School Investigate CLUB! (Not a Detective Club) : Case 3: Kim Yugyeom, Kim Mingyu, & Lee Seokmin

School Investigate CLUB! (Not a Detective Club)

 

Hello. Hola. Hai. Aloha. Annyeong~

I’m back! I’m back! (Iya tahu..). Hayo, kenapa saya lama? Ayo tebak.. Gak mau nebak? Iya deh maaf. Sebenernya saya kemarin-kemarin lagi fokus UN.. Saya ini kelas 3 SMP loh.. Haha.. ada yang berasa lebih tua? Atau muda? Atau seumuran? Hehe..

Pokoknya setelah UN ini saya udah bebas gak belajar lagi~~ Lalalala~ Tapi masih mikir nilai akhirnya.. T^T

Dari pada basa basi terus, udah pada penasaran dengan lanjutan SIC?? Check On~ *nyanyi Check On-BAP*

 

School Investigate Club! (Not a Detective Club): CASE 3: Kim Yugyeom, Kim Mingyu, & Lee Seokmin

  • Genre                   : School-life, Friendship.
  • Author                  : dk1317 a.k.a  GDhia/GDhia1

P.S : This is just FF and my other imagine, don’t be plagiat and other that god and I don’t like, and please don’t be silent readers, please leave some comment~

 

Happy Reading~

***

Sudah satu minggu sejak keberhasilan mereka mendapatkan dua puluh anggota bahkan lebih satu. Hari-hari biasa di klub pun menemani mereka. Ada yang bermain alkagi, ada yang bermain psp, ada yang bergosip, ada yang membaca manhwa, dan ada yang ngedance dan lain-lain.

“sejak pertama kali masuk klub, aku penasaran bagaimana Yugyeom oppa, Seokmin oppa, dan Mingyu oppa bertemu, sepertinya mereka tidak terpisahkan..” ujar Seungmi kepada seluruh anggota perempuan di klub

“benar sekali, saat pertama kali masuk sekolah juga aku selalu melihat mereka bertiga..” ungkap Jimin

“aku setuju denganmu Jimin-ah. Agak menyeramkan sih, tapi begitulah..” ungkap Yerin juga

“kalau begitu kenapa tidak kita tanyakan saja kepada mereka?” usul Yujeong

“benar juga ya..”

Mereka pun berjalan menuju Mingyu, Seokmin, Yugyeom yang sedang asyik main alkagi melawan Jungkook, Jingoo, dan Mingming.

“ehem, Yugyeom-ah..” panggil Tia

“eo? Wae?” tanya Yugyeom tanpa memalingkan pandangannya dari papan alkagi

“boleh kami menanyakan sesuatu?” tanya Youngyoo

“boleh saja. Apa itu? Ya! Tembak yang itu..” jawabnya sambil terus terfokus pada alkagi

“kalian yakin ingin menanyakannya?” tanya Yerin

“sepertinya situasi kurang mendukung..” ujar Jimin

“tanya saja, eonni..” pinta Shinae

“em, bagaimana kalian bertiga bertemu?” tanya Jimin akhirnya

Biji alkagi yang ditembakkan Seokmin meleset karena terkejut dengan pertanyaan dari Jimin.

“bertiga? Maksudnya?” tanya Mingyu

“oppa, Yugyeom oppa, dan Seokmin oppa tentunya..” jawab Yujeong

Seluruh pandangan anggota laki-laki tertuju pada anggota perempuan. Anggota yang lain pun berkumpul bersama dan melihat Yugyeom, Mingyu, dan Seokmin.

“eh?” bingung Yugyeom

Mingyu menghela nafas dan memijat kepalanya.

“sepertinya pertanyaan mereka serius..” ujar Seokmin

“atau lebih tepatnya rasa penasaran mereka besar..” sambung Mingyu

Akhirnya mereka bertiga menyerah dan menyuruh anggota yang lain duduk. Yerin bersiap dan mengeluarkan beberapa minuman dingin, begitu pula anggota yang lain mempersiapkan keripik, wafer, biskuit, dan cemilan lainnya.

“mereka siap mendengar sampai selesai rupanya..” ujar Mingyu lemas dibalas anggukan Yugyeom dan Seokmin

“baiklah aku yang akan memulainya..” Seokmin mulai bercerita

 

>>Seokmin’s flashback

-empat tahun yang lalu- (saat Yugyeom, Mingyu, dan Seokmin kelas 2 SMP)

“sudah ku bilang mana uangmu!” kesal salah seorang siswa sambil mendorong siswa lainnya

“ku bilang aku tidak akan pernah menyerahkannya pada kalian..”

