I’ll Say I LOVE YOU – 1

I'll Say I LOVE YOU

 

Hello. Holla. Hai. Aloha. Annyeong~
Sebelum saya menjadi anak asrama yang bakal ga bisa internetan, sms-telpon-an selama 3 bulan. Saya datang membawa pesanan teman saya yang itu tu yang sering saya ceritain. Dia kepengen dibuatin ff dia sama Yugyeom lagi -w-. Aduh ni anak. Terus dia mau yang banyak konfliknya. Subhanallah. Huft~

Pas lagi asyik chatting di LINE tiba-tiba kepikir ide~ Tiiing~~ Aha~ Terus saya bilang kayak gini:

Saya: Eh, Gue punya ide cerita gila buat lo sama Yugyeom
Temen: Apaan? Ada konfliknya kaga?
Saya: Cinta segitiga.
Temen: Asyik. Yang penting ada konflik
Saya: Elah lu ngebet banget pengen ada konflik. Dasar korban drama
Temen: Biarin
Saya: Lu kaga penasaran sama cast satu lagi?
Temen: Siapa?
Saya: Jeon Jungkook~! Hahahahahaha! Hahahahaha! Hahahaha

Kurang lebih ya begitu isi chatting-an kita. Kenapa saya memasukkan Jungkook ke dalam cerita segitiga dia bersama Yugyeom? Karena temen saya ini anti-Jungkook. Bukan anti juga sih, lebih tepatnya saya nge-paksain dia buat suka BTS terutama Jungkook~ Soalnya dia pernah bilang gini: “Lu ngeracunin gue sama BTS..” dan satunya “kok gue jadi suka Jungkook ya?”

Hahahahahaha! Nah, dari pada denger curcol saya. Check it~ Saya juga muncul loh~ Ahak~

 

I’ll Say I LOVE YOU!

  • Main Cast : Kim Yugyeom (GOT7), Lee Haerin (OC), Jeon Jungkook (BTS)
  • Support Cast : Lee Hana (OC), etc. Find it Yourself, OK?
  • Genre : AU, School-Life, Romance
  • Author : dk1317 a.k.a GDhia/GDhia1

P.S : This is just FF and my other imagine, don’t be plagiat and other that god and I don’t like! Please don’t be silent readers! So, leave some comment~ Typos every where~ EYD kemana-mana..

 

Happy Reading~

***

‘S’ Senior High School

Pagi ini, ramai sekali siswa berkumpul pada satu tempat. Pusat keramaian tersebut berada di depan sebuah papan yang menunjukkan nama dan kelas satu per satu siswa. Seorang siswa laki-laki tampak tersenyum senang setelah melihat namanya terpampang di kelas yang ia inginkin. Siswa laki-laki tersebut langsung keluar dari kerumunan dan mencari dua siswa perempuan. Dia ingin sekali mengatakan kelas apa yang ia masuki.

“di mana mereka?” tanya siswa laki-laki itu sambil terus mencari sekeliling. Ditemukannya dua siswa perempuan yang ia cari. Dua perempuan tersebut terlihat sangat senang.

“Lee Haerin! Lee Hana!” panggil siswa laki-laki tersebut. Kedua perempuan itu menoleh, “oh! Jungkook-ah!” sapa mereka. Jungkook tersenyum lalu jalan mendekati Haerin dan Hana.

“aku mencari kalian..” ungkap Jungkook, “oh ya? Ada apa?” tanya Haerin

Jungkook kembali menyunggingkan senyumnya dan melingkarkan kedua tangannya di depan dada, “tebak aku masuk kelas apa?” tanya Jungkook

Haerin dan Hana menatap Jungkook datar, “sekelas dengan kami..” jawab Haerin dan Hana serempak. Jungkook sedikit terkejut lalu menoleh, “kenapa kalian bisa tahu?” tanya Jungkook kikuk

“bukan hanya kau yang melihat Jeon Jungkook..” jawab Haerin jengkel dengan tingkah Jungkook tersebut. Jungkook menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “benar juga. Oh iya! Selamat kau bisa masuk ke sini dengan otak pas-pas-an mu itu, Hana-ya..” ujar Jungkook sambil mengusak rambut Hana jahil

“kau ini mau memberi selamat atau mengejek..” kesal Hana sambil melepaskan tangan Jungkook dari kepalanya, “hahaha, kau tidak boleh seperti itu, Jungkook-ah. Hana sudah berusaha sangat keras untuk bisa masuk ke sekolah ini..” ujar Haerin membela Hana, “ternyata memang lebih baik sepupu dari pada teman..” ujar Hana sambil menjulurkan lidahnya mengejek Jungkook

“memangnya dengan alasan apa kau sampai bersikeras ingin masuk ke sekolah ini?” tanya Jungkook tak memperdulikan ejekan Hana. Hana terdiam kemudian tersenyum, “selain karena ingin satu sekolah dengan Haerin, aku juga mau satu sekolah dengan Junhong Oppa..” jawab Hana agak tersipu

Jungkook menatap Hana tak percaya, “kau suka Zelo Hyung?” tanya Jungkook, “memangnya kenapa!?” Hana tanya balik

“pfft! Hahahahaha! Kau yang pendek kerdil ini suka dengan Zelo Hyung yang tinggi menjulang bagaikan tiang itu? Kau?” tanya Jungkook, “pffft! Ahhahaha! Aku setuju denganmu Jungkook-ah!” ujar Haerin sambil berhigh-five ria dengan Jungkook

“mwo! Ya! Kalian jahat! Kau juga Haerin kenapa kau ikut-ikutan!” kesal Hana, “ahahahahah! Ahahahahahah! Hahahaahaha!”

Dari kejauhan, nampak seorang siswa laki-laki memperhatikan mereka sedari tadi. Dengan percaya diri, siswa laki-laki tersebut mendekati Haerin dkk.

“Haerin? Hana?” panggil siswa tersebut. Haerin dan Hana menoleh dan langsung terkejut begitu melihat siapa yang memanggil nama mereka.

