School Investigate CLUB! (Not a Detective Club): Case 4: Seungmi & Mingyu Problem

School Investigate CLUB! (Not a Detective Club)

Hello. Holla. Hai. Aloha. Annyeong~~

I’m back again.. Maaf ya lama~ Hehe biasalah sok sibuk. Dan seperti janji saya, saya bawa SIC~ Kali ini saya membawa Seungmi dan Mingyu ke dalam masalah! Hahaha, yang ga suka don’t read. You know! Don’t Like Don’t Read! Ini cuma fanfict! Dan enggak real! Yang penasaran mari baca~ Oh iya, typo bertebaran EYD agak gimana gitu. Yo weslah^^

 

School Investigate Club! (Not a Detective Club): CASE 4: Seungmi & Mingyu Problem

  • Genre                   : School-life, Friendship, Love Problem
  • Author                  : dk1317 a.k.a  GDhia/GDhia1

P.S : This is just FF and my other imagine, don’t be plagiat and other that god and I don’t like, and please don’t be silent readers, please leave some comment~

 

Happy Reading~

***

Tia masuk ke ruang klub dan terkejut ketika menemukan Sohyun yang sedang melamun sendirian. Belum ada siapa-siapa kecuali mereka. Tumben sekali Sohyun datang cepat hari ini, padahal bel pulang sekolah baru lima menit yang lalu dibunyikan. Awalnya Tia biasa-biasa saja, tapi sekarang dia merasa kalau Sohyun sangat aneh hari ini karena tidak menyapanya walaupun dia sudah berjalan mondar-mandir di depan Sohyun.

Tak lama dari itu, Yugyeom, Mingyu, dan Seokmin masuk ke ruang klub. Anehnya, ketika mereka bertiga masuk, Sohyun tersadar dari lamunannya dan menyapa mereka bertiga. Hal ini semakin membuat Tia heran.

Tak lama setelahnya, anggota klub yang lain masuk ke ruang klub secara bergantian. Tia langsung menyeret Yerin dan Jimin.

“ku rasa Sohyun aneh sekali hari ini..” Tia memulai percakapan

Yerin dan Jimin melihat ke arah Sohyun yang sedang berbicara dengan Seungmi dan Youngyoo. Mereka tidak menemukan keanehan dalam hal itu.

“tidak sama sekali..” ujar Yerin agak heran karena ucapan sahabatnya itu. Jimin hanya mengangguk mengiyakan perkataan Yerin.

“karena kalian tidak mengerti. Baiklah akan ku jelaskan..”

Yerin dan Jimin langsung duduk rapi di depan Tia siap untuk mendengarkan ceritanya. Dengan lancarnya Tia menceritakan hal yang menurutnya aneh dari Sohyun. Setelah selesai berbicara, Yerin dan Jimin kembali melihat ke arah Sohyun yang sedang melihat Yugyeom, Mingyu, dan Seokmin bermain alkagi berhadapan dengan Jungkook, Jingoo, dan Mingming.

Yerin tersenyum jahil menandakan sepertinya dia tahu alasan Sohyun bertingkah aneh seperti itu. Jimin dan Tia melihat Yerin seram.

“sepertinya aku tahu..” ujar Yerin penuh percaya diri

“kau tahu?” tanya Jimin

“tahu apa?” tiba-tiba saja muncul Seungmi yang memang dari tadi penasaran dengan apa yang dibicarakan ketiga kakak kelasnya ini.

“kau mengagetkan ku!” kesal Yerin sedikit berteriak sedangkan Tia dan Jimin hanya menggeleng-geleng kesal.

“apa yang kalian bicarakan?” tanya Seungmin mulai bergabung dengan mereka

Tia menghela nafas dan menjelaskan situasi yang mereka bicarakan sekarang. Seungmi terkejut dan otomatis langsung berteriak.

“SERIUS??”

Semua anggota menoleh ke arah Seungmi, Tia, Yerin, dan Jimin. Yerin memukul Seungmi kecil sedangkan Jimin dan Tia hanya menggelengkan kepala mereka lagi.

“kau ini berisik sekali. Itukan baru prasangka saja..” ujar Yerin

“hehe, mian..” ungkap Seungmi sedikit bersalah. “jadi menurut eonni, Sohyun menyukai tiga diantara mereka?” tanya Seungmi meyakinkan

Yerin mengangguk. Raut wajah Seungmi berubah menjadi khawatir, dia terus memperhatikan Sohyun yang masih melihat Yugyeom dkk. bermain alkagi.

“wae?” tanya Tia menyadari tingkah Seungmi berubah

Seungmi menggigit kukunya dan tak mendengar pertanyaan Tia sama sekali, “dia tidak menyukai Mingyu oppa kan..” ujarnya tanpa mengetahui kalau dia sedang diperhatikan

“kau suka Mingyu?” tanya Jimin “eo..” jawab Seungmi tanpa disadarinya

“eh?” kagetnya setelah menyadari kalau dia telah mengatakan sesuatu yang salah. Dia menatap ketiga kakak kelasnya, mereka memasang wajah menggoda kepada Seungmi.

“bu-bukan seperti itu. Bukan, maksudku, e, maksudku aku menyukai Mingyu oppa sebagai sunbae yang baik. Ya, benar..” ucap Seungmi gugup takut rahasianya terbongkar

“hm? Apakah benar begitu, ya! Katakan saja kepada sunbaemu ini!” paksa Yerin sambil mengambil tangan Seungmi begitu pula Jimin dan Tia. Mereka tersenyum jahil dan terus memaksa Seungmi mengatakan hal yang sebenarnya.

 

-Di sisi lain

“kenapa kau bengong saja?” Youngyoo mendekati Sohyun yang sedang bengong ke arah Yugyeom dkk. bermain alkagi

Tak ada jawaban dari Sohyun sehingga membuat Youngyoo sedikit bingung. Akhirnya Youngyoo pergi dan mengatakan hal ini kepada Shinae.

“ada apa dengan dia?” tanya Youngyoo berharap Shinae tahu jawabannya “entahlah, dari kemarin dia sudah seperti itu..” jawab Shinae tak memberikan jawaban pasti untuk Youngyoo

Karena penasaran, Youngyoo mencoba bertanya kepada Jimin dkk. Youngyoo menghampiri mereka yang sedang asyik(?) menginterogasi Seungmi. Seungmi yang melihat Youngyoo langsung meminta tolong.

“Youngyoo-ya, tolong aku..” pinta Seungmi dengan wajah memohon

Youngyoo terlihat bingung dan hanya melihat mereka. “sedang apa?” tanya Youngyoo meminta penjelasan atas apa yang sedang mereka lakukan

“hm? Menginterogasi Byeon Seungmi..” jawab Yerin santai mengisyaratkan sesuatu kepada Youngyoo. Sepertinya mengerti Youngyoo mengikuti keinginan sunbaenya itu. “aah, kenapa?” tanya Youngyoo ‘sok’ polos

“ya! Tolong aku..” pinta Seungmi “wae? Dengan alasan apa aku harus menolongmu?” ujar Youngyoo sementara Jimin dkk. menahan tawa dengan akting yang diberikan Youngyoo

“pokoknya tolong saja aku..” pinta Seungmi lagi “alasanmu..” ujar Youngyoo lagi

“aku tidak ingin diinterogasi..” ujarnya “interogasi mengapa?”

“karena aku menyukai Mingyu oppa!” teriak Seungmi karena kesal

Semua menoleh ke arah Seungmi begitu pula Mingyu yang saat ini benar-benar kaget. Ji Oh langsung mebelalakkan matanya tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar, sahabatnya tanpa sengaja mengutarakan hal itu besar-besaran.

“heish!” kesal Seungmi lalu keluar dari ruang klub

Hening. Seluruh anggota memandang tak percaya Seungmi yang telah berlalu pergi. Apa yang mereka dengar barusan? Apa yang mereka lihat barusan?

“heol..” Jungkook memecahkan suasana. Dia lalu melihat Mingyu yang saat ini memandang pintu ruang klub tak percaya

“hee? Seungmi menyukai Mingyu oppa? Eonni, kalian tahu ini?” tanya Youngyoo tak percaya kepada Jimin, Tia, dan Yerin.

“kami tidak bermaksud.. Heish, anak itu..” kesal Yerin lalu keluar dari ruang klub dan bermaksud mengejar Seungmi diikuti Tia dan Jimin.

Mingyu langsung melemas, dia memegang keningnya dan berpikir karena tak percaya. Jadi, Seungmi menyukainya? Kenapa dia tidak menyadari hal itu? Memang sih selama ini Seungmi selalu memberi perhatian kepada Mingyu. Kalau begitu artinya..

“Babo-Gyu..” ujar Yugyeom sambil melemparkan biji alkagi kapada Mingyu diikuti oleh Seokmin dan Jungkook

“Babo-Gyu, kau tak menyadarinya?” ujar Jungkook kesal

“memangnya kalian menyadarinya?” ujar Mingyu agak kesal karena dilempar biji alkagi

“siapa pun tahu hal itu. Babo..” ujar Seokmin

Mingyu menoleh kepada anggota muda. “kalian tahu?” tanya Mingyu memastikan, Ji Oh dan Jaemoo mengangguk. “tuh hanya mereka dan kalian yang tahu..” ujar Mingyu tak mau mengakui hal itu

“jadi, Seungmi eonni benar-benar menyukai Mingyu oppa?” tanya Jihee

“dia tidak mungkin kan menyukai mu? Dia tidak mungkin ‘lesbi’ kan..” ujar Jungkook mengejek perkataan Jihee sehingga membuatnya kesal, “kenapa sih kau selalu mengejekku, oppa!”

“aku tidak mengejekmu, aku hanya menjawab pertanyaanmu. Yang pasti iya, memangnya kau tidak mendengar dengan jelas teriakannya tadi?”

“aku hanya memastikan!”

“kenapa kalian malah berkelahi..” ujar Yugyeom

Semuanya terdiam dan terfokus pada Yugyeom. Yugyeom melihat Ji Oh.

“sejak kapan memangnya Seungmi menyukai Mingyu?” tanya Yugyeom kepada Ji Oh

“kenapa kau bertanya kepadanya?” tanya Bambam

“dia sahabat karib Seungmi..” jawab Jingoo

Ji Oh berpikir, “sejak pertama kali masuk sekolah..” “ya! Itu sudah lama sekali, sudah dua tahun!” ujar Mingming

“hebat!” ujar Chan juga “dia masih setia denganmu, hyung..” sambungnya

Hal ini membuat Mingyu menjadi bersalah karena tidak mengetahuinya sejak lama. Dia menatap Yugyeom dan Seokmin.

“apa yang harus ku lakukan. Pasti kami akan menjadi kaku satu sama lain..” ujar Mingyu khawatir dengan keadaan saat ini

“Tia dan yang lainnya juga belum balik..” ujar Seokmin

 

***

“Seungmi-ah, mianhae..” ujar Yerin sambil terus mengejar Seungmi yang berlari menjauhi mereka

“sekarang aku tidak punya muka untuk bertemu dengan Mingyu oppa..” ujar Seungmi sambil menangis

Yerin dkk. terus mengejar Seungmi hingga ke atap sekolah. Seungmi berhenti dan menangis sesegukan. Yerin, Jimin, dan Tia merasa sangat bersalah melihat adik kelas mereka menangis seperti itu.

“mianhae, kami benar-benar bersalah..” ujar Tia sambil mendekap pundak Seungmi lembut

Seungmi terus menangis dan tak mengatakan apa pun. Yerin dkk. mencoba untuk menenangkannya dan terus meminta maaf atas kebodohan yang telah mereka perbuat.

“apa yang harus ku lakukan sekarang? Aku terlalu malu untuk bertemu Mingyu oppa..” khawatir Seungmi masih tetap menangis

“mianhae..” ujar Jimin

“ini bukan salah kalian, ini salahku. Harusnya aku terima saja kalian menginterogasi ku, tapi karena panik aku malah..” Seungmi tak melanjutkan pembicaraannya dan hanya menangis

“tenang-tenang. Bagaimana kalau kita kembali ke ruang klub? Semua mengkhawatirkanmu..” rayu Tia

Seungmi menggeleng, “aku mau pulang. Aku tak berani melihat Mingyu oppa..” ujarnya

Tia dkk. menghela nafas dan mengangguk mengerti. “baiklah, tasmu masih di ruang klub kan? Mau ku ambilkan?” tawar Jimin

“tolong tas kami juga..” ujar Tia dibalas anggukan Jimin

Seungmi mengangguk dan Jimin kembali ke ruang klub sementara Tia dan Yerin menemani Seungmi keluar gedung sekolah.

 

***

‘greek’ Jimin membuka pintu ruang klub. Anggota yang lain terkejut dan bingung karena hanya Jimin yang kembali.

“ada apa? Kenapa kau sendiri?” tanya Mingyu khawatir dan penasaran

“apa yang terjadi?” tanya Ji Oh

“Yugyeom-ah, kami pulang duluan eo? Suasana hati Seungmi sedang kacau..” ujar Jimin sambil mengambil tasnya, tas Tia, tas Yerin, dan tas Seungmi

“eo, baiklah..” ujar Yugyeom

Saat hendak keluar, Jimin kembali masuk dan melihat Ji Oh.

“ku rasa Seungmi membutuhkanmu, Ji Oh-ya..” ujar Jimin

Ji Oh menghela nafas dan mengangguk mengerti. Dia mengambil tasnya, dan berpamitan kepada Yugyeom lalu pergi bersama Jimin.

“semakin membuatku khawatir saja..” ujar Mingyu

Anggota yang lain menatap Mingyu. “apa yang akan terjadi mulai dari sekarang?” ujar Yujeong menggoda

“apakah Seungmi eonni akan biasa-biasa saja?” ujar Jihee “atau malahan akan menjadi kaku bersama dengan Mingyu oppa?” sambung Shinae

Anggota yang lain tertawa melihat tingkah tiga sahabat itu, kecuali satu orang. Ya benar, kecuali Mingyu.

Mingyu berjalan lemas ke arah jendela berharap dia dapat melihat Seungmi dkk. yang hendak pulang. Ternyata benar, dia melihat Seungmi berjalan lesu dengan di dampingi Yerin dan Tia sementara Ji Oh dan Jimin membawa tas mereka.

Mingyu memegang dadanya, entah mengapa terasa sesak dan tubuhnya melemas ketika melihat Seungmi pergi.

“ada apa denganku?” pikirnya “lemas?” tanya Yugyeom tiba-tiba

Mingyu terkejut dan menoleh ke arah Yugyeom yang berada tepat di sampingnya.

“sesak?” tanya Seokmin tiba-tiba juga

Mingyu dan Yugyeom menoleh ke arah Seokmin yang tepat di antara mereka. Mingyu menghela nafas dan mengangguk mengiyakan pertanyaan kedua sahabatnya itu.

