I’ll Say I LOVE YOU – 2

I'll Say I LOVE YOU

Hello. Hola. Hai. Aloha. Annyeong~

Whose miss me? Miss my fanfiction?

No one? Allright -_-

Okay I’m back! Saya balik setelah sekian lama! Berapa bulan? 4 bulan! I’m back!

Ga ada yang kangen? Oke.. T-T

Karena saya balik, saya berikan lanjutan dari I’ll Say I LOVE YOU~ Check it out~

I’ll Say I LOVE YOU!

  • Main Cast : Kim Yugyeom (GOT7), Lee Haerin (OC), Jeon Jungkook (BTS)
  • Support Cast : Lee Hana (OC), etc. Find it Yourself, OK?
  • Genre : AU, School-Life, Romance
  • Author : dk1317 a.k.a GDhia/GDhia1

P.S : This is just FF and my other imagine, don’t be plagiat and other that god and I don’t like! Please don’t be silent readers! So, leave some comment~ Typos every where~ EYD kemana-mana..

 

Happy Reading~

***

Haerin terlihat melamun hari ini. Sejak pelajaran pertama hingga istirahat siang, entah apa yang dipikirkannya. Bahkan sampai membuat Yugyeom dan Jungkook merasa heran.

“ada apa dengan Haerin?” tanya Yugyeom kepada Hana yang sedang asyik memakan makan siangnya. Hana melihat Yugyeom kemudian melihat Haerin lalu tersenyum, “anak ini sedang jatuh cinta. Kalian tidak tahu?” jawab Hana sehingga membuat Yugyeom dan Jungkook terkejut dan saling bertatapan.

Haerin yang mendengar ucapan Hana langsung tersadar dan memukul Hana pelan, “kau berisik. Kenapa kau beritahu!” kesal Haerin sambil mencubit-cubit Hana. “sakit..” rintih Hana, “kalau dia tahu bagaimana!?” kesal Haerin, “tuhkan sudah ku bilang perasaan kau ingin dia tahu tapi juga tidak ingin dia tahu itu benar??” ujar Hana senang karena perkataannya beberapa minggu lalu adalah benar (lihat chap. 1)

“kau benar, gumawo. Tapi tidak sepenuhnya benar. Mungkin karena aku sudah sering di dekatnya jadi tidak merasa gugup jika di dekatnya..” ujar Haerin, “bisa jadi..” setuju Hana

Sementara kedua gadis ini bercerita tentang cinta. Yugyeom dan Jungkook terdiam dan saling bertatapan.

“siapa orang yang di sukai Haerin?” bisik Jungkook kepada Yugyeom, “mana ku tahu? Kau sendiri tidak tahu..” jawab Yugyeom

Jungkook mencibir kesal. Tiba-tiba sebuah ide terlintas di benaknya. “mau taruhan?” ajak Jungkook

“apa?” tanya Yugyeom, “siapa yang berhasil menemukan orang yang Haerin sukai, yang kalah akan menembaknya duluan..” jawab Jungkook. Yugyeom berpikir, “ide bagus. Aku setuju..” mereka pun berjabat tangan dan melancarkan taruhan mereka.

 

***

Jungkook sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Haerin yang sedang mengobrol bersama Jimin dan Yerin. Dia tidak menemukan kecurigaan apa pun dari itu. Setelahnya, Haerin menyapa Yugyeom yang baru saja masuk ke dalam kelas. Dia juga tidak curiga dengan itu.

Haerin pun berjalan ke arah Mingyu dan Hana yang baru saja masuk ke dalam kelas sambil beradu mulut dan melerai mereka berdua lalu menarik Hana, dia agak curiga dengan itu.

Matanya kembali kepada Haerin yang menarik Hana menuju kursi dan mereka mengobrol serius. Jungkook mencoba untuk menguping namun dicegah oleh Yugyeom yang melihat gerak-gerik anehnya.

