Seokmin kemudian

Yugyeom dan Mingyu menggeleng lemas tidak tahu jawabannya. Mereka berpikir lagi siapa saja yang belum mereka ajak bergabung.

 

***

“Jimin-ah, ku lihat kau diajak bergabung dalam klub Yugyeom dan Mingyu..” ucap Tia

“ah! Aku juga lihat..” ujar Yerin

“bahkan kalian tidak akrab tapi mereka mengajakmu..” ujar Tia

“aku tahu itu.. hahaha..”

Jimin melihat kearah Yugyeom, Mingyu, dan Seokmin yang sedang bingung berpikir. Tia dan Yerin yang melihat tingkah sahabatnya itu ikut melihat Yugyeom, Mingyu, dan Seokmin.

“kenapa?” tanya Tia

“entahlah, aku seperti merasa akan menyesal bila tidak ikut bergabung..” jawab Jimin

“jadi kau ingin bergabung?” tanya Yerin

Jimin menatap kedua sahabatnya itu.

“kalian sendiri? Kalian mau bergabung juga?” tanya Jimin kepada kedua sahabatnya itu.

Tia dan Yerin saling menatap. Jimin melihat kedua sahabatnya itu berharap mendapatkan jawaban yang dia inginkan.

“aku, kalau kau yang menanyakannya. Aku akan ikut..” jawab Tia dengan senyumnya

“gumawo Tia-ya. Kau Yerin?”

Jimin dan Tia menatap Yerin dan Yerin menatap kedua sahabatnya itu. Dalam hatinya, dia tidak tahu apa yang harus di lakukannya. Dia tidak ingin ikut, tapi jika tidak dia akan kesepian.

“jika kalian berdua ikut, aku ikut..” jawab Yerin lalu tersenyum kepada kedua sahabatnya itu.

Balasan senyuman dari Tia dan Jimin dia dapatkan. Kedua sahabatnya itu memeluknya.

 

***

“lihatlah, mereka berpelukan..” ucap Seokmin sambil menunjuk kearah Jimin, Tia, dan Yerin.

“seperti ingin berpisah saja, tadi terasa tegang sekali pembicaraan mereka..” ucap Mingyu

“kalau aku akrab dengan mereka bertiga, pasti sudah ku seret ke ruang klub dari tadi..” ucap Yugyeom

“haaaaah..” mereka bertiga menghela nafas

“eo? Mereka datang kemari, apakah mereka mendengar apa yang kita bicarakan?” tanya Seokmin panik

“eei, tidak mungkin..”

“ehem, Kim Yugyeom..” panggil Jimin

“eo? Eo..” jawab Yugyeom agak gugup “we-wae?” tanyanya

“ajakanmu untuk bergabung tadi, ku terima. Lalu, Tia dan Yerin juga akan ikut bergabung..”

Hening. Yugyeom, Mingyu, dan Seokmin belum bereaksi karena panik dan kaget. Satu, dua, tiga, empat, lima..

“kenapa mereka?” tanya Yerin bingung dibalas kedua sahabatnya dengan gelengan

“JINJJA!?” teriak mereka bertiga yang sontak mengagetkan Jimin, Tia, dan Yerin.

“auh, ya! Tidak usah teriak! Mengagetkan saja!” kesal Tia

“ya, ya! Gumapta ya!” ucap Yugyeom penuh rasa terima kasih kepada mereka

“aku juga berterima kasih kapada kalian..” ucap Mingyu dan Seokmin juga

Jimin, Yerin, dan Tia hanya bingung dan bingung.

 

***

“saem, kami sudah cukup anggota!” ucap Yugyeom

“benarkah? Berapa anggota?”

“enam!” ucap Mingyu

“hm, lebih dari cukup. Baguslah, ayo kita ke ruang klub..” ajak Boa seonsaeng

Yugyeom dan Mingyu tak dapat menyimpan rasa senang mereka selama perjalanan ke ruang klub. Mereka memanggil anggota yang lain dan menuju ruang klub. Saat Boa seonsaeng membuka pintu ruang klub. Ruangan yang cukup luas dan berantakan menjadi pemandangan mereka. Debu di mana-mana. Kekagetan dirasakan ke-enam anggota klub. Boa seonsaeng menghadap mereka.

“kalian tahukan artinya?” tanya Boa seonsaeng

Mereka saling menatap. “bersih-bersih?” tanya Jimin

“yup, seratus untuk mu Baek Yerin. Ayo kita bersihkan ruang klub kita!” ajak Boa seonsaeng penuh semangat

Semua terdiam dan saling melihat. Yugyeom mulai menggulung lengan kemejanya.