“itu cinta..” ujar Yugyeom dan Seokmin serentak

Mingyu terkejut dan memandang kedua sahabatnya itu tak percaya. Mereka hanya tersenyum melihat Mingyu dan pergi meninggalkannya.

“cinta? Apakah iya?” gumam Mingyu

 

***

-Di rumah Seungmi

 

Seungmi memandang handphone-nya geram. Di layarnya terdapat nomor handphone Mingyu. Dia bingung apakah harus mengirim pesan kepadanya atau tidak. Dia mengambil handphonenya kemudian mengetikkan beberapa huruf.

 

To: Mingyu Oppang~❤

Oppa, mianhae. Apa kau terkejut?

 

Lalu menghapusnya. Dia mulai mengetik beberapa huruf lagi

 

To: Mingyu Oppang~❤

Pasti kau terkejut. Ku harap kau tidak menganggap serius hal itu..

 

Namun dihapus lagi. Seungmi menghempaskan handphonenya ke tempat tidur dan berguling-guling tidak jelas. Dia memukul-mukul bantalnya dan mencekik beberapa bonekanya dan dihempaskannya ke lantai.

“BABO! BABO! BABO! Bagaimana bisa kau kelepasan seperti Byeon Seungmi! Memalukan! Bagaimana kau akan berbicara dengan Mingyu oppa lagi! Heish!!” kesal Seungmi sambil memukul-mukul bantal dan sesekali memukul kepalanya

Tiba-tiba handphonenya bergetar menandakan pesan masuk. Seungmi yang agak terkejut langsung membukanya.

 

From: Sohyuni

Eonni, kau baik-baik saja?

 

“TIDAK!” ujar Seungmi kesal “ya! Ini gara-gara kau aku kelepasan berbicara dan di dengar Jimin eonni, Tia eonni, dan Yerin eonni! Ya! Kim Sohyun!”

Tanpa disadari Seungmi ternyata dia mengetik itu semua dan mengirimnya kepada Sohyun. Saat menyadari itu semua dia langsung panik dan mencoba membatalkan pengiriman namun percuma, bahkan Sohyun sudah membalas pesannya.

 

From: Sohyuni

Maksud eonni?

 

Seungmi menghela nafas berat dan semakin kesal, “apa yang ku lakukan! Apa yang telah ku lakukan!”

Dia mencoba menenangkan pikirannya dan menjawab pesan Sohyun

 

To: Sohyuni

Karena kau aneh sekali hari ini, jadi aku merasa kau sepertinya menyukai Mingyu oppa, dan tanpa ku sadari Jimin eonni mendengar hal itu dan mulai menggodaku dan menginterogasiku..

 

From: Sohyuni

Aku tidak menyukai Mingyu oppa loh eonni! Sungguh aku jujur denganmu!

 

Seungmi tersenyum melihat tingkah adik kelasnya yang panik dan langsung dengan cepat membalas pesannya.

 

To: Sohyuni

Aku tahu. Kau menyukai Yugyeom oppa kan?

 

From: Sohyuni

Eh? Aniyo!

 

Seungmi tertawa geli melihat tingkah adik kelasnya ini. “jelas sekali kau menyukainya..” ujar Seungmi yang akhirnya menyadari tingkah adik kelasnya aneh karena dia menyukai Yugyeom

“jangan berbohong padaku Sohyun. Aku tahu. Jelas tertulis di wajahmu..”

 

From: Sohyuni

Kau bisa membaca wajah seseorang eonni?

 

“puuaah!” Seungmi terus tertawa melihat pesan-pesan menggemaskan dari adik kelasnya itu. Dalam sekejab, Seungmi kembali ceria berkat keluguan Sohyun.

 

***

-di rumah Mingyu

Mingyu menatap layar handphonenya yang tertera nomor handphone Seungmi. Dia merasa bimbang apakah harus mengiriminya pesan atau tidak. Akhirnya di menekan beberapa tombol.

[Yeobosaeyo?] ujar seseorang di sebarang sana yang tak lain dan tidak bukan adalah Kim Yugyeom

“temani aku makan ddeokbokki, ajak Seokmin juga..”

 

***

“tumben sekali kau mengajak kami makan malam hari begini?” heran Seokmin

Mingyu menghela nafas, “yang kalian maksud di sekolah tadi, apakah itu benar?” tanyanya

“hm? Yang mana?” Yugyeom menanya balik saat hendak melahap ddeokbokkinya begitu pula Seokmin

Mingyu menatap kedua sahabatnya yang sedang melahap ddeokbokki dengan nikmat.

“sarang(cinta)..” jawab Mingyu sehingga membuat kedua sahabatnya langsung tersedak

“uhuk, uhuk..”

Mingyu kembali menghela nafas karena merasa tidak yakin menanyakan hal itu kepada mereka berdua.

“tentu saja!” ujar Yugyeom dan Seokmin serentak setelah terbebas dari tersedak

“kenapa kalian begitu yakin?” tanya Mingyu lagi

Seokmin dan Yugyeom saling menatap lalu menatap Mingyu.

“dadamu sesak?” tanya Seokmin dibalas anggukan Mingyu. “kau merasa lemas melihatnya pergi?” tanya Yugyeom dan dibalas dengan anggukan Mingyu juga

“itu CINTA!” ujar Yugyeom dan Seokmin serentak

Mingyu merasa kesal dengan tingkah kedua sahabatnya ini yang menurutnya sama sekali tidak masuk akal. Dia melahap ddeokbokkinya dengan cepat karena kesal.

“ya! Ku tanyakan beberapa hal kepadamu..” ujar Seokmin, “kau merasa senang dan nyaman berada di dekatnya?” Mingyu mengangguk. “kau ikut gembira melihatnya gembira?” Mingyu kembali mengangguk “terkadang kau merasa jantungmu berdebar ketika bersamanya?” Mingyu kembali mengangguk

“itu CINTA!” ujar Yugyeom dan Seokmin lagi

Kali ini Mingyu merasa semuanya masuk akal. Apa yang dikatakan Seokmin ada benarnya, selama ini dia memang merasa nyaman dan senang ketika bersama Seungmi. Terkadang dia merasa berdebar ketika melihat Seungmi tersenyum atau berhasil melakukan beberapa gerakan dance yang sebelumnya tidak dikuasainya. Dia ikut bergembira jika Seungmi selalu berhasil mengikuti gerakan-gerakan yang diajarkannya. Itu bukan cinta? Itu CINTA!

Mingyu tersenyum. Seokmin dan Yugyeom melihatnya dan ikut tersenyum.

“kau baru menyadarinya?” ujar Yugyeom

Mingyu tertawa dan mengangguk kecil. Yah benar, dia baru menyadarinya kalau dia menyukai Seungmi. Dan yang membuatnya tambah bahagia, Seungmi juga menyukainya.

“enaknya, kalian saling mencintai..” ujar Seokmin “jadi sekarang bagaimana?” sambung Seokmin

Mingyu terdiam. Kesenangan yang tadinya melambai di dalam hatinya kini terdiam tak tertiup oleh angin musim semi. Sekarang bagaimana? Tak terpikirkan sama sekali olehnya. Seungmi tidak tahu kalau Mingyu juga menyukainya. Bisa jadi Seungmi akan mencoba menjauhi Mingyu karena malu.

“apa yang harus ku lakukan?” tanya Mingyu

Yugyeom dan Seokmin menghela nafas lalu mendekap pundak Mingyu kuat.

“kau pasti bisa. Kami mendukungmu!”

 

***

-esoknya di kelas 2-2

Bel pulang berbunyi. Seungmi menyusun bukunya ke dalam tas. Ji Oh dan Jaemoo mendekatinya.

“kau ke ruang klub?” tanya Jaemoo

Seungmi menatap Jaemoo dan Ji Oh, “mian, aku masih belum berani bertemu dengan Mingyu oppa. Aku pulang duluan..” jawabnya lalu pergi meninggalkan Ji Oh dan Jaemoo

“dasar perempuan..” kesal Jaemoo

 

***

Mingyu, Yugyeom, dan Seokmin memasuki ruang klub. Di sana sudah ada Jihee, Chan, Sohyun, dan Yujeong. Mereka menyapa Mingyu dkk. dan kembali mengobrol. Tak lama setelahnya semua anggota lengkap dan yang terakhir masuk Jaemoo dan Ji Oh.

“mana Seungmi?” tanya Mingyu

Ji Oh menggeleng, “dia pulang duluan..” ujar Ji Oh

Mingyu mengambil tasnya dan berjalan ke arah pintu. “mau kemana?” tanya Yugyeom

“pulang..” jawab Mingyu lalu keluar dari ruang klub

Yugyeom dan Seokmin menggeleng sementara anggota yang lain tidak mengerti. Yugyeom menghela nafas begitu juga Seokmin.

“sepertinya kalian belum mengerti suasananya..” ujar Yugyeom, “biar kami jelaskan..” sambung Seokmin

Semua anggota terfokus pada Seokmin dan Yugyeom.

“sebenarnya, Mingyu juga menyukai Seungmi..”

“APAAAAAAAAA!?”

 

***

Mingyu berlari keluar gedung sekolah berharap masih menemukan Seungmi. Namun sia-sia dia tak melihat Seungmi lagi, di area sekolah, maupun di halte bus.

Tanpa dia sadari dari arah kejauhan, Seungmi melihatnya.

“bukannya itu Mingyu oppa? Dia pulang duluan. Haha, sepertinya dia tidak tahu harus bertemu denganku bagaimana..” ujar Seungmi agak kecewa melihat Mingyu

Dia berangkat dari duduknya dan berjalan lemas pulang ke rumahnya. Tapi ternyata, Mingyu telah menemukan Seungmi dan diam-diam mengikuti Seungmi dari belakang. Seungmi menaiki bus, dia ikut menaiki bus. Seungmi keluar dari bus, dia ikut keluar dari bus.

