My Vampire Boy (One Shot)

My Vampire Boy copy

 

Hello. Holla. Hai. Aloha. Annyeonng~

I’m back with Hyunwoo oppa again~ Kali ini bukan sama Hyosun eonni tapi sama Shinyoung eonni~~ Untuk ff Our Love-nya saya pengen nangis, enggak punya ide untuk tu ff.. T^T

Jangan ditanya kemana ff SIC sama Angel&Devil sejujurnya, saya udah selesai dari kemaren-kemaren buat tu dua ff.. Huahahahaha!!! Jadi saya selingi dulu sama ff lain, ff ini baru aja selesai tadi, haha.. Mumpung lancar dan enggak ada kerjaan.. Heuheu.. Untuk SIC besok saya update deh~ Oke, check dulu ff selingan ini. My Vampire Boy~ Tapi enggak ada kesan vampir-vampirnya xD. Ff-nya panjang loh, 5rb lebih wordnya.. Haha..

 

My Vampire Boy

  • Main Cast            : Kim Shin Young (Ulzzang Yeoja), Lee Hyun Woo (Actor)
  • Support Cast      : You can find it yourself, *wink*
  • Genre                   : Romance, AU, OOC
  • Author                  : dk1317 a.k.a  GDhia/GDhia1

P.S : This is just FF and my other imagine, don’t be plagiat and other that god and I don’t like, and please don’t be silent readers, please leave some comment~

 

Happy Reading~

***

Shinyoung POV

“Shinyoung-ah, mau menjadi pacarku? Ku pikir kita ini jodoh..” ucap seorang namja sambil memakan es krimnya

“tidak terima kasih!” tolak ku dengan kasar

“hei, kasar sekali ucapanmu..”

“aku tidak sudi dengan penghisap darah spertimu..”

Penghisap darah? Ya benar, vampire. Apakah kau percaya dengan vampire? Aku? Tentu tidak.

Setidaknya itu yang ku pikirkan sebelum aku bertemu dengannya..

 

>>flashback

Dimalam musim dingin. Salju perlahan menghujani kota Seoul. Baru saja ku langkahkan kakiku ini dari tempat kerja sambilanku hingga akhirnya suara teriakan perempuan mengagetkanku.

“kyaaaaa!!”

Ku toleh ke arah suara. “suara siapa itu?” tanyaku entah dengan siapa

“mau mencari tahu?”

Ku toleh kepada seseorang yang menanyaiku. Seorang laki-laki berparas cukup tinggi dan imut. Tidak terlalu memakai pakaian tebal yang menurutku sangat tidak cocok untuk malam ini. Wajahnya agak pucat dan matanya berwarna cokelat muda. Sedikit merasa heran, namun ku yakini mungkin karena mataku yang sudah ngantuk saat ini.

Dia menatapku, menunggu jawabanku. Lalu dia tertawa kecil dan menunduk sebentar lalu kembali melihatku.

“kalau tidak biar aku saja. Apakah kau mau menunggu? Sambil pegangi jaketku..” ucapnya lalu melepas jaketnya dan memasangnya padaku.

Apa ini? Aneh sekali. Apa dia tidak kedinginan?

Dia berjalan perlahan menuju sumber suara yang ku yakini berada di samping toko tidak jauh dari sini.  Dia menatap tempat itu lalu tersenyum dan membicarakan sesuatu. Suaranya tak dapat ku dengar sehingga membuatku penasaran dan mulai mendekatinya. Dia masuk ke tempat itu dan entah apa yang terjadi. Ku putuskan untuk berlari ke sana.

Saat ku lihat, kuku-kuku dan tangannya berlumuran darah. Dan ada seorang namja dan yeoja. Seorang yeoja terkapar dengan lehernya yang penuh darah dan namja, aku tidak tahu harus mengatakannya bagaimana, aku merasa mual, ingin muntah.

Ku tatap namja tadi, dia menjilati darah ditangannya lalu berbalik melihatku.

“ah, harusnya ku katakan kau jangan ke sini..” ujarnya santai tak memperdulikan diriku yang sedang terkejut

Aku terduduk lemas tak percaya dengan apa yang ku lihat. Salju-salju ditempat itu yang tadinya berwarna putih kini berwarna merah darah. Ku tatap kembali namja itu sambil sedikit menahan rasa mualku.

“si-siapa kau?” tanyaku

“aku? Lee Hyunwoo..”

“buk-bukan. Mak-maksudku..” “ah! Maksudmu, makhluk apa aku ini? Aku vampire. Salam kenal, Kim Shinyoung..”

Kembali terkejut aku dibuatnya. Ba-bagaimana dia tahu namaku? Padahal aku tidak mengatakan namaku..