“oke! Ayo kita bersihkan!” ajaknya dengan penuh semangat sehingga membuat yang lainnya ikut semangat

“yup! Ayo!” ucap semuanya

Hari itu mereka membuat klub, mendapat teman baru, dan menambah kekompakan.

<<flashback end

 

***

-2 bulan kemudian-

“apa yang kau lakukan?” tanya Tia kepada Yugyeom yang sedang sibuk membuat sesuatu

“sudah dua bulan kita membuat klub tapi tidak menambah anggota, ku pikir kita sudah cukup aktif jadi ku buat poster penerimaan anggota baru..” jawab Yugyeom dan terus mengerjakan posternya

Tia memperhatikan poster yang dibuat oleh Yugyeom. Poster tersebut berisikan:

DITERIMA ANGGOTA BARU UNTUK KLUB INVESTIGASI SEKOLAH!!!

AYO BURUAN! ASYIK LOH! KALIAN AKAN SEMAKIN MENGENAL SEKOLAH!! DIJAMIN 100% ASYIK!

JIKA BERMINAT HUBUNGI:

KETUA >> KIM YUGYEOM, ATAU

WAKIL KETUA >> KIM MINGYU

DI RUANG KLUB! (LANTAI DUA SEBELAH BARAT)

Dengan beberapa gambar yang menurutnya aneh, Tia langsung menganga melihatnya dalam hatinya dia berkata: “hanya itu kemampuanmu?” sambil menggeleng-geleng. Tia pun pergi meninggalkan Yugyeom dan mendekati Jimin dan Yerin.

“ada apa?” tanya Yerin

“babo leader..” jawab Tia sambil menunjuk-nunjuk Yugyeom

Mereka melihat Yugyeom yang masih tak bergeming dan terus serius dengan kerjaannya. Mingyu mendekatinya dan melihat poster yang dikerjakan Yugyeom.

“bagaimana? Bagaimana? Bagus tidak?” tanya Yugyeom kepada Mingyu

“hoo! Ya! Kau berbakat! Ini bagus sekali, tapi masih kurang bagus sih, sini ku tambahkan!” ucap Mingyu

Melihat itu, Jimin, Yerin, dan Tia hanya dapat menggeleng kepala mereka.

“bahkan temannya juga mirip..” ujar Jimin dibalas anggukan kedua sahabatnya.

‘greek’ pintu ruang klub dibuka. Terlihat Seokmin dengan wajah lesunya masuk dan langsung terduduk lemas.

“kenapa kau? Seperti habis makan sambal yang pedas banget..” tanya Yerin

“aku capek mengajak adik kelas untuk bergabung..” jawabnya dengan nada lemas

“aah..”

Yugyeom dan Mingyu mendekati Seokmin.

“kau tenang saja, kita sudah buat poster!”

“benarkah? Mana? Coba ku lihat!”

Seokmin mengambil poster dari tangan Yugyeom dan melihatnya dengan sangat cermat, raut wajahnya memperlihatkan bermacam ekspresi entah apa artinya itu.

“hoo! Ya! Ini bagus sekali! Ayo kita fotokopi dan tempel!” ujar Seokmin

Mendengar hal itu, Yugyeom, Mingyu, bersama Seokmin langsung keluar ruang klub untuk memfotokopinya.

“kau benar Yerin-ah, bahkan teman-temannya pun mirip..” ucap Jimin

 

***

Papan pengumuman dipenuhi siswa. Seorang yeoja yang penasaran mencoba untuk melihatnya. Yeoja itu melihat selembar poster berisikan penerimaan anggota klub.

“Mingyu oppa punya klub? Pantas saja aku tidak melihatnya di klub tari lagi. Kalau begini aku harus bergabung!”

Yeoja itu berlari menuju kelasnya.

“Ji Oh-ya!” panggil yeoja itu

“wae Seungmi-ah?” tanya namja yang dipanggil Ji Oh tersebut

“gabung ke klub investigasi yuk!” ajak Seungmi kepada sahabatnya itu

“hah? Maksudmu klub yang baru dibuat itu?”

“iya! Ayo kita bergabung!

“kenapa tiba-tiba kau ingin bergabung? Awalnya kau mati gila ingin di klub tari..”

Seungmi terdiam mencoba mencari alasan agar sahabat karibnya itu ikut bergabung dengannya.