“KIM YUGYEOM!!??” teriak Haerin dan Hana serempak

Siswa laki-laki yang dipanggil Yugyeom itu tersenyum lega setelah orang yang diyakininya ternyata benar. “ternyata benar kalian..” ujar Yugyeom

“sudah lama sekali! Aku rindu padamu Yugyeom-ah!!” teriak Haerin lalu memeluk Yugyeom, “aku juga Yugyeom-ah!” Hana ikut teriak dan memeluk Yugyeom

“hahahahaha. Tak ku sangka kita akan satu sekolah lagi..” ujar Yugyeom lalu membalas pelukan Haerin dan Hana

“kenapa kau tak memberi kabar?” tanya Haerin. Yugyeom tersenyum, “karena kau ingin memberi kejutan! Surprise~!” ujar Yugyeom senang.

“eeeei..” ujar Haerin dan Hana serempak. “tapi aku tak menyangka kita akan satu sekolah lagi. Awalnya aku ingin mengunjungi rumahmu malam ini, Haerin-ah..” ujar Yugyeom. “hm.. Kalau Haerin aku bakal menyangka, sih. Tapi kalau Hana aku benar-benar tidak menyangka..” sambung Yugyeom sambil tersenyum jahil ke arah Hana

“ya! Kau ini sama saja dengan Jungkook!” kesal Hana

“Jungkook?” tanya Yugyeom

Haerin dan Hana saling menoleh lalu melihat Jungkook yang terlihat sedang jengkel karena tidak diperdulikan. “ah, benar juga. Jungkook..” ujar Haerin pelan kemudian menarik tangan Jungkook agar mendekati mereka

“perkenalkan, dia Jeon Jungkook. Jungkook, dia Kim Yugyeom..” Haerin memperkenalkan mereka berdua

“Jeon Jungkook..” “Kim Yugyeom..” Yugyeom dan Jungkook saling berjabat tangan namun mata mereka saling bertemu seolah memberikan sebuah percikan aneh, percikan peperangan? Tak berapa lama mereka melepas jabatan mereka namun mata mereka tetap saling menatap.

“kau berada di kelas mana, Yugyeom-ah?” pertanyaan Hana membuat kegiatan tatap-tatapan Yugyeom dan Jungkook terhenti.

“aku? Kelas 1-1. Kalian?” tanya Yugyeom. Jungkook dengan tatapan terkejut dan tidak suka kembali melihat Yugyeom. “kalau begitu kita berempat satu kelas!” ujar Hana senang

“berempat?” tanya Yugyeom, “iya. Aku, Hana, Jungkook, dan kau..” jawab Haerin sambil tersenyum senang

“pasti akan menyenangkan. Iyakan Hana?” sambung Haerin dan dibalas anggukan Hana

Tak berapa lama bel berbunyi dan mereka anak kelas satu harus upacara penerimaan siswa baru.

 

***

“seperti yang sudah dikatakan perwakilan guru, nama saya Kim Himchan guru musik. Selama satu tahun saya akan menjadi wali kelas kalian. Mohon bimbingannya..” ujar Himchan dibalas tepuk tangan murid-muridnya

“ssaem!” seorang siswa mengacungkan tangannya. “oh ya. Siapa namamu?” tanya Himchan, “Lee Seokmin, ssaem..” Himchan mengangguk, “ada pertanyaan apa?” tanya Himchan

“apa kita tidak mengadakan pemilihan ketua kelas dan sebagainya?” tanya Seokmin, “ah iya kau benar! Maaf ssaem lupa. Jadi, apa kau ingin menyalonkan diri?” tanya Himchan. “ah, tidak ssaem. Aku ingin menyalonkan, Baek Yerin..” jawab Seokmin sambil menunjuk Yerin yang duduk tidak jauh darinya

“mwo!?” kaget Yerin, “kenapa aku?” sambung Yerin. Seokmin hanya tersenyum dan tak mengatakan apa pun.

“aku ingin menyalonkan Lee Haerin..” ujar Hana semangat. Haerin menatap Hana kaget, “ya!” sama halnya dengan Seokmin, Hana hanya tersenyum dan tak mengatakan apa pun.

“aku ingin menyalonkan diri..” ujar Yugyeom membuat seluruh mata melihat kepadanya. “aku juga!” ujar Jungkook dan kali ini membuat seluruh mata menoleh padanya. Yugyeom menatap Jungkook yang tidak terlalu jauh darinya begitu pula Jungkook. Entah kenapa suasana mencengkam timbul di sana

“ehem. Baiklah. Jadi calon ketua kelas kita adalah Baek Yerin, Lee Haerin, Kim Yugyeom, dan Jeon Jungkook. Baiklah, ayo kita adakan pemungutan suara. Calon ketua kelas harap maju ke depan dan katakan kata-kata motivasi kalian..”

“aku.. aku akan berusaha..” ujar Yerin “wohoo~~ Baek Yerin jjang!” ujar Seokmin semangat

“mmm, aku tidak tahu apa yang harus ku katakan. Aku akan berusaha agar menjadi ketua kelas yang baik..” ujar Haerin sambil tersenyum, “woohoo~ Lee Haerin jjang!!” kali ini Hana yang penuh semangat

“aku juga akan berusaha semampuku..” ujar Yugyeom. Jungkook hanya melihat Yugyeom dari tadi tanpa mengetahui kalau sudah gilirannya untuk bicara

“Jeon Jungkook?” panggil Himchan. “Jeon Jungkook?” panggil Himchan sekali lagi, “Jeon Jungkook apa kau tidak akan mengatakan kata-kata motivasimu?” tanya Himchan

“eh? Motivasi? Iya, motivasi. Aku akan berusaha jauh lebih baik dari mereka!” ujar Jungkook yakin

“ohoooo~~!” semuanya langsung memberi tepuk tangan kepada Jungkook

“oke, sekarang ayo pemungutan suara..”

 

***

“Baek Yerin 4 suara, Lee Haerin 6 suara, Kim Yugyeom 9 suara, Jeon Jungkook 9 suara. Jadi hasilnya seri pada Yugyeom dan Jungkook. Hm, kalau begini kita lakukan pemungutan suara ulang dengan Kim Yugyeom dan Jeon Jungkook sebagai calon..”