<<flashback end

 

Begitu pertemuan pertama kami yang aneh namun nyata. Sejak saat itu, dia sering berkunjung ke cafe tempat ku bekerja dan tentunya aku sering menghindarinya karena takut. Sudah satu bulan berlalu dan sekarang aku sudah terbiasa dan tidak takut lagi dengan kehadirannya. Dia aneh, tiba-tiba datang tanpa ku duga. Yang lebih anehnya, dia selalu datang disaat aku butuh pertolongan. Seperti saat itu, seperti seminggu setelah kami bertemu.

Baca lebih lanjut

Iklan

Idol Giant Maknae..

magnae

Ba-bbam! I’m back with.. You know lah, para maknae idol yang tinggi-tinggi ini. =_=

Awalnya saya bukan berencana untuk menulis ‘Giant Maknae’ tapi ‘Maknae yang tidak seperti Maknae’.. Hahaha.. xD

Oke, maaf-maaf. Untuk kalian para penggemar kpop tentunya banyak yang tahu dong^^

Nah, saya akan bahas dari yang terpendek sampai yang tertinggi, tapi tentunya mereka tertinggi di grup mereka.

So, check and re-check~

 

We start from the female idol^^

 

hayoung

Hayoung. Maknae A Pink ini merupakan nomor dua tertinggi setelah Yookyung. Apa kabar Yookyung ya?

Ah! Hayoung ini kayaknya tambah tinggi deh. Kenapa? Yah, karena dia masih muda *alasan apa ini?*. Di profile-nya tinggi Hayoung adalah 166 cm.

 

hyerim

Hyerim. Nah, maknae Wonder Girls ini tingginya 167 cm. Awalnya saya kira Yubin loh yang paling tinggi, tapi ternyata Hyerim toh. Hehe^^

 

suzy

Suzy. Nah, jangan lupakan mbak satu ini. Maknae Miss A ini emang terkenal banget kalo dia giant maknae. Menurut profile, tingginya 168 cm. Dia pernah bilang kalau dia enggak mau tambah tinggi lagi, tapi kayaknya tambah tinggi deh.. Hm..

Baca lebih lanjut

Angel & Devil – 1

Angel&Devil

 

Hello. Holla. Hai. Aloha. Annyeong~

I’m back~ I’m back~ But not with SIC.. Hahahaha!! Hahaha!!

I’m back with Daehyun~~ Haha, tiba-tiba dapet ide dan iseng-iseng nyobain genre baru, huft. Tapi gagal, beneran gagal.. T^T Di sini saya pake Kim Shinyoung a.k.a ulzzang Kim Shinyoung sebagai OC.. Hyaa, Kim Shinyoung eonni ini cuantik buanget #abaikan. Tapi namanya tetep Shinyoung /plak! *apa ini gua kaga ngerti*

Kalo gitu silahkan baca^^ Kalo bingung kaga tahu kenape ye.. Saya yg buat aja bingung-_-

 

Angel & Devil

  • Main Cast            : Kim Shinyoung (Ulzzang, model) as OC, Jung Daehyun (BAP)
  • Support Cast      : You can find it yourself, *wink*
  • Genre                    : Alternate Universe, Out of Character, Slice of Life
  • Author                  : dk1317 a.k.a  GDhia/GDhia1

P.S : This is just FF and my other imagine, don’t be plagiat and other that god and I don’t like, and please don’t be silent readers, please leave some comment~ And typos every where~

 

Happy Reading~

***

Shinyoung POV

‘tap tap’ ‘tap tap’ ‘tap tap’ ‘tap tap’

“Ibu..” panggil ku lirih sambil menutup telingaku

Ibu melihat ku dengan sedih. Sepertinya dia sudah tahu apa yang telah terjadi denganku.

Perih. Telinga ku perih sekali. Hati ku terus berdegup kencang mendengar semuanya.

Di sana ada yang menyatakan cinta. Di sini ada yang putus. Dalam jarak lima meter ke depan ada yang berkelahi. Sebenarnya apa ini?

Ku lihat Ibu yang mulai mendekatiku kemudian memeluk ku erat.

“maafkan Ibu. Seharusnya Ibu tidak merahasiakan ini kepadamu..”

Aku semakin bingung. Ibu mempererat pelukannya padaku lalu mulai meneteskan air mata.

“mulai hari ini, di ulang tahunmu yang ke 17 ini, kau adalah malaikat cinta..”

Sedikit terkejut setelah mendengar pernyataan Ibu. Perlahan aku mulai mengerti.

Cinta.. Itulah mengapa aku bisa mendengar suara hati orang-orang yang sedang pacaran bahkan yang baru pacaran atau baru berencana menembak.

Malaikat? Apakah aku pantas?