Tiba-tiba, Seungmi berhenti di sebuah kedai ddeokbokki. Kedai itu tempat langganan Mingyu. Awalnya Mingyu merasa heran mengapa Seungmi berhenti di sana. Saat melihat Seungmi tersenyum, dia mengerti. Tiba-tiba dia ingat pertemuan pertamanya dengan Seungmi

 

>>Mingyu’s flashback

-pulang sekolah di hari penerimaan murid baru (Mingyu dkk. kelas 2 SMA)

“mampir dulu..” ajak Mingyu kepada kedua sahabatnya

“tidak mungkin tidak..” ujar Seokmin dan Yugyeom

Tak lama setelah mereka masuk ke kedai, beberapa murid baru ikut masuk, mereka adalah Seungmi dkk. Seungmi melihat-lihat menu yang kebetulan berada di dinding atas dimana Mingyu dkk. duduk. Tanpa sengaja, mata Mingyu dan Seungmi bertatapan. Lama sekali seperti seseorang yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Pandangan mereka terusik karena seseorang lewat di depannya.

“kenapa?” tanya Yugyeom menyadari ke anehan Mingyu

“ah, tidak..” jawab Mingyu berbohong saat hendak melihat Seungmi lagi, Seungmi malah memalingkan wajah

<<Mingyu’s flashback end

 

“sudah selama itu ternyata, kenapa aku tak menyadarinya?” ujar Mingyu pelan

Tanpa dia sadari ternyata dia sudah kehilangan jejak Seungmi

 

***

Esok harinya, Seungmi masih tidak tahu harus bagaimana bertemu dengan Mingyu. Saat istirahat dia terus memalingkan wajahnya ketika bertemu Mingyu. Di kejauhan pun dia langsung kabur ketika melihat Mingyu.

Hampir lima hari dia melakukan hal yang sama. Bahkan, dia bolos klub selama itu. Mingyu pun terkadang hadir dan terkadang tidak. Dia hanya berharap kalau Seungmi akan hadir tapi ternyata tidak sama sekali.

Hari ini pun seperti itu, Mingyu terlihat lesu sambil membolak-balik majalah yang dibacanya sambil sesekali melihat ke arah pintu.

“lihatlah dia, sangat menyedihkan..” ujar Tia sambil menggeleng-geleng

“apakah akan seperti ini selamanya?” khawatir Sohyun

Tia, Jimin, dan Yerin melihat Sohyun yang terlihat mengkhawatirkan keadaan Mingyu dan Seungmi. Yerin kemudian duduk di sebelahnya.

“Seungmi bilang kau menyukai Yugyeom?” tanya Yerin kepada Sohyun

Sontak Sohyun kaget dan menjatuhkan cangkir yang berada di dekatnya. ‘prang’

Semua menoleh dan melihat ke arah gelas yang pecah. Yugyeom langsung mengambil kain lap dan berlari menuju pecahan cangkir.

“mianhae oppa, aku tidak sengaja..” ujar Sohyun dan ingin membantu Yugyeom membersihkan pecahan cangkirnya

“tidak apa-apa, biar aku saja yang membersihan..” ujar Yugyeom

“aniyo oppa, biar aku membantu..”

Saat hendak mengambil beberapa pecahan, jari Sohyun terkena salah satu bagian tajamnya.

“aw!” ringisnya kesakitan “kau tidak apa-apa?” tanya Yugyeom menyadari kalau jari Sohyun berdarah. Yugyeom langsung berangkat dan menarik Sohyun.

“tolong kalian bersihkan, aku akan membawa Sohyun ke UKS dulu..” ujar Yugyeom dibalas anggukan yang lain

 

***

“oppa, aku tidak apa-apa..” ujar Sohyun sambil berjalan agak cepat karena tarikan Yugyeom

“kalau berdarah harus diobati kalau tidak bisa infeksi..” ujar Yugyeom tanpa melihat Sohyun dan terus berjalan

Sohyun terdiam dan tetap mengikuti Yugyeom menuju UKS yang tidak terlalu jauh dari ruang klub.

“oppa, tanganku sakit..” ujar Sohyun

Yugyeom terkejut dan melepaskan genggaman tangannya pada Sohyun dan melanjutkan perjalanan mereka. Tidak ada satu kata pun yang mereka utarakan. Tak disadari mereka sudah sampai di UKS.

“duduklah..” ujar Yugyeom dan diikuti oleh Sohyun

Yugyeom mencari beberapa obat luka dan Sohyun hanya memperhatikannya. Tiba-tiba jantung Sohyun berdetak kencang dia langsung mengalihkan perhatiannya ke arah lain. Yugyeom menemukan obatnya dan duduk di depan Sohyun. Jantung Sohyun tambah berdetak dengan kencang tak berani menatap wajah Yugyeom.

“ulurkan tanganmu..” ujar Yugyeom dan Sohyun mengikutinya walaupun agak bergetar karena gugup

Yugyeom mengobati luka Sohyun. Walau agak sakit, namun Sohyun mencoba menahannya.

“jemari tangan itu harta seorang wanita..” ujar Yugyeom pelan sambil membalut luka Sohyun. Jantung Sohyun terus berdetak kencang dan memperhatikan tangan Yugyeom yang membalut rapi jarinya yang terluka.

“selesai..” ujar Yugyeom sambil tersenyum dan mengembalikan obat luka ke tempat semula

Mereka pun keluar dari ruang UKS. Tak ada pembicaraan di antara mereka Yugyeom berjalan di depan Sohyun. Sohyun berjalan sambil memandangi lantai dan sesekali mengelus tangannya yang tadi disentuh oleh Yugyeom.

“apa aku memang menyukai Yugyeom oppa?” ujarnya dalam hati

 

***

Setelah membersihkan pecahan cangkir, Mingyu kembali duduk. Kali ini bukan membalik-balik majalah tapi membalik-balik komik. Yugyeom dan Sohyun pun sudah kembali dari UKS, Yerin langsung menghampiri Sohyun dan minta maaf.

Tak lama setelahnya handphone Mingyu bergetar menandakan pesan masuk. Ketika dia membukanya, betapa terkejutnya dia melihat siapa yang mengiriminya pesan tersebut. Dia berangkat dari duduk dan menjatuhkan komik yang dipeganginya.

“waeyo hyung?” tanya Seungkwan

Semua menoleh kepada Mingyu. Mingyu langsung memperlihatkan layar handphonenya kepada anggota yang lain, tak kalah dari Mingyu mereka juga ikut terkejut. Isi pesan tersebut adalah:

 

From: Seungmi

Oppa, mianhae..

 

***

To: Mingyu Oppang~❤

Oppa, mianhae..

 

Tak disangka akhirnya Seungmi dapat mengirim pesan tersebut. Kini dia berada di depan ruang klub. Tak berani membuka pintu sama sekali. Dia menghela nafas dan berbalik. Saat dia hendak melangkah pergi, pintu ruang klub terbuka. Dia kembali berbalik dan terkejut ketika melihat Mingyu di depannya.

“aku tahu kau akan datang..” ujar Mingyu

Karena terkejut, Seungmi langsung berlari meninggalkan Mingyu dan anggota klub yang lain. Karena kesal, Mingyu mengejarnya begitu pula dengan anggota yang lain. Setelah sampai di pintu masuk gedung sekolah. Mingyu berhenti.

“YA BYEON SEUNGMI!!” teriaknya

Seungmi terkejut dan berhenti karena teriakan Mingyu begitu pula anggota yang lain. Seungmi tak menoleh kearah Mingyu. Dia masih tidak berani menatap Mingyu. Mingyu berjalan mendekati Seungmi. Beberapa anggota juga hendak melakukan demikian namun dihalang oleh Yugyeom. Seakan mengerti, mereka hanya melihat Mingyu dan Seungmi tak jauh dari sana.

Jantung Seungmi berdetak kencang, dia ingin berlari menjauhi Mingyu namun dia tak berani takut Mingyu marah kepadanya.

Mingyu berhenti berjalan sehingga jarak di antara mereka tidak btgitu jauh.

“Byeon Seungmi..” panggil Mingyu dan tak dijawab oleh Seungmi

“Byeon Seungmi..” panggil Mingyu lagi namun masih saja tak dijawab oleh Seungmi

“michigaetda..” kesal Mingyu dan membalik tubuh Seungmi sehingga menatapnya

Terlihat Seungmi menangis dan terkejut melihat Mingyu. Lalu dia langsung menunduk dan Mingyu langsung melepaskan tangannya dari pundak Mingyu.

“kenapa kau menghindariku?” tanya Mingyu dan Seungmi hanya terdiam

“kenapa kau tidak ikut klub?” “kenapa kau kabur ketika melihatku?” “kenapa kau tidak melihatku?” “kenapa kau tidak menjawabku?” “kenapa kau menangis?” “kenapa kau diam saja!?”

Mingyu seperti sudah mencapai batasnya, semua yang ingin ditanyakannya terlontarkan begitu saja. Dan Seungmi, dia tidak menjawabnya dan masih terus menangis. Mingyu menghela nafas kesal.

“karena aku menyukaimu..” ujar Seungmi pelan “karena aku mencintaimu!” teriak Seungmi kemudian. Kali ini, dia menatap Mingyu. Mingyu terkejut dan menghela nafas.

“apakah itu kau sebut cinta?” tanya Mingyu lagi, Seungmi hanya terdiam dan kembali menundukkan kepalanya. “kau bilang itu cinta? Menghindari? Menjauhi?” sambung Mingyu

“karena kau sudah tahu kalau aku menyukaimu! Aku takut kau membenciku!” jawab Seungmi tak mau kalah dengan pertanyaan Mingyu

“apakah aku mengatakan padamu kalau aku membencimu!” kesal Mingyu

“bukannya itu jelas! Kau tidak bereaksi saat itu! Esoknya juga kau tidak ikut klub! Bahkan hari ini kau kesal denganku!” ujar Seungmi masih dengan air matanya yang mengalir

Mingyu menghela nafasnya lagi, “KAPAN AKU MENGATAKAN AKU MEMBENCIMU!!”

Seungmi terdiam. “kau bahkan tak mendengarkan apa yang ku katakan..” ujar Mingyu

“kau tak membenciku oppa?” tanya Seungmi meyakinkan

“untuk apa aku membencimu? Bahkan aku..” perkataan Mingyu terputus dia menatap Seungmi dan Seungmi juga menatapnya. Mingyu tersenyum, “aku juga menyukaimu..” ujar Mingyu akhirnya

Seungmi membelalakkan matanya tak percaya, dia langsung terduduk lemas. Dia kembali menatap Mingyu mencoba mencari kepastian dari perkataan Mingyu.

Mingyu berjongkok dan mengusap kepala Seungmi pelan.

“maaf aku baru menyadarinya..” ujar Mingyu

Mendengar itu langsung saja air mata Seungmi kembali mengalir, dia menutup wajahnya dengan tangannya. Menangis tak percaya. Mingyu tersenyum dan memeluk Seungmi dan membiarkannya menangis sambil sesekali mengelus kepalanya.

Yugyeom dan yang lainnya menghampiri mereka berdua.

“sepertinya pasangan baru terlahir nih..” ujar Seokmin

“tak ku sangka akan seperti ini..” ujar Jingoo

Yerin, Jimin, dan Tia melihat Sohyun dan Sohyun melihat mereka agak ngeri.

“selanjutnya, kau dan Yugyeom..” ujar mereka bertiga pelan sehingga yang lain tidak mendengarnya

Sohyun tertawa, “tidak mungkin Yugyeom oppa menyukaiku..” ujarnya

Tia dkk. terkejut. “jadi, kau menyukai Yugyeom?” tanya mereka

Sohyun tersenyum dan mengangguk, “saat dia membawaku ke UKS, aku menyadarinya..”

Tia dkk. menatap gemas adik kelasnya itu.

“hyung! Pajak jadian!” ujar Hansol dan langsung disetujui oleh anggota lainnya

 

***

Mingyu dan Seungmi berjalan bergandengan tangan sementara anggota yang lain di depan mereka berjalan duluan. Mereka berencana makan ddeokbokki di tempat langganan Yugyeom, Mingyu, dan Seokmin.

“oppa, boleh ku tanya satu hal?”

“hm? Apa itu?”

“sejak kapan kau menyukaiku?”

“hm, sejak pertemuan pertama kita di kedai itu..” jawab Mingyu sambil menunjukkan kedai ddeokbokki langganannya

Seungmi tersenyum, “sepertinya kita sama..” ujarnya dan dibalas senyuman Mingyu

“kalian berdua cepatlah!!” teriak Yugyeom dari kejauhan

“eo!” ujar mereka berdua dan berlari menuju kedai

 

***

“karena pasangan baru terlahir, kalian ingin berharap siapa lagi nih?” tanya Yugyeom iseng

Seungmi mengangkat tangan, “aku harap cinta Sohyun berhasil..” ujar Seungmi dan langsung disetujui oleh Yerin, Tia, dan Jimin.

Langsung saja Sohyun terkejut, “apa yang kalian lakukan eonni!” ujar Sohyun agak kesal dan malu

“jadi Sohyun punya orang yang disukai? Kalau begitu ku harap cintamu berhasil..” ujar Jungkook “aku juga berharap cintaku berhasil..” sambungnya

“memangnya oppa bisa menyukai seseorang?” ejek Jihee

“hei kau..” kesal Jungkook

“sudah sudah, jangan berkelahi..” lerai Yugyeom

Mereka saling geram sementara anggota yang lainnya tertawa gemas.

“memangnya siapa yang disukai Sohyun? Apakah diantara kita?” tanya Mingyu berbisik kepada Seungmi, Seungmi mengangguk dan berbisik kepada Mingyu, “Yugyeom oppa..” jawabnya

Mingyu sedikit terkejut namun kemudian mengangguk mengerti. Dia menatap Yugyeom yang saat ini sedang memperhatikan Sohyun yang bercanda dengan yang lainnya. Dia tersenyum melihatnya.

“aku akan membantumu Yugyeom-ah..” ujar Mingyu

“he? Apa? Dalam apa? Masalah apa?” tanya Yugyeom bingung

 

-bersambung

 

5 thoughts on “School Investigate CLUB! (Not a Detective Club): Case 4: Seungmi & Mingyu Problem

  1. Melati berkata:

    Ah eonni…daebak ceritanya^_^ agak nyesek sih karna mingyu dipasangin sama cewe lain,mingyu itu bias aku haha,tetep lanjutin ceritanya eon^^ fighting!

  2. Pita berkata:

    Hai chingu,mau nyaranin gmn kalo ceritanya di upload ke wattpad saja?^^bisa di votedan comment juga,ntar aku vote deh kalo kamu upload ke wattpad:D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s