“Jungkook-ah! Kita di panggil Han ssaem loh..” ujar Yugyeom lalu menarik Jungkook keluar kelas

 

***

“ya! Kau mengganggu ku!” kesal Jungkook. Yugyeom tersenyum licik, “takkan ku biarkan kau mengetahuinya duluan..” ujar Yugyeom sambil merangkul Jungkook

“bilang saja kau belum siap ditolak kan? Hahahahaha…” ujar Jungkook dan melepas rangkulan Yugyeom yang menurutnya seperti mencekik itu

“karena aku belum siap, makanya aku tidak akan membiarkanmu..” ungkap Yugyeom jujur. Jungkook terdiam dan berhenti, “kau jujur sekali..” ujar Jungkook

 

***

Taktik Yugyeom berbeda dengan Jungkook. Dari pada memperhatikan, dia lebih baik bertanya kepada orang yang terdekat. Pertama dia mendekati Jimin dan Yerin yang sedang mengobrol asyik.

“kalian ada gossip baru?” tanya Yugyeom langsung kepada Jimin dan Yerin, “tumben kau tertarik dengan gossip..” ujar Yerin, “mau tahu gossip baru?” tanya Jimin

Yugyeom mengangguk. Jimin mengisyaratkan Yugyeom untuk mendekat. Karena penasaran, Yerin juga ikut mendekat. “semakin ku perhatikan, sepertinya Mingyu menyukai Hana..”

“MWO???” teriak Yerin dan Yugyeom serempak. “sssst! Ini hanya penglihatan ku saja..” ujar Jimin, “bukankah Mingyu sering mengejek Hana?” tanya Yugyeom. Jimin menggeleng-geleng mendengar pertanyaan Yugyeom, “coba saja kalau kau artikan hal itu sebagai penarik perhatian..” ujar Jimin

“kau benar..” ujar Yerin juga. Mereka bertiga menatap Mingyu lama sementara yang ditatap menatap mereka bertiga jengkel.

Alhalis, Yugyeom gagal mencari tahu orang yang disukai Haerin, malah mengetahui orang yang disukai Mingyu, mungkin.

 

***

Karena memperhatikan kurang berhasil. Jungkook kembali dengan rencana kedua, yaitu mengikuti Haerin kemana pun, tentunya secara sembunyi-sembunyi.

Haerin mulai berjalan keluar kelas hendak menuju perpustakaan bersama Hana. Jungkook dari jauh mengikuti mereka. Saat masuk ke perpustakaan pun Jungkook masuk dengan menenteng sepatunya. Haerin dan Hana berada di bilik kumpulan buku fiksi sementara Jungkook bersembunyi di bilik sebelahnya.

“apa sih yang kau sukai darinya?” tanya Hana kemudian, Jungkook merasa inilah kesempatannya. Dia mulai mendekat dan bersembunyi di samping lemari untuk dapat menguping lebih jelas percakapan Haerin dan Hana. “kan sudah ku katakan..” jawab Haerin. “maksudku yang lebih spesifik..” ujar Hana

Jungkook lama sekali menunggu Haerin menjawab, “dia lebih dewasa dari sebelumnya..” jawab Haerin. Jungkook terdiam dan berpikir kemudian pergi dari sana sebelum ketahuan.

“lebih dewasa dari sebelumnya?” tanya Jungkook entah kepada siapa. Jungkook mulai berpikir siapa orang yang mulai dewasa akhir-akhir ini. Tiba-tiba dia teringat dengan perkataannya kepada Haerin waktu di rooftop (baca part 1)

“jangan-jangan aku?” tanyanya lagi entah kepada siapa. Jungkook kemudian tersenyum, “berharap sedikit tidak apa lah..” ujarnya dan kembali ke kelas.

 

***

Yugyeom tak menyerah dengan taktiknya kemudian mendekati Hana yang sedang membaca komik. Yugyeom lama sekali melihat Hana tapi Hana tetap tak menyadari kehadirannya.

Yugyeom kemudian mengetuk meja Hana tetap saja Hana tidak menyadarinya. Beginilah Hana kalau sedang serius baca komik.

Akhirnya, Yugyeom menarik komik Hana. “eo? Yugyeom, sejak kapan kau ada di depanku?” tanya Hana, “sejak tadi..” “ada apa?” “kau tahu gossip terbaru?”

Hana menatap Yugyeom datar, “kenapa kau jadi tertarik dengan gossip?” tanya Hana, “jawab saja..” ujar Yugyeom tidak sabaran

“gossip apa?” tanya Hana, “tentang seseorang menyukai seseorang, mungkin?” “jangan bilang kau penasaran dengan orang yang Haerin sukai?”