Yerin dan Haerin kembali ke kursi mereka dengan perasaan lega, “ah, kenapa tidak Haerin saja sih..” ujar Hana sebal sambil memperhatikan Haerin berjalan ke bangkunya tepat di samping Hana

“awas kau semester dua akan ku calonkan jadi ketua kelas nanti..” ujar Haerin jengkel dengan Hana, “siapa yang mau memilih anak bodoh sepertiku, wleek..” ujar Hana sambil menjulurkan lidahnya mengejek Haerin. “kau ini. Jadi, kau pilih Yugyeom atau Jungkook?” tanya Haerin, “kau sendiri?”

“hm, Yugyeom itu teman kita dari kecil, sedangkan Jungkook teman kita sejak SMP. Haaah, aku bingung..”

Akhirnya voting selesai dengan banyak pertimbangan dari Haerin dan Hana yang merupakan paling terakhir mengumpulkan

 

***

“…Jadi, ketua kelas kita adalah Kim Yugyeom dengan perolehan 16 suara sedangkan Jeon Jungkook dengan 14 suara..”

“jadi Yugyeom, apa kau ingin memilih orang lain sebagai wakilmu atau kau ingin Jeon Jungkook sebagai wakilmu?” tanya Himchan

Jungkook dan Yugyeom menoleh ke arah Himchan lalu saling bertatapan. Yugyeom kemudian melihat Haerin begitu pula Jungkook. Yugyeom kemudian tersenyum.

“aku akan memilih Jungkook saja sebagai wakil..” ujar Yugyeom sambil tersenyum, “mohon bimbingannya, Jeon Jungkook..” sambung Yugyeom sambil mengulurkan tangannya. Jungkook sedikit kaget lalu meraih uluran tangan Yugyeom, “aku juga..” ujar Jungkook

Entah kenapa, percikan peperangan tadi pagi kembali terjadi.

 

***

“Yugyeom, Jungkook. Tolong bantu saya bawakan ini..” pinta Himchan

“ne ssaem..”

‘buuuk buuk’ “ya! Kenapa aku harus membawa lebih banyak dari pada kau?” kesal Jungkook, “mian. Aku lelah setelah menulis data-data murid yang lain..” ujar Yugyeom kemudian berjalan duluan menuju ruang guru. “ya!”

 

***

“terima kasih ya..” “ne ssaem..”

Jungkook dan Yugyeom keluar bersamaan dari ruang guru. Tak ada percakapan di antara mereka, hanya langkah kaki dan percakapan murid lain memenuhi koridor.

“kau..” Jungkook membuka percakapan, “apa hubunganmu dengan Haerin dan Hana?” sambungnya

Yugyeom melirik Jungkook, “kami bertiga teman sejak kecil..” jawab Yugyeom santai. Jungkook mengangguk, “kau sendiri?” tanya Yugyeom. “aku berteman dengan mereka sejak SMP..”

Kembali hening. Entah kenapa jarak ke kelas terasa lebih jauh dari sebelumnya.

“apa kau menyukai Haerin?” pertanyaan Jungkook membuat langkah Yugyeom terhenti. Jungkook ikut berhenti dan menatap Yugyeom serius. Mereka kembali bertatapan.

“kau sendiri?” tanya Yugyeom. Tanpa basa-basi Jungkook mengangguk mantab, “aku menyukai Haerin. Sejak pertama kali bertemu dengannya..” jawab Jungkook

Yugyeom menyunggingkan senyum, “begitu ya..” “kau belum menjawab pertanyaan ku. apa kau menyukai Haerin?” tanya Jungkook sekali lagi

Yugyeom kembali tersenyum, “kalau iya, kenapa?”

Jungkook menatap tajam Yugyeom begitu pula Yugyeom. Lagi-lagi tak ada percakapan apa pun di antara mereka dan hanya diam saling menatap.

“hei! ketua kelas dan wakil. Kalian ini ke ruang guru saja lama sekali..” Yugyeom dan Jungkook langsung terkejut dengan kehadiran Seokmin dan Mingyu yang bisa dibilang tiba-tiba tersebut

“mengagetkan saja!”

 

***

“ah itu mereka! Yugyeom-ah! Jungkook-ah! Ke kantin yuk! Hana sudah lapar dari tadi..” ajak Haerin sambil menunjuk-nunjuk Hana yang mulai terlihat lesu

“ahaha, dasar Hana gembul..”/“kau tetap saja suka makan Hana-ya..” ujar Jungkook dan Yugyeom serempak. Mereka berdua menoleh, Haerin terkejut karena mereka bisa serempak seperti itu.

“oh ayolah cepat!!” kesal Hana dan menarik Haerin, Yugyeom, dan Jungkook.

 

***

Di kantin

Haerin membagikan lauknya kepada Hana membuat senyum Hana merekah. Melihat hal itu, Yugyeom langsung membagikan lauknya kepada Haerin begitu pula Jungkook. Yugyeom dan Jungkook kembali menoleh dan tatapan perang mereka kembali datang. Lauk Yugyeom yang baru saja diberikan kepada Haerin kini diambil Jungkook dan dimakan olehnya. Yugyeom tak tinggal diam, dia mengambil lauk yang tadi Jungkook berikan lalu memakannya. Haerin yang melihat hal itu hanya mengerjabkan matanya tak mengerti kenapa kedua sahabatnya itu seperti itu.

“kalian kenapa sih, kalau tidak mau membagikan lauk kepada Haerin, berikan saja kepadaku!” kesal Hana karena dari tadi mereka menaruh mengambil menaruh mengambil

“enak saja gembul!” teriak mereka berdua serempak, “ya!”

 

***

Sudah satu bulan berlalu, tak terasa memang. Hari ini, terlihat Haerin masuk ke dalam kelas. Ia melihat sekeliling belum ada satu pun yang datang kecualinya. Tiba-tiba dia merasa tidak enak badan, padahal sebelum ke sekolah masih baikan. Hari ini juga tumben sekali Hana tidak masuk sekolah. Pasalnya, kemarin Haerin dan Hana kehujanan sepulang dari bermain ke rumah sepupu mereka. Mungkin itulah penyebab Haerin kurang sehat dan Hana sakit.

“pagi..” sapa Jungkook kepada Haerin. “ada apa?” tanya Jungkook karena Haerin tak menjawab sapaannya. “Hana tidak masuk?” tanya Jungkook lagi dan hanya dibalas anggukan lemas dari Haerin.

Jungkook merasa ada yang tidak beres dengan Haerin segera meraba keningnya dan juga kening Haerin, mencoba mengecek suhu badan Haerin.

“kau agak demam, kenapa kau ke sekolah?” tanya Jungkook yang mulai mengecek suhu di leher dan tangan Haerin. Haerin menggeleng, “tadi aku masih baik. Tiba-tiba saja saat masuk ke kelas aku jadi lemas..” jawab Haerin lemah dan agak serak

“suaramu bahkan serak seperti itu..” ujar Jungkook, “kau mau ke UKS?” tanya Jungkook dibalas gelengan Haerin. “ayolah, kau harus istirahat..” ujar Jungkook dan tetap dibalas gelengan oleh Haerin

‘graak’ pintu kelas terbuka dan masuklah Yugyeom. “eo? Ada apa dengan Haerin?” tanya Yugyeom dan berlari mendekati Haerin lalu mengecek suhu badannya seperti apa yang dilakukan Jungkook tadi

“dia demam..” ujar Jungkook, “kau benar. Kenapa kau datang ke sekolah?” tanya Yugyeom kepada Haerin. “dia bilang tadi masih baik. Sampai di kelas dia mulai lemas..” ujar Jungkook

Yugyeom menatap Jungkook lama kemudian menatap Haerin, “mau ke UKS?” tanya Yugyeom dan dibalas gelengan Haerin. “aku sudah menanyakan hal itu tadi..” ujar Jungkook

Yugyeom kembali menatap Jungkook kemudian Haerin, “tidak bisa! Kau harus ke UKS!”

Yugyeom langsung menggendong Haerin ala bridal style *taukan?* menuju UKS. Jungkook melihat Yugyeom dan Haerin yang mulai menjauh.

“keduluan lagi..” ujar Jungkook pelan sambil tersenyum miris. Pasalnya, ketika hendak melakukan sesuatu, Jungkook selalu keduluan Yugyeom.

Jungkook memegang dadanya. “sesak..” ucapnya pelan. Tak berapa lama satu per satu teman sekelas datang.

 

***

“aku tidak apa-apa Yugyeom-ah..” ujar Haerin lemas. “apanya yang tidak apa-apa. Jelas-jelas suhu tubuhmu panas dan suaramu serak begitu..” ujar Yugyeom dan terus membawa Haerin ke UKS

“tapi-“ “kita sampai..”

‘cklek’ “untung pintunya sudah dibuka. Sepertinya Yuri ssaem (guru kesehatan) belum datang..” ujar Yugyeom lalu membawa Haerin ke salah satu tempat tidur dan membaringkannya di sana.

Yugyeom langsung menyelimuti Haerin dan menghidupkan AC agar suhu tubuh Haerin cepat kembali normal. “tidurlah, aku akan bilang kalau kau di UKS karena tidak sehat..” ujar Yugyeom sambil mengelus pelan rambut Haerin

Haerin mengangguk pelan, “ah! Katakan juga kalau Hana sedang sakit..” ujar Haerin pelan. Yugyeom mengangguk, “tidurlah..”

Perlahan mata Haerin mulai tertutup. Yugyeom tersenyum dan pergi meninggalkan Haerin yang terlelap.

‘cklek’ begitu keluar dari UKS, Yugyeom mendapati Jungkook yang ia yakini sudah menunggunya dari tadi.

“kenapa kau tidak masuk?” tanya Yugyeom, “Haerin sudah tidur?” tanya Jungkook menghindari pertanyaan Yugyeom, “eo..” jawab Yugyeom. “baguslah..” ujar Jungkook dan pergi meninggalkan Yugyeom

“ada apa dengan anak itu?” tanya Yugyeom entah kepada siapa sambil melihat punggung Jungkook yang mulai menjauhinya

 

***

Jam ke 4

‘greek’ pintu terbuka. Terlihat Haerin sedang membungkuk memberi salam kepada Lee Seonsaeng selaku guru matematika yang mengajar sekarang “maaf. Saya baru dari UKS karena tidak enak badan..” ujar Haerin setelah memasuki kelas

“oh, iya. Saya sudah dengar dari ketua kelas. Sekarang sudah baikan?” tanya Lee Seonsaeng

“ne ssaem..” “baguslah. Silahkan duduk..”

Yugyeom dan Jungkook memperhatikan setiap langkah yang Haerin lewati hingga Haerin benar-benar sampai di tempat duduknya.

“kau sudah baikan?” tanya Jungkook dan Yugyeom bersamaan. Haerin tersenyum, “kompak sekali kalian. Terima kasih sudah mengkhawatirkan ku, aku baik-baik saja kok..” jawab Haerin

Jungkook dan Yugyeom kembali bertatapan namun kali ini tidak lama, Jungkook memalingkan wajah terlebih dahulu membuat Yugyeom sedikit bingung.

‘ada apa dengannya?’ pikir Yugyeom

 

***

Istirahat

“mau ke kantin?” ajak Yugyeom kepada Haerin yang masih merapikan buku-bukunya. “ayo..” terima Haerin. “kau mau ikut Jungkook-ah?” tanya Haerin kepada Jungkook yang terlihat kurang bersemangat hari ini. Jungkook menggeleng sambil tersenyum.

“benarkah?” tanya Haerin memastikan jawaban Jungkook. “gwaenchana, aku belum lapar..” ujar Jungkook lalu keluar dari kelas. Haerin dan Yugyeom hanya melihat Jungkook dengan kebingungan.

 

***

“ada apa dengan Jungkook?” tanya Haerin kepada Yugyeom. Yugyeom hanya mengangkat bahunya, tidak tahu. “bukannya kau dekat dengannya?” tanya Haerin. Yugyeom menatap Haerin dengan tatapan terkejut.

“aku? Dekat dengan seorang Jeon Jungkook??” tanya Yugyeom meminta pengulangan dari Haerin. Haerin mengangguk, “iya kan? Kalian bahkan sangat kompak sebagai ketua kelas dan wakil..”

Yugyeom semakin menatap Haerin tak percaya. “tidak ya?” tanya Haerin lagi. Yugyeom terdiam. “hm.. Bukannya tidak tapi, kita tidak seakrab yang kau pikirkan..” jawab Yugyeom dan hanya dibalas anggukan Haerin

‘tapi mereka akrab sekali..’ ujar Haerin dalam hati

“tapi aku benar-benar penasaran ada apa dengan Jungkook..” ujar Haerin. Yugyeom tak mengatakan apa pun dan hanya memperhatikan Haerin makan. Entah kenapa dia merasa aneh ketika Haerin mengkhawatirkan Jungkook seperti itu.

 

***

Di kelas

“di mana Jungkook?” tanya Haerin begitu ia dan Yugyeom masuk ke dalam kelas. “eh? Tidak ikut dengan kalian?” tanya Jimin dan dibalas anggukan Haerin. “tumben sekali..” ujar Yerin. “jadi, apa kalian melihat Jungkook?” tanya Haerin sekali lagi dan semuanya menggeleng.

Haerin menghela nafas dan duduk di bangkunya. “sudahlah, nanti dia juga datang..” ujar Yugyeom. Haerin menatap Yugyeom kemudian mengangguk.

Haerin melihat Mingyu dan Seokmin masuk kelas langsung berlari ke arah mereka.

“Mingyu-ya, Seokmin-ah.. kalian melihat Jungkook?” tanya Haerin, “Jungkook? Ku rasa dia pergi ke arah rooftop tadi..” jawab Mingyu, “rooftop? Gumawo..” ujar Haerin kemudian berlari ke luar

Yugyeom mengejar Haerin, “Haerin-ah mau ku temani?” tanya Yugyeom. “aniya. Aku ke sana sendiri saja..” jawab Haerin dan terus berlari meninggalkan Yugyeom

Yugyeom melihat punggung Haerin yang mulai tak terlihat lagi. “kenapa aku jadi merasa aneh seperti ini?”

 

***

“JEON JUNGKOOK!!” panggil Haerin dengan nada cukup tinggi begitu menemukan Jungkook sedang terbaring di bangku lebar yang memang berada di rooftop sekolah mereka

Begitu kagetnya Jungkook ketika membuka mata langsung mendapati wajah Haerin tak jauh di depannya, “omo!”

Haerin kemudian berkacak pinggang sambil menyerahkan sebungkus roti yang ia beli di kantin sebelumnya. Haerin kemudian duduk di samping Jungkook yang terkejut atas pemberian Haerin.

“makan lah. Sekarang kau pasti lapar..” ujar Haerin sambil tersenyum. “gu-gumawo..”

Jungkook pun memakan roti pemberian Haerin dan Haerin hanya melihatnya tanpa mengatakan apa pun. Entah kenapa tak ada percakapan di antara mereka. Jungkook juga hanya makan dalam diam. Haerin kemudian menghela nafas dan melihat langit.

“kau jarang sekali terlihat tidak semangat..” Haerin membuka percakapan. Jungkook melihat Haerin yang menatap langit. “entah kenapa melihatmu tidak semangat seperti itu, aku jadi khawatir..” sambung Haerin

Jungkook tersenyum, “aku tidak tahu harus mengatakan hal ini atau tidak. Akhir-akhir ini aku banyak sekali pikiran..” ujar Jungkook. Haerin menoleh dan Jungkook menatap langit. “terkadang aku berpikir apakah aku pantas..” sambung Jungkook

Haerin memiringkan kepalanya, bingung. “pantas? Pantas dengan apa?” tanya Haerin. Jungkook tersenyum kemudian mengasak rambut Haerin pelan, “kau masih kecil, belum boleh tahu urusan orang dewasa..” ujar Jungkook lalu turun dari bangku lebar

“mwo!? Ya Jeon Jungkook! Kau pikir kau sudah dewasa, eo!?” kesal Haerin dan ikut turun, “kau mau tahu hal itu?” tanya Jungkook sambil menatap Haerin jahil

Haerin langsung menatap Jungkook tak percaya. “ya! Jangan-jangan kau sedang berpikiran kotor sekarang, eo?” tanya Haerin dan berjalan mendekati Jungkook. “eo!? Aku tidak berpikiran seperti itu? Apa kau berpikiran seperti itu? Wuaah, Haerin daebak!” ucap Jungkook sambil bertepuk tangan “Ya!!”

‘teng teng teng’ bel masuk berbunyi. “ah, sudah masuk. Kajja!” ajak Jungkook. Haerin mendengus kesal kemudian berjalan masuk kembali ke gedung sekolah

 

***

“aku tidak menyangka kau bisa berpikiran seperti itu..” ujar Jungkook masih melanjutkan pertengkaran mereka selama perjalanan kembali ke kelas

“ya! Aku tidak seperti itu babo!” kesal Haerin. “ckckckck. Tak ku sangka seorang Lee Haerin ternyata punya pikiran seperti itu…” ujar Jungkook sambil geleng-geleng

“aku tidak-“

‘greek’ begitu mereka hendak membuka pintu kelas, ternyata pintu sudah dibuka dulu oleh Yoo seonsaeng, guru fisika yang terkenal sangat galak dan disiplin tinggi

‘gawat..’ ujar Haerin dan Jungkook dalam hati

“kalian masih kelas satu sudah bisa telat masuk! Mana kalian berisik lagi! Karena kalian masih murid baru, saya tidak akan memberikan hukuman. Cepat masuk!”

“ne ssaem!”

Jungkook dan Haerin hanya tersenyum sambil berjalan ke bangku mereka.

 

***

Esoknya, Hana sudah sembuh dan Himchan langsung masuk ke dalam kelas begitu bel berbunyi.

“anak-anak! Mulai minggu depan kita akan mengadakan festival olahraga. Akan ada beberapa perlombaan. Pertama, estafet untuk laki-laki dan perempuan, masing-masing 5 orang. Kedua, sepak bola antar kelas untuk laki-laki. Ketiga, voli untuk laki-laki dan perempuan. Dan terakhir, penyorak atau penyemangat!”

