School Investigate CLUB! (Not a Detective Club): Case 2: Club disband!? Must Get More Members!!

School Investigate CLUB! (Not a Detective Club)

 

Hello. Holla. Hai. Aloha. Annyeong~

Udah pada baca Case pertama, gimana? Penasaran sama lanjutannya? Kalau penasaran kenapa enggak dikomen? Kan saya juga enggak tau reaksi kalian baca ffnya gimana. Saya sedikit kecewa*mual*. Jja-jjan! Ini case ke 2. Di case ke dua ini, seluruh anggota akan terungkap! Yang pastinya kalian pada tahu kalau udah baca introductionnya terlebih dahulu^^

 

School Investigate Club! (Not a Detective Club): CASE 2: Club disband!? Must Get More Members!!

  • Genre                   : School-life, Friendship.
  • Author                  : dk1317 a.k.a  GDhia/GDhia1

P.S : This is just FF and my other imagine, don’t be plagiat and other that god and I don’t like, and please don’t be silent readers, please leave some comment~

 

Happy Reading~

***

 

-Cerita sebelumnya

-kelompok promosi kelas 3-

“kau bilang kau tidak suka diperintah kan? Kau juga kau bilang kau ingin istirahat kan? Masuk saja klub kami, kami banyak sekali waktu istirahat dan leader kami tidak bisa memerintah..” ucap Tia kepada dua namja sasarannya

“siapa leadernya?” tanya salah satu namja

“Kim Yugyeom, Kim Yugyeom!” jawab Yerin

“hm..”

“bagaimana?” tanya Jimin

Kedua namja itu bertatapan dan berbisik satu sama lain..

“kami..”

 

***

Jimin, Yerin, dan Tia menatap kedua namja itu dengan penuh harap.

“kami.. pikirkan lagi..” ujar salah satunya

Tersirat sedikit kekecewaan namun tak mengubah semangat mereka.

“oke, kalau kalian berubah pikiran, kalian tahu kan di mana tempatnya..” ujar Yerin

Kedua namja itu mengangguk mengerti dan meninggalkan trio promosi klub.

Mereka terus mempromosikan klub walau tidak dihiraukan begitu juga dengan anggota yang lain, dengan penuh semangat mereka mempromosikan klub.

 

-kelompok promosi kelas 2-

“kalian penasaran dengan sekolah? Bergabunglah di klub investigasi, kalian akan merasakan sensasi mencari tahu hal-hal yang tidak kalian ketahui dari sekolah!” semangat Seungmi berkobar-kobar walaupun dia yakin tak ada yang mendengar

“kapan promosi selesai? Suaraku sudah serak..” ungkap Jaemoo sambil berkipas melepas penat

“aku juga..” ungkap Ji Oh juga

“ah kalian ini! Kalian kan laki-laki masa’ kalah dengan aku yang perempuan!?” kesal Seungmi dan mencoba membangkitkan semangat teman-temannya itu

“apa kau bilang? Kalah dengan mu? Maaf saja ya..” kesal Jaemoo dan mulai menggulung poster klub dan mengetuknya di meja

“ayo bergabunglah dengan klub investigasi! Dijamin asyik dan banyak sensasi!” teriak Jaemoo tidak mau kalah dengan Seungmi

“mulai lagi deh, biar mereka berdua sajalah..” ucap Ji Oh pelan sambil mengipasi tubuhnya

“padahal awal musim semi tapi panas begini..” sambungnya

Sementara Seungmi dan Jaemoo yang berlomba mempromosikan, Ji Oh melihat Seungkwan dan Hansol menunjuk-nunjuk ke arah mereka bertiga lalu berlari menuju mereka.

“di sini rupanya..” ujar Seungkwan

“kami sudah mencari kalian dari lantai satu, padahal tadi kita lewat sini deh..” ujar Hansol juga

Trio promosi melihat Seungkwan dan Hansol bingung. Mereka tidak bereaksi dengan perkataan Hansol dan Seungkwan atau lebih tepatnya lola. Melihat hal itu, Hansol dan Seungkwan ikut bingung.

“kalian tidak menerima pendaftaran?” tanya Hansol

“eh? Kalian mau mendaftar?” Seungmi tanya balik

“eh? Memangnya kami terlihat seperti tidak ingin mendaftar?” tanya Hansol lagi

“serius?” tanya Seungmi lagi

Hening. Ji Oh, Jaemoo, dan Seungkwan menatap Hansol dan Seungmi bergantian dan mencoba mencerna pertanyaan mereka berdua. Dalam hati mereka: “bercanda kan?”

“tentu saja kami ingin mendaftar!” ucap Seungkwan memecahkan suasana hening.

“benarkah? Selamat datang. Ini formulirnya, tulis nama, kelas, dan alasan kalian bergabung..” ujar Ji Oh sambil memberikan kertas formulir dan pena kepada Seungkwan dan Hansol

Seungkwan dan Hansol langsung menulis nama, kelas, dan alasan mereka bergabung dengan klub. Trio promosi menerima mereka dengan senyuman.

“setelah jam promosi selesai, temui kami di ruang klub. Tahukan dimana?” tanya Seungmi

“lantai dua sebelah barat..” jawab Hansol dan Seungkwan bersamaan

 

***

Setelah jam promosi selesai, seluruh anggota berkumpul di ruang klub. Mereka terlihat sangat lemas dan lelah. Boa seonsaeng telah menunggu mereka dari tadi sambil menyeduh teh dan menyediakan biskuit.