Yugyeom menatap Hana tidak percaya, “ba-bagaimana kau tahu?” tanya Yugyeom. Hana tersenyum licik lalu berjalan mendekati Haerin dan berbisik kepada Haerin. Haerin kemudian melihat Yugyeom dan berbisik kepada Hana. Hana mengangguk dan kembali mendekati Yugyeom

“seperti yang kau pikirkan. Tidak akan ku kasih tahu..” ujar Hana lalu kembali fokus pada komiknya

Lagi-lagi Yugyeom gagal.

 

***

Jungkook kembali dengan taktik memperhatikannya. Hari ini pelajaran olahraga, apa lagi sedang mempelajari tentang bola basket. Setelah selesai pelajaran dan masih ada sisa waktu, anak laki-laki di beri kebebasan untuk bermain basket. Saat seperti ini lah yang di tunggu Jungkook. Dia akan memperhatikan ke mana arah mata Haerin tertuju.

Permainannya bukan permainan tim melainkan individu, siapa yang mencetak skor terbanyak dialah yang menang. Jungkook sengaja tidak bermain walaupun sebenarnya dia ingin sekali mengalahkan Yugyeom. Demi menemukan siapa orang yang telah menarik hati Haerin, dia rela.

‘priiit’ peluit dibunyikan. Permainan mereka di mulai. Dan Jungkook memperhatikan Haerin pun di mulai.

Jungkook terus memperhatikan tingkah dan mata Haerin. Setiap kali Yugyeom mendribble bola dia selalu mengatup kedua tangannya. Setiap kali Yugyeom hendak mencetak skor, Haerin semakin mengeratkan tangannya. Saat Yugyeom mencetak skor, Haerin sangat bahagia.

Perlahan, Jungkook menyadari kalau Haerin terus memperhatikan Yugyeom. Matanya pun selalu tertuju pada Yugyeom. Jungkook mulai melemas. Apakah yang ia lihat adalah benar?

Tiba-tiba dia teringat saat pertama kali ia dan Yugyeom mengetahui kalau Haerin menyukai seseorang, Haerin mengatakan, ‘nanti dia tahu..’ yang berarti orang yang Haerin sukai berada di dekat mereka. Laki-laki yang berada di dekat Haerin saat itu hanya ia dan Yugyeom.

Ketika sedang memperhatikan Haerin pun dia sering melihat Haerin tersenyum senang jika Yugyeom memujinya. Saat Yugyeom mencubit pipi Haerin beberapa hari yang lalu juga dia tidak terlihat kesal.

Jungkook tak mau mengakui hal ini, sepertinya orang yang disukai Haerin adalah Yugyeom.

“kenapa jadi sesak?” tanya Jungkook pelan

 

***

Jungkook terlihat sangat lesu hari ini. Lebih lesu dari terkahir kali ia terlihat lesu. Yugyeom mendekatinya.

“kau tidak memata-matai hari ini?” tanya Yugyeom. Jungkook menatap Yugyeom semakin jengkel, “tidak..” jawab Jungkook singkat. Yugyeom mengangguk, “kalau begitu bersiaplah..” ujar Yugyeom lalu berjalan mendekati Haerin dan Hana.

Jungkook memperhatikan Haerin ketika Yugyeom menyapa mereka, terlihat terkejut bercampur senang. Jungkook semakin sebal karenanya.

Jungkook menghela nafas sambil mengacak-acak rambutnya, tidak peduli dengan pandangan teman sekelas yang melihatnya bingung. Apa lagi mengingat ucapan Yugyeom barusan, ‘bersiaplah?’

“bahkan aku sudah lebih dari siap..” ujar Jungkook kesal dan mendorong mejanya kasar lalu keluar dari kelas

Haerin, Hana, dan Yugyeom yang juga menyaksikan keanehan Jungkook langsung bingung dan saling menatap.

“ada apa dengannya?” tanya mereka bertiga serempak

 

***

Jungkook kembali berdiam diri di rooftop. Kali ini bukan Haerin yang mendatanginya tapi Yugyeom.