“Lee Hana ikut dalam kelompok penyemangat ssaem!” usul Jungkook setelah Himchan menyelesaikan perkataannya, “eei Jeon Jungkook..” Hana tak setuju

“ssaem juga setuju..” ujar Himchan sambil mengancungkan jempolnya

Hana menatap Himchan dan Jungkook sebal. Akhirnya dia pasrah dan menerima karena dia tidak terlalu bisa olahraga.

Setelah pembagian kelompok selesai, mereka pun merencanakan rencana untuk tim penyorak. Di mulai dari bahan-bahan untuk pembuatan spanduk, sampai jadwal latihan.

“fighting!” sorak mereka semua

Tak terasa satu minggu sudah berlalu, hari ini Jungkook terlihat serius. Entah apa yang di pikirkannya. Dia memandangi Haerin yang sedang mengobrol dengan Hana dan Jimin. Dia kemudian melihat Yugyeom yang sedang mengobrol dengan Seokmin.

Jungkook menghela nafas, ‘harus ku katakan..’ ujarnya yakin di dalam hati

Jungkook berjalan mendekati Yugyeom. “Yugyeom-ah, ada yang ingin ku katakan kepadamu..” ujar Jungkook kemudian pergi meninggalkan Yugyeom. Yugyeom bingung dan langsung saja menyusul Jungkook

Sampailah mereka di belakang kelas. “ada apa?” tanya Yugyeom yang begitu penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh Jungkook

“aku akan menembak Haerin..” ujar Jungkook dengan sangat yakin. Yugyeom menatap Jungkook dengan nada terkejut, “tapi aku punya firasat ditolak..” sambungnya

Yugyeom hanya diam mendengar perkataan Jungkook. Jungkook tersenyum tipis, “hanya itu yang ingin ku katakan. Ah! Satu lagi..” ujar Jungkook

Yugyeom dan Jungkook saling bertatapan dengan serius, “apa?” tanya Yugyeom

“kalau pun aku tahu akan ditolak, tapi bukan berarti aku menyerahkannya kepadamu..” jawab Jungkook dan pergi meninggalkan Yugyeom yang hanya tersenyum tipis mendengar penuturannya

“kau pikir aku akan menyerah?” ujar Yugyeom pelan lalu berjalan menyusul Jungkook menuju lapangan olahraga karena semuanya sudah berkumpul di sana

 

***

“kalian dari mana saja?” tanya Haerin begitu melihat Jungkook berjalan ke arah mereka dengan Yugyeom di belakangnya

Jungkook menggaruk tengkuknya, “hm? Hanya bicara saja. Ku harap ketua kelas kita ini tidak membuat kita kalah dalam permainan basket nanti..” ujar Jungkook

“tentu saja tidak. Harusnya aku yang berharap kau tidak membuat kita kalah di sepak bola nanti..” ujar Yugyeom begitu sampai di perkumpulan

Jungkook menatap kesal Yugyeom dan yang ditatap kesal hanya tersenyum remeh.

“sudahlah. Aku yakin kita pasti akan menang di keduanya..” ujar Haerin

[“mari kita sambut tim penyorak dari kelas 1-1~!”]

“ah! Itu Hana!” ujar Haerin lalu berlari untuk melihat sang sepupu

Festival olahraga pun dimulai dengan perlombaan tim sorak lalu dilanjutkan dengan lomba lari estafet.

 

***

Saat lomba basket kelas 2-1 melawan 2-3

“kyaaaaa!! Junhong Oppa!!” teriak Hana begitu semangat setelah melihat Zelo berhasil mencetak skor untuk kelasnya

“lihatlah dia Haerin-ah! Sangat tampan dan keren! Kyaa! Aku suka sekali dengannya..” ujar Hana penuh semangat. Haerin tersenyum melihat kelakuan sepupunya itu

“enak sekali sepertinya punya orang yang kita sukai, eo?” tanya Haerin. Hana melihat Haerin bingung, “kau tidak punya orang yang kau sukai?” tanya Hana kepada Haerin. Haerin mengangguk

“serius? Kau benar-benar tidak menyukai seseorang?” tanya Hana sekali lagi karena tidak puas dengan jawaban sepupunya itu, “ku pikir iya..” jawab Haerin sekali lagi

Hana menatap Haerin tidak percaya. “wuah daebak. Kita harus membicarakan hal ini Lee Haerin..” ucap Hana serius, “tapi setelah pertandingan ini selesai..” sambungnya dan kembali melihat pertandingan

 

***

“baiklah Lee Haerin..” Hana mengawali perbincangan mereka. Hana melirik ke kiri dan ke kanan lalu keluar kelas dan melihat ke kiri dan ke kanan lagi, mengecek tidak ada siapa pun yang dapat mendengar mereka. Hana kembali masuk ke dalam kelas dan langsung duduk di depan Haerin.

“mulai dari mana kita?” tanya Hana. Haerin melihat sepupunya itu heran dan hanya mengangkat ke dua bahunya singkat.

“mm.. Jadi Lee Haerin, apakah ada namja yang kau pikir dia keren? Ganteng?” tanya Hana. Haerin berpikir, “Andy SHINHWA..” jawab Haerin jujur, “eei Lee Haerin! Aku serius..”

Hana menghela nafas sambil menepuk-nepuk dadanya, “bukan artis..” sambung Hana. Haerin mulai berpikir, dan mulai melihat ke kiri, kanan, atas, dan bawah. “Yugyeom?” jawabnya. Hana langsung melihat Haerin dengan serius, “Jungkook juga tampan. Hm, Mingyu juga..” sambung Haerin

Hana menelan ludahnya kemudian memegang tangan Haerin, “kalau kau harus memilih satu?” tanya Hana sambil menggenggam erat tangan Haerin. Haerin terlihat berpikir keras.

“Yugyeom..” jawab Haerin, “alasannya?” tanya Hana

Haerin kembali berpikir, dia kemudian mengingat kejadian pertama kali ia bertemu dengan Yugyeom dan memperkenalkannya kepada Hana. Mengingat kejadian mereka sejak kecil. Yugyeom yang selalu menjaga ia dan Hana. Saat dia kesepian pun kalau tidak Hana, Yugyeom lah yang akan menemaninya. Walaupun saat SMP Yugyeom pindah, mereka tetap berkontak sehingga tak memutuskan tali pertemanan mereka. Saat liburan pun Yugyeom sering pergi bermain bersamanya dan Hana.