“apakah bisa mengumpulkan dua puluh anggota dalam satu minggu. Bahkan kita baru dapat dua, ditambah kita sembilan anggota sebelumnya jadi bersebelas, sembilan lagi bagaimana?” ujar Seungmi agak khawatir

“jangan berpikir seperti itu, tenangkan pikiran dengan teh ini..” ucap Boa seonsaeng sambil menyodorkan teh kepada murid-muridnya

“gumawo saem, tanpa kau mungkin kami akan selalu berpikir negatif seperti tadi..” ungkap Jimin lalu meminum tehnya

Yang lain ikut meminum teh mereka.

“kalau hari ini dua, besok bisa saja bertambah, lusa, dan hari keesoknya sampai selesai akhir minggu ini..” ujar Boa seonsaeng mencoba menyemangati murid bimbingannya itu

“benar. Ngomong-ngomong soal anggota baru, mereka belum datang?” tanya Yugyeom yang menyadari ketidak hadiran dua anggota baru

“siapa mereka?” tanya Mingyu

“Boo Seungkwan dan Chwe Hansol..” jawab Seungmi sambil mengunyah biskuit yang ada di dalam mulutnya

“oh? Mereka kan cukup terkenal di kelas 2 dan 3..” ujar Tia

“Chwe Hansol yang keturunan Korea-Amerika itu kan?” tanya Seokmin dibalas anggukan Ji Oh dan Jaemoo

“ah, mereka. Aku dengar kalau mereka memang ingin bergabung dengan kita di kenaikan kelas ini..” sambung Seokmin sambil meminum tehnya

“benarkah? Dari mana kau mendengarnya?” tanya Tia

“uhuk-uhuk-uhuk..” Seokmin terkejut sehingga tersedak teh yang diminumnya

“auh, panas..” ungkapnya pelan lalu meminum air putih

“mencurigakan..” ucap seluruh anggota

‘tok tok’ ‘greek’ pintu ruang klub dibuka. Terlihat Seungkwan dan Hansol berdiri di depannya dan membungkuk kepada Boa seonsaeng dan anggota yang lain.

“apakah kami terlambat?” tanya Seungkwan

“ah tidak juga..” jawab Seokmin yang mencoba melupakan pertanyaan tadi

“masuklah, masuklah. Perkenalkan diri kalian. Nama, kelas, dan alasan bergabung..” ajak Boa seonsaeng sambil mengambil kertas formulir yang tadi mereka isi

“ee, aku Boo Seungkwan, kelas 2-1. Alasanku masuk ke klub karena aku penasaran dengan apa saja yang ada di sekolah ini. Katanya kalian pernah meyakinkan sebuah cerita hantu sekolah, aku jadi penasaran dan memutuskan untuk bergabung dengan klub investigasi..” Seungkwan memperkenalkan diri

Semua anggota mengangguk, lalu pandangan mereka tertuju pada Hansol.

“namaku Chwe Hansol, kelas 2-1. Alasanku bergabung sama dengan Seungkwan..”

“hoo, perkenalan yang singkat. Walau bagaimana pun, salam kenal dan selamat datang di klub investigasi sekolah..”

Anggota lain memberi mereka tepuk tangan dan mempersilahkan mereka untuk duduk.

“oh iya, ibu tinggalkan kalian ya? Yugyeom, jangan lupa ceritakan masalah kita kepada anggota baru..”

“ye seonsaengnim..”

Setelah Boa seonsaeng keluar dari ruang klub mereka mulai memperkenalkan diri masing-masing dan melakukan sebuah rapat singkat.

“seperti apa yang kalian dengar dari Boa seonsaeng pembimbing kita, kita punya masalah yang sangat serius..” ujar Yugyeom memulai rapat

“apa itu?” tanya Seungkwan

“ee.. ee..”

Yugyeom terdiam, semua pandangan tertuju kepada Yugyeom. Yugyeom tidak tahu harus menjelaskannya bagaimana, dia meminta Mingyu untuk menjelaskannya tapi Mingyu juga tidak tahu harus bagaimana, akhirnya Tia menghela nafas dan angkat bicara.

“maaf ya, sepertinya leader kita ini memang tidak cocok jadi leader. Jadi begini..”

Tia mulai menjelaskan masalah mengenai anggota klub yang mengharuskan mereka mempunyai dua puluh atau lebih anggota. Seungkwan dan Hansol terlihat sedikit terkejut namun langsung mengerti situasinya.

“kami tahu kalian kecewa tapi kami juga baru mengetahui hal ini tadi pagi..” ungkap Yerin

“benar sekali..” ucap Jaemoo mempertegasnya

“jadi selama satu minggu ini kita fokuskan untuk mencari anggota..”

 

***

-hari kedua

Yugyeom, Mingyu, Seokmin, Jimin, Yerin, dan Tia memasuki ruang klub. Mereka tidak mengatakan sepatah kata pun dan hanya duduk melamun. Di hari pertama kesempatan merekrut anggota mereka tidak berhasil. Yugyeom berangkat dari duduknya dan mendekati lemari hasil investigasi lalu membukanya. Diambilnya buku laporan dan hasil analisa.

Yugyeom tersenyum melihat tulisan tangan Jimin yang rapi di dalamnya. Mulai dari tugas pertama mereka hingga akhir pelajaran.

Terdengar langkah besar dari kejauhan.

‘greek’ pintu ruang klub dibuka agak kasar

“Hyung! Nuna! Dengar ini!” ucap Hansol tersengal-sengal

“ya Chwe Hansol kau curang!” kesal Seungmi dibelakangnya ikut tersengal-sengal diikuti Seungkwan, Ji Oh, dan Jaemoo

Yugyeom, Mingyu, Seokmin, Jimin, Yerin, dan Tia menatap mereka heran. Tak biasanya mereka berlari sampai letih begitu.