“berani sekali kau berbicara seperti itu kepada seniormu!” ucap salah seorang siswa dan hendak memukul siswa tersebut

“bisakah kau hentikan kakak-kakak? Apa kalian merasa bangga memukul adik kelas tak berdosa?” tanya salah seorang siswa yang mencoba mencegah mereka

“siapa pula kau! Ini urusan kami bukan urusanmu!” kesal salah satunya dan memukul siswa yang menghalangi tersebut namun dihindar

“maaf lupa memperkenalkan diri, namaku Kim Yugyeom..” ucap siswa itu dan meninju senior yang hendak melawannya

Dalam sekejap senior-senior itu menyerah dan berlari meninggalkan Yugyeom dan siswa yang mereka ganggu

“terima kasih, tanpa pertolonganmu mungkin aku sudah k.o tadi..” ujar siswa tersebut

“tidak apa-apa aku senang membantu..” ujar Yugyeom

“ngomong-ngomong, siapa namamu?” tanya Yugyeom

“aku Lee Seokmin, salam kenal. Namamu Kim Yugyeom kan?” tanya Seokmin memastikan

Yugyeom menangguk dan mereka menuju kelas masing-masing.

<<Seokmin’s flashback end

 

“begitulah pertemuan ku dengan Yugyeom..”  ujar Seokmin dengan senyum khasnya

“itu saja? Singkat sekali? Setelah itu kalian berteman?” tanya Sohyun bertubi-tubi

Seokmin berpikir lalu mengangguk begitu pula Yugyeom.

“kalau begitu pertemuanmu dengan Mingyu?” tanya Bambam

“ah, pertemuanku dengan Mingyu bersama-sama dengan Yugyeom di kelas 2 SMP juga. Saat itu kami pulang sekolah dan mampir ke warung ddeokbokki..”

 

>> Seokmin’s flashback

“eomoni, aku pesan porsi yang biasa ya?” ujar seorang siswa kepada bibi penjual seperti sudah akrab dan jadi pelanggan setia

“kau kenal?” tanya Yugyeom kepada Seokmin

“Kim Mingyu kelas 2-2. Aku sering bertemu dengannya di sini. Atau lebih tepatnya dia pelanggan tetap warung ini..” jawab Seokmin

Yugyeom hanya dapat mengangguk mengerti. Tak lama setelahnya mereka memesan rambokki.

“kenapa kau menanyainya?” tanya Seokmin pula

“dia terlihat menyeramkan, terutama tatapan matanya..” jawab Yugyeom agak ngeri

“uhuk uhuk..” Mingyu tersedak ddeokbokki yang dimakannya dan segera dia mengambil minum

Yugyeom dan Seokmin menatapnya.

“sepertinya dia mendengarmu..” ujar Seokmin

“sepertinya memang begitu..” ujar Yugyeom setuju

Setelah minum, Mingyu berangkat dari tempat duduknya dan bergabung bersama Yugyeom dan Seokmin sehingga membuat mereka agak takut.

“ehem. Hei boleh ku tanya sesuatu?” tanya Mingyu

“i-iya..” jawab Yugyeom dan Seokmin bersamaan

“apakah aku benar-benar seram? Apakah tatapan mataku benar-benar tajam? Banyak orang yang bilang begitu tapi menurutku biasa saja. Ah, apa yang harus ku lakukan. Kalau begini orang-orang akan salah menilaiku..” ujar Mingyu panjang sekali

Yugyeom dan Seokmin hanya terdiam mendengarnya. Mereka sama sekali tidak percaya kepribadian yang seperti itu keluar dari wajah yang seperti itu(?).

“hm? Kalian kenapa?” tanya Mingyu bingung

<<Seokmin’s flashback end

 

“begitulah pertemuan kami dengan Mingyu..” ujar Seokmin dibalas anggukan Yugyeom dan Mingyu

“konyol..” ungkap Jingoo dibalas anggukan seluruh anggota

“tapi awalnya juga aku agak seram dengan Mingyu oppa, tapi setelah mengenalnya lebih lama ternyata tidak seperti yang ku bayangkan..” ungkap Yujeong

“aku juga!” ungkap Youngyoo

“aku sih tidak sama sekali, malahan mereka yang berpikir aku ini seram..” ungkap Jaemoo bangga

“kepedean..” ucap Seungmi kesal dengan kelakuan Jaemoo

“apa kau bilang, ini benar tau!”