Baca lebih lanjut

School Investigate CLUB! (Not a Detective Club) : Case 3: Kim Yugyeom, Kim Mingyu, & Lee Seokmin

School Investigate CLUB! (Not a Detective Club)

 

Hello. Hola. Hai. Aloha. Annyeong~

I’m back! I’m back! (Iya tahu..). Hayo, kenapa saya lama? Ayo tebak.. Gak mau nebak? Iya deh maaf. Sebenernya saya kemarin-kemarin lagi fokus UN.. Saya ini kelas 3 SMP loh.. Haha.. ada yang berasa lebih tua? Atau muda? Atau seumuran? Hehe..

Pokoknya setelah UN ini saya udah bebas gak belajar lagi~~ Lalalala~ Tapi masih mikir nilai akhirnya.. T^T

Dari pada basa basi terus, udah pada penasaran dengan lanjutan SIC?? Check On~ *nyanyi Check On-BAP*

 

School Investigate Club! (Not a Detective Club): CASE 3: Kim Yugyeom, Kim Mingyu, & Lee Seokmin

  • Genre                   : School-life, Friendship.
  • Author                  : dk1317 a.k.a  GDhia/GDhia1

P.S : This is just FF and my other imagine, don’t be plagiat and other that god and I don’t like, and please don’t be silent readers, please leave some comment~

 

Happy Reading~

***

Sudah satu minggu sejak keberhasilan mereka mendapatkan dua puluh anggota bahkan lebih satu. Hari-hari biasa di klub pun menemani mereka. Ada yang bermain alkagi, ada yang bermain psp, ada yang bergosip, ada yang membaca manhwa, dan ada yang ngedance dan lain-lain.

“sejak pertama kali masuk klub, aku penasaran bagaimana Yugyeom oppa, Seokmin oppa, dan Mingyu oppa bertemu, sepertinya mereka tidak terpisahkan..” ujar Seungmi kepada seluruh anggota perempuan di klub

“benar sekali, saat pertama kali masuk sekolah juga aku selalu melihat mereka bertiga..” ungkap Jimin

“aku setuju denganmu Jimin-ah. Agak menyeramkan sih, tapi begitulah..” ungkap Yerin juga

“kalau begitu kenapa tidak kita tanyakan saja kepada mereka?” usul Yujeong

“benar juga ya..”

Mereka pun berjalan menuju Mingyu, Seokmin, Yugyeom yang sedang asyik main alkagi melawan Jungkook, Jingoo, dan Mingming.

“ehem, Yugyeom-ah..” panggil Tia

“eo? Wae?” tanya Yugyeom tanpa memalingkan pandangannya dari papan alkagi

“boleh kami menanyakan sesuatu?” tanya Youngyoo

“boleh saja. Apa itu? Ya! Tembak yang itu..” jawabnya sambil terus terfokus pada alkagi

“kalian yakin ingin menanyakannya?” tanya Yerin

“sepertinya situasi kurang mendukung..” ujar Jimin

“tanya saja, eonni..” pinta Shinae

“em, bagaimana kalian bertiga bertemu?” tanya Jimin akhirnya

Biji alkagi yang ditembakkan Seokmin meleset karena terkejut dengan pertanyaan dari Jimin.

“bertiga? Maksudnya?” tanya Mingyu

“oppa, Yugyeom oppa, dan Seokmin oppa tentunya..” jawab Yujeong

Seluruh pandangan anggota laki-laki tertuju pada anggota perempuan. Anggota yang lain pun berkumpul bersama dan melihat Yugyeom, Mingyu, dan Seokmin.

“eh?” bingung Yugyeom

Mingyu menghela nafas dan memijat kepalanya.

“sepertinya pertanyaan mereka serius..” ujar Seokmin

“atau lebih tepatnya rasa penasaran mereka besar..” sambung Mingyu

Akhirnya mereka bertiga menyerah dan menyuruh anggota yang lain duduk. Yerin bersiap dan mengeluarkan beberapa minuman dingin, begitu pula anggota yang lain mempersiapkan keripik, wafer, biskuit, dan cemilan lainnya.

“mereka siap mendengar sampai selesai rupanya..” ujar Mingyu lemas dibalas anggukan Yugyeom dan Seokmin

“baiklah aku yang akan memulainya..” Seokmin mulai bercerita

 

>>Seokmin’s flashback

-empat tahun yang lalu- (saat Yugyeom, Mingyu, dan Seokmin kelas 2 SMP)

“sudah ku bilang mana uangmu!” kesal salah seorang siswa sambil mendorong siswa lainnya

“ku bilang aku tidak akan pernah menyerahkannya pada kalian..”