“ada apa?” tanya Yerin

“ada berita!” jawab Seungmi

“ada murid pindahan!” jawab Ji Oh juga

“dari Thailand!” ungkap Jaemoo

“dan China!” sambung Seungkwan

Tetap saja mereka bingung dengan perkataan hoobae mereka itu. Mereka hanya menghela nafas agak kecewa.

“aish! Kalian tidak mengerti hah!” kesal Jaemoo

Mereka menatap Jaemoo. Jaemoo memperlihatkan wajah kesalnya. Dia pun mengambil air minum dan meneguknya sampai habis lalu duduk agak kasar.

“haaah.. kalian sudah kelas tiga tapi tidak mengerti maksudnya!” kesal Jaemoo lagi

“Jaemoo-ah, maaf tapi kami memang tidak mengerti, tidak bisakah kalian jelaskan?” tanya Tia agak kesal dengan tingkah Jaemoo

“begini ya sunbae ku yang baik..” Seungmi memulai penjelasan

“karena kelas dua dekat dengan ruang guru, saat hendak ke sini kami tidak sengaja melihat dua orang murid baru. Katanya mereka murid pertukaran pelajar. Dan mereka dari Thailand dan China..” jelas Seungmi

“lalu?” tanya Seokmin agak jengkel

“haaah, jadi maksudnya.. Oh ayolah, masa’ kalian tidak mengerti..” kesal Hansol

Senior mereka itu hanya dapat bertatapan satu sama lain menandakan mereka tidak mengerti. Tiba-tiba Yugyeom memikirkan suatu hal.

“aku tahu apa yang kalian maksud..” ucap Yugyeom penuh keyakinan

 

***

“benar juga! Kenapa aku tidak terpikir sampai ke sana?” ungkap Mingyu agak bersalah

“ide yang baguskan? Kalau begitu tunggu apa lagi..” ajak Yugyeom

Mereka terdiam dan menatap Yugyeom bersamaan. Mereka pun saling mengalihkan tatapan mata dari Yugyeom dan mencoba mencari kesibukan sendiri.

“kau mau coba permainan yang ku download kemarin?” tawar Tia kepada Yerin

“boleh..”

“Ji Oh-ya, Jaemoo-ya, siapa tuh nama cewek di kelas kalian yang suka memakai kacamata tak berlensa?” tanya Hansol

“oh, dia! Hei, kau tertarik dengannya? Lebih baik jangan..” saran Ji Oh

“ku sarankan juga jangan..” saran Jaemoo juga

“Hyung, kau punya lagu terbaru?” tanya Seungkwan kepada Seokmin

“eo, lagu yang akhir-akhir ini ku sukai, kau mau dengar?”

“aku juga aku juga..” pinta Jimin

“oppa! Bisa ajari aku beberapa gerakan dance? Aku ingin mencoba genre baru nih..” pinta Seungmi kepada Mingyu

“boleh. Kau mau mencoba genre apa?”

“hiphop, kan ada banyak jenisnya..”

Yugyeom langsung menghela nafas melihat mereka bertingkah seperti itu. Dia langsung menarik kerah baju Mingyu dan Seokmin.

“ayo kita pergi..”

Tatapan jengkel terlintas di wajah Mingyu dan Seokmin sedangkan anggota lain melambai penuh kegembiraan.

“aku belum sangat akrab dengan yang lain, jadi ku putuskan kalian akan bersamaku..” ungkap Yugyeom agak pelan

Mingyu dan Seokmin yang mendengarnya agak melunak dan menepuk pundak Yugyeom pelan. Dalam hati mereka: “ku maafkan kau Kim Yugyeom..”

“auuuh, leader kita..” ucap Seokmin gemas sambil mengacak rambut Yugyeom diikuti Mingyu

“tunggu..” ucap Yugyeom

Mereka berhenti. Mingyu dan Seokmin bertatapan dan melihat Yugyeom.

“murid pertukaran pelajar itu sekarang dimana?” tanya Yugyeom polos

“ya! Mana kami tahu!”

Akhirnya mereka memutuskan untuk mencari murid pertukaran perlajar tersebut, pertama mereka mengunjung adik kelas satu. Menurut Yugyeom mungkin saja mereka dibawa jalan-jalan oleh wali kelas mereka.

Mereka mengunjungi kelas 1-1.

“wah banyak adik kelas manis nih..” ungkap Seokmin sambil melihat beberapa siswi yang memandang terpesona mereka

“sunbae dari kelas berapa? Ada keperluan apa di kelas kami?” tanya salah satu siswi

“kami? Dari kelas 3-1, cuma mau lihat-lihat kelas kalian saja..” jawab Mingyu dan tak melepas predikat ‘cowok populer’-nya

Mata Yugyeom tertuju pada salah satu siswa yang tidak menghiraukan kehadiran mereka. Siswa itu sedang asyiknya main game bersama temannya.

“Mingyu-ah, Seokmin-ah..” panggil Yugyeom dan tak melepas pandangannya dari hoobae-nya itu

“wae?” tanya mereka

Mingyu dan Seokmin ikut melihat apa yang dilihat Yugyeom. Mereka melihat siswa itu dari atas sampai bawah. Dan tahu maksud Yugyeom, mereka bertiga berjalan menuju siswa tersebut.

“auh kaget!” ucap siswa itu dan nyaris menjatuhkan psp-nya

“siapa namamu?” tanya Seokmin

“aku? Lee Chan..” jawabnya

“sudah masuk ke klub?” tanya Mingyu dibalas gelengan dari Chan

Mereka bertiga saling menatap lalu mengangguk yakin dan langsung membawa Chan keluar dari kelas menuju ruang klub. Chan yang bingung hanya pasrah dibawa mereka bertiga.

 

***

“siapa ini?” tanya Jaemoo

“bukannya tujuan kalian murid pertukaran pelajar? Kenapa dapat adik kelas?” tanya Yerin

Yugyeom hanya tersenyum yakin akan keputusannya, begitu pula dengan Mingyu dan Seokmin. Chan masih saja bingung apalagi ditambah dengan situasi yang diyakininya tak mendukung bila dia berencana kabur.

“mulai hari ini dia anggota klub investigasi..” ujar Yugyeom

“he?” “he?” “he?” heran anggota yang lain secara bergantian

“hee?” heran Chan juga

“a-alasanmu hyung?” tanya Seungkwan

Yugyeom tersenyum begitu pula dengan Mingyu dan Seokmin.

“saat upacara penerimaan siswa baru sudah ku katakan bukan kalau perlu kalian seret adik kelas yang menurut kalian cocok berada di klub dan cocok dengan kita..” jawab Yugyeom

Setelah mendengar alasan Yugyeom semuanya langsung mengerti dan menyambut Chan yang masih kebingungan.

“sepertinya dia butuh penjelasan hyung..” ujar Ji Oh

“oke baiklah. Mulai hari ini kau Lee Chan merupakan salah satu bagian dari klub ini. Alasan ku memasukkan mu walau terpaksa karena aku merasa kau akan benar-benar cocok bersama kami dalam klub ini. Lagi pula kau belum punya klub kan?” ungkap Yugyeom untuk pertama kalinya dapat berbicara begitu panjang dengan anggota baru yang belum dia kenal

“hoo Kim Yugyeom perkembangan yang baru nih..” ungkap Jimin agak mengejek

“aku tidak ingin terus-terusan dibilang leader yang tak bisa jadi leader..” ujar Yugyeom agak manyun sambil melihat ke arah Tia

Chan masih bingung tapi sudah dapat mengerti apa yang dimaksud oleh Yugyeom. Dia melihat anggota yang lain menunggu jawaban mereka. Lalu dia melihat Yugyeom dan mulai membuka mulutnya.

“jadi sunbae adalah leadernya?” tanya Chan

“itu benar dan jangan panggil sunbae, panggil saja aku hyung..” jawab Yugyeom

Chan mengangguk dan memejamkan matanya sesaat lalu melihat Yugyeom penuh keyakinan.

“baiklah, kalau leader hyung percaya aku akan cocok di sini, aku bergabung..” ujar Chan sambil tersenyum

“assa! Bertambah lagi anggota kita..” ujar Seokmin penuh semangat

“lalu jelaskan masalah kita juga dong leader-nim..” pinta Yerin

“ah, kau memanggilku leader-nim. Mingyu, jelaskan..”

“eei, aku lagi deh..”

Mingyu menjelaskan masalah klub investigasi dan tentu saja Chan dapat menerimanya.

“berarti tinggal 8 anggota lagi kan? Ada beberapa teman kelasku yang belum bergabung dengan klub mana pun, nanti ku coba tanya mereka deh..” tawar Chan

“kau baik sekali, biarkan saja ‘leader-nim’ kita yang mengurus itu semua..” ujar Jaemoo sambil melirik Yugyeom yang sedang asyik melahap biskuitnya

“hei Oh Jaemoo, aku dapat mendengarmu..” ucap Yugyeom

“ups, kedengaran ya?”

“hei kau!”

Jaemoo berlari dan Yugyeom mengejarnya. Tak lama Yugyeom mendapatkan Jaemoo dan memukulnya gemas. Anggota yang lain hanya dapat tertawa melihatnya.

 

***

-hari ketiga

“Lee Chan, katanya kau masuk klub investigasi?” tanya seorang siswa kepada Lee Chan

“eo? Jin Jihee. Iya, ada apa?”

“tidak ada apa-apa..” jawab Jihee

 

***

“kau tau gadis pemuram di kelas kami?” tanya Seungkwan kepada Ji Oh, Jaemoo, dan Seungmi

“hm? Yang bernama Seo Shinae itu?” tanya Seungmi memastikan dan dibalas anggukan Seungkwan dan Hansol

“ku pikir dia akan cocok disini..” ungkap Seungkwan dibalas anggukan Hansol

“kenapa?” tanya Ji Oh

“entahlah, ada sesuatu yang membuatku merasa seperti itu..”

“hei! bicara apa kalian! Serius sekali..” kaget Jimin

Seungkwan, dkk. langsung terkejut karenanya. Mereka memegang jantung mereka yang berdetak dengan kencang akibat kejutan dari Jimin. Jimin hanya tertawa. Terlihat Chan masuk sambil membawa sebuah bingkisan sedang.

“eo? Apa itu?” tanya Mingyu

“ah ini, kebetulan ayahku pulang dari Busan..” jawab Chan sambil menaruh bingkisan tersebut diatas meja

“hoo, terima kasih ayah Chan..” ucap Seokmin

“buka saja, mau ku seduhkan teh?” tawar Chan

“kau baik sekali Lee Chan, sini ku bantu..” ucap Yerin terharu

Chan hanya tersenyum dan mulai menyeduh teh  bersama Yerin sementara anggota yang lain membuka bingkisan dan memakannya.

“oh iya! Yugyeom hyung!” panggil Chan

“eo?”

“tentang teman-temanku, ternyata mereka sudah bergabung di klub lain. Awalnya mereka tertarik juga dengan klub kita tapi takut kenap-kenapa gitu. Terus tadi teman sekelasku Jin Jihee menanyakan klub kita, sepertinya dia ingin bergabung tapi aku juga tidak yakin sih..” jelas Chan panjang lebar

“hm, terima kasih infonya Chan-ah..” ujar Yugyeom bangga kepada Chan

“jarang sekali dia seperti itu..” ucap Tia dibalas anggukan Jimin

“ah aku juga ada yang ingin ku katakan hyung!” ucap Seungkwan

Seluruh anggota melihat Seungkwan. Walau agak ragu, Seungkwan mencoba membuka mulutnya dan tanpa di duga, pintu klub dibuka. Berdiri dua orang siswi di depannya agak malu.

“permisi?”

“iya ada apa?” sambut Jimin

“kami ingin bergabung dengan klub ini..”

Semua pandangan menuju ke dua siswi tersebut dan membuat mereka sedikit terkejut dan takut.

“maaf kalau kami mengganggu..”

“ah tidak sama sekali..” jawab Mingyu kemudian dan mempersilahkan mereka duduk

“eo! Jin Jihee! Kim Yujeong!” teriak Chan

“eo? Kau kenal Chan?” tanya Seungmi

“teman sekelasku, salah satunya yang ku katakan kepada kalian tadi Jin Jihee..” jawab Chan

Mereka pun mengangguk dan tersenyum melihat mereka berdua.

“jadi kalian ingin bergabung? Boleh ku tanya nama, kelas, dan alasan kalian?” tanya Jia

“aku Jin Jihee, kelas 1-1. Alasanku karena aku tertarik dan penasaran dengan apa yang kalian lakukan..”

“aku Kim Yujeong, kelas 1-1. Alasanku karena penasaran dan hanya kalian yang tidak menawarkanku untuk bergabung bersama..”

“baiklah. Selamat datang di klub investigasi..” sambut seluruh anggota dengan senyuman

Setelah perkenalan dengan anggota yang lain, seperti biasa Yugyeom meminta Mingyu menjelaskan masalah yang terjadi dengan klub. Awalnya mereka agak kecewa dan ragu tapi kemudian mereka diyakinkan dengan anggota yang lain kalau mereka pasti bisa mengumpulkan anggota sesuai yang diinginkan kepala sekolah.

“lalu Seungkwan, apa yang ingin kau katakan tadi?” tanya Mingyu

“ah, itu aku ingin meminta pendapat kalian. Aku ingin kita mengajak bergabung salah satu teman sekalasku Seo Shinae. Tapi menurutku akan susah..” jawab Seungkwan

“Shinae eonni?” tanya Yujeong

“eo? Kau kenal?” tanya Seokmin

“bukan hanya aku, Jihee juga. Kami sahabat dari kecil..” jawab Yujeong dibarengi anggukan dari Jihee

“seperti apa yang Seungkwan oppa katakan, walaupun kami sahabatnya mungkin memang akan sulit mengajaknya bergabung..” ungkap Jihee

“kenapa?” tanya Seungmi

“dia.. dia tidak percaya siapa-siapa lagi kecuali kami berdua..” jawab mereka berdua

“kalau pun kami dapat mengajaknya bergabung, belum tentu dia akan percaya dengan kalian..” sambung Yujeong

Mereka saling menatap dan mencoba mencari cara. Benar apa yang dikatakan Yujeong, walaupun mereka memiliki kesempatan mengajaknya bergabung namun tidak mudah untuk membuatnya percaya dengan anggota klub.

Hari itu mereka melakukan rapat kecil.

 

***

-hari keempat

Seperti apa yang sudah mereka rencanakan, Yujeong dan Jihee mencoba mengajak Shinae. Namun seperti apa yang dibayangkan, Shinae menolak dengan alasan dia tidak percaya dengan anggota yang lain. Dia bilang bisa saja anggota memanfaatkan dia, Jihee, dan Yujeong untuk hal yang lain, bisa saja mereka akan dijebak oleh anggota yang lain, bisa saja mereka disuruh membeli ini dan itu, dan masih banyak lagi alasan yang dikeluarkan olehnya.

Jihee dan Yujeong memasang wajah kecewa saat ini. Mereka sedikit kaget karena Shinae benar-benar menutup hatinya begitu dalam. Selama ini, Shinae tidak pernah menunjukkan sifat yang seperti itu kepada mereka.

“aku mengerti, mulai saat ini kalian teruslah berusaha dan yakini dia ya? Aku akan mengajak murid pertukaran pelajar dulu..” ucap Yugyeom sambil menepuk pundak Jihee dan Yujeong

“kau tahu mereka di kelas mana?” tanya Yerin

“kelas 3-2. Ayo Mingyu, Seokmin!” ajak Yugyeom dibalas anggukan Mingyu dan Seokmin

Mereka pun keluar dari ruang klub menuju kelas 3-2.

“dia memang pekerja keras..” ujar Tia lalu mengambil teh disampingnya

“kau sudah melihatnya sebagai leader yang pantas, eo?” tanya Jimin

Tia tersenyum lalu mengangguk, “tanpa dia klub ini tidak akan ada bukan?” tanyanya dan dibalas anggukan dari seluruh anggota

 

***

“klub investigasi?” tanya dua murid pertukaran pelajar kepada Yugyeom

Yugyeom mengangguk sambil memasang ekspresi yakin.

“karena kalian murid pertukaran pelajar, ku pikir akan cocok untuk masuk klub kami yang bertujuan untuk menginvestigasi sekolah..”

Mereka berdua berpikir sejenak lalu menatap ketiga anggota klub di depan mereka itu.

“baiklah, aku setuju. Lagi pula aku juga penasaran dengan sekolah ini..”

“aku juga..”

Ekspresi senang tak dapat disembunyikan dari wajah Yugyeom, Seokmin, dan Mingyu. Mereka pun mengajak kedua murid perturan pelajar itu ke ruang klub.

 

***

“aku Yao Mingming. Murid pertukaran pelajar dari China sekarang di kelas 3-2. Bahasa korea ku belum sangat lancar jadi mohon bimbingannya..” ujar Mingming sambil menunjukkan senyumnya

“aku Bambam, nama Thailand ku panjang jadi panggil saja aku Bambam. Murid pertukaran pelajar dari Thailand dan sama seperti Mingming duduk di kelas 3-2. Bahasa korea ku juga belum sangat lancar, mohon bantuannya juga..” ujar Bambam

Mereka menatap tak percaya. Kedua murid pertukaran pelajar kini berada di klub mereka. Mereka pun memalingkan pandangan  menuju Yugyeom. Mereka melihatnya dengan tatapan sangat sangat sangat tidak percaya..

“daedanada..” ucap Seungmi begitu saja

“hahahahahaha…” Yugyeom tertawa lalu memasukkan tangan ke saku celananya

“ini loh leader-nim kalian. Kalian tidak bisa mempercayaiku? Hahahaha..” ucapnya menyombongkan diri

“hanya segitu saja aku juga bisa hyung..” balas Jaemoo dan membuat Yugyeom jengkel

“tjih. Padahal kau tadi menatapku dengan tidak percaya..” ucap Yugyeom

Jaemoo terdiam. Kali ini Jaemoo kalah dengan perkataan Yugyeom.

“i-itu kan menurutmu. Aku sama sekali tidak menatapmu seperti itu..” ujarnya mengelak pernyataan Yugyeom

Yugyeom hanya tersenyum melihat tingkah hoobaenya itu. Mereka pun memperkenalkan diri satu persatu dan tentunya menjelaskan juga masalah yang dihadi klub saat ini. Walaupun tidak terlalu mengerti, tapi mereka dapat menerimanya dan yakin kalau klub investigasi pasti tidak akan bubar.

 

***

-hari kelima

‘tok tok’ ‘greek’ pintu ruang klub terbuka. Semua pandangan tertuju pada siapa yang membukanya.

“permisi, aku ingin mendaftar..” ucap seorang yeoja berambut panjang dan sangat cantik kepada anggota klub

“uhuk! Uhuk!” Seungmi tersedak ramyun yang dimakannya saat mendengar yeoja tersebut

Seungmi memukul-mukul kecil dadanya.

“LEE YOUNGYOO!!” teriaknya kaget tak percaya siapa yang dilihatnya

Semua pandangan tertuju pada Seungmi dan Youngyoo.

 

***

“namaku Lee Youngyoo kelas 2-1. Alasanku masuk klub ini karena aku merasa akan nyaman berada di klub ini. Salam kenal dan mohon bimbingannya..” ungkap Youngyoo lalu tersenyum bahagia

Hansol dan Seungkwan menatap Youngyoo tak percaya. Begitu pula Seungmi, Ji Oh, dan Jaemoo, sementara anggota yang lain memperkenalkan diri mereka.

“kalian kenapa sih?” tanya Mingyu bingung

“oppa.. eum, bagaimana mengatakannya ya. Dia, dia anak orang kaya loh..” ujar Seungmi

Perkataan Seungmi sedikit membuat Youngyoo kaget dan menunduk. Terlihat dia mengepal tangannya.

“ah, maafkan aku..” ujar Seungmi menyesal

Perlahan Youngyoo kembali seperti semula.

“aku..” dia membuka mulut

“ku harap kalian tidak menganggapku seperti itu. Aku tidak suka dianggap seperti itu. Aku benci dianggap seperti itu. Apa lagi jika kalian memperlakukanku sangat spesial hanya karena aku dari keluar terpandang. Aku sangat membenci semuanya..” jelas Youngyoo sambil terus menunduk dengan suara bergetar

Mereka melihat satu sama lain.

“aku.. aku..”

Jimin mengusap kepala Youngyoo lembut. Youngyoo menatapnya dengan air mata berlinang.

“tenang saja. Kau masuk ke sini karena kau tahu sendiri kan? Kami tidak akan menganggapmu seperti itu..” ucap Jimin lembut sambil tersenyum

Anggota yang lain pun ikut tersenyum mendengarnya.

“itu benar. Lagi pula kita ini sama di hadapan tuhan. Untuk apa membedakan hanya karena status..” ujar Yerin juga

Semuanya setuju terhadap perkataan Yerin. Mereka pun membuat Youngyoo agar tidak bersedih dan memperdulikan itu semua.

“dan juga, maafkan bocah kecil ini..” pinta Tia gemas sambil menarik Seungmi

“ma-maafkan aku sudah berkata seperti itu..” ujar Seungmi menyesal

“tidak apa-apa. Lagi pula, aku sudah terbiasa. Tapi, walau bagaimana pun tetap saja menyakitkan..” ujar Youngyoo sambil tersenyum tipis

“aku benar-benar menyesal..” ujar Seungmi lagi

Anggota yang lain hanya dapat melihat mereka dengan senyum.

 

***

-hari keenam

“bagaimana kemarin?” tanya Yugyeom kepada Jihee dan Yujeong

Mereka menghela nafas dan menggeleng.