“hei hei jangan berkelahi, aku ingin mendengar cerita yang lain..” ujar Ji Oh melerai pertengkaran mereka

“benar, aku juga penasaran..” ungkap Mingming

“lalu semenjak saat itu kami berteman. Walaupun beda kelas, dan hanya Seokmin yang berbeda klub tapi kami tetap bersahabat dengan baik. Dan mulai kenaikan kelas 3 kami menjadi populer..” ungkap Mingyu bangga

“ah, apakah itu hal yang harus dibanggakan?” tanya Jimin jengkel

“tentu saja, popularitas itu..” ujar Mingyu namun terputus oleh Jimin “lanjutkan ceritanya”

“oke-oke. Kami juga pernah berkelahi karena perempuan. Perempuan itu benar-benar berhasil menarik perhatian kami..” ujar Yugyeom

>>flashback

-penerimaan murid baru (kelas 3 SMP)

“anak kelas satu cantik-cantik nih..” ujar Seokmin dibalas anggukan Mingyu

“kau benar tidak kalah cantik dari tahun kemarin..” ujar Mingyu kemudian

Yugyeom hanya terdiam dan terpaku pada satu siswi yang tidak jauh dari mereka

“kau lihat apa?” tanya Seokmin

Yugyeom tak menjawab dan terus melihat siswi tersebut. Karena penasaran, Seokmin dan Mingyu ikut melihat. Dan benar saja mereka ikut terpaku oleh siswi tersebut. Mereka kemudian bertatapan. Tiba-tiba saja terasa seperti sebuah persaingan. Tanpa pikir panjang, Mingyu berlari duluan menuju siswi itudiikuti oleh Seokmin dan Yugyeom

“kau curang..” ucap Yugyeom dan Seokmin bersamaan dibalas ejekan dari Mingyu

“maaf, ada apa ya?” tanya siswi tersebut kepada mereka bertiga

Yugyeom dkk. sedikit merasa malu atas pertanyaan siswi tersebut. Tak satu pun dari mereka yang berani bicara. Akhirnya Yugyeom memberanikan diri.

“kau kelas berapa? Sepertinya sedang kebingungan..” tanya Yugyeom

“boleh ku bantu?” tanya Seokmin

“kau ingin bertanya sesuatu?” tanya Mingyu juga

Mereka saling menatap kesal. Siswi tersebut terlihat bingung lalu tertawa melihat tingkah mereka bertiga.

“aku Yoo Yeonmi kelas satu. Salam kenal..” ucap siswi itu memperkenalkan diri

Saat itu Yugyeom dkk. benar-benar malu. Akhirnya begitu lama mereka berempat menjadi akrab dan sering bersama. Awalnya mereka berencana untuk menembak Yeonmi satu persatu.

“kalau aku ditolak, kalian juga harus nembak eo..” ucap Seokmin

“tentu saja, kalau suka kenapa ditahan..” ujar Mingyu

“oke. Lagi pula aku menyukainya..” ungkap Yugyeom kemudian

Saat itu mereka sudah yakin dengan perasaan mereka masing-masing. Saat istirahat makan, Yeonmi berjalan bersama seorang laki-laki menuju Yugyeom dkk. membawa makanan mereka.

“ah oppa, perkenalkan ini pacarku. Son Seongjun sekelas denganku..”

Spontan saja, perkataan Yeonmi membuat mereka bertiga syok berat. Sepertinya mereka tidak akan bisa menyatakan perasaan mereka dengan Yeonmi. Mulai saat itu mereka mengikhlaskan hubungan Yeonmi dengan Seongjun dan mulai ‘move on’ darinya.

“kalau bukan takdir, ya sudah..” ucap Yugyeom dibalas anggukan kedua sahabatnya

Mereka menikmati semilir angin di atas atap sekolah.

<<flashback end

 

“kisah cinta yang menyedihkan..” ujar Mingming sambil menggeleng kecil

“dia bukan cinta pertama kalian kan?” tanya Shinae curiga

“tentu saja bukan!” jawab mereka bertiga serempak

“kalau begitu, bagaimana dengan cinta pertama kalian?” tanya Seungkwan kemudian

Anggota lainnya ikut penasaran dan bersiap mendengar cerita mereka. Mingyu melihat kedua sahabatnya sedang berpikir kapan cinta pertama mereka..

“sepertinya aku duluan, cinta pertamaku saat duduk di bangku kelas 5 sd..” Mingyu membuka ceritanya

 

>>Mingyu’s flashback

“kita kedatangan murid baru, ayo silakan masuk..” ujar seonsaengnim

Seorang yeoja masuk ke dalam kelas sambil tersenyum malu. Dia memakai kaus lengan panjang berwarna-warni, jeans biru, dan sneaker putih. Dia berdiri dengan tangannya di belakang. Semua pandangan mata tertuju padanya.

Laki-laki sekelas tak melepaskan pandangan mereka begitu pula dengan Mingyu, sedangkan yang perempuan agak sedikit risih. Jujur saja, siswa pindahan ini sangat cantik.

“namaku, Yoo Rain. Salam kenal..”

“yup. Salam kenal juga, tempat dudukmu di belakang dekat dinding..” ucap seonsaengnim

Dia menunduk dan segera duduk di bangku yang telah ditunjukkan. Anak lelaki benar-benar tak melepaskan pandangan mereka.

‘tok tok’ Bu guru mengetuk papan tulis meminta perhatian murid-muridnya.

“sudah jangan lihat dia terus, lihat apa yang harus kita pelajari..” ujar seonsaengnim tegas

“ne..” jawab semuanya lemas

Saat istirahat siang, Mingyu mencoba mendekatinya dan sukses. Setelahnya mereka menjadi sangat akrab, selalu bermain bersama, satu kelompok, tukeran nomor handphone, dll. Hingga suatu saat, Mingyu mengetahui hal yang sangat pahit baginya.

-6 Bulan kemudian-

-malam harinya-

“besok akan ku nyatakan perasaanku kepada Rain..” ucap Mingyu yakin lalu memasuki kamarnya.

Handphone Mingyu bergetar bertanda pesan masuk.

From: Jihoon hyung

Mingyu-ah. Rain meninggal dunia, tertabrak mobil saat hendak menyebrang jalan. Pengendara mobil tersebut mabuk dan lepas kendali. Kau baik-baik saja?

Handphone Mingyu langsung terlepas begitu saja ketika melihat pesan dari Wonwoo. Dia tak berkata apa-apa, tangannya bergetar. Dia menutup wajahnya mencoba menahan tangis.

Cinta pertama Mingyu, pergi begitu saja sebelum ia dapat mengutarakannya.

<<Mingyu’s flashback end

 

“oppa..” Seungmi mengatup tangannya lalu memegang tangan Mingyu

“hei, hei.. itu sudah lama, lagi pula kalau aku terus-terusan menyukainya nanti dia tidak tenang di alam sana..” ucap Mingyu pelan

‘puk’ Chan menepuk pundak Mingyu, “semangat hyung..” ucapnya

“cinta pertamaku tidak setragis Mingyu..” ujar Seokmin yakin

Semua menoleh padanya. Dia tersenyum pelan.

“cinta pertamaku saat aku kelas 1 SMP..”

 

>>Seokmin’s flashback

Hari penerimaan murid baru yang sangat ramai. Seokmin tertawa melihat teman-temannya yang usil dengan kakak kelas, terutama perempuan.

“kalian tidak takut dibully, eo?” ujarnya terkekeh kecil

“biarlah..” jawab salah satu temannya

Tiba-tiba kakak kelas yang tadi mereka jahili ternyata kembali sambil membawa pacarnya.

“siapa yang berani mengganggu pacarku?”

Semua teman-teman Seokmin menunjuknya. Dia melihat teman-temannya dengan bingung lalu menjadi kesal. Teman-temannya malah memohon untuk mengiyakan saja.

“kau ternyata..”

“a-aniyo sunbae. Bukan aku kau salah paham, mereke yang-“

‘buk’ Seokmin dipukuli dan langsung ambruk.

“kalau kau berani mengganggunya lagi, akan lebih parah dari itu..” ucap pacar kakak kelas tadi lalu pergi meninggalkan Seokmin begitu pula teman-teman Seokmin.

“kurang ajar mereka..” kesal Seokmin

“kau tidak apa-apa?” tanya seorang yeoja kepada Seokmin dan mencoba membantunya berdiri

“ah iya..”

Saat melihat wajah yeoja itu, Seokmin langsung terpesona bagai cinta pada pandangan pertama. Semenjak saat itu mereka menjadi akrab. Teman-teman Seokmin menjadi agak kesal karena Seokmin jarang bermain lagi dengan mereka. Tanpa berpikir panjang mereka merencanakan rencana jahat.

Yeoja itu berjalan di depan Seokmin, Seokmin terlihat ingin menyatakan perasaannya.

“Haeri-ah..” panggil Seokmin

“eo?” tanyanya

Seokmin menutup mata

“aku, aku mecintaimu..”

“kyaaa!” teriak Haeri

Saat Seokmin membuka mata, Haeri menatap Seokmin dengan kesal.

“ada apa mengapa?” tanya Seokmin panik

“haha, ‘ada apa?’ ‘mengapa’ kau bilang? Kau mengangkat rok ku, ha!?” kesal Haeri

“apa? Aku tidak-“

‘plak!’ sebuah tamparan didapatkan Seokmin. “jawabanku, aku benci padamu!”

Haeri meninggalkan Seokmin yang kebingungan dan kesakitan. Teman-temannya langsung menghampirinya dan tertawa.

“ahahahaha..”

“kalian yang membuka roknya!?” tanya Seokmin marah

Teman-temannya terdiam. Mereka bertatapan dan panik.

“itu karena kau tidak pernah lagi bermain dengan kami..”

“untuk apa aku bermain dengan kalian!”

“kau kan teman kami!”