“kau berharap Haerin datang, kan? Aku sudah mencegahnya..” ujar Yugyeom sambil terkekeh. “kau tiba-tiba jadi aneh, seram..” sambung Yugyeom kemudian duduk di samping Jungkook

Jungkook menghela nafas, “aku tadi berpikir. Dan sepertinya pikiranku benar..” ujar Jungkook pelan. Yugyeom melihat Jungkook dengan tatapan bingung.

“aku sudah tahu siapa orang yang di sukai Haerin..” ujar Jungkook lalu menatap Yugyeom, “kau serius?” tanya Yugyeom kaget. Jungkook tersenyum miris, “tapi aku masih butuh satu kepastian lagi untuk meyakinkan hal itu..”

“oh ya? Kalau ternyata benar?” tanya Yugyeom, “aku akan menembak Haerin..” jawab Jungkook

Yugyeom terkejut, “tunggu. Bukankah perjanjiannya yang kalah akan menembaknya duluan?” tanya Yugyeom. Jungkook mengangguk, “itu benar. Tapi bukankah sudah ku katakan kepadamu dari dulu? Aku akan menembak Haerin duluan..” jawab Jungkook

Yugyeom terdiam. “dan juga seperti yang ku katakan dulu. Bukan firasat lagi aku akan di tolak. Aku benar-benar akan di tolak..” sambung Jungkook lalu pergi meninggalkan Yugyeom yang diam mematung.

‘jadi, siapa orang yang Haerin sukai itu?’ tanya Yugyeom dalam hati

 

***

Jungkook kembali ke dalam kelas dan mendekati Hana dan Haerin. Dibelakangnya terlihat Yugyeom yang ikut masuk ke dalam kelas dan mendekati Hana dan Haerin.

“Hana, aku ingin menanyakan satu hal kepadamu. Ikuti aku..” pinta Jungkook. Hana menatap punggung Jungkook heran lalu menatap Haerin dan Yugyeom. Haerin hanya mengangkat bahu tidak tahu begitu pula Yugyeom.

 

***

“ada apa?” tanya Hana. Jungkook menghela nafas. Lama sekali dia menatap Hana. Hana hanya bingung dibuatnya.

“Jeon Jungkook??” panggil Hana karena Jungkook masih tak mengeluarkan suara. Jungkook kembali menghela nafas, “baiklah!” ujarnya

“Hana-ya.. Apakah orang yang Haerin sukai itu..” Jungkook tak menyelesaikan perkataannya. Hana sedikit terkejut lalu menunggu sambungan dari perkataan Jungkook.

“apakah dia.. Kim Yugyeom?” sambung Jungkook akhirnya. Hana kali ini benar-benar terkejut. “ke-kenapa kau bertanya kepada ku?” tanya Hana. “karena hanya kau yang tahu! Ku mohon! Hanya jawab iya atau tidak!” pinta Jungkook dengan nada agak kesal

Hana terkejut. Baru kali ini dia melihat sisi Jungkook yang seperti ini. “i-iya..” jawab Hana akhirnya. Jungkook melemas mendengar jawaban Hana. “gumawo..” ujar Jungkook lirih

“Jungkook-ah, kau tidak apa-apa?” tanya Hana begitu melihat Jungkook pergi meninggalkannya. “katakan kepada seonsaengnim, aku di UKS..” pinta Jungkook lirih

“Jungkook-ah!” panggil Hana. Jungkook tak berhenti dan tetap berjalan menuju UKS. Hana mengejar Jungkook hingga ke UKS.

Jungkook terbaring lemas di tempat tidur UKS. Hana menghela nafas melihat kelakuan sahabatnya itu, sepertinya dia tahu kalau Jungkook menyukai Haerin.