“berani sekali kau berbicara seperti itu kepada seniormu!” ucap salah seorang siswa dan hendak memukul siswa tersebut

“bisakah kau hentikan kakak-kakak? Apa kalian merasa bangga memukul adik kelas tak berdosa?” tanya salah seorang siswa yang mencoba mencegah mereka

“siapa pula kau! Ini urusan kami bukan urusanmu!” kesal salah satunya dan memukul siswa yang menghalangi tersebut namun dihindar

“maaf lupa memperkenalkan diri, namaku Kim Yugyeom..” ucap siswa itu dan meninju senior yang hendak melawannya

Dalam sekejap senior-senior itu menyerah dan berlari meninggalkan Yugyeom dan siswa yang mereka ganggu

“terima kasih, tanpa pertolonganmu mungkin aku sudah k.o tadi..” ujar siswa tersebut

“tidak apa-apa aku senang membantu..” ujar Yugyeom

“ngomong-ngomong, siapa namamu?” tanya Yugyeom

“aku Lee Seokmin, salam kenal. Namamu Kim Yugyeom kan?” tanya Seokmin memastikan

Yugyeom menangguk dan mereka menuju kelas masing-masing.

<<Seokmin’s flashback end

 

“begitulah pertemuan ku dengan Yugyeom..”  ujar Seokmin dengan senyum khasnya

“itu saja? Singkat sekali? Setelah itu kalian berteman?” tanya Sohyun bertubi-tubi

Seokmin berpikir lalu mengangguk begitu pula Yugyeom.

“kalau begitu pertemuanmu dengan Mingyu?” tanya Bambam

“ah, pertemuanku dengan Mingyu bersama-sama dengan Yugyeom di kelas 2 SMP juga. Saat itu kami pulang sekolah dan mampir ke warung ddeokbokki..”

 

>> Seokmin’s flashback

“eomoni, aku pesan porsi yang biasa ya?” ujar seorang siswa kepada bibi penjual seperti sudah akrab dan jadi pelanggan setia

“kau kenal?” tanya Yugyeom kepada Seokmin

“Kim Mingyu kelas 2-2. Aku sering bertemu dengannya di sini. Atau lebih tepatnya dia pelanggan tetap warung ini..” jawab Seokmin

Yugyeom hanya dapat mengangguk mengerti. Tak lama setelahnya mereka memesan rambokki.

“kenapa kau menanyainya?” tanya Seokmin pula

“dia terlihat menyeramkan, terutama tatapan matanya..” jawab Yugyeom agak ngeri

“uhuk uhuk..” Mingyu tersedak ddeokbokki yang dimakannya dan segera dia mengambil minum

Yugyeom dan Seokmin menatapnya.

“sepertinya dia mendengarmu..” ujar Seokmin

“sepertinya memang begitu..” ujar Yugyeom setuju

Setelah minum, Mingyu berangkat dari tempat duduknya dan bergabung bersama Yugyeom dan Seokmin sehingga membuat mereka agak takut.

“ehem. Hei boleh ku tanya sesuatu?” tanya Mingyu

“i-iya..” jawab Yugyeom dan Seokmin bersamaan

“apakah aku benar-benar seram? Apakah tatapan mataku benar-benar tajam? Banyak orang yang bilang begitu tapi menurutku biasa saja. Ah, apa yang harus ku lakukan. Kalau begini orang-orang akan salah menilaiku..” ujar Mingyu panjang sekali

Yugyeom dan Seokmin hanya terdiam mendengarnya. Mereka sama sekali tidak percaya kepribadian yang seperti itu keluar dari wajah yang seperti itu(?).

“hm? Kalian kenapa?” tanya Mingyu bingung

<<Seokmin’s flashback end

 

“begitulah pertemuan kami dengan Mingyu..” ujar Seokmin dibalas anggukan Yugyeom dan Mingyu

“konyol..” ungkap Jingoo dibalas anggukan seluruh anggota

“tapi awalnya juga aku agak seram dengan Mingyu oppa, tapi setelah mengenalnya lebih lama ternyata tidak seperti yang ku bayangkan..” ungkap Yujeong

“aku juga!” ungkap Youngyoo

“aku sih tidak sama sekali, malahan mereka yang berpikir aku ini seram..” ungkap Jaemoo bangga

“kepedean..” ucap Seungmi kesal dengan kelakuan Jaemoo

“apa kau bilang, ini benar tau!”

“hei hei jangan berkelahi, aku ingin mendengar cerita yang lain..” ujar Ji Oh melerai pertengkaran mereka

“benar, aku juga penasaran..” ungkap Mingming

“lalu semenjak saat itu kami berteman. Walaupun beda kelas, dan hanya Seokmin yang berbeda klub tapi kami tetap bersahabat dengan baik. Dan mulai kenaikan kelas 3 kami menjadi populer..” ungkap Mingyu bangga

“ah, apakah itu hal yang harus dibanggakan?” tanya Jimin jengkel

“tentu saja, popularitas itu..” ujar Mingyu namun terputus oleh Jimin “lanjutkan ceritanya”

“oke-oke. Kami juga pernah berkelahi karena perempuan. Perempuan itu benar-benar berhasil menarik perhatian kami..” ujar Yugyeom

Baca lebih lanjut