“eum, ku pikir akan asyik saja. Karena di posternya tertuliskan akan asyik 100%.. Dan juga kau tidak ada kerjaan kan di klub teater..”

“kau termakan kata-kata poster..”

“ah! Pokoknya ayo kita daftar!” ajak Seungmi dan menarik tangan Ji Oh

“apa ini? Kau juga akan mendaftar klub itu Byeon Seungmi?” tanya seorang namja agak kasar

Seungmi menatap namja itu dengan kesal. “loh? Kau ingin mendaftar juga? Kenapa? Bukannya kau tidak tertarik masuk klub manapun, Oh Jaemoo..”

“mulai lagi..” ucap Ji Oh pelan

“ah, sekolah memaksa ku untuk masuk. Lagi pula aku penasaran apa yang akan dikerjakan klub itu..”

“oh yeah? Ada rasa penasaran juga kau..”

“apa maksudmu..”

“sudah sudah!” lerai Ji Oh “kalian mau daftar kan? Ayo lebih baik sekarang dari pada kalian berkelahi..”

Seungmi dan Jaemoo masih kesal satu sama lain. Akhirnya mereka pergi bersama ke ruang klub investigasi. Saat masuk mereka disambut dengan hangat oleh Jimin, Tia, dan Yerin sedangkan yang lainnya sedang sibuk menempelkan poster. Jimin dan Tia menggantikan Yugyeom dan Mingyu untuk menerima pendaftaran.

“kalian ingin mendaftarkan diri? Siapa nama kalian?” tanya Jimin

“aku Byeon Seungmi..”

“aku Lee Ji Oh..”

“Oh Jaemoo..”

“dari kelas mana?” tanya Tia

“1-2..” jawab mereka serempak

“hm, baiklah. Apa alasan kalian mendaftarkan diri ke klub ini?”

Mereka tak menjawab. Jimin mengulangi lagi pertanyaannya.

“penasaran..” jawab mereka serempak lagi

Suasana menjadi hening. Jimin, Yerin dan Tia tak mengatakan apa pun begitu pula dengan Seungmi, Ji Oh, dan Jaemoo..

“aah! Oke, kalian diterima!” ucap Jimin dengan semangat

“begitu saja? Gampang sekali?” ujar Jaemoo “tidakkah kalian akan mengetes kami?” sambungnya

“untuk apa kami mengetes kalian sementara klub yang lain dapat menerima kalian seperti apa yang kami lakukan dengan kalian..” jawab Yerin

Jaemoo terdiam. Seungmi terkejut karena merasa baru kali ini Jaemoo tidak melawan omongan orang lain.

“baiklah, selagi menunggu leader, wakil leader, dan Seokmin, kalian bisa melihat-lihat dan menanyakan sesuatu kepada kami..” ucap Tia lalu membuka buku keuangan klub.

Mereka pun melihat-lihat ruang klub. Cukup luas dan bersih. Pandangan Jaemoo tertuju pada lemari yang bertuliskan: ‘hasil investigasi..’ dia membukanya dan menemukan satu kotak besar, dua kotak kecil dan beberapa file laporan. Dia pun membuka kotak besar, melihat hal itu Seungmi dan Ji Oh ikut melihat.

Di kotak besar itu berisikan sebuah buku besar dan tebal, saat mereka membukanya tulisan-tulisan yang tidak mereka mengerti tertera setiap lembarnya.

“sunbae, ini apa?” tanya Seungmi

“sunbae? Panggil saja aku eonni.. hm, kalau itu investigasi kami yang belum terpecahkan. Salah seorang siswa penjaga perpustakaan menemukannya di berkas lama perpustakaan. Kami masih mencoba menemukan apa itu..” jawab Jimin

“haha, kalian tidak bisa melakukan hal ini. Apa kalian pantas disebut klub investigasi..” ucap Jaemoo

“kita masih mencoba belum berarti tidak bisa..” ujar Tia

“memangnya sudah berapa lama?” tanya Jaemoo

“satu minggu..” jawab Yerin

“haha, seberapa lamakah kalian akan menemukannya..” ujar Jaemoo

“kau ini tidak sopan dengan sunbae!” ucap Seungmi

“sudahlah, kami sudah terbiasa dengan anak sepertinya..” ujar Jimin

“konyol..” ucap Jaemoo

“kalau ini apa?” tanya Ji Oh mencoba mencairkan suasana tegang

Ji Oh memperlihatkan sebuah bola kecil terbuat dari plastik keras transparan dan di dalamnya berisi pasir dan beberapa kerikil kecil berwarna hitam yang sebelumnya ada pada kotak kecil.

“itu, tugas pertama kami dari kakak kelas. Dia meminta kami mencari tahu benda itu..” jawab Jimin

“jadi, apa benda ini?” tanya Ji Oh lagi

“itu alat musik, coba saja kau goncang..”

Ji Oh mengoncangnya, dan seperti yang dikatakan Jimin, benda itu menghasilkan suara..

“hoo..”

“mirip marakas..” ujar Seungmi

“marakas?” tanya Ji Oh

“itu alat yang terbuat dari kayu dan kalau digoncang berbunyi tapi ada pegangannya..”

“ah..”

“tapi masih belum jelas itu dibuat orang atau memang sudah seperti itu..” ujar Tia

Tak lama dari itu, Yugyeom, Mingyu, dan Seokmin kembali ke klub dengan wajah capek.

‘greek’ “ah, capeknya..” ujar mereka dan langsung terbaring lemas di lantai..

“ya, ya! Beri salam pada anggota baru!” ucap Tia

Yugyeom, Mingyu dan Seokmin langsung berangkat dan melihat Tia. Tia menunjuk ke arah Seungmi, Ji Oh dan Jaemoo..

“konyol..” ujar Jaemoo

Mereka bertiga langsung melihat anggota baru dari atas sampai bawah secara bergantian seperti sedang menyelidik.

“se-selamat datang di klub!” ucap Yugyeom kikuk

Mingyu dan Seokmin terdiam. Yugyeom menyenggol Mingyu dan Seokmin.

“ah! Yahahaha, selamat datang, selamat datang. Aku Kim Mingyu wakil leader.. Siapa nama kalian? Hm, bagaimana kalau dimulai dari kau?” ucap Mingyu memperkenalkan diri sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menunjuk Ji Oh untuk memperkenalkan dirinya terlebih dahulu

Ji Oh menatap Seungmi dan Seungmi hanya dapat cengir. Akhirnya Ji Oh tahu alasan sebenarnya Seungmi ingin masuk ke klub ini. Seungmi mengatup kedua tangannya seraya memohon.

Ji Oh menghela nafasnya, “Lee Ji Oh..” jawab Ji Oh agak lemas

“Byeon Seungmi..” jawab Seungmi dengan semangat

“Oh Jaemoo..” jawab Jaemoo ketus

“ah! Kita juga belum memperkenalkan diri ya..” ujar Jimin sambil tertawa kecil

“aku Park Jimin, dia Baek Yerin, Hwang Tia, Lee Seokmin, wakil leader kita yang sudah memperkenalkan diri Kim Mingyu, dan leader kita Kim Yugyeom..”

“senang berkenalan dengan kalian..” ucap Tia

Mereka pun memberikan perayaan sedikit karena sudah memiliki anggota baru.

Bel telah berbunyi menandakan waktu pelajaran klub berakhir. Mereka kembali ke kelas masing-masing.

“belajar yang benar, sebentar lagi ujian tengah semester..” ucap Yerin mengingatkan

“ah iya benar nyaris lupa!” ujar Seungmi

“hahahahaha..”

“ujian tengah semester saja kau lupa bagaimana dengan ujian akhir semester..” ejek Jaemoo

“diam kau!”

“hahahaahaha..”

Selama perjalanan menuju kelas mereka terus tertawa dan mengobrol. Hingga sampai dikelas, Yugyeom duduk di kursinya dan memandang kosong ke depan.

“ada apa denganmu?” tanya Mingyu

“anak bernama Jaemoo itu menyeramkan. Tatapan matanya itu loh.. hiih..” ujar Yugyeom

“hahaha, kau mengatakan hal yang sama saat pertama kali bertemu denganku..” ucap Mingyu dan duduk di kursinya

Yugyeom menatap sahabatnya itu, “benar juga. Saat itu kau benar-benar menyeramkan apa lagi dengan saus ddeokbokki di mulutmu..”

“hahahahahaha..”

 

***

Waktu berlalu dengan cepat dan tak terasa sudah satu tahun dan mereka melewati berbagai macam kejadian. Hasil investigasi yang mereka capai juga sudah lumayan banyak selama satu tahun ini. Sifat Jaemoo juga sudah semakin melembut, tapi masih tetap sering berkelahi dengan Seungmi. Ji Oh yang awalnya ingin keluar terus dicegah oleh Seungmi dan akhirnya menetap karena memiliki perasaan dengan Jimin.

Hari ini hari pertama masuk kelas. Yugyeom dan yang lainnya menyusun rencana untuk menarik minat adik kelas atau yang seangkatan agar ikut bergabung.

“kalau perlu kalian seret saja adik kelas yang menurut kalian akan cocok berada di klub ini dan akan cocok dengan kita..” ucap Yugyeom

Semuanya mengangguk.

“pokoknya promosikan klub investigasi sebisa kalian! Oke!?” perintah Mingyu

“oke siap!”

“baiklah, akan ku bagikan kelompoknya. Aku, Mingyu, dan Seokmin kelas satu. Jimin, Yerin, dan Tia kelas 3. Seungmi, Ji Oh, dan Jaemoo kelas 2. Oke?”

“OKE!”

Mereka pun melancarkan aksi mereka untuk mempromosikan klub investigasi. Saat hendak keluar dari klub Boa seonsaeng menghalangi mereka. Wajah Boa seonsaeng terlihat khawatir. Mereka pun kembali ke dalam ruang klub atas perintah Boa seonsaeng.

“saem, ada apa?” tanya Seungmi

“hm, Kepala Sekolah bilang selama setahun ini kalian sudah sangat berusaha..”

“lalu?” tanya Jaemoo kemudian

“jangan potong omongannya..” ucap Yerin

Jaemoo terdiam. “Kepala Sekolah bilang kalian akan kerepotan jika hanya bersembilan saja.. Jadi, Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah memutuskan jika kalian tidak dapat menggumpulkan anggota menjadi dua puluh orang selama satu minggu mulai dari besok, klub investigasi akan dibubarkan..”

“APA!!” teriak mereka terkejut

“dua puluh, saem?” tanya Yugyeom

“bahkan mengumpulkan sembilan orang saja susahnya minta ampun..” ucap Seokmin

“Ibu juga berpikir seperti itu, tapi Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah bilang itu tidak bisa sementara klub yang lain lebih dari dua puluh orang masa kalian hanya sembilan orang masih bertahan?”

Mereka menghela nafas dan berpikir. Bagaimana mengumpulkan dua puluh orang selama satu minggu, sementara yang mendaftarkan diri berapa dan yang diajak pun belum tentu mau.

Yugyeom berangkat dari duduknya.

“Yugyeom-ah?”

“positif saja, kalau pun tidak dapat mengumpulkan dua puluh orang, bukankah selama ini kita sudah bersama dan berjuang agar klub investigasi diakui guru dan siswa?” ungkap Yugyeom

“selama kita mencoba dan berusaha yang terbaik, Tuhan pasti memberikan yang terbaik..” sambungnya

Mingyu mengangguk. “benar, kita hadapi satu minggu itu demi yang terbaik!” sambung Mingyu

“ayo promosikan klub investigasi!”

Semuanya kembali bersemangat untuk mempromosikan klub investigasi. Boa seonsaeng tersenyum melihat punggung siswanya yang penuh semangat untuk memperjuangkan klub investigasi.

“tidak menyesal aku menyetujui formulir itu..” ungkapnya pelan

 

***

-Upacara penerimaan murid baru-

“… Baiklah, sekarang sebuah kata-kata untuk mempromosikan dari klub investigasi. Kepada ketua klub, Kim Yugyeom dipersilahkan..”

“em, ehem.. Baiklah, selamat pagi guru-guru, teman-teman, beserta adik-adik. Sebagai ketua klub sekaligus pembuat klub, saya ingin mengatakan ini: klub investigasi sekolah bukan klub detektif. Yah, memang kalian akan berpikir saya aneh tapi itulah kata yang selalu saya katakan kepada orang yang bertanya kepada saya..”

Kata-kata yang sangat berharga untuk klub investigasi keluar dari seorang leader yang menurut Tia tidak bisa dianggap leader. Walaupun begitu, dia tahu betul arti dan makna kata leader. Dia terus mengatakan apa yang harus dikatakannya sebagai seorang leader. Siswa yang mendengarnya ada yang mengangguk mengerti dan ada yang masih bingung.

Setelah selesai, dia langsung diberi tepuk tangan.

“uwaah Kim Yugyeom, kau keren sekali..” ujar Mingyu

“aku kan selalu keren..” Yugyeom menyombongkan diri

“walau tak sekeren aku kan.. haha..” ujar Mingyu dan tertawa kemenangan

Yugyeom hanya mengangguk mengakuinya.

Setelah upacara selesai. Mereka mulai berdiri di meja pendaftaran klub.

“ayo, ayo masuk klub teater, ini akan melatih kalian sebagai pemain film yang baik loh..”

“ayo, ayo masuk klub tari, latihlah diri kalian..”

Semua perwakilan klub mempromosikan habis-habisan klub mereka. Saat ini yang bertugas mempromosikan untuk kelas satu adalah Yugyeom, Mingyu, dan Seokmin.

“apa yang harus kita katakan?” tanya Mingyu

Yugyeom menggeleng tidak tahu. Mingyu dan Yugyeom menatap Seokmin. Seokmin tersenyum dan mengangkat-angkat alisnya. Diambilnya sebuah box besar keatas meja pendaftaran.

“apa itu?” tanya Mingyu

“hasil investigasi kita..” jawab Seokmin sambil beberapa kali bersiul

Yugyeom dan Mingyu saling menatap.

“ya! Kau pintar sekali, aku bahkan tidak terpikir hal itu!” ungkap Yugyeom

“kalau mau promosi itu, harus ada hasilnya..”

Setelah ditaruh Seokmin hasil investigasi mereka, beberapa siswa kelas satu mulai penasaran dan mengerumuni mereka.

“apa ini sunbae?” tanya salah seorang siswa

“ini adalah hasil yang telah kami kerjakan selama ini..”

“hoo, sebanyak ini keren sekali..”

“kalian pernah menginvestigasi kebenaran cerita hantu sekolah!? Tidakkah itu menyeramkan?”

“menyeramkan sih, tapi karena kami bersama jadi terasa tidak menyeramkan..”

“bahkan hasilnya adalah benar! Daebak!”

“ini kerangka tikus kuno!? Benarkah?”

“iya, lihat saja ini tulang tengkoraknya, rusuknya juga besar kan?”

“wuaaah..”

Mereka menjawab semua pertanyaan adik kelas mereka itu tentang hasil investigasi mereka. Tiba-tiba dua orang yeoja dikerumuni banyak orang.

“kalian cantik sekali, mau masuk klub tari?”

“jangan, masuk klub teater saja. Kalian akan selalu jadi putri yang bahagia..”

“apa-apaan itu? Menawarkan sebanyak itu kepada orang cantik saja..”

“tapi ku dengar mereka memang cantik loh..”

“ada apa?” tanya Mingyu

“entahlah..” jawab Yugyeom

Siswa-siswa yang tadinya mengerumuni klub investigasi beranjak pergi karena suasana di sana yang tidak mengenakkan..

“yaah, mereka pergi..” ujar Seokmin kecewa

“yaaah..”

Mereka dilanda putus asa. Saat itu handphone Mingyu berdering pertanda ada pesan masuk.

 

From: Seungmi

Oppa, bagaimana? Apakah lancar? Aku harap iya.

 

To: Seungmi

Mereka kabur karena suasana yang tak menyenangkan. Padahal banyak sekali tadi. Mereka juga menanyai banyak hal dan kami jawab semua. Bagaimana di sana?

 

***

-Sementara kelompok promosi kelas 2-

“kabur? Dasar adik kelas tak tahu malu!” kesal Seungmi

“ada apa?” tanya Ji Oh

Seungmi menyodorkan handphone-nya dan menyuruh Ji Oh membacanya sendiri begitu pula dengan Jaemoo.

“masih mending kabur kan dari pada kita..” ujar Jaemoo

Sudah hampir setengah jam mereka berdiri di meja pendaftaran dan mempromosikan klub tapi teman seangkatan mereka hanya melewati mereka begitu saja seperti mereka tidak dapat melihat Seungmi, dkk.

“kau benar..” ucap Seungmi dan Ji Oh bersamaan

Seungmi membalas pesan Mingyu

 

To: Mingyu Oppang~❤

Bahkan kami tidak dihiraukan.. T^T

 

***

-kelompok promosi kelas 3-

“kau bilang kau tidak suka diperintah kan? Kau juga kau bilang kau ingin istirahat kan? Masuk saja klub kami, kami banyak sekali waktu istirahat dan leader kami tidak bisa memerintah..” ucap Tia kepada dua namja sasarannya

“siapa leadernya?” tanya salah satu namja

“Kim Yugyeom, Kim Yugyeom!” jawab Yerin

“hm..”

“bagimana?” tanya Jimin

Kedua namja itu bertatapan dan berbisik satu sama lain..

“kami..”

 

-bersambung-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s