“aku bukan teman kalian!! Apakah begini teman? Kalian membuangku kepada pacar kakak kelas itu padahal aku sama sekali tidak berbuat apa pun, dan sekarang? Kalian merampas kebahagianku! Kalian tidak mau melihatku senang! Apakah itu bisa disebut teman!” kesal Seokmin lalu pergi meninggalkan teman-temannya

<<Seokmin’s flashback end

“aku kehilangan cintaku, dan kehilangan teman ‘palsu’ku. Tapi berkat itu, aku bisa menemukan teman sejati..” ucap Seokmin sambil mengangguk kecil

“kalau cinta sejati?” tanya Yerin dan langsung menohok dada Seokmin

“jangan tanyakan itu..” jawab Seokmin lemas

“kalau oppa?” tanya Sohyun

Yugyeom melihat Sohyun. Lalu menghela nafas.

“cinta pertamaku saat kelas 1 SMP. Tidak tragis seperti Mingyu dan Seokmin, hanya.. Menyedihkan..”

 

>>Yugyeom’s flashback

“nuna mau menikah?” tanya Yugyeom kepada yeoja yang sedang mengajarinya belajar

“eo, hari ini hari terakhir nuna mengajarimu karna minggu depan nuna akan menikah..” jawab yeoja tersebut

Yugyeom terlihat sedih dan tak mengatakan apa pun.

<<Yugyeom’s flashback end

“ha? Begitu saja?” tanya Jungkook bingung

Yugyeom menoleh kearah Jungkook dan mengangguk mantap

“hee, singkat sekali..” ujar Mingmin dan disetujui yang lain

“terlalu menyedihkan untuk ku ceritakan kepada kalian..” ujar Yugyeom mengangguk-angguk layaknya orang tua

“seperti yang ku duga cerita Yugyeom hyung tidak menyenangkan..” ujar Jaemoo

Yugyeom menoleh dan Jaemoo hanya memasang wajah pura-pura tidak tahu.

“tunggu pembalasanku..” ujar Yugyeom lalu berangkat menuju Jaemoo

Jaemoo merasa terancam dan berangkat dari duduknya untuk menjauh dari Yugyeom. Tak sempat dia menjauh, tangannya dipegang oleh Ji Oh.

“hei, lepaskan..” ujar Jaemoo kepada Ji Oh sambil melihat Yugyeom yang terus mendekatinya

“gumapta Ji Oh-ah..” ujar Yugyeom berterima kasih kepada Ji Oh

Jaemoo terus mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Ji Oh dan Yugyeom terus mendekatinya, anggota yang lain hanya tersenyum kecil melihat mereka.

“sudah, sudah..” ujar Seokmin menenangkan suasana

“oppa! Aku ada pertanyaan juga!” ujar Shinae

Yugyeom menatap kesal Jaemoo lalu kembali ke tempat duduknya. Jaemoo menghela nafas dan marah kecil kepada Ji Oh, Ji Oh hanya tertawa.

“baiklah, pertanyaan apa?” tanya Yugyeom

Semua menoleh kearah Shinae, Shinae tersenyum. “kapan moment yang paling menyedihkan bagi kalian?” tanyanya

Semuanya mengangguk setuju lalu menoleh ke arah Mingyu, Yugyeom, dan Seokmin. Mereka saling menoleh dan berpikir.

“sepertinya pada saat kita menyukai perempuan yang sama..” ujar Mingyu

“seertinya tidak, menurutku ada yang lebih menyedihkan..” ujar Seokmin

Mereka berpikir dan berpikir. Yugyeom hanya terdiam, sepertinya dia tahu moment yang paling menyedihkan bagi mereka

“sepertinya kau tahu, Yugyeom-ah?” tanya Jingoo

“eo..” jawab Yugyeom

Semua menoleh ke arah Yugyeom. Yugyeom melihat kedua sahabatnya.

“yang paling menyedihkan mungkin saat Wonwoo hyung meninggal?” tanya Yugyeom kepada kedua sahabatnya itu

Mereka sedikit kaget, lalu melemas dan mengangguk.

“kau benar..” ujar mereka berdua

“Wonwoo?” tanya Jungkook

“eo, kalau dia belum meninggal, mungkin kalian akan mempertanyakan pertemuan pertama kami berempat..” jawab Mingyu seraya mengingat masa-masa mereka bertemu dengan Wonwoo pertama kali

Pertemuan pertama mereka dengan Wonwoo saat duduk di bangku kelas 2. Yah, benar. Setelah mereka bertiga bertemu, mereka juga bertemu dengan Wonwoo.

 

>>flashback

“ah, ternyata kau berteman dengannya?” tanya salah satu senior yang pernah menganggu Seokmin kepada Seokmin dan Yugyeom –saat itu mereka sedang makan siang di atap-. Mingyu menatap senior tersebut dan menatap kedua sahabatnya.

“siapa?” tanya Mingyu

Seokmin berbisik dan mengatakan kalau mereka senior yang pernah mengganggunya dan senior yang telah dihajar Yugyeom. Mingyu mengangguk mnegerti setelah dijelaskan oleh Seokmin.

“maaf sunbae, kalau mau bicara nanti saja. Tidak lihat kami sedang makan?” ujar Yugyeom mengusir mereka

“hua, berani sekali kau dengan kami. Kau pikir kami takut denganmu hanya karna kau menghajar kami kemarin, ha?” ujar salah satu

“ah, bukankah memang seperti itu?” ujar Yugyeom mengejek

Mereka pun kesal dan menendang bekal Yugyeom dkk.

“heish! Apa yang kau lakukan pada bekalku!” kesal Mingyu sensitif soal makanan dan mendorong salah satu seniornya itu hingga terduduk di lantai

“berani juga kau..” kesal salah satu senior dan hendak memukul Mingyu namun tertahan

Bukan Yugyeom, bukan Seokmin, dan bukan dirinya sendiri melainkan orang lain. Mereka menoleh ke arah orang yang telah menahan tinjuan yang ditujukan pada Mingyu itu. Laki-laki berparas cukup tinggi, agak sipit, dan wajah yang cukup tampan menahan tinju tersebut. Laki-laki itu menyunggingkan senyumnya.

“bukankah kalian mempunyai harga diri sebagai seorang senior? Kenapa kalian menjatuhkan harga diri tersebut hanya karena emosi pada tiga orang junior?” ucap laki-laki tersebut yang tidak lain dan tidak bukan adalah Wonwoo

Senior-senior tersebut terdiam. “apa urusanmu?” salah satunya mengeluarkan suara

“urusanku? Tentu saja untuk melindungi harga diri kalian, dan melindungi tubuh adik-adik kelas ini..” jawabnya dengan tenang lalu melepas tangan senior yang ingin meninju Mingyu tadi

“cih, nanti saja kalian..” ujar mereka dan pergi meninggalkan Yugyeom dkk

“nanti? Kapan itu?” tanya Wonwoo tapi tak di sadari mereka yang berlalu pergi

“terima kasih karena telah menolong kami, sunbae..” ujar Yugyeom membungkuk diikuti Seokmin dan Mingyu

“hm? Aku hanya kebetulan lewat..” ujarnya lalu berjalan menjauhi Yugyeom dkk lalu duduk dan memakan rotinya

“kalian tidak makan? Ah, bekal kalian berhamburan seperti itu. Kalau begitu mau rotiku? Kebetulan aku beli banyak sekali..” tawar Wonwoo

“kami tidak apa-apa, sunbae makan saja..” ujar Seokmin dibalas anggukan Mingyu dan Yugyeom

“benarkah? Bukankah kalian lapar? Aku sih tidak apa-apa, lagi pula mana bisa aku menghabiskan ini semua sendirian..” ujar Wonwoo seperti telah direncanakan dan memakan rotinya

“kalian bisa belajar dengan perut kosong?” sambungnya

Yugyeom, Mingyu, dan Seokmin saling menatap ragu untuk menerima tawaran Wonwoo. Tapi karena Wonwoo berbaik hati dengan mereka, tidak enak juga jika ditolak.

“kalau begitu, kami makan sunbae..” ujar Mingyu dan mengambil tiga roti untuk dia, Yugyeom, dan Seokmin

“eo, tidak apa-apa..”

Mereka terdiam dan tak membicarakan apa pun. Wonwoo terus memakan rotinya sambil melihat langit siang hari, sedangkan Yugyeom dkk. hanya terdiam duduk dan memakan roti mereka.

Wonwoo membalikkan tubuhnya ke arah Yugyeom dkk. sehingga membuat mereka terkejut dan salah tingkah. Mereka otomatis berdiri mengingat Wonwoo lebih tua dari mereka.

“hei, tidak usah seperti itu. Duduk santai saja..” ucap Wonwoo setelah melihat tingkah ketiga adik kelasnya tersebut

Yugyeom dkk. mengikuti apa yang diucapkan Wonwoo. Mereka tidak mengatakan apa pun dan tentunya tak berani juga melihat Wonwoo. Wonwoo memandangi satu persatu adik kelasnya itu. Lalu tertawa kecil.

“kalian tegang sekali. Tenang saja, aku tidak akan mengapa-apakan kalian. Namaku Jeon Wonwoo. Jangan panggil aku sunbae, panggil saja aku hyung..” ujar Wonwoo memperkenalkan diri pada ketiga adik kelasnya tersebut

Terukir kebingungan di wajah mereka bertiga sehingga membuat Wonwoo kembali tertawa.

<<flashback end

 

“memang pertemuan pertama yang aneh..” ujar Seokmin dibalas anggukan ketiga sahabatnya

“Jeon Wonwoo kan?” tanya Jungkook lagi

Mereka menatap Jungkook lalu mengangguk. “kau kenal?” tanya Bambam

Jungkook mengangguk lalu tersenyum. “dia sepupuku, memang hyung yang baik..” ujarnya juga dan dibalas anggukan Yugyeom dkk.

“lalu, hyung pun meninggal dunia satu tahun kemudian karena kanker otak yang dideritanya, dia terlalu memaksakan diri untuk sekolah..” ujar Yugyeom

Mendengar hal itu, anggota lain jadi ikut bersedih. Wajah yang jarang sekali di perlihatkan Yugyeom dkk. yang mereka anggap selalu ceria, kekanakan, dan jahil itu.

“kalau begitu, bagaimana dengan kenangan terindah kalian?” tanya Youngyoo mencoba memecahkan suasana sedih tersebut

“benar sekali, aku setuju..” ujar Tia juga

Yugyeom dkk. kembali berpikir dan bertatapan, memikirkan kenangan terindah mereka. Seokmin tiba-tiba tertawa sendiri sehingga membuat yang lain kebingungan.

“sepertinya saat itu..” ujar Seokmin tertawa geli

“saat apa?” tanya Yugyeom dan Mingyu bersamaan

“ulang tahun Mingyu saat kita kelas 1 SMA..” jawab Seokmin lalu tertawa terbahak-bahak

Yugyeom ikut tertawa karena mengingatnya sedangkan Mingyu menjadi kesal dengan tingkah mereka.

“oh ayolah, itu bukan kenangan terindah untukku..” ujar Mingyu kesal dan merangkul kedua sahabatnya itu

“tapi kau terlihat senang..” ujar Seokmin sehingga membuat Mingyu mempererat rangkulannya. “ah, sakit-sakit..” ujar Yugyeom dan Seokmin dan mencoba melepaskan rangkulan Mingyu yang sangat erat itu

“aku senang hanya karena kalian merencanakan hal itu dengan sangat sempurna..” ujar Mingyu geram “kau juga berterima kasih pada kami..” ujar Yugyeom dan lagi-lagi membuat Mingyu mempererat rangkulannya

“itu karena kalian sahabatku dan kalian membuat itu menjadi berharga..” ujar Mingyu

“tuh, kau bahkan bilang itu berharga..” ujar Yugyeom dan Seokmin serentak

“heish!” kesal Mingyu dan melepas rangkulannya

“memangnya ada apa sehingga kalian tertawa terbahak-bahak seperti itu?” tanya Hansol penasaran

“ingin tahu?” tanya Yugyeom sambil merenggangkan lehernya yang sakit akibat rangkulan Mingyu

Mereka mengangguk serentak. “bagaimana ini Gyu? Semua ingin tahu..” ujar Yugyeom menggoda Mingyu

“haish!”

 

>>flashback

“kau mau apa untuk ulang tahunmu?” tanya Seokmin kepada Mingyu

“hm?” Mingyu berpikir lalu melihat kedua sahabatnya itu

Yugyeom dan Seokmin menunggu jawaban Mingyu sambil memakan ddeokbokki mereka. Lama sekali Mingyu berpikir sehingga ddeokbokki mereka habis duluan.

“yeoja..” jawabnya singkat di waktu yang sangat lama

Seokmin dan Yugyeom geram dengan jawaban singkat yang diberikan Mingyu.

“yeoja!? Kau hanya memikirkan jawaban sesingkat itu dalam waktu lama!?” kesal Yugyeom

“yeoja!? Untuk apa kau seorang yeoja!?” kesal Seokmin juga

“kenalkan aku dengan teman kalian, karena sudah SMA aku ingin punya pacar..” ucapnya dengan pandangan berharap penuh kepada kedua sahabatnya tersebut

Seokmin dan Yugyeom hanya dapat menghela nafas dan mengusap dada mereka.

“dan juga kalau kalian ingin membuat surprise, ku sarankan jangan ada badut, kalau bisa rayakan di kafe, jangan menari-nari tidak jelas, jangan melemparkanku sesuatu, dan jangan membuatku dengan mudah melupakannya..” ucap Mingyu tersenyum sambil membayang-bayangkan hari ulang tahunnya kelak

Seokmin dan Yugyeom saling menatap lalu tersenyum licik.

“kami akan membuatmu terus mengingatnya Gyu-ah..” ujar Yugyeom sambil tersenyum

“benar, kau tidak akan melupakannya..” ujar Seokmin dengan senyum juga

Mingyu menatap kedua sahabatnya itu dengan ngeri. “apa yang akan kalian lakukan, hah?” tanya Mingyu merasakan akan ada yang tidak beres di hari ulang tahunnya kelak.

 

***

“selamat ulang tahun Mingyu~~” “selamat ulang tahun~~” ujar Seokmin dan Yugyeom senang sambil menari-nari tidak jelas dan meniup-niup terompet kecil khusus ulang tahun

‘preet’ ‘preet’ tidak lama dari masuklah badut ke ruang karaoke mereka sambil membawa kado besar dan memberikannya pada Mingyu. Mingyu yang awalnya merasa jengkel kemudian kembali merasa senang karena kado yang dibawa badut tersebut sangat besar

“ini untukku?” tanya Mingyu senang lalu membukanya

Sedetik kemudian terlemparlah sebuah kue ke wajahnya dari dalam kado tersebut sehingga membuat Yugyeom dan Seokmin tertawa terbahak-bahak.

“lihatlah wajahnya, wajahnya..” ujar Yugyeom tak berhenti tertawa begitu pula dengan Seokmin yang sudah terduduk-duduk sambil menahan perutnya yang sakit

Melihat hal ini Mingyu tak terima dan sengaja tak membersihkan krim di wajahnya lalu mendekati Yugyeom yang hampir berhenti tertawa.

“Yugyeom-ah..” panggil Mingyu karena Yugyeom membelakanginya. Saat Yugyeom menoleh kebelakang sontak dia terkejut dan kembali tertawa terbahak-bahak melihat Mingyu masih seperti tadi, begitu pula Seokmin yang tadinya hampir tenang kembali tertawa karena melihat Yugyeom terkejut, saat Mingyu menoleh kearah Seokmin, tertawa Seokmin makin menjadi dan hal itu membuat Mingyu senang karena dia merasa sudah membalas kejengkelannya tadi.

Akhirnya, Yugyeom dan Seokmin berhenti tertawa dan Mingyu pun membersihkan krim kue dari wajahnya. Walaupun Yugyeom dan Seokmin masih geli namun masih bisa mereka tahan.

“ah, wajahku yang tampan ini terkena krim yang manis ini. Sayang sekali..” ujarnya sambil sesekali menjilat krim yang ada ditangannya

“hahaha, sudahlah lagi pula kita masih punya kue yang lain..” ujar Seokmin

“kalian tidak tahu seberapa mahalnya kue itu?” ujar Mingyu sensitif jika menyangkut soal makanan

“sudahlah, lagi pula ini uang kami berdua..” ujar Yugyeom juga

Mingyu hanya tersenyum dan terus membersihkan wajahnya dari krim.

“ouh, aku tak bisa. Aku ke kamar mandi dulu..” ujar Mingyu merasa agak lengket dengan krim di wajahnya

Yugyeom dan Seokmin mengangguk. Ketika Mingyu keluar dari ruang karaoke, mereka berdua merencanakan rencana kedua. Mereka pun mengambil kado yang sebelumnya mereka sembunyikan terlebih dahulu lalu menaruhnya di atas meja. Mereka pun memasang lagu kesukaan Mingyu dan bersembunyi. Tak lama setelah itu, Mingyu kembali dengan keadaan segar.

“hm? Kemana mereka?” tanya Mingyu dan mendapati sebuah kado di meja

“eo? Apa itu? Bukan jebakan lagi kan?” ujarnya lalu membuka kado dengan hati-hati

Saat kado terbuka, lagu yang tadi diputar berhenti. Mingyu bingung dan mencoba mencari tahu mengapa lagunya berhenti. Dan disaat yang bersamaan, ada sebuah cahaya dari sudut ruangan.

“saengil chukkahamnida, saengil chukkahamnida, saranghaneun uri Mingyu, saengil chukkahamnida..” ucap Yugyeom dan Seokmin sambil membawa kue satunya lagi dengan lilin menyala di atasnya ke arah Mingyu

Mingyu terkejut dan tersenyum. “cepat tiup lilinya..” ujar Yugyeom. Mingyu mengangguk dan berdoa di dalam hatinya: “Tuhan, terima kasih karena telah memberikanku sahabat yang baik. Dan semoga kami selalu bahagia..” lalu meniup lilinya dengan cepat.

“wohoo!!” ujar Seokmin dan Yugyeom senang begitu juga Mingyu

“gumawo..” ujar Mingyu

<<flashback end

 

Semua anggota menatap mereka dengan seksama. Entah mengapa mereka menjadi terdiam sehingga membuat Yugyeom dkk. bingung.

“ada apa?” tanya Mingyu

“aku terharu hyung..” ujar Chan bangga dengan ketiga kakak kelasnya itu

“persahabatan kalian begitu dalam..” ujar Jingoo juga

“aku iri..” ujar Jaemoo

“sudah ku duga kalian bertiga memang lain dari pada yang lain..” ujar Jimin

Semua anggota hanya memberi mereka pujian dan mereka hanya kebingungan.

“aku tidak mengerti. Tapi yah, ku akui Seokmin dan Yugyeom sahabat yang paling berharga untukku..” ujar Mingyu dan merangkul kedua sahabatnya itu

“hahaha, baiklah. Sebentar lagi ulang tahun siapa!” ujar Yugyeom penuh semangat.

“entahlah ku rasa Tia..” ujar Yerin

“ah! Dan juga Jihee..” ujar Shinae ikut semangat

Mereka tersenyum penuh arti kepada Tia dan Jihee.

“hehehehehehehehehe..” ujar mereka semua sehingga membuat Jihee dan Tia bergidik ngeri

 

-bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s