School Investigate CLUB! (Not a Detective Club): Case 6: Summer Break: 3 Days and 2 Night Vacation! 1

School Investigate CLUB! (Not a Detective Club)

 

 

Hello. Holla. Hai. Aloha. Annyeong~

Saya balik dengan membawa SIC~ Sebenernya ini saya jadwalin hari rabu malem, tapi setelah kemaren temen saya yang sering maksa update itu ke rumah dan bilang dia besok-hari ini-udah ke Bandung buat ngelanjutin SMA di sana, jadi saya update cepet untuk dia~ My friend don’t forget me yeah~? Kita ketemu nanti lebaran, itu juga kalo lu lebaran di Bangka T_T and, I’ll go to ‘asrama’ on 3rd August, T-T kalo ga bisa ketemu selama 3 tahun kita ketemu pas kuliah ye~? Insha Allah gue ke UPI~ Mention guee*tereak pake toa*

Karena sekarang lagi libur sekolah, saya bawa SIC dengan liburan musim panas~ Go and check it~ Entah kenapa tiba-tiba genre-nya berubah :3 suka-suka saya dong :9

 

School Investigate Club! (Not a Detective Club): CASE 6: Summer Break: 3 Days and 2 Night Vacation! 1

  • Genre                   : School-life, Friendship, little Romance
  • Author                  : dk1317 a.k.a GDhia/GDhia1

P.S : This is just FF and my other imagine, don’t be plagiat and other that god and I don’t like, and please don’t be silent readers, please leave some comment~ Typos everywhere, EYD ancur..

 

Happy Reading~

***

Warning: alurnya cepet banget.. Hehe.. ^^V

“ssaem~” panggil Yerin begitu melihat beberapa bahan yang akan mereka beli.

Yeah, saat ini Boa dan beberapa siswa yang akan ikut bersama Boa(ini saya nulisnya Boa aja, Boa seonsaeng kepanjangan) yaitu: Yerin, Yugyeom, Sohyun, Hansol, dan Tia sedang berbelanja bahan makanan mereka untuk kemah.

“eo, Yerin-ah. Ada apa?” tanya Boa sambil mendekati Yerin

“one plus one..” jawab Yerin sambil menunjuk ‘kim’(rumput laut kering).

Boa menatap anak muridnya itu agak cemas, “ssaem sudah membeli kim..” ujar Boa sambil menunjuk ke arah troli yang sedang dibawa Tia

“Oh My God!” teriak Tia begitu dia melihat ‘sesuatu’ di troli, “waeyo nuna?” kaget Hansol begitu mendengar Tia berteriak

“ssaem!” panggil Tia, “eo? Ada apa?” tanya Boa lalu mendekati Tia bersama dengan Yerin

Tia melihat Yerin membawa kim ‘one plus one’ tadi lalu mengambilnya dan menggantinya dengan ‘sesuatu yang dia teriaki’-kim tadi. “one plus one, ssaem. Harus hemat..” ujar Tia

“tuhkan ssaem, Tia setuju denganku..” ujar Yerin kemudian mengembalikan kim-yang Boa pilih-ke tempat asalnya.

“daebak..” ujar Boa kemudian sambil melihat kedua muridnya itu menjauh

“haha, tenang saja ssaem, mereka memang ‘hemat’..” ujar Sohyun mencoba menyemangati Boa

Boa hanya mengangguk dan kembali berjalan. Sohyun melihat ke kiri dan ke kanan, mencoba mencari Yugyeom yang entah kemana perginya.

“oppa!” panggil Sohyun begitu menemukan Yugyeom sedang melihat dengan serius perbandingan kimchi merek ‘A’ dengan merek ‘B’ yang sebelumnya diperdebatkan oleh Tia dan Yerin.

“oppa, apa yang kau lakukan? Nanti kau tertinggal..” ujar Sohyun sambil menarik lengan baju Yugyeom

“eo? Eo.. aku hanya bingung apa yang Tia dan Yerin perdebatkan dari kedua kimchi ini..” ujar Yugyeom lalu berjalan kembali bersama Sohyun

“haha, dan pada akhirnya Boa seonsaeng yang memilih..” ujar Sohyun juga

“kau benar. Aku selalu bingung kenapa mereka berdua selalu memperdebatkan hal yang menurutku tidak perlu diperdebatkan..”

“itulah spesialnya mereka, oppa..”

“Sohyun-ah!” panggil Yerin dari kejauhan. Sohyun menoleh dan melihat Yerin sedang melambai memanggilnya, “ne, eonni. Ayo, oppa!” ajak Sohyun. Yugyeom mengangguk dan berjalan menuju Boa dan yang lainnya.

“wae, eonni?” tanya Sohyun. Yerin menarik Sohyun dan membawanya jauh dari Yugyeom-menuju Tia yang sedang memilih teri-

“sudah seberapa jauh kau dengan Yugyeom?” tanya Yerin penasaran

“eonni!” kaget Sohyun, “ssst-“ “aku juga penasaran..” ujar Tia setelah selesai memilih teri

“entahlah, aku juga tidak tahu..” ujar Sohyun sambil menunduk. Yerin merangkul Sohyun, “aku mengharapkan sesuatu di liburan kita ini..” ujar Yerin kemudian dibalas persetujuan Tia

“pergilah, kembali lah kepada oppamu..” “ah, eonni!”