“bahkan kami sudah katakan kalau dia harus percaya dan buktinya kita juga tidak diapa-apakan tapi.. tetap saja..” ujar Jihee menyesal

Yugyeom ikut menghela nafas. “tinggal tiga anggota lagi dan besok merupakan hari terakhir..” ujarnya lalu melihat anggota yang lain

Tatapan tertuju pada Yugyeom. Mereka melihat Yugyeom sangat lesu hari ini..

“hei Kim Yugyeom. Jangan menyerah, kami baru dua hari di sini..” ungkap Bambam agak kesal dengan tingkah Yugyeom dan dibalas anggukan Mingming

“kami belum merasakan sensasi menginvestigasi sekolah ini..” sambung Mingming dibalas anggukan anggota baru

Yugyeom terkejut lalu tersenyum dan berangkat dari tempat duduknya.

“baiklah, aku tidak akan menyerah. Tapi untuk hal ini aku butuh bantuan kalian..” ujar Yugyeom sambil melihat seluruh anggota

“heuh, kami ada untuk membantumu kan..” ujar Mingyu dibalas anggukan yang lain

“baiklah, ayo kita bujuk Seo Shinae!”

Mereka pun keluar dari ruang klub bersama menuju kelas 2-1 kelas dimana Shinae berada.

Tak lama setelahnya, pintu ruang klub terbuka. Terlihat seorang siswi terkejut karena tidak ada siapa-siapa disana.

“hm? Tidak ada siapa-siapa, besok saja deh..”

 

***

“kalian bahkan datang beramai-ramai seperti ini. Apa mau kalian? Menertawakanku? Memaksaku dan menyuruhku untuk menuruti kalian?” kesal Shinae begitu Yugyeom dkk. menemukannya

Shinae melihat Jihee dan Yujeong.

“bahkan kalian pun dimanfaatkan mereka untuk mendapatkan ku?” ujarnya

“eonni, bukan. Ini bukan seperti yang kau lihat..” jelas Jihee

“apa yang bukan!? Sudah jelas kalau kalian menginginkanku yang begini kan sehingga kalian dapat memanfaatkan ku sepuas kalian?”

Yugyeom dkk. hanya terdiam melihat kelakuan Shinae. Bahkan, Jihee dan Yujeong pun terkejut akan sifat Shinae ini.

“kenapa kalian diam? Ah, mencari rencana untuk mengelabuiku? Lucu sekali..”

“bukan seperti itu..” ucap Tia terpotong karena dilarang oleh Yugyeom

“apa kau sudah selesai berbicara?” tanya Yugyeom lalu berjalan mendekati Shinae

Shinae merasa takut dan berjalan menjauh dari Yugyeom. Yugyeom terus mendekatinya hingga Shinae terjatuh.

“eonni!” teriak Jihee dan Yujeong khawatir

“sudah selesai?” tanya Yugyeom lagi

“kalau sudah selesai, biarkan aku berbicara juga..” sambungnya

Yugyeom menatap Shinae dalam lalu mengulurkan tangannya.

“maukah kau bergabung dengan klub kami?” tanya Yugyeom dengan lembut sehingga membuat Shinae terkejut

“a-apa?” tanyanya tak percaya dengan perubahan Yugyeom yang begitu tiba-tiba

“ti-tidak akan!” teriak Shinae lalu menampar Yugyeom

‘plak’ bunyi tamparan yang sangat kuat dan jelas. Tak terbayangkan betapa sakitnya itu.

“Yugyeom-ah!” “oppa!” “hyung!” teriak anggota yang lain dan hendak berlari mendekati Yugyeom namun dicegahnya

“aku tidak apa-apa..” ungkap Yugyeom

“bisa-bisanya kau memanfaatkan waktu itu untuk mengajakku bergabung..” kesal Shinae

“ku pikir kau sudah selesai berbicara..” ujar Yugyeom sambil mengelus-elus pipinya yang ditampar

“aah, apakah sakit?” tanya Shinae karena melihat tingkah laku Yugyeom sehingga membuat yang lain terkejut dan membuat Shinae langsung sadar apa yang telah dilakukannya

“apa? Kenapa aku malah mengasihanimu? Justru aku senang kau kesakitan, itulah balasan kenapa kau seperti itu..” kesal Shinae lalu hendak pergi meninggalkan klub investigasi

“kau tidak takut dan ingin percaya..”

Semuanya menoleh kepada sumber suara yaitu Yugyeom.

“..bahwa kau percaya dengan orang yang kau percayai..” ujar Yugyeom

Semua kebingungan begitu juga Shinae.

“a-apa maksudmu?” tanya Shinae

“kau trauma untuk mempercayai seseorang. Sepertinya, orang-orang yang kau percayai mengkhianatimu dan itulah yang membuatmu trauma dan menutup hatimu..” jawab Yugyeom lalu mendekati Shinae

Yugyeom mengelus kepala Shinae lembut.

“percayailah kami karena kami mempercayaimu..” sambung Yugyeom sambil tersenyum

Shinae melihat ke arah anggota lain, mereka juga tersenyum. Dilihatnya pula Jihee dan Yujeong, mereka juga tersenyum dan mengangguk.

“kami akan menunggumu besok di ruang klub..” ucap Yugyeom lalu menepuk pundak Shinae dan pergi meninggalkannya diikuti anggota yang lain

“kami menunggumu..” ucap Mingyu juga

“jangan lupa datang ya?” pinta Seokmin

“kami sangat ingin berteman denganmu..” ucap Seungmi dibarengi anggukan Ji Oh, Jaemoo, Seungkwan, dan Hansol

“ku harap kau jadi bagian dari kami..” ucap Tia dibalas anggukan Jimin dan Yerin

“eonni, sampai bertemu besok..” ucap Jihee

“kami menunggumu..” sambung Yujeong

Shinae terduduk lemas setelah mereka pergi lalu menangis tersedu-sedu.

 

***

‘greek’ mereka kembali ke ruang klub dan menemukan dua namja sedang duduk sambil melipat tangan mereka

“telat..” ucap mereka berdua agak jengkel

“Jeon Jungkook! Yeo Jingoo!” kaget Yugyeom

“hee? Jungkook dan Jingoo?” tanya Tia lalu masuk ke ruang klub

Jungkook dan Jingoo berangkat dari duduk mereka dan menantap seluruh anggota jengkel.

“kalian telat, kami sudah menunggu lama tahu!” kesal Jingoo

“oh mian, ada keperluan apa?” tanya Yugyeom

“tentu saja bergabung dengan kalian..” jawab Jungkook

“kalian serius?” tanya Seokmin

“tentu saja..”

“ah! Saat upacara penerimaan murid baru, kalian bilang akan mempertimbangkan tawaran kami kan?” tanya Yerin

“benar sekali, dan sekarang kami datang untuk itu..” jawab Jingoo

“wuah, aku sangat berterima kasih dengan kalian..” ucap Yugyeom senang

“ku dengar kalian juga kekurangan anggota..” ujar Jungkook dibalas anggukan Seokmin

Mereka pun menjelaskan masalah yang terjadi dengan klub. Jingoo dan Jungkook terlihat marah namun berusaha menahannya. Mereka juga menjelaskan kenapa mereka tidak ada di klub sebelumnya.

“kita buktikan kepada kepala sekolah!” ujar Jungkook penuh semangat

“kenapa kau yang memimpin..” ujar Yugyeom lemas

 

***

-hari terakhir

“haaah, ini hari terakhir kita. Tinggal satu anggota lagi..” ujar Ji Oh agak lemas

“kau benar..” ucap Seungkwan lalu meminum tehnya

“tapi setidaknya kita sudah mengumpulkan banyak anggota..” sambung Jimin dibalas anggukan semuanya

Jihee memandang pintu ruang klub.

“ada apa Jihee-ah?” tanya Youngyoo

“apa Shinae eonni akan datang?” Jihee tanya balik

Semuanya terdiam lalu menunduk.

“semoga iya..” jawab Hansol

“ku harap juga begitu..” jawab Seungkwan juga

Semuanya mengangguk dan berharap Shinae akan datang. Yugyeom menghela nafas sehingga pandangan tertuju kepadanya.

“aku yakin dia datang..” ucap Yugyeom penuh keyakinan

 

***

-di depan klub investigasi

Terlihat Shinae sedikit ragu untuk mengetuk pintu ruang klub. Dia bingung harus percaya atau tidak, namun dia terpikir dengan perkataan Yugyeom kemarin, ‘percayailah kami karena kami mempercayaimu’, kata-kata yang membuat Shinae berharap banyak darinya.

Tiba-tiba seorang siswi berdiri di samping Shinae dan hendak mengetuk pintu.

“eo? Sunbae juga mau masuk klub ini?” tanya siswi tersebut

Shinae mengangguk. “aku juga..” ucap siswi tersebut

“ke-kenapa?” tanya Shinae agak gugup

“hm, kenapa ya? Sepertinya karena hanya klub ini yang tidak memintaku ikut bergabung sementara klub lain memaksa-maksa ku untuk bergabung..” jawabnya

“kalau sunbae?” sambungnya

Shinae terdiam. Mendengar jawaban siswi tersebut dia jadi sadar. Dia berpikir bahwa selama ini tidak ada klub mana pun yang mempercayainya, sedangkan klub ini mempercayainya dan menyuruhnya untuk mempercayai mereka

“mereka menyuruhku untuk mempercayai mereka karena mereka percaya aku..” jawab Shinae dengan senyum yang jarang sekali diperlihatkan kepada orang lain

“sudah ku duga klub ini berbeda. Jadi, mau buka pintu ini berbarengan?” ajak siswi tersebut

Shinae mengangguk dan mereka membuka pintu klub bersamaan. Di dalamnya dapat mereka lihat senyuman seluruh anggota menunggu kedatangan kita.

Shinae melihat Yugyeom, Yugyeom tersenyum dengan sangat senang.

“aku percaya kau datang..” ucap Yugyeom lalu menyambut mereka berdua

 

***

“aku Kim Sohyun kelas 1-1. Alasanku bergabung dengan klub karena hanya klub ini yang tidak mengajakku bergabung, dan juga aku merasa kalau klub ini berbeda dengan klub yang lain..” Sohyun memperkenalkan diri

“namaku Seo Shinae kelas 2-1. Maaf atas kejadian yang kemarin dan terima kasih karena telah percaya padaku..”

Seluruh anggota tersenyum dan menyambut mereka, memperkenalkan diri satu persatu dan tentunya mengatakan masalah klub yang hari ini telah terselesaikan.

Tiba-tiba saja Boa seonsaeng masuk.

“eo! Saem!” teriak Seungmi

Semua menoleh ke arah Boa seonsaeng dan tersenyum

“hari ini hari terakhir kalian kan? Aku ingin mendata..” ujar Boa seonsaeng agak khawatir

Seluruh anggota tersenyum dan sedikit membuat Boa seonsaeng terkejut

“tenang saja saem, anggota klub investigasi ada 21 orang..” ujar Yugyeom dengan penuh rasa senang di wajahnya

“benarkah!? Kalau begitu ini harus dirayakan!” ujar Boa seonsaeng disambut persetujuan anggota klub

 

-bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s