“kau tahu sendiri alasannya Hana-ya.. Yugyeom itu teman pertama kita, dan dia selalu berada di sisi kita, kan?” ujar Haerin dibalas anggukan Hana. “apa tidak ada yang lebih dari itu, Haerin-ah?” tanya Hana, “maksudmu?” tanya Haerin tak mengerti. “maksudku, apa kau tidak pernah berpikir kalau perasaanmu kepada Yugyeom itu cinta?” jelas Hana

Haerin terdiam. Cinta? Dia tidak pernah berpikir mencintai seorang Kim Yugyeom yang seperti seorang kakak baginya.

“entahlah..” jawab Haerin pelan lalu terdiam dan menyebabkan Hana ikut terdiam. Hana melihat kedua mata Haerin.

“Haerin-ah, apa kau tidak ingin mencari tahu hal itu?” tanya Hana, “mencari tahu apa?” “apa perasaanmu terhadap Yugyeom..”

Haerin terdiam. Hana pun berangkat dari duduknya, “pelan-pelan saja..” ujar Hana lalu meraih tangan Haerin. “ayo kita kembali ke lapangan..” ajak Hana dibalas anggukan Haerin

‘Haerin-ah fighting!’ ujar Hana dalam hati

 

***

“GO! GO! GO! TIM BASKET 1-1 PASTI MENANG!!”

Saat ini tim basket kelas Haerin dkk. sedang main melawan kelas 1-4. Terlihat masing-masing kelas menyorakkan nama kelas masing-masing.

“GOOOOOOO!!!! KIM YUGYEOM CETAK SKOR UNTUK KAMI!!!” teriak Hana penuh semangat

Haerin hanya tertawa melihat kelakuan Hana yang menurutnya sangat lucu itu. Tiba-tiba pikiran Haerin kembali terlintas pada perkataan Hana tadi.

‘apa kau tidak pernah berpikir kalau perasaanmu kepada Yugyeom itu cinta?’

“haaah..” Haerin menghela nafas lalu melihat Yugyeom yang sedang mendribble dan hendak mencetak skor. Begitu berhasil, entah kenapa Haerin berpikir kalau detik itu Yugyeom benar-benar tampan.

‘deg deg’ ‘ada apa ini? Kenapa jantungku berdegub begitu melihat Yugyeom..’

Tiba-tiba Haerin kembali teringat dengan kata-kata Hana, ‘apa perasaanmu terhadap Yugyeom..’

Haerin kembali menghela nafas sambil menggeleng-geleng lalu kembali fokus kepada permainan. Tapi dia tidak bisa fokus. Matanya hanya melihat Yugyeom. Hanya Yugyeom seorang. Entah kenapa dia tidak bisa melihat sekitar dan hanya melihat Yugyeom.

‘ada apa denganku?’ pikirnya lagi

Haerin kembali menggeleng-gelengkan kepalanya. Saat dia hendak melihat permainan lagi, matanya bertemu dengan mata Yugyeom. Yugyeom tersenyum dan melambai ke arahnya. Haerin terdiam..

‘deg deg’ ‘deg deg’ kali ini, jantungnya benar-benar berdegub dengan kencang begitu melihat Yugyeom tersenyum ke arahnya. Bahkan dia tidak bisa membalas lambaian dan senyuman Yugyeom

 

***

Haerin terus diam sejak pertandingan basket selesai 2 menit lalu. Hana yang menyadari kelakuan sepupunya itu aneh langsung menyenggol Haerin pelan.

“ada apa?” tanya Hana, “hm? Hana-ya ada yang ingin ku tanyakan padamu..” ujar Haerin, “apa?” “itu..”

“Haerin-ah! Hana-ya!” teriak Yugyeom dkk. (yg bermain basket) dari arah jauh begitu menyadari kehadiran Haerin dan Hana.

Haerin langsung diam mematung begitu melihat Yugyeom sedangkan Hana dengan ceria melambai balik.

“nanti kalian akan tanding dengan kelas 2-1 kan? Kalian pasti kalah karena ada Junhong Oppa di sana..” ujar Hana sambil menjulurkan lidahnya meledek Yugyeom dkk.

“hei Lee Hana, kau membela kelasmu atau kelas orang lain sih..” ujar Mingyu jengkel sedangkan Hana hanya tertawa mendengarnya

Yugyeom melihat Haerin yang hanya tersenyum kaku. “ada apa Haerin-ah?” tanya Yugyeom. “hm? Apa? Aku? Tidak ada apa-apa..” jawab Haerin spontan dan gugup

Hana dan Yugyeom langsung merasa heran melihat kelakuan Haerin.

 

***

Haerin membasuh wajahnya dengan air dan menatap dirinya di cermin kamar mandi rumahnya. Dia kemudian menghela nafas dan keluar dari kamar mandi menuju dapur untuk megambil air minum.

‘ada apa denganku sih?’ tanyanya dalam hati, ‘ini pasti gara-gara Hana. Dia membingunganku dengan kata-katanya tadi siang..’ sambungnya

“mana sih dia! Katanya mau datang!” kesal Haerin lalu mengambil ponselnya untuk menelpon Hana. Saat hendak menelpon, tiba-tiba ada pesan masuk dari Jungkook.

 

From: Jjungkkookie~

Sedang apa?

 

Haerin yang merasa aneh karena jarang sekali Jungkook menanyainya sedang apa lewat pesan.

 

To: Jjungkkookie~

Menunggu Hana yang berjanji akan datang pukul 5 tapi masih belum muncul hingga pukul 6.

 

Haerin kembali jengkel setelah membalas pesan Jungkook. Benar, Hana berjanji akan main ke rumah Haerin jam 5 tapi dia masih belum datang hingga jam 6.

‘ting tong’ bel berbunyi di waktu yang tepat. Haerin melihat ke tv kecil yang dihubungkan ke kamera di depan pintu. Hana terlihat sedang mengatup kedua tangannya sambil menatap ke kamera meminta maaf kepada Haerin.