Akhirnya setelah puas membeli-lebih tepatnya memilih yang baik dan berkualitas dan hemat-. Boa segera membayar dan kembali ke parkiran di mana dia memarkirkan mobilnya tadi, bersama dengan kelima muridnya yang membawa belanjaan.

“taruh di sini..” ujar Boa. Kelima muridnya itu menuruti dan menaruh belanjaan di tempat yang dianjurkan Boa

“sudah jam 10, ayo! Yang lain pasti sudah menunggu..” ujar Boa lalu masuk ke dalam mobilnya diikuti murid-muridnya

 

***

“ssaem, kenapa lama sekali..” ujar Seungmi dan Yujeong begitu Boa dan yang lainnya datang ke tempat kemah

“kami tidak ada kerjaan..” ujar Shinae

“loh? Kemana yang lain?” tanya Boa karena tidak melihat anak didiknya-yang laki-laki kecuali Mingyu dan Chan-tidak berada di tenda mereka

Mingyu menunjuk ke depan sambil terkekeh pelan. Boa melihat ke arah yang ditunjuk Mingyu dan ikut terkekeh begitu melihat anak muridnya sedang mencoba merayu beberapa anak perempuan yang sedang makan ramyun.

“berani sekali mereka..” ujar Jimin sambil terkekeh pelan, “kalau Mingyu belum pacaran, mungkin akan sama seperti mereka..” sambungnya sambil melihat Mingyu yang sedang merangkul Seungmi

“beruntungnya aku sudah pacaran..” ujar Mingyu kemudian mereka berdua tertawa

“Chan juga, untung kau waras..” ujar Youngyoo kemudian, “aku sih mau, nuna. Tapi aku masih punya rasa malu dan harga diri..” ujar Chan sehingga membuat yang lain tertawa

“YA! Para ‘JOMBLOERS’! Kami sudah datang, nih!” teriak Yugyeom. Mereka yang ‘merasa’ dipanggil menoleh dan begitu senang karena melihat Boa dan yang lainnya sudah datang.

“ssaem, kenapa lama sekali?” tanya Jingoo

“iya, ssaem. Kami jadi bosan..” ujar Seokmin juga

“tapi buktinya kalian menggoda anak itu..” ujar Boa

“ah, mereka. Yeah, karena mereka cantik..” ujar Jungkook kemudian membuat yang lainnya tertawa. “oh iya, dan kau Kim Yugyeom, kau itu juga jomblo tau!” ujar Jungkook tak terima di panggil jombloers oleh Yugyeom. Yugyeom yang diejek hanya menjulurkan lidahnya-balas mengejek-.

“jadi apa yang kalian beli, nuna?” tanya Seungkwan kepada Yerin sambil memeriksa belanjaan mereka

“banyak tentunya. Ada juga beberapa snack kalau ingin kalian ma-“ belum sempat Yerin melanjutkan belanjaan yang berisi snack langsung dibongkar habis oleh mereka-para jombloers + Chan yang waras dan Mingyu-.

“hyung! Aku mau itu!” teriak Jaemoo begitu melihat sekotak chocopie diambil oleh Yugyeom

“Mingming-ah, aku juga mau!” ujar Seokmin begitu melihat snack udang kesukaannya di tangan Mingming, “ah! Aku juga!” ujar Hansol kemudian

“ya! Bambam-ah! Ayo kita bagi dua!” teriak Jungkook begitu Bambam membawa lari cokelat di tangannya, “kau juga! Kita bagi dua itu..” ujar Bambam kemudian sambil menunjuk keripik kentang di tangan Jungkook, “tentu saja!”

“hyung! Tunggu! Kita bagi dua! Aku juga akan bagi dua denganmu!” ujar Chan sambil mengejar Mingyu yang berlari membawa keripik kentang

“Ji Oh-ya! Ji Oh-ya!” panggil Jingoo dan Seungkwan sambil mengejar Ji Oh yang hampir membawa banyak snack

“Ya! Hentikan!” ucap Boa tidak tahan dengan keributan yang dibuat anak didiknya itu

“kemari! Cepat kemari! Kalian membuatku malu!” ujar Boa sambil menarik beberapa anggota yang dekat dengannya

 

***

“bagi dengan rata! Untung kalian baru membuka dua keripik dan satu kotak chocopie, kalau tidak ku cegah mungkin semuanya sudah habis di perut kalian!” ujar Boa agak kesal dengan perlakuan murid laki-lakinya itu sementara yang perempuan, hanya menggeleng-geleng.

“maafkan kami, ssaem..” ujar mereka serempak

“haaah, kalian ini memang susah diurus. Sudah SMA, tidak malu dengan orang lain yang ada di camp ini, eo?”

“maafkan kami, ssaem..”

“haah, ya sudah. Jangan diulangi, latih diri kalian..”

“ne, kamsahamnida, ssaem!”

Mereka kemudian memasukkan kembali snack-snack yang telah mereka ambil.

Boa melihat ke kiri dan ke kanan merasakan kalau ada sesuatu yang ketinggalan.

“waeyo, ssaem?” tanya Jihee “sepertinya ada yang-ah! Box esnya masih di dalam mobil, eum.. Yugyeom-ah, bisa tolong ambilkan?”

“ne, ssaem. Tentu saja..”

Boa kemudian menyerahkan kunci mobilnya dan Yugyeom segera berlari menuju parkiran.

 

***

‘grak’ bagasi mobil Boa terbuka, kemudian Yugyeom mengambil box es di dalamnya.

“eo? Yugyeom?” panggil seseorang

Yugyeom menoleh ke arah orang yang memanggilnya, dia menatap orang yang memanggilnya itu agak lama, kemudian langsung menaruh box es di aspal dan memeluk orang di depannya yang sedari tadi memang sudah memasang pose siap dipeluk*pdnya..*

“hyung!” panggil Yugyeom kemudian setelah mereka berpelukan

“siapa?” tanya beberapa teman orang yang dipeluk Yugyeom tadi.

“eo? Kim Yugyeom!”

 

***

“Yugyeom lama sekali..” ujar Mingyu yang merasa haus dan ingin meminum air dingin

“eo? Yugyeom oppa bersama siapa?” tanya Seungmi begitu melihat sosok Yugyeom bersama beberapa orang di kejauhan

“he?” bingung Mingyu kemudian melihat ke arah yang ditunjuk Seungmi, matanya langsung terbelalak melihat orang yang bersama Yugyeom

“ya! Lee Seokmin! Jeon Jungkook! Yeo Jingoo!” teriak Mingyu sambil menunjuk ke arah Yugyeom dan beberapa orang tadi

“eo!!” teriak mereka serempak begitu melihat ke arah yang di tunjuk Mingyu

Kemudian mereka berlari menuju Yugyeom dan beberapa orang itu dan memeluk beberapa orang itu dengan senang.

“ada apa?” tanya Shinae bingung, “entahlah..” ujar Seungmi

“kenapa?” tanya Tia kemudian, Seungmi menunjuk ke arah yang tadi dan Tia menoleh.

“eo! Yerin-ah, Jimin-ah!” panggil Tia kemudian menunjuk apa yang ditunjuk Seungmi

“eo!” teriak mereka serempak *serasa de ja vu* kemudian berlari mendekati orang-orang itu

“oppa!” panggil Yerin dan membungkuk bersamaan dengan Jimin dan Tia

“eo, Baek Yerin! Tia! Dan-“ ucapan namja yang memeluk Yugyeom pertama tadi terputus sambil melihat Jimin dari atas sampai ke bawah

“Park Jimin~” ucap mereka berdua serempak lalu ber-high five

Kemudian mereka mengobrol sampai ke tenda.

“seonsaengnim!!” panggil orang-orang tadi

Boa yang merasa di panggil langsung menoleh dan terkejut melihat mereka.

“eo? Park Jimin, Kim Taehyung, Choi Jonghyun, Yook Sungjae, Moon Jongup, Yoo Changhyun, Han Sanghyuk, Chae Jinseok!” panggil Boa sambil memeluk mereka satu persatu

“iyaaah, Boa seonsaeng masih mengenali kita..” ujar Jimin*oke ini Jimin BTS ya*

“tentu saja! Kalian berdelapan kan murid kesayanganku..” ujar Boa sambil berkacak pinggang

“satu kehormatan, ssaem..” ujar Changhyun

“kalian juga akan berkemah?” tanya Boa

“ne, ssaem. Kebetulan sekali tenda kami berada di sana..” jawab Jongup sambil menunjuk tenda yg tidak jauh dari tenda Yugyeom dkk. dibalas anggukan Sanghyuk dan Jinseok

“jinjja? Wah, kebetulan sekali ya..”

“siapa eonni?” tanya Youngyoo kepada Tia

“ah, kakak kelas kami saat kelas satu dan mereka kelas tiga. Jadi kalian tidak bertemu..”

“aah..”

“eo? Ini adik kelas yang sekarang?” tanya Taehyung sambil melihat Sohyun, Jihee, dan Yujeong yang sedang memperhatikan mereka

“ah, annyeonghaseyo..” ujar mereka bertiga

“oho, manis juga..” ujar Jonghyun sambil mendekatkan dirinya pada Sohyun

Yugyeom yang melihat itu langsung berjalan menuju Sohyun, Jihee, dan Yujeong lalu berdiri di depan mereka.

“hyung..” panggil Yugyeom lalu menarik Jonghyun dari sana

“fiuuh, untung saja Yugyeom oppa memanggilnya, jantungku sudah mau copot rasanya..” ujar Jihee dan dibalas persetujuan Yujeong, sementara Sohyun melihat Yugyeom dan Jonghyun yang berlalu pergi menjauhi mereka.

 

***

“ah, wae Yugyeom-ah?” tanya Jonghyun kesal karena Yugyeom mengagalkan rencananya mendekati Sohyun

“bantu aku mengambil kayu bakar..” jawab Yugyeom sambil mengambil beberapa kayu bakar di depannya

Jonghyun memicingkan matanya lalu tersenyum kecil. “kau menyukainya?” tanya Jonghyun kemudian

Tepat sasaran. Yugyeom terdiam sesaat lalu kembali mengambil kayu bakar. “ani..” bohongnya

“eei, jelas sekali Kim Yugyeom..” ujar Jonghyun kemudian dan ikut mengambil kayu bakar. “walaupun sudah lama tak bertemu, aku tahu sekali sifatmu..” sambungnya sehingga membuat Yugyeom kembali terdiam. Yugyeom kemudian menghela nafas, “aku tak bisa membohongimu, hyung..” ujarnya kemudian dan dibalas tertawa oleh Jonghyun

“kau sudah besar eo..” ujar Jonghyun kemudian

 

***

*caution: May causing a serious confuse effect!*

“..dan yang terakhir, dia Choi Jonghyun..” ujar Jimin memperkenalkan diri kepada anggota klub investigasi. Jonghyun yang merasa namanya dipanggil melambai-lambai ala Miss Korea.

“senang sekali bisa melihat kalian lagi..” ujar Boa

“kami juga senang bisa bertemu ssaem lagi..” ujar Changhyun juga

“kalian semua anggota klub?” tanya Sungjae kepada Jimin*cewek*

“eo..” “klub apa?” “klub investigasi sekolah..”

Hening. Sungjae mengerjapkan matanya. Dia belum mencerna sepenuhnya jawaban dari Jimin. Jimin melihatnya agak jengkel. “sudah ku duga reaksi mu seperti itu, oppa..” ujar Jimin kemudian sambil menghela nafas.

“ani. Bukan begitu maksudku. Serius? Kalian menginvestigasi sekolah?” tanya Sungjae lagi

“tentu!” jawab Jimin mantap

Sanghyuk dan Jinseok yang mendengar percakapan Jimin dan Sungjae saling menoleh dan melongo. “jinjja?” tanya mereka kemudian. “oppa! Kenapa kalian tidak percaya! Tanya saja ketua klub kami, Kim Yugyeom!” kesal Jimin

Yugyeom yang merasa namanya dipanggil menoleh, “ada apa?” tanya Yugyeom kemudian

“mereka tidak percaya kita menginvestigasi sekolah..” jawab Jimin jengkel. Yugyeom terkekeh dan berjalan menuju Sanghyuk, Jinseok dan Sungjae, “jadi benar?” tanya mereka lagi

“tentu. Boa seonsaeng saksinya. Dia selalu mengecek tugas kami..” jawab Yugyeom kemudian

“uwaah..” ujar Sungjae, Jinseok dan Sanghyuk bersamaan “haish, kalian menjengkelkan sekali..” kesal Jimin dan pergi menjauhi mereka menuju Jungkook dan Yerin yang asyik mengobrol dengan Jimin*ugh*, Jongup dan Taehyung.

“heish..” kesal Jimin lalu duduk di dekat Jimin*ugh* “wae Jimin-ah?” tanya Jimin*ugh*

“Sungjae oppa, Jinseok oppa dan Sanghyuk oppa membuatku jengkel..” jawabnya, “memangnya kenapa?” tanya Yerin kemudian. Jimin menatap Yerin, “mereka tidak percaya kalau kita menginvestigasi sekolah..” jawabnya, “apa? Menjengkelkan sekali!” setuju Yerin

Jimin terpaku melihat percakapan Yerin dan Jimin, “kalian menginvestigasi sekolah?” tanyanya kemudian diikuti mata Taehyung dan Jongup yang juga meminta jawaban

“tentu!” jawab Yerin dan Jimin serentak dan diikuti kekehan Jungkook. Jimin dan Yerin menoleh ke arah Jungkook yang tertawa, “kenapa kau tertawa? Ini klub kita, harga diri kita!” ujar Yerin sok bijak

“ani. Kalian terlihat sangat lucu seperti itu..” ujar Jungkook kemudian

 

***

Anggota klub yang lain-anak kelas 1, 2, Mingming dan Bambam lebih tepatnya-menatap ke arah kakak kelas/teman mereka yang asyik mengobrol.

“lihatlah apa yang kita lakukan sekarang..” ujar Jaemoo. Seungkwan menoleh dan menghela nafas. “kau benar. Ini tidak terasa seperti liburan, tapi terasa seperti reunian..” ujarnya

“ini sudah siang. Bukankah kita harus memasak untuk makan siang?” tanya Shinae

Yang lain menatap Shinae lalu mengangguk, “kau benar. Tapi dengan situasi sekarang-“ perkataan Ji Oh terputus begitu melihat Seungmi berdiri, “aku tidak tahan lagi!” ujar Seungmi sambil berkacak pinggang lalu berjalan menuju Boa

“sungguh anak yang punya semangat tinggi..” ujar Mingming dibalas persetujuan yang lainnya

 

***

“ssaem, hari sudah siang. Tidakkah kita masak untuk makan siang?” tanya Seungmi begitu mendekati Boa yang sedang mengobrol dengan Chanhyung dan Jonghyun.

“ah, kau benar. Mian, ssaem lupa..” ujar Boa

Seungmi melirik ke arah tenda-tempat dimana anggota lainnya terlantar(?)-lalu memberi senyuman khasnya yang berarti dia berhasil dan langsung saja dia diberi tepuk tangan dari mereka.

“anak-anak. Ayo kita masak, siapa yang bertugas masak siang ini?” ujar Boa memecahkan suasana

“ah! Benar!” ujar Tia sadar akan waktu dan segera berdiri dari duduknya

“kalau begitu, kami juga ssaem..” pamit Jongup

“eo..”

Anggota yang lain mulai berkumpul untuk mendengarkan siapa yang akan mendapat tugas memasang siang ini.

“kalau begitu ssaem bagikan dulu jadwalnya, oke? Karena kalian dua puluh satu orang, ada yang empat orang dan tiga orang, yang berkelompok tiga orang nanti ssaem bantu, oke?”

“oke ssaem!”

“kelompok siang ini: Jimin, Ji Oh, Bambam, dan ssaem. Malam nanti: Yugyeom, Mingyu, Sohyun, dan Seungmi. Besok pagi: Seokmin, Yerin, Jingoo, dan Yujeong. Siangnya: Seungkwan, Chan, Shinae, dan ssaem. Malamnya: Jungkook, Jihee, Tia, dan Hansol. Pagi hari terakhir: Mingming, Jaemoo, Youngyoo dan ssaem. Oke?”

“oke ssaem!” “ssaem!!” panggil Jihee

Semua menoleh ke arah Jihee. “ada apa?” tanya Boa, “boleh aku ganti kelompok? Aku tidak mau satu kelompok dengan Jungkook oppa..” jawab Jihee, “he? Kau satu kelompok denganku?” tanya Jungkook pura-pura tidak tahu. Jihee menatap Jungkook kesal, “eo! Dan aku tidak mau satu kelompok denganmu!” ujar Jihee kemudian

Jungkook hanya mengangkat bahunya pelan, “tidak ada perubahan Jin Jihee. Kalau kau memang kesal dengan Jungkook, setidaknya ini akan membantumu sedikit berteman dengannya..” ujar Boa lalu pergi meninggalkan mereka sambil terkekeh pelan

“ah, ssaem..” rengek Jihee, “sudahlah terima saja, aku tidak akan menyuruhmu melakukan hal yang seharusnya tak kau lakukan kok..” ujar Jungkook pelan kemudian pergi  meninggalkan Jihee yang bingung dengan perkataannya

Sementara kelompok yang bertugas malam ini: Jimin, Ji Oh, dan Bambam dengan bantuan Boa mulai memilih bahan makanan yang akan  mereka masak.

 

***

“sepertinya Boa seonsaeng tahu semuanya deh..” ujar Yerin kepada Jimin yang sedang mengupas apel dan pir

“apa?” tanya Tia yang mendengar percakapan mereka dan mulai bergabung

“masalah kelompok ini. Sepertinya ssaem tahu kalau Sohyun dan Yugyeom saling menyukai tapi tidak menyadari kalau mereka saling menyukai dan Jungkook yang suka Jihee sedangkan Jihee yang pura-pura tidak menyukai Jungkook..” ujar Yerin, “eh? Mereka saling menyukai?” kaget Jimin dan Tia, “sst..”

Jimin dan Tia langsung menutup mulut mereka otomatis. Yerin mulai mendekatkan tubuhnya, Jimin dan Tia juga mulai mendekatkan telinga mereka.

“sepertinya ssaem juga tahu kalau Jaemoo sedang mencoba mendekati Youngyoo..” ujar Yerin lagi

Tia kemudian tegak dan kembali pada posisinya semula lalu menatap Yerin. Jimin dan Yerin yang merasa aneh kemudian menatap Tia.

“wae?” tanya Yerin karena merasa risih terus ditatap oleh Tia. “kau juga..” jawab Tia

“aku? Aku kenapa?” Tia tersenyum, “sepertinya ssaem juga tahu kalau kau suka Seokmin..”

“ya! Sssst!!” “ah! Kau benar Tia-ya! Pantas saja!” ucap Jimin juga

“nuna, kau sudah selesai mengupas apel dan pirnya?” tanya Ji Oh yang tiba-tiba masuk ke dalam tenda

“eo? Eo. Tunggu sebentar..” ujar Jimin kemudian keluar dengan buah apel dan pir yang sudah dia kupas

Tia dan Yerin melihat Jimin keluar. “ssaem juga sepertinya tahu kalau Ji Oh suka Jimin..” ujar Tia “kau benar..” setuju Yerin

 

***

“makan siang sudah selesai!!” panggil Boa begitu menyelesaikan makan siang mereka yang bisa dibilang agak telat sedikit

“uwaah!” Jingoo langsung berjalan mendekati meja dan duduk di kursi.

“lebih cepat yang ku kira..” ujar Mingyu kemudian, “kalian tidak mau mati kelaparan kan?” ujar Jimin agak kesal dengan perkataan Mingyu, “mian..” ujar Mingyu kemudian

“selamat makan!” ujar semuanya dan mulai mengambil lauk yang mereka sukai

“Bambam-ah, tolong ambilkan aku ramyun..” pinta Mingming, “kau bisa ambil sendiri kan?” kesal Bambam, “please..” pinta Mingming lagi

“Sohyun-ah, tolong ambilkan telur gulung untukku..” ujar Yujeong, “mau berapa?” “dua..”

“Jaemoo-ya? Jaemoo-ya? Bisa tolong hyungmu ini?” tanya Yugyeom mencoba meminta tolong kepada Jaemoo, “aniyo..” jawab Jaemoo dan sukses membuat Yugyeom kesal dan beralih kepada Hansol yang berada di samping Jaemoo, “Hansol-ah~” “ne, hyung?” “bisa tolong ambilkan hyung bayam di depanmu?” Hansol langsung mengambil bayam dan menaruhnya di depan Yugyeom, “gumawo. Kau jangan pelit seperti Jaemoo, eo..”

“eonni, aku mau itu..” ujar Jihee kepada Yerin, “eo? Yang mana? Ini?” “eo..”

“Chan-ah, hyung juga mau..” ujar Seokmin kepada Chan ketika Chan hendak mengambil lauk di depannya.

Setelah beberapa menit makan siang. Akhirnya mereka selesai dan bergotong royong untuk membersihkan piring mereka.

“oppa, bisa kau bawakan ini?” tanya Seungmi kepada Mingyu, “tentu, tak mungkin aku membiarkan mu membawa piring sebanyak ini..” ujar Mingyu lalu mengambil piring dari tangan Seungmi

“lihatlah mereka, bahkan pada saat yang seperti ini pun..” ujar Jungkook lagi-lagi jengkel dengan tingkah mereka dibalas persetujuan Seokmin

“nuna! Shinae nuna! Biar aku saja yang membawanya..” ujar Chan begitu mendapati Shinae yang membawa panci yang lumayan besar dan beberapa mangkuk. “eo? Gumawo, Chan-ah..” Chan langsung mengambil panci dan sebagian mangkuk dari tangan Shinae

Setelah selesai mencuci piring mereka kembali ke tenda dan memakan beberapa buah sambil mengobrol. Atau lebih tepatnya, mereka tidak ada kerjaan.

“sekarang apa yang harus kita lakukan?” tanya Jaemoo yang merasa saaaangat bosan

“entahlah..” jawab Shinae

“kita main saja..” saran Youngyoo dan langsung dibalas persetujuan yang lainnya.

“di sini? Main apa?” tanya Ji Oh

“entahlah..”

Hansol menatap beberapa kaleng di sampingnya. Tiba-tiba terlintas ide di pikirannya.

“kita main tendang kaleng*ini ada ga di korea?* aja!” usul Hansol

Semua menoleh lalu tersenyum.

“okke!” setuju yang lainnya.

Mereka pun bermain tendang kaleng. Kurang beruntung yang jaga pertama ada Jaemoo.

 

***

“capeknya..” ujar Yerin merebut air mineral dari tangan Tia dan meminumnya

“musim panas memang enak main kejar-kejaran..” ujar Seokmin

Semuanya tertawa mendengar penuturan Seokmin. “paling enak kalau musim panas itu main air dong..” ujar Youngyoo

“benar, aku setuju denganmu eonni..” ujar Yujeong

“malam ini siapa yang tugas masak? Masak yang enak ya? Kelaparan nih..” ujar Mingming membuat Yugyeom, Mingyu, Seungmi, dan Sohyun menoleh sinis padanya

“ah, aku setuju dengan mu Mingming..” ujar Jingoo juga dan dibalas tatapan Yugyeom dkk.

Hari hendak menjelang malam. Atas perintah Boa, Yugyeom dkk. yang bertugas memasak malam ini melakukan tugas mereka.

“oppa, tolong pindahkan ini..” pinta Seungmi kepada Mingyu untuk memindahkan box es

“ke mana?” tanya Mingyu lalu mengangkat box es, “di sana boleh..” jawab Seungmi sambil menunjuk ke tempat kosong di samping tenda. Dengan cepat, Mingyu mengangguk dan memindahkan box es ke samping tenda.

“kenapa kita dipasangkan dengan mereka?” tanya Yugyeom kepada Sohyun sambil memandangi Seungmi dan Mingyu. “hm? Memangnya kenapa, oppa?” Sohyun balik bertanya lalu ikut memandangi Seungmi dan Mingyu

Yugyeom memandangi Sohyun yang sedang memasang wajah bingungnya karena pertanyaan Yugyeom. Yugyeom tersenyum dan mengusap kepala Sohyun pelan, “aniya, jangan dipikirkan..” ujarnya lalu berjalan menuju selang air yang tidak jauh dari sana

Sohyun terdiam. Wajahnya sedikit bersemu kemudian dia tersenyum sambil sesekali memegang kepalanya yang tadi diusap Yugyeom. Kemudian dia mengambil beberapa sayuran yang akan dicuci lalu berjalan menuju selang air-mendekati Yugyeom.

“eo? Sohyun-ah..” kaget Yugyeom lalu melihat sayuran yang dibawa Sohyun. “itu juga mau dipakai?” tanyanya kemudian. Sohyun terkekeh pelan, “tentu. Bukannya ini bahan penting?” jawab Sohyun. Yugyeom memasang wajah tidak tahunya, “benarkah? Aku tidak tahu..” ujarnya sambil menyengir

Sohyun tertawa dan memberitahukan bahan-bahan penting untuk memasak jjapchae dan menu lainnya, Yugyeom hanya mengangguk-angguk mendengarkan walau dia tidak terlalu mengerti.

“kau suka memasak, Sohyun?” tanya Yugyeom saat mereka hendak kembali ke tenda. “um, suka tapi tidak terlalu bisa..” jawab Sohyun. “oh ya? Tapi kau tahu begitu banyak resep makanan?”

“aku suka membaca buku resep tapi tidak pernah mempraktekkannya..” “sayang sekali. Nanti kau praktekkan saja menu yang kau yakini bisa membuatnya, dan tunjukkan hasilnya padaku..”

“oppa mau? Aku tidak yakin akan enak..” “kau kan baru mencobanya. Tenang saja denganku, aku akan memakan semuanya, aku janji..”

“aku tidak percaya. Awas saja setelah memakan semuanya, oppa malah muntah atau langsung sakit perut..” “kenapa kau bisa yakin seperti itu?” “karena eonni ku mengalaminya..”

Yugyeom terdiam. Tiba-tiba terlintas sesuatu yang tidak enak di pikirannya. Bagaimana kalau dia akan bernasib yang sama dengan eonni Sohyun? Yugyeom menggelengkan kepalanya, mencoba menghilangkan pikiran-pikiran itu.

“tidak akan. Tenang saja, percaya padaku..”

Sohyun menyipitkan matanya, tak mempercayai perkataan Yugyeom. Kemudian dia terkekeh karena melihat ekspresi gugup Yugyeom.

“hahaha, wajahmu lucu sekali oppa. Aku bercanda kok. Lain kali mau ku buatkan kue? Kalau masalah dessert aku percaya diri..” tawar Sohyun

Yugyeom tersenyum, “baiklah..”

Mereka pun melanjutkan masak mereka..

 

***

“huaah, kenyangnya..” ujar Seokmin sambil merentangkan tangannya. Tanpa disengaja, tangan kiri Seokmin mengenai kepala Yerin yang kebetulan duduk di samping kirinya dengan sangat keras.

“awh! YA!” kesal Yerin, “eo? Mian..” ucap Seokmin sambil mengatup kedua tangannya, “eissh, appo..” ujar Yerin meringis kesakitan sambil mengusap-usap kepalanya yang terkena tangan-kepalan lebih tepatnya-Seokmin, “mian, mian. Aku benar-benar minta maaf..” ujar Seokmin sekali lagi, “arasseo!” ujar Yerin kemudian pergi meninggalkan meja makan

Seokmin melihat punggung Yerin yang berlalu pergi dengan wajah bersalah. Sementara di sisi lain, kedua pasang mata melihat semua kejadian itu sambil tertawa kecil. Kemudian kedua orang itu berjalan menuju ke arah Yerin yang masuk ke dalam tenda.

“ya, Baek Yerin!”

Yerin menoleh, didapatinya kedua sahabatnya-Tia dan Jimin-berjalan ke arahnya dengan wajah menggoda(?).

“mwo? Aku sedang kesal..” ujar Yerin lalu membuang muka. Tia dan Jimin duduk dengan posisi Yerin berada di tengah. “serius kau sedang kesal?” goda Tia

“eo..” ujar Yerin pelan, “serius?” gosa Jimin juga, “eo..” “hm, sepertinya tidak begitu..” “kau benar. Dia tidak kelihatan sedang kesal..”

Yerin menghela nafas berat, “YA! JANGAN MENGGODAKU!” Yerin meledak

Saat ini sebenarnya perasaannya bercampur aduk, antara senang dan kesal. Haha. Anak yang tak bisa jujur, itulah yang dipikirkan Tia.

Jimin dan Tia terus menggoda Yerin sebisa mereka hingga Yerin benar-benar kesal dan sesekali menutup telinganya karena pertanyaan Jimin dan Tia.

“apa Seokmin sengaja, ya? Dia tahu kalau kau ada di sampingnya dan mencoba mencari perhatian mu?” tanya Tia, “atau, Seokmin tahu kalau kau menyukainya?”

“ah! Bisa saja seperti itu. Apa mungkin saja Seokmin tertarik padamu?” tanya Jimin

“kalau seperti itu, berarti kau tidak bertepuk sebelah tangan, Yerin-ah..” ujar Tia dan Jimin bersamaan

“haish! Kalian berisik! Mana mungkin begitu, dia tidak mungkin menyukaiku! Lagi pula aku pernah dia tolak..”

“EEEEEEEEH!?”

Tia dan Jimin menatap shock sahabat mereka itu. Ditolak? Yerin pernah ditolak? Berarti Yerin pernah MENEMBAK seorang LEE SEOKMIN!? OMAIGAT! MIMPI APA!?

“bagaimana bisa?” “kapan?” “sudah lama kah?” “kenapa kau tak cerita kepada kami?” “bagaimana dia menolakmu?” “bagaimana kau menembaknya?” “kenapa dia menolak mu?” pertanyaan bertubi-tubi diberikan Tia dan Jimin kepada Yerin. Yerin menghela nafas, dia tahu akan seperti ini. Lagi pula, dia tidak mungkin harus merahasiakan hal ini kepada kedua sahabatnya itu.

“bisakah kalian diam? Aku tak bisa cerita jika kalian terus bertanya seperti itu..”

Otomatis Tia dan Jimin bungkam. Mereka menunggu dengan tenang cerita Yerin. Jarang sekali sahabat mereka ini menyimpan rahasia, sepertinya hal ini memang benar-benar ingin dilupakan seorang Baek Yerin sehingga merahasiakan hal ini.

“aku menyukai Seokmin sejak kelas satu..”

“selama itu?” “OMAIGAT!” Yerin memandang kedua sahabatnya itu jengkel, dan lagi-lagi secara otomatis Tia dan Jimin bungkam. Yerin kembali menghela nafas dan menatap kedepan.

“dan aku menembaknya di kelas dua. Kalian ingat? Saat kelas satu aku sering memandang keluar jendela setiap pelajaran ke empat hari kamis..” Tia dan Jimin mengangguk, “karena saat itu kelas Seokmin sedang ada pelajaran olahraga..”

“kalian ingat setiap kita olahraga aku sering mendongak ke atas?” Tia dan Jimin kembali mengangguk, “karen aku melihat Seokmin..”

Jimin dan Tia memandang Yerin setengah tak percaya, tapi tidak dapat berkomentar apa pun. Mereka hanya dapat mendengarkan cerita Yerin.

“aku senang begitu tahu dia juga masuk klub vokal dan kami sering mengobrol sejak saat itu, sering bernyanyi bersama dan rasa cintaku entah kenapa berkembang dengan cepat..”

Yerin terkekeh, “dia lucu, aku suka itu. Candaanya, aku menyukainya. Suaranya, aku menyukainya..”

Yerin kemudian menunduk. Tia dan Jimin memperhatikannya. Yerin kembali mengangkat wajahnya, matanya mengumpulkan cairan bening, hampir menangis.

“saat valentine di kelas dua, aku menembaknya. Ku utarakan semua perasaanku kepadanya. Namun dia menolakku, dia tidak menolakku dengan kasar namun dengan sangat lembut dan penuh perasaan bersalah sehingga membuatku kesal sangat kesal..” air mata Yerin jatuh. Tia memegang erat tangan Yerin dan Jimin merangkul erat pundak Yerin, sambil sesekali menenangkannya.

“bagaimana bisa dia menolakku dengan cara seperti itu? Membuatku sangat susah melupakannya. Dia berkata.. dia berkata.. dia minta maaf kepadaku. Dia berkata, ‘Yerin-ah, maafkan aku. Tapi aku hanya menanggapmu sebagai temanku. Kau baik denganku dan aku sangat berterima kasih akan hal itu, tapi maafkan aku..’ hiks, hiks. Sudah kucoba melupakannya tapi tak bisa, tetap tak bisa, karena satu klub aku tak bisa menghindarinya. Dan juga dia terus memperlakukanku dengan baik, dia seakan tidak pernah ingat kalau aku pernah menyatakan perasaanku padanya..”

“selama liburan kenaikan kelas aku sudah mulai bisa melupakannya, tapi.. ternyata.. malah sekelas dengannya, bagaimana bisa aku melupakannya, dan dia tetap bersikap biasa denganku, mengobrol denganku, baik denganku, sering mengajakku bernyanyi, sering membuatku tertawa dengan candaannya, bagaimana aku bisa melupakannya..”

Kini Yerin terisak, Tia dan Jimin berusaha untuk menenangkannya.

“kalian ingat, ketika kalian mengajakku bergabung dengan klub? Awalnya aku tidak ingin ikut karena Seokmin, tapi demi kalian aku ikut.. dan ini malah membuatku semakin menyukainya..”

“Lee Seokmin, aku benci padamu.. sangat..”

Tia dan Jimin mengusap-usap punggung Yerin mencoba menenangkannya. Mereka tak bisa berkata apa-apa, tak tahu harus merespon cerita Yerin bagaimana.

Sementara itu beberapa sosok di luar tenda di mana Yerin, Jimin, dan Tia mengobrol sudah mendengarkan pembicaraan mereka dari awal sampai akhir..

“apa yang akan kau lakukan, Lee Seokmin?” ternyata mereka adalah tiga sekawan, Yugyeom, Seokmin, dan Mingyu

Seokmin menghela nafas dan berjalan pergi menjauhi tenda tersebut sementara Yugyeom dan Mingyu mengikutinya. Setelah agak jauh, Mingyu mengeluarkan suara.

“kau tidak akan menyatakan perasaanmu?” tanya Mingyu, “ku tanya kau tidak menyatakan perasaanmu, Lee Seokmin!?” karena tidak dijawab, Mingyu kembali bertanya dengan nada agak tinggi

“LEE SEOKMIN!!” teriak Mingyu. Seokmin berhenti, Yugyeom dan Mingyu ikut berhenti.

“aku tak bisa..” ujar Seokmin lirih, “kenapa kau tak bisa?” tanya Yugyeom yang sedari tadi bersabar karena tingkah sahabatnya itu

Seokmin berbalik, menoleh ke arah dua sahabatnya itu sambil mengepal tangannya geram. “dia membenciku, aku tak bisa..” ujar Seokmin lagi semakin lirih

“kau belum mencobanya..” ujar Yugyeom kemudian

Seokmin menghela nafas singkat, “lalu bagaimana denganmu? Apa kau bisa menyatakan perasaanmu kepada Sohyun setelah tahu Sohyun menyukai seseorang?” tanya Seokmin dan membuat Yugyeom bingung dan jengkel

“kenapa kau jadi membahas itu?” kesal Yugyeom

“kenapa kau tak bisa?” tanya Seokmin lagi. Yugyeom terdiam. “itu juga yang ku rasakan..” ujar Seokmin kemudian lalu berjalan pergi meninggalkan Mingyu dan Yugyeom

“YA! LEE SEOKMIN!” panggil Mingyu sambil berlari kecil mengejar Seokmin lalu berhenti karena yakin tidak akan berhasil jika dia berbicara dengan Seokmin saat ini.

Mingyu melihat Yugyeom dan punggung Seokmin bergantian lalu menghela nafas. “aku bingung dengan kalian berdua..” ujarnya lalu pergi meninggalkan Yugyeom yang masih terpatung dengan pernyataan Seokmin.

 

-bersambung-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s