“jadi, kau rela melepas Haerin?” tanya Hana kepada Jungkook yang baru saja memejamkan matanya. “kau tahu aku suka Haerin?” Jungkook tanya balik masih tetap memejamkan matanya, “aku juga tahu kalau Yugyeom menyukai Haerin..” jawab Hana

Jungkook tersenyum, “kau memang hebat Hana-ya..” ujar Jungkook. “terima kasih pujiannya. Tapi kelakuan kalian itu benar-benar mudah di tebak, makanya aku tahu..” ujar Hana

“oh ya? Seperti apa contohnya?” tanya Jungkook. “berebutan memberi Haerin lauk. Saling mengejek dan bertatapan yang memunculkan percikan peperangan. Tidak suka jika di masukkan satu kelompok dan maunya satu kelompok dengan Haerin. Teman sekelas tahu, hanya saja Haerin yang kikuk..” jawab Hana

“haha, kau benar. Lalu apakah semuanya tahu kalau Haerin suka dengan Yugyeom?” tanya Jungkook. Pertanyaan itu, jujur membuatnya sesak. Hana terdiam, “tidak. Hanya aku yang tahu. Haerin sangat pintar menutupi perasaannya. Orang hanya tahu kalau dia sedang suka seseorang tapi tidak tahu dengan siapa. Dan kau, berhasil menemukan hal itu..” jawab Hana

Jungkook tersenyum tipis, “aku harus bangga kan dengan hal itu..” ujar Jungkook. Hana terdiam dan tersenyum kecil, “istirahatkan hatimu. Lalu baliklah ke kelas dengan wajah ceriamu..” ujar Hana

Jungkook mengangguk lalu Hana pergi meninggalkannya.

 

***

Sementara Haerin dan Yugyeom yang ditinggal Hana dan Jungkook, entah kenapa begitu awkward detik itu juga.

“apa Jungkook mengatakan sesuatu hal kepadamu?” tanya Yugyeom. Haerin menggeleng, “tidak ada. Kenapa?” tanya Haerin, “tidak. Hanya saja..”

Mereka kembali terdiam. Tak berapa lama, Hana datang. “ada apa dengan Jungkook? Kau tidak bersamanya?” tanya Haerin khawatir. “ah tidak. Dia hanya menanyakan hal aneh. Dia sekarang sedang di UKS. Dia bilang dia pusing..” jawab Hana

 

***

Esoknya saat pulang sekolah. Jungkook benar-benar sudah membulatkan tekadnya untuk menembak Haerin dan melupakan Haerin. Jadi dia sengaja memanggil Haerin pulang sekolah.

“ada apa Jungkook-ah?” tanya Haerin. Jungkook tersenyum melihat Haerin. Tiba-tiba dia mulai mengingat bagaimana pertemuannya dengan Haerin sehingga membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.

“Haerin-ah, aku tidak ingin memendam lagi semua perasaan ini, karena akan lebih sakit..”

Haerin kebingungan, “ada apa sih?” tanya Haerin. “Haerin-ah, aku menyukaimu..” ujar Jungkook

Haerin terkejut dan bingung akan melakukan apa. “Jungkook-ah, aku..” “aku tahu. Kau tidak perlu mengatakannya karena aku sudah tahu. Tidak apa-apa. Maka dari itu, perlahan-lahan cintamu kepada orang yang kau sukai itu akan semakin tumbuh, dan perlahan-lahan pula aku akan melupakan cintaku padamu..” ujar Jungkook

“aku tidak ingin kita berakhir menjadi seseorang yang hanya sekedar kenal. Aku tetap ingin menjadi sahabatmu, dan akan ku coba menjadi sahabat yang terbaik untukmu..” sambung Jungkook

Haerin tersenyum, “mianhae…” ujar Haerin, Jungkook tersenyum tipis, “dan juga gumawo. Kau memang sahabat terbaikku..” sambung Haerin lalu memeluk Jungkook

Jungkook yang sedikit terkejut dengan pelukan tiba-tiba itu, hanya dapat tersenyum dan membalas pelukan Haerin.

Di kejauhan, Yugyeom melihat mereka berdua yang berpelukan merasa hatinya sedikit sesak. “apakah orang yang disukai Haerin itu Jungkook? Tapi bukankah Jungkook bilang dia akan di tolak? tapi..”

 

***

Malamnya, karena rasa penasaran Yugyeom mengunjungi Haerin dengan alasan mengerjakan PR. Yugyeom terus memandangi Haerin yang serius mengerjakan Prnya.

“Haerin-ah..” panggil Yugyeom, “hm?” “saat pulang sekolah, kenapa Jungkook memanggilmu?” tanya Yugyeom. Haerin melirik Yugyeom kemudian kembali fokus kepada PRnya.

“kenapa?” tanya Haerin. “mm, aku melihat kalian berpelