(Sequel Of Rival!): We Are Not a Rival Too! Right?

We Are Not a Rival Too Right (Sequel of Rival!)

 

Hello~ I’m back membawa sequel~!
Ini adalah sequel pertama saya. Awalnya enggak ada niat tuh bikin sequel, but… Temen saya, itu biasa, si itu, itu.. Bilang kalo dia pengen sequel, tapi sequelnya khusus! Dia bilang kayak gitu, khusus anak siapa aja yang ada di Rival!
Nah, saya pikir wuah bagus juga nis ide, dan akhirnya saya buat deh~ Jadi singkatnya sequel ini pesenan mbak Haerin.

Nah! Di cast, saya menambahkan OC sebagai anaknya Chunji dan Ken. Terus, ni sequel 97liner. Mm.. Sebenernya, temen saya pengen jadi salah satu OC, jadi yaah yang namanya Lee Haerin, anaknya Chunji itu dia. Sedangkan Lee Hana anaknya Ken itu saya. Hahaha.. Saya mau juga dong masuk cast >w<

Terus visual Haerin saya pake Ulzzang Min Hyosun dan visual Hana saya pake Hong Younggi.

 

We Are Not a Rival Too! Right? (Sequel of Rival!)

  • Main Cast            : Kim Yugyeom (GOT7), Lee Haerin (OC)
  • Support Cast      : Kim Mingyu (SEVENTEEN), Lee Hana (OC), Lee Jihoon (SEVENTEEN) as Haerin’s Brother, etc.
  • Genre                   : AU, Crack/Humor gagal, Friendship
  • Author                  : dk1317 a.k.a GDhia/GDhia1

P.S : This is just FF and my other imagine, don’t be plagiat and other that god and I don’t like! Please don’t be silent readers! So, leave some comment~ Typos every where~ EYD kemana-mana..

 

Happy Reading~

***

Mari kita perkenalan terlebih dahulu.

Kim Yugyeom adalah anak Ravi, Lee Haerin adalah anak Chunji, Kim Mingyu adalah anak Jin, dan Lee Hana adalah anak Ken.

Mereka adalah rival…?
Bukan! Mereka bukan rival. Mereka hanyalah anak kelas dua SMA biasa.. Tidak ada kata rival diantara mereka berempat. Kenapa? Karena begitulah, kalian tahu sendiri jawabannya jika sudah membaca rival..

Yugyeom. Anak Ravi ini.. Hm, Tinggi. Dia termasuk tipe ceria menyebalkan, haha. Dia sering membuat Haerin kesal. Dia hobi sekali makan, dia sering makan ddeokbokki bersama Mingyu, Haerin, Hana setiap pulang sekolah terkadang saat pergi ke sekolah. Dance skill-nya tingkat dewa(?), dia suka dance terutama street dance.

Haerin. Anak Chunji ini.. Bisa dibilang perfecsionist(ini tulisannya bener ga) seperti ayahnya, tapi dia bisa mengontrol emosinya tidak seperti ayahnya yang marah langsung blablasan(?), tapi anehnya dia langsung kesal ketika Yugyeom membuatnya kesal. Dia pintar dan cantik, jago ngedance dan ceria.

Mingyu. Anak Jin ini… Tinggi. Haha, dia paling tinggi di keluarganya Kim, bahkan dia lebih tinggi dari pada sanga ayah. Kasihan Jin. Dia suka makan, hobi sekali makan, dia dan Yugyeom adalah food killer. Jago ngedance dan ngerap. Anaknya ceria sekali. Kalau Yugyeom dan Haerin berkelahi, dia dan Hana akan diam saja melihatnya.

Hana. Anak Ken ini, seperti Ken. Lucu dan ceria, dia juga memiliki suara yang bagus seperti Ken. Dia dan Ken sering bernyanyi bersama. Haerin dan Hana juga sering ngedance atau nyanyi bersama, kadang-kadang juga dia akan duet bersama Mingyu.

Baiklah semuanya, cerita ini dimulai ketika Yugyeom, Mingyu, dan Hana berkunjung ke rumah Haerin. Kebetulan sekali mereka berempat bertetangga.. -_-

‘ting tong’ Lee Jihoon, kakak laki-laki Haerin berjalan menuju pintu, tiba-tiba terdengar langkah lari dari arah atas hingga sampai tepat di depan Jihoon begitu Jihoon hendak menekan tombol suara pada bel.

“kaget!” ujar Jihoon sedikit berteriak karena sang adik tiba-tiba muncul di depannya

“mianhae Oppa. Nuguseyo??” ujar Haerin kemudian memenekan tombol suara dan menanyakan asal-usul orang yang menekan bel

Tak ada jawaban. Haerin dan Jihoon melihat ke TV kecil yang dihubungkan pada kamera bel. Tak ada orang. Haerin dan Jihoon bertatapan bingung.

‘ting tong’ sekali lagi bel berbunyi. “nuguse-“ [Lee Haerin!] begitu kagetnya Haerin ketika dia menatap lekat TV kecil dan tiba-tiba saja wajah Yugyeom berada di depannya dan, Yugyeom memanggil Haerin dengan suara nyaringnya itu.

Haerin menatap kesal Yugyeom dan membuka pintu rumahnya. “Kim Yugyeom!” teriaknya agak kesal. Sang kakak hanya menggeleng-geleng melihat tingkah sang adik.

Yugyeom langsung berjalan mundur dan bersembunyi di belakang Hana dan Mingyu yang sedari tadi memang tak ikut campur atau lebih tepatnya tidak mau ikut campur.

“Yak! Kau! Ke sini kau!” panggil Haerin sambil mencoba menangkap Yugyeom. Mingyu dan Hana hanya menghela nafas melihat teman dan sepupu mereka itu.

“sudah-sudah Lee Haerin..” cegah Jihoon sebelum terjadi pertumpahan darah(?) di sana.

“annyeonghaseyo Hyung/Oppa~” sapa Yugyeom, Hana, dan Mingyu berbarengan. Haerin menatap lesu sang kakak.

“ya sudah, ayo masuk..”

“eo!”

 

***

“kau semakin tinggi saja Yugyeom, Mingyu?” tanya Jihoon sambil melihat perbedaan tingginya dengan Yugyeom-Mingyu.

“hahaha, Oppa itu yang pendek..” ejek Haerin dan Hana

Jihoon menatap adik dan adik sepupunya itu lalu tersenyum, Haerin dan Hana langsung merinding melihatnya.

“baiklah kalau begitu kalian bersenang-senanglah dulu..” ujar Jihoon kemudian meninggalkan mereka diruang tengah namun tetap menatap Haerin dan Hana sambil tersenyum

Keempat orang tersebut menatap Jihoon yang mulai menjauh kemudian saling menatap. Terutama Haerin dan Hana yang langsung terduduk.

“aku punya firasat buruk Hana-ya..” “aku juga..”

Mingyu dan Yugyeom tertawa melihat kedua sepupu itu, “oh iya, sebentar lagi kita ujian tengah semester kan?” tanya Hana sambil mengambil remote TV dan menyalakannya, mencoba mengalihkan perasaan buruknya

“kau benar. Aku belum siap..” ungkap Mingyu sambil ikut menonton TV, “kau pikir aku siap??” tanya Hana sambil menatap mereka sementara yang di tatap balas menatap Hana dengan tatapan bingung. Hana mempout bibirnya dan kembali beralih ke TV.

Yugyeom menatap beberapa snack di depannya memakan snack dengan lahapnya, “hanhi hiha berahar barheng ha?” ajak Yugyeom tidak jelas karena snack-snack dimulutnya

Mingyu, Hana, dan Haerin yang sedari tadi fokus menonton TV menoleh pada Yugyeom. Mingyu kemudian menepuk pelan mulut Yugyeom yang penuh makanan itu.

“makan ya makan, bicara ya bicara..” ucapnya sambil terus menepuk mulut Yugyeom gemas, “dan juga jangan makan sendirian!” Mingyu langsung mengambil beberapa snack

Yugyeom membulatkan jari jempol dan telunjuknya membentuk o.k dan menelan habis snack di dalam mulutnya. “nanti kita belajar bareng ya?” jelasnya

“tentu saja. Itu memang selalu kita lakukan bersama..” ucap Haerin dan lanjut menonton TV. Hana dan Mingyu dengan snack juga lanjut menonton TV sedangkan Yugyeom, memakan snack di depannya tanpa memandang TV sedikit pun, untung saja cookies buatan nenek Haerin dan Hana dipegang oleh Haerin. Kalau tidak, mungkin akan dilahap habis oleh Yugyeom atau Mingyu.

Yugyeom menatap toples cookies yang Haerin pegang. Dia mulai berjalan perlahan dan duduk di samping Haerin. Dia melirih Haerin dan toples bergantian, kemudian dia menatap TV namun, tangannya perlahan menuju toples.

“Yugyeom-ah..” panggil Haerin

Yugyeom tersontak kaget dan menatap Haerin, “eo-eo??” tanyanya gugup

Haerin tersenyum membuat Yugyeom semakin gugup, Mingyu dan Hana menoleh ke arah mereka. Mingyu kemudian menjadi salah fokus dan menatap toples yang dipegang Haerin. Tangan Mingyu juga perlahan menuju toples.

“Mingyu-ya..” kali ini Haerin memanggil Mingyu, “eo?” tanya Mingyu lalu menarik tangannya

“apa kalian bermaksud menghabiskan cookies ini juga, setelah apa yang kalian lakukan pada snack yang lainnya?” tanya Haerin masih tetap tersenyum

“eh? Maksudmu?” tanya Yugyeom kikuk sedangkan Mingyu hanya senyam-senyum. Hana baru menyadari kalau snack yang seharusnya banyak sekarang sudah habis tak tahu kemana. Haerin memejamkan matanya dan menghela nafas geram, “yak! Kalian tidak lihat snack-snack yang sudah kalian habiskan itu, eo!? Masa belum kenyang juga? Aku heran kenapa kalian tidak gendut dan malah tinggi menjulang seperti itu!?” kesal Haerin. Yugyeom dan Mingyu mengerjabkan mata mereka kaget, sedangkan Hana tertawa kemudian memukul pelan lengan Yugyeom dan Mingyu.

“fokuskan di kata-kata gendut..” ujar Hana pelan. Yugyeom dan Mingyu masih dengan ekspresi mereka sambil memikirkan kembali kata-kata Haerin sesuai dengan yang dikatakan Hana.

“Lee Hana!” bentak Haerin karena merasa Hana mengejeknya. Hana menutup mulut dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya membentuk huruf V.

Haerin menatap Hana kesal kemudian kembali menatap layar TV. Yugyeom dan Mingyu kemudian menatap Hana bingung. Hana memandang kedua sepupu itu dengan datar.

“kalian tidak mengerti?” bisik Hana. Yugyeom dan Mingyu mengangguk.

Hana menepuk dahinya pelan kemudian menyuruh Yugyeom dan Mingyu mendekatinya yang duduk di sofa-sedangkan yang lainnya di karpet-.

“Haerin akhir-akhir ini sangat sensitif masalah berat badan, dia naik dua kg..” bisik Hana menjelaskan hal tadi kepada Mingyu dan Yugyeom, mereka mengangguk-angguk paham.

“dia bahkan menolak ketika akan ku traktir ddeokbokki, kau tahukan Haerin maniak ddeokbokki?” bisik Hana dan dibalas anggukan mengerti dari Mingyu dan Yugyeom.

“apa masalahnya hanya naik dua kg??” tanya Hana, Yugyeom dan Mingyu mengangkat bahu tak mengerti “tuhkan, kenapa dia mempermasalahkan hal itu??”

“Hana, aku mendengarmu..” ujar Haerin pelan

Hana menutup mulutnya rapat. Yugyeom dan Mingyu menahan tawa. Haerin menoleh ke arah Hana dkk. Hana menjadi gugup karena Haerin melihatnya seperti ingin memakannya.

“dua kg itu masalah besar, Lee Hana! Aku tidak seperti mu yang enjoy-enjoy saja tidak peduli naik atau turun, kau tidak mempertimbangkan bahayanya? Tinggiku segini ya berat badan ku harus segini. Tidak boleh lebih tidak boleh kurang!” jelas Haerin panjang lebar

“aku bukan namja yang kalaupun naik berat badan kalau masih masa pertumbuhan akan tinggi. Yeoja kalau berat badan naik akan susah tinggi. Buktinya kau tidak tinggi-tinggi, Hana-ya..” ujarnya

Yugyeom, Mingyu dan Hana mengangguk-angguk. “eh? Tunggu!? Kau bilang apa tadi?” tanya Hana

“apa?” Haerin balas bertanya dan memasang wajah tidak tahunya. “aku tidak tinggi-tinggi, jadi yang kau maksud aku gendut?” tanya Hana

“aku tidak bicara seperti itu..” jawab Haerin masih dengan ekspresinya

“tapi..” cegah Hana merasa ada yang aneh. Haerin masih dengan ekspresinya sedangkan Yugyeom dan Mingyu menatap kedua sepupu itu sambil menahan tawa.

Mereka akhirnya membicarakan berat dan tinggi, tiba-tiba menjadi namja tampan dan yeoja cantik, tiba-tiba lagi berubah menjadi hobi aneh, hingga tak terasa hari sudah menjelang malam.

“tidak makan malam dulu?” tanya Chunji begitu melihat Yugyeom dan Mingyu hendak pulang. “tidak usah Samchun, tidak apa-apa..” ujar Mingyu sambil menunduk pelan. “kalau begitu kami pulang dulu Samchun, Haerin..” pamit Yugyeom dan Mingyu lagi

“tunggu, Hana kau tidak pulang?” tanya Yugyeom karena melihat Hana yang berdiri disamping Haerin sambil melambai ke arah mereka. “aku bisa pulang kapan saja. Ini rumah sepupuku, jadi tidak masalah..” jawab Hana sambil tersenyum senang ke arah Haerin

“tapi aku ingin kau pulang..” ujar Haerin kepada Hana, “jahat!” ucap Hana dan hanya dibalas tertawa oleh Haerin, Yugyeom, dan Mingyu.

“hahaha, kalau begitu kami pulang dulu..” pamit Yugyeom dan Mingyu sekali lagi, Haerin dan Hana melambai ke arah mereka.

“kau juga pulang..” ujar Haerin kepada Hana, “jahat..” ungkap Hana pelan, Haerin tertawa dan merangkul Hana. “bercanda, kok. Ayo kita makan malam dulu..”

 

***

-esoknya-

“Yugyeom-ah..” panggil Mingyu, Haerin, dan Hana serempak begitu sampai di depan rumah Yugyeom. “tunggu sebentar..” ujar Yugyeom dari dalam rumahnya

Tak berapa lama keluarlah Yugyeom sambil memakai dasinya dan memakan sehelai roti yang masih menggantung di mulutnya.

“mian, apakah aku lama?” tanya Yugyeom sambil melepaskan roti di mulutnya

“sangat..” jawab Hana dan Haerin serempak, “mian, aku tadi berurusan dengan Appaku. Ayo!” ujar Yugyeom kemudian mereka mulai berjalan menuju sekolah.

***

Kelas 2-1 (kelas Haerin dan Yugyeom).

Min Suga seonsaengnim memasuki kelas mereka dengan senyum seperti biasa. Suga sekarang menjadi seorang guru kesenian di sekolah Haerin dkk. Dan juga, Suga merupakan wali kelas Haerin dan Yugyeom.

“seperti yang sudah kalian duga, sebentar lagi ujian tengah semester~!” ujar Suga dengan senyum khasnya. Murid-muridnya menatapnya lemas dan sedikit jengkel menyangkut kabar yang dikatakan wali kelas mereka adalah kabar yang cukup buruk.

“kapan ssaem?” tanya Yerin. Suga diam. Semua diam. Suga mulai mengambil kapur dan menulis materinya hari ini.

“ssaem?” panggil Yerin. Suga masih diam kemudian berbalik. Dia menatap murid-muridnya serius membuat seluruh muridnya menjadi gugup. Suga menghela nafas.

“aku harap bukan besok..” bisik Yugyeom kepada Haerin, “aku juga..” ujar Haerin

“anak-anak..” panggil Suga. Semua fokus kepada Suga. “ujian tengah semester akan dilaksanakan..” Suga menganggantungkan ucapannya lagi membuat anak muridnya semakin gugup

“b-b-be! Minggu depan!” ujar Suga kemudian tersenyum

Semua muridnya terdiam. Loading…

“ssaem!! Kau menganggetkan kami!” protes Jungkook dibalas persetujuan yang lainnya. Suga menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tertawa, “hahaha.. Mian, aku senang menjahili kalian..” ungkap Suga senang, dan hanya dibalas tatapan malas dari seluruh muridnya.

“mian. Baiklah ayo belajar! Buka halaman 56!”

 

***

-istirahat-

“ujian tengah semester mulai minggu depan..” ujar Hana membuka percakapan diantara mereka berempat. Hana benar-benar terlihat lesu setelah mengetahui kalau ujian tengah semester akan dilaksanakan dalam jangka waktu sangat cepat.

“kau benar..” ujar Yugyeom sambil memakan makan siangnya, “kenapa kau lesu Hana-ya?” tanya Yugyeom kemudian

Mereka memperhatikan Hana. Hana terlihat sangat malas memakan makan siangnya. Dia hanya mengambil sedikit dan melahap sedikit, mengunyah pun dia merasa malas. Hana tak membalas apa pun.

“jadi, kapan kita belajar bersama?” tanya Mingyu sambil menaruh nasi di sup makan siangnya.

“hari ini?” tanya Haerin, Mingyu berpikir. “hari ini aku tidak bisa, Appa mengajak ku keluar bersama..” ujar Mingyu

“baiklah, kalau begitu besok?” tanya Haerin lagi, Mingyu mengangguk, Yugyeom juga mengangguk setuju. Mereka menatap Hana, menunggu persetujuan Hana. Raut wajah Hana pun berubah menjadi sedih, “KENAPA HARUS MINGGU DEPAN!!! HUAAAAAA!!!” teriak Hana frustasi membuat orang-orang yang berada di kantin terkejut dan menatapnya.

Haerin dkk. langsung merasa malu. “ada apa?” tanya Seokmin kepada Mingyu, “biasa. Hana gilanya kumat kalau sudah waktu ujian..”

 

***

Esoknya. (kita skip saja bagian sekolah, luph u reader :*)

Haerin, Hana, Yugyeom dan Mingyu memulai belajar bersama mereka dengan serius. Hana terlihat kewalahan dengan soal yang dia kerjakan saat ini.

“Haerin-ah, kalian sudah belajar ini?” tanya Hana sambil menunjukkan soal yang tak bisa dia kerjakaan. Hana dan Mingyu tidak satu kelas dengan Yugyeom dan Haerin, namun Hana dan Mingyu berada di satu kelas, di kelas 2-2.

Haerin bertanya kepada Hana? Yups, pasalnya Haerin paling pintar di antara mereka.

Haerin melihat soal yang ditunjuk Hana. Dia mengangkat kedua alisnya. “mian, aku juga tidak mengerti yang satu itu..” jawab Haerin

Hana menatap Haerin kaget, “serius? Tumben sekali. Kau tidak konsentrasi karena memikirkan berat badan?” tanya Hana, “sepertinya begitu. Tunggu, yak!”

Hana berangkat dari duduknya sebelum dipukul Haerin. Namun ternyata, Haerin yang tadinya akan memukul lengan Hana beralih memukul kaki Hana setelah dia berangkat dari duduknya. (reader, mereka duduk di lantai ya)

“awh, ya! Mian!” rintih Hana. Hana kembali duduk dan mengatup kedua tangannya kepada Haerin, meminta maaf.

Hana kemudian beralih ke Yugyeom yang sedang serius, “Yugyeom-ah, kau tahu ini?” tanya Hana kepada Yugyeom.

Yugyeom melihat soal yang dimaksud Hana kemudian mengangkat alisnya dan mengangguk. “jinjja? Bahkan seorang Lee Haerin tak tahu ini, tapi kau tahu?” tanya Hana tak percaya

“Lee Hana aku mendengarmu..” ujar Haerin sambil menatap sebal Hana. Hana langsung menutup mulutnya dan duduk di dekat Yugyeom.

“ajari aku..” ujar Hana setelahnya. Yugyeom mengambil kertas dan menjelaskan kepada Hana bagaimana mencari jawabannya. Hana mengangguk-angguk, tanpa mereka berdua sadari, Haerin dan Mingyu ikut melihat Yugyeom menjelaskan.

“… jadi jawabannya adalah C!” Yugyeom selesai menjelaskan dan mencari jawabannya. Hana dan Mingyu bertepuk tangan sedangkan Haerin menatap Mingyu.

‘anak ini semakin pintar saja..’ pikir Haerin

“Ohoo~ Kim Yugyeom~! Sepertinya tingkat konsenstrasimu sudah meningkat, eo?” tanya Mingyu

“hei! Konsentrasiku memang bagus tahu!” ujar Yugyeom tak setuju.  “Haha, mian..”

 

***

Hari-hari berikutnya mereka terus belajar bersama sampai mereka merasa sudah bisa. Dan Yugyeom semakin menunjukkan kepintarannya. Dan entah mengapa Haerin merasa aneh karena Yugyeom sudah lebih pintar darinya.

Haerin termenung sendiri di teras belakang rumah setelah pulang belajar dari rumah Mingyu.

‘kenapa aku kesal melihat Yugyeom lebih pintar dariku, ya?’ pikir Haerin, ‘bukankah itu hal yang bagus jika dia lebih pintar dariku? Maksudku, jadi aku juga bisa bertanya dengannya..’

‘tapi, kenapa aku merasa gengsi untuk bertanya dengannya..’

“haaaaaaaaaaah..” Haerin menghela nafas panjang memikirkan hal tersebut.

Hari-hari berikutnya, Haerin menjadi jarang berbicara dengan Yugyeom. Saat belajar bersama pun, dia malah memilih menyibukkan diri sendiri dengan pelajaran-pelajaran dari pada mendengar penjelasan dari Yugyeom. Yugyeom tentunya merasa aneh dengan kelakuan Haerin. Bahkan di sekolah pun, Haerin tidak mau menatap matanya dan mengobrol barang sedikit dengannya.

 

***

Hari terakhir ujian tengah semester.

‘tlak’ Haerin menaruh pensil dan pulpennya ke dalam kotak pensil kemudian menghela nafas.

“kimia memang melelahkan..” ujarnya pelan

Yugyeom melihat Haerin dan duduk di bangku di depan Haerin.

“Haerin-ah!” panggil Yugyeom. Haerin melihat Yugyeom sesaat kemudian mengambil ponselnya dan bermain game.

Yugyeom terlihat kesal karena Haerin tak memperdulikan panggilannya. “Haerin-ah?” panggil Yugyeom lagi namun Haerin tetap tak memperdulikannya.

Yugyeom menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Haerin-ah, ke kelas Mingyu dan Hana yuk?” ajak Yugyeom. Tak ada balasan dari Haerin. “ya Lee Haerin!” panggil Yugyeom sekali lagi dengan nada tinggi. Haerin sedikit terkejut lalu kembali melanjutkan permainan di ponselnya.

“kau ini kenapa, sih? Sejak kemarin-kemarin kau tidak memperdulikan ku!” kesal Yugyeom. Haerin masih tak mengatakan apa pun. Yugyeom menatap Haerin kesal dan menarik tangan Haerin.

“lepaskan!” pinta Haerin karena Yugyeom kini menariknya pergi menuju kelas Hana dan Mingyu.

Setelah sampai di kelas Hana dan Mingyu, betapa kagetnya Haerin dan Yugyeom begitu melihat Hana tergeletak lemas dengan kepalanya berada di meja, tangannya yang satu terbaring lemas di atas meja dan satunya lagi tergeletak(?) lemas di pangkuannya.

“Yo!” sapa Mingyu begitu melihat Yugyeom dan Haerin. Haerin mendekati Hana, “ada apa dengannya?” tanya Haerin kepada Mingyu, “biasa..” jawab Mingyu

“aku benci kimia..” ujar Hana lirih sementara Mingyu, Haerin, dan Yugyeom hanya menggeleng-geleng melihatnya. Pasalnya, Hana memang mempunyai otak pas-pas-an di antara mereka bertiga.

Haerin mengangkat tubuh Hana yang melemas itu. “cepat berangkat! Baru ujian tengah semester kau sudah loyo, bagaimana ujian akhir semester?” tanya Haerin

Hana membuka matanya dan langsung menegakkan badannya lalu melihat Haerin, “kenapa kau mengingatkan ku! Huuhuhuhu, Lee Haerin kau jahat..” Hana langsung memukul-mukul Haerin pelan sambil menangis tersedu-sedu.

Haerin hanya memutar bola matanya malas, “oh ayolah. Kau bicara seperti itu seakan mau mati saja jika bertemu ujian akhir nanti. Hapus air matamu, lebih baik kita makan, kau tidak lapar?”

Hana mengusap air matanya, “lapar. Ayo kita makan..”

Yugyeom melihat Haerin yang menggandeng Hana menuju kantin. ‘ada apa dengannya, sih?’ tanya Yugyeom di dalam hati

 

***

At Haerin’s House

Haerin kembali termenung di teras belakang rumahnya. Di tangan sebelah kirinya terdapat potongan melon yang menancap di garpu kecil miliknya, dan di sebelah kanan tangannya terdapat ponselnya yang sedari tadi ia genggam.

Tak ada pergerakan kecil apa pun yang dilakukannya. Hanya menatap kosong taman belakang rumahnya yang terbilang cukup luas. Jihoon yang baru saja pulang dari hagwon (les) dan hendak ke kamarnya melihat Haerin dan mendekatinya.

“ada apa denganmu?” tanya Jihoon. Haerin menoleh dan mendapati kakaknya yang duduk di sampingnya. “tidak ada apa-apa..” jawab Haerin, Jihoon menyipitkan matanya yang sudah sipit itu, “jangan berbohong..” ujar Jihoon pelan lalu memakan melon.

Haerin kembali melihat kakaknya dan menghela nafas, “Oppa, apa kau pernah merasa kesal ketika salah satu temanmu lebih pintar darimu padahal sebelumnya kau adalah yang terpintar?”

“pertanyaan seperti apa itu?” ejek Jihoon, “sudahlah jawab saja!”

“kalau aku sih, mungkin akan merasa kesal dengan diri sendiri tapi juga kita harus sadar kalau kemampuan kita memang segitu dan kalau orang tersebut bisa melampaui kita, kita harus menerimanya..” jawab Jihoon

Haerin terdiam kemudian berangkat dari duduknya, kemudian berjalan ke dalam.

“hei, kau mau kemana?” tanya Jihoon bingung, “adikku semakin aneh saja..” ujar Jihoon sambil menggeleng dan ikut masuk ke dalam rumah sambil membawa buah melon yang masih tersisa

 

***

“haaaaaah..” Haerin kembali menghela nafas dan menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur

“yang dikatakan Jihoon Oppa itu benar tapi.. Dia terlalu banyak kelebihan!”

“dia juga selalu menjahiliku! Dan apa itu? Dia bahkan sudah lebih tinggi dariku! Padahal waktu kelas satu SMP tinggi kami sama! Walaupun memang Hana yang terpendek, tapi tetap saja! Dan! Dia selalu makan banyak tapi tidak pernah gendut dan malah bertambah tinggi seperti itu! Dan bahkan beberapa hari ini ku lihat dia dengan senangnya memakan ddeokbokki di depanku sambil mengejekku! Aaah! Dia bahkan sangat jago sekali ngedance.. Huhu ku akui street dancenya oke sekali tapi tetap saja!”

“akhir-akhir ini juga rap skill dan singing skillnya semakin bagus! Apa dia mau jadi Idol, huh? Oh iya benar! Waktu itu juga dia lumayan hebat dalam memasak, pasti di ajari Jin samchun. Padahal Mingyu yang anaknya saja tidak jago-jago amat!”

“kalau ku pikir-pikir, ulangan harian matematika kemarin nilainya lebih bagus dariku.. Hm………”

“haaaaaaaaah…” Haerin menghela nafas tak berapa lama, dia mulai terlelap

 

***

Esoknya

Haerin masih saja menjauhi Yugyeom. Bahkan ketika Yugyeom mengajak ke kelas Hana dan Mingyu dia langsung berlari ke kelas Hana dan langsung menarik Hana tanpa mengajak Yugyeom dan Mingyu. Saat di kantin ketika Yugyeom dan Mingyu hendak duduk bersama mereka, Haerin menarik Hana untuk pindah tempat duduk, ketika Yugyeom dan Mingyu akan duduk bersama mereka lagi, Haerin kembali menarik Hana untuk pindah tempat duduk bahkan berkata ‘jangan duduk bersama kami!’. Sehingga membuat Yugyeom, Mingyu, Hana dan murid lainnya bingung.

Kenapa murid lainnya bingung? Karena keakraban Yugyeom, Mingyu, Haerin, dan Hana memang sudah terkenal. Hahaha(?)

Hana melihat Yugyeom dan Mingyu yang duduk tidak jauh dari mereka. Yugyeom dan Mingyu bertanya kepada Hana dengan isyarat: ‘ada apa dengannya?’. Hana menggeleng dan Yugyeom-Mingyu langsung saja menghela nafas.

Hana melihat sepupunya yang sedang makan itu dengan seksama atau bisa dibilang menyelidiki. Haerin merasa risih karena Hana terus melihatnya.

“kenapa?” tanya Haerin. Hana sedikit terkejut karena pertanyaan Haerin yang tiba-tiba, langsung saja mengambil sumpitnya dan mengambil nasi. Haerin hanya menggeleng melihat tingkah sepupunya itu dan kembali makan. Hana kembali memperhatikan Haerin dan kembali membuat Haerin risih.

“kau kenapa sih? Kalau ada yang ingin ditanyakan, tanyakan saja!” ujar Haerin akhirnya

Hana mengerjabkan matanya kaget dan melenan makanan yang tadi masih ada di dalam mulutnya lalu mengangguk. “kenapa kau tidak mau duduk bersama Yugyeom dan Mingyu?” tanya Hana

Haerin menghentikan kegiatan makannya. Hana melihat reaksi Haerin menjadi bingung.

“tidak ada apa-apa..” jawabnya lalu kembali melanjutkan makannya. Hana menyipitkan matanya mencoba menyelidiki Haerin lebih dalam lagi terutama perkataannya.

Haerin melirik Hana kemudian lanjut makan. Hana menyunggingkan senyumnya kemudian menopang dagu pada tangannya yang memegang sumpit.

“katakan padaku, cepat!” ujar Hana. Haerin terkejut dan menatap Hana, “ku bilang tidak apa-apa kan?” ujar Haerin. Hana kembali menyunggingkan senyumnya, “kau berbohong! Cepat katakan kepadaku!” paksa Hana, “ku bilang tidak ada apa-apa!” ujar Haerin. “Lee Haerin!” “Lee Hana!”

Semua murid yang berada di kantin langsung melihat ke arah dua sepupu itu. Terang saja, mereka berteriak seperti itu apa yang tidak menjadi perhatian.

Haerin dan Hana merasa mereka diperhatikan pun mulai menutup wajah mereka.

“ini gara-gara kau!” kesal Haerin, “kenapa aku! Kau sendiri yang tidak mau mengatakan padaku alasannya!” ujar Hana tak terima, “kenapa kau memaksaku, eo!?” “tuh! Berarti kau ada alasan untuk tidak duduk dengan mereka!”

Haerin terdiam atas perkataan Hana barusan. Skak mat! Hana menyunggingkan senyum karena merasa dia menang.

“haaah, kalau denganmu pasti aku tak pernah bisa berbohong..” ujar Haerin. Hana tertawa kemenangan sementara Haerin menjadi lesu, “nanti saja ku ceritakan..” ujar Haerin, “aku akan ke rumahmu hari ini, oke?” tanya Hana dibalas anggukan Haerin

Sementara Yugyeom dan Mingyu.

“ada apa sih dengan anak itu?” tanya Yugyeom sambil menatap Haerin yang duduk memunggungi Mingyu dan Yugyeom

“Haerin?” tanya Mingyu, “siapa lagi?” ujar Yugyeom sambil memakan dengan kesal makan siangnya

Mingyu ikut menatap Haerin-lebih tepatnya punggung Haerin-yang sedang lesu sedangkan Hana terlihat bahagia. “tanya saja dengannya..” saran Mingyu kembali memakan makan siangnya

Yugyeom menatap Mingyu jengkel, “aku sudah berkali-kali menanyakan hal itu, dia tidak menjawab! Dia bahkan tidak pernah berbicara padaku lagi! Waktu belajar bersama saja dia sibuk sendiri! Dan parahnya dia bahkan menjauhiku!” ujar Yugyeom panjang lebar membuat sepupunya itu geleng-geleng.

“salahmu sendiri kenapa kau sering menjahilinya..” ujar Mingyu. Yugyeom terdiam. Mingyu yang bingung karena sepupunya itu tak menjawab apa pun melihat sepupunya itu yang terdiam menatap makan siangnya.

“kenapa?” tanya Mingyu. Yugyeom menatap Mingyu, “apa benar karena kau sering menjahilinya?” tanya Yugyeom dan dibalas anggukan mantab dari Mingyu. “jadi maksudmu, penyebab kemarahannya denganku karena aku sering menjahilinya?” tanya Yugyeom lagi dan dibalas anggukan mantab lagi dari Mingyu. “parahnya saat kau menggodanya makan ddeokbokki..” sambung Mingyu membuat Yugyeom kalah telak.

Yugyeom terlemas. “apakah aku benar-benar jahat terus menjahilinya?” tanya Yugyeom lagi dan dibalas anggukan mantab lagi oleh Mingyu, “sangat jahat!” sambung Mingyu mencoba membuat Yugyeom semakin lesu, dia suka menjahili sepupunya itu.

Yugyeom benar-benar lemas, bahkan untuk makan pun dia lemas. “aku jadi tidak selera makan..” ujarnya lalu berangkat dari duduknya hendak meninggalkan Mingyu, “Yugyeom-ah, makan siangmu untukku, eo?” tanya Mingyu sebelum Yugyeom benar-benar jauh. Yugyeom mengangguk. Mingyu terlihat senang dan memakan makan siang Yugyeom yang masih tersisa lumayan banyak.

 

***

Yugyeom berjalan lesu ke arah UKS dan membuka pintunya perlahan. Dia berjalan pelan ke arah kasur dan langsung menutup gorden pembatas dan duduk di kasur tersebut.

‘apa aku benar-benar terlalu jahat menjahili Haerin?’ tanya Yugyeom dalam hati

‘mmm, iya sih aku menggodanya dengan ddeokbokki saat dia diet itu jahat tapi, ku pikir itu bisa dikatakan ‘main-main’ kan? Lagi pula kenapa dia ingin diet? Iya juga sih aku sering mengejeknya pendek, tapi kan masih pendek Hana kemana-mana(-_-)..’

‘hm…… Tidak ada lagi yang jahat, kok! Kenapa dia marah??’

Akhirnya Yugyeom terbaring setelah frustasi memikirkan alasan Haerin kesal dengannya.

“bagaimana minta maaf dengannya kalau begitu?” tanya Yugyeom entah kepada siapa. Tak lama kemudian, bel masuk berbunyi.

 

***

Hana menatap Haerin yang sedari tadi diam. Sesuai janji, Hana mengunjungi Haerin untuk menagih penjelasan. Saat ini mereka sedang berada di kamar Haerin sambil ngemil keripik kentang kesukaan mereka berdua.

“cepat ceritakan!” pinta Hana tak sabaran. Haerin menghela nafas dan mulai menceritakan alasan serta unek-unek di kepalanya. Mulai dari siapa yang sebenarnya dia jauhi-Yugyeom-, juga betapa kesalnya dia kepada Yugyeom karena sering menjahilinya sampai alasan yang membuatnya benar-benar kesal kepada Yugyeom.

“….jadi begitu Hana-ya. Aku benar-benar kesal dengannya! Ugh!” Haerin menyelesaikan ceritanya. Hana melongo menatap Haerin, bahkan keripik kentang yang sedari tadi di tangannya belum dimakannya.

“heol..” ujar Hana pelan. “aaah! Wae!!” kesal Haerin sambil menggoyang-goyang tubuh Hana. Hana tertawa pelan kemudian memakan keripik kentangnya.

“ku pikir ada alasan yang lebih parah dari itu..” ujar Hana sambil terkekeh pelan. Haerin mempout bibirnya kesal.

“kenapa kau bisa kesal karena hal seperti itu, sih?” tanya Hana. Haerin menatap Hana agak jengkel. “maksudku, aku bisa mengerti kau kesal karena dia sering menjahilimu atau mengejekmu. Tapi kalau masalah kepintaran, aku bingung kenapa kau kesal karena hal itu..” jelas Hana

Haerin menatap Hana. “kau benar. Awalnya aku juga bingung dan tak mengerti..” ujar Haerin

“tuhkan! Lebih baik lagi kalau ada orang yang lebih pintar dari kita, kan? Seperti aku dan kalian. Otakku memang pas-pas-an tapi berkat kalian aku bisa mengerti lebih banyak lagi pelajaran. Bukankah itu hal yang bagus?” tanya Hana. Haerin mengangguk, “kau benar..”

“nah, jadi jangan permasalahkan hal itu, oke?” tanya Hana lagi dan dibalas anggukan Haerin.

“lalu bagaimana dengan dia yang sering menjahiliku? Aku benar-benar kesal dengan itu..” ujar Haerin. Hana berpikir, “kalau itu sih, ku pikir biarkan saja. Kau tahu sendirikan Yugyeom orangnya seperti apa. Dia memang menyebalkan..” ujar Hana sambil mengangguk-angguk, “hahaha, kau benar! Gumawo..” ujar Haerin. Hana tersenyum, “sering-seringlah curhat denganku! Jangan membawa hal yang menurutmu rumit sendirian..” ujar Hana

Haerin menatap Hana jengkel, “lihatlah dirimu. Hanya begitu saja sudah sombong..” ejek Haerin, “ya Lee Haerin, setidaknya itulah kelebihanku..” ujar Hana tak terima diejek Haerin. “ah mian. Kau kan selalu kekurangan. Kekurangan otak, kurang bisa olahraga, bahkan kekurangan tinggi..” ejek Haerin lagi. “YA LEE HAERIN!” kesal Hana dan melepar Haerin dengan bantal

 

***

Esoknya hari libur memang hari yang menyenangkan. Haerin terbangun dari tidurnya yang lelap langsung turun ke bawah menuju ruang makan untuk mengambil air minum.Haerin tersenyum senang. Entah kenapa hari ini suasana hatinya sedang bagus. Dilihatnya sang kakak yang baru masuk ke ruang makan.

“Oppa good morning~” sapanya sedangkan yang di sapa memandang aneh ke arahnya. “ada apa denganmu? Tidak demam, kan?” tanya Jihoon sambil memegang dahi sang adik dengan dahinya untuk mengecek suhu tubuh sang adik.

“eei, tentu tidak Oppa~” jawab Haerin senang. Jihoon hanya menggeleng tak mengerti akan sifat adiknya yang menurutnya jarang terlihat itu.

Haerin berjalan sambil bersenandung hendak kembali menuju kamarnya sebelum terhalang suara bel rumah.

‘ting tong’ Haerin berjalan ke arah pintu dan  membuka pintu.

“ne, nuguse-“ Haerin tak melanjutkan pertanyaannya begitu melihat siapa yang berada di depannya saat ini, “Kim Yugyeom..” sambungnya

Yugyeom yang tadinya menunduk kemudian melihat Haerin lalu tersenyum kaku. Haerin mengerjabkan matanya bingung, sedangkan Yugyeom menggaruk tengkuknya.

“kenapa kau kemari?” tanya Haerin. Yugyeom sedikit terkejut dan melihat ke bawah, “hm.. Itu.. Aku.. Eee..” Yugyeom terbata-bata. Haerin masih bingung melihat tingkah Yugyeom yang menurutnya aneh itu.

“mian!” ucap Yugyeom akhirnya sambil menatap kedua mata Haerin. Haerin mengerjabkan matanya bingung. “untuk apa?” tanya Haerin. “eh?” Yugyeom bertanya balik

Haerin memasang wajah agak jengkel, “ku tanya kau minta maaf untuk apa?” tanya Haerin lagi. Yugyeom mengangguk mengerti, “karena sering menjahili bahkan mengejekmu selama ini..”

Diam. Hening. Tak ada percakapan. Haerin dan Yugyeom saling menatap tanpa berkata apa pun.

“pppffft!” Haerin akhirnya tertawa, “Ya! Kenapa kau tertawa?” bingung Yugyeom

“hahahahahahahahahahahaaha!!!!” tawa Haerin semakin kuat membuat Yugyeom semakin bingung. “Ya Lee Haerin!” “tentu saja aku tertawa! Kau tiba-tiba saja minta maaf denganku..” ujar Haerin sambil menahan tawanya. “bukankah selama ini kau marah karena itu?” tanya Yugyeom. “mm, ada juga alasan itu tapi tentunya ada alasan lain..” jawab Haerin. “tuh, berarti kau memang marah denganku karena itu..”

Haerin diam. Yugyeom ikut diam. “kau benar..” ujar Haerin pelan. “naah, makanya aku minta maaf karena hal itu juga..” ujar Yugyeom. Haerin tersenyum, “sudahlah, aku juga salah marah kepadamu hanya karena alasan sepele seperti itu..” ujarnya pelan

Yugyeom tersenyum, “jadi kau memaafkanku?” tanya Yugyeom. “tentu saja..” ujar Haerin

‘kita bukan rival seperti Ayah kita, bukan?’ ujar Haerin dalam hati sambil melihat Yugyeom yang merasa lega.

Haerin menyuruh Yugyeom masuk dan mereka duduk di ruang santai.

“aku mau mengirim pesan ke Mingyu dan Hana untuk menyuruh mereka ke sini, kita harus rayakan hal ini..” ujar Yugyeom penuh semangat sambil mengeluarkan ponselnya dan mengetik pesan untuk Mingyu dan Hana. “hah? Kenapa harus dirayakan hal ini?” tanya Haerin bingung. Yugyeom menatap Haerin dengan tatapan tak percaya, “tentu saja harus dirayakan! Harus!” ujar Yugyeom ngotot. “hahaha, terserah kau saja Yugyeom-ah..” ujar Haerin menyerah dengan tingkah sahabatnya ini

Yugyeom tersenyum dan Haerin tersenyum.

 

To: Hana, Mingyu

Aku dan Haerin sudah berbaikan! Ayo kita rayakan di rumah Haerin! Bawa makanan masing-masing oke~?

 

Haerin melirik pesan yang akan dikirimkan Yugyeom, “kau menyuruh mereka membawa makanan tapi kau sendiri pergi dengan tangan kosong..” ujar Haerin. “ah, itu.. Hehe, mian..”

 

-tamat-

 

Hahahaha… Saya yakin temen saya yang mesen ni sequel pasti ekspresi baca yang terakhir itu “-_- udah? Gitu doang?”
Yakin 100%~~ Lalalala~
Ni sequel baru aja selesai kemarin setelah 3 kali perombakan T-T sulit banget..
Oh iya, reader.. Komen dong.. Saya butuh komen anda semua, saya tahu loh kalian baca tapi enggak komen. Ga semangat tau gak? Efeknya lesu banget nulis.. Huuhuhuhuhu..
Kalo enggak bisa komen di sini, kasih komen di twitter aja via mention. Twitter saya @GDhia1
Kalo kalian minta polbek pasti dipolbek kok.. T-T tapi komen, plis plis plis.. Aku tahu loh kemarin-kemarin ada yang nyari ff-nya Yoona-Chanyeol nah loo ketahuan.. Terus ada yang cari ff SIC part 6 hayooo ketahuan. Silent Reader pleas go away.

“Seorang penulis ga akan ada tanpa pembaca, iya bener. Dan juga seorang penulis ga akan menulis tanpa adanya komentar atau masukan.”

Oke? Luph U reader~

4 thoughts on “(Sequel Of Rival!): We Are Not a Rival Too! Right?

  1. anisauma berkata:

    ku bace ni agik ghaayy.. dan pas di ending e heol. coba panjangin. kangen yugyeom hana minggyu :* andai bai kisah ni nyata hahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s