Haerin menghela nafas kemudian membuka pintu.

“satu jam..” ujar Haerin begitu mendapati wajah Hana di belakang pintu. Hana tersenyum kecil sambil mengatup kedua tangannya.

“mian, mian. Tadi Mingyu memaksaku untuk menemaninya membeli hadiah ulang tahun untuk Ibunya..” ujar Hana. “kalau kau tak percaya kau bisa telpon dia. Aku sudah menyuruhnya untuk minta maaf padamu, tapi mungkin belum dilaksanakan..” sambungnya

Haerin mengerjabkan matanya, “Mingyu?” tanya Haerin. Hana mengangguk kemudian masuk ke dalam rumah Haerin. “aku langsung ke sini begitu kami selesai membeli hadiah..” ujar Hana kemudian berlari ke arah dapur dan minum.

“Samchun dan Imo belum pulang?” tanya Hana setelah tenggorokannya merasa lega. “belum. Appa dan Eomma bilang mereka akan pulang malam..” jawab Haerin lalu duduk di sofa ruang tengah diikuti Hana yang sedang membuka jaketnya.

“Jihoon Oppa?” tanya Hana lagi karena tidak melihat kakak sepupunya. “dia pergi ke rumah temannya..” jawab Haerin. “jadi kita sendiri?” tanya Hana dibalas anggukan Haerin.

“bagus, cepat ceritakan apa yang ingin kau ceritakan..” ujar Hana, “eh?” “apanya yang ‘eh?’. Kau bilang kau ingin menanyakan sesuatu?”

Haerin mengerjabkan matanya dan mengingat-ngingat. Haerin pada dasarnya memang pelupa-_-. Akhirnya dia ingat apa yang akan ia tanyakan kepada Hana.

“ciri-ciri kita suka kepada seseorang itu, bagaimana sih?” tanya Haerin. Hana mengangkat alisnya, “baiklah. Pertama, kau merasa senang ketika ia senang..” jawab Hana dan Haerin hanya mengangguk-angguk.

“jika ada perempuan yang akrab dengannya, kau merasa kesal dan jengkel. Kau senang melihatnya dan merasa selalu ingin melihatnya, tapi kalau dia tahu kau melihatnya, kau jadi salah tingkah dan tidak mau melihatnya. Jika mata kalian bertemu, kau merasa kau tidak bisa bernafas..”

“kau selalu penasaran dengan apa yang ia lakukan. Kalau dia jauh, kau selalu merindukannya. Kau selalu memikirkannya kapan pun dan dimana pun. Ketika kau mengiriminya pesan dan dia tidak juga membalasmu, kau merasa risih dan jengkel..”

“ketika dia tersenyum atau melakukan hal yang menurutmu keren, jantungmu akan berdetak lebih kencang dari biasanya. Atau pada saat dia berada di dekatmu, jantungmu juga akan berdetak kencang..”

“kalau kau benar-benar cinta mati dengannya, kau bahkan bisa nekat hanya untuk menarik perhatiannya..”

“dan yang paling penting, kau ingin dia tahu perasaanmu tapi juga tidak ingin dia tahu perasaanmu..”

Haerin menangguk-angguk disetiap perkataan yang Hana katakan. Hanya saja dia menatap bingung Hana di terakhir kalimatnya.

“maksudmu, ‘kau ingin dia tahu perasaanmu tapi juga tidak ingin dia tahu perasaanmu’?” tanya Haerin. Hana terdiam. Dia tak mengatakan apa pun, “sulit untuk dijelaskan. Tapi menurutku sih, semua orang yang sedang jatuh cinta pasti mengalami hal ini..” ujar Hana yakin

Haerin mengangguk-angguk paham. “jadi, apa salah satu hal yang ku katakan pernah kau alami?” tanya Hana

Mendengar pertanyaan Hana, tiba-tiba saja Haerin teringat dengan jantungnya yang berdetak setelah melihat Yugyeom mencetak skor dan tersenyum kepadanya. Haerin tertunduk dan entah kenapa wajahnya bersemu merah.

Hana terkejut dengan reaksi Haerin itu langsung memegang wajah Haerin dan memperhatikannya.

“ku harap jawabannya iya..” ujar Hana kemudian melepaskan tangannya dari wajah Haerin sambil tersenyum.

Hana berangkat dari duduknya lalu menuju dapur, “kau sudah makan malam, Haerin-ah?” tanya Hana lalu berbalik melihat Haerin yang terdiam dalam duduk. Hana melihat ponsel Haerin bergetar, namun Haerin tetap saja diam. “Haerin-ah?” panggil Hana dan mendekati Haerin.

“Lee Haerin! Ponselnya bergetar dan ku tanya apa kau sudah makan malam???” tanya Hana dengan nada agak tinggi. Akhirnya Haerin tersadar dari lamunannya.

“mian. Aku belum makan malam..” jawab Haerin kemudian mengambil ponselnya dan membuka 3 pesan. “aku akan buatkan makanan kalau begitu..”

Haerin mengangguk dan melihat pesannya. Ternyata dari Jungkook. ‘ah benar, tadi Jungkook mengirimi pesan kepadaku..’ ujar Haerin dalam hati sambil memukul keningnya pelan.

 

From: Jjungkkookie~

Hana kan memang sering tak tepat waktu

From: Jjungkkookie~

Tapi tadi aku melihatnya bersama Mingyu

From: Jjungkkookie~

Haerin-ah?

Apa kau sudah tidur?

 

Haerin tersenyum pelan melihat pesan dari Jungkook dan membalasnya.

 

To: Jjungkkookie~

Mian lama membalas. Tidak, aku belum tidur kok. Hanya saja tadi sedang asyik mengobrol dengan Hana. Hana sudah cerita kalau dia terlambat karena Mingyu memaksa untuk menemaninya membeli hadiah.

 

Tak berapa lama pesan di balas.

 

From: Jjungkkookie~

Baguslah kalau dia sudah di rumahmu. Jangan tidur kemalamannya hanya karena asyik mengobrol, oke? Sudah makan?

 

Haerin kembali tersenyum dan selama Hana memasak, dia saling mengirimi pesan dengan Jungkook.

-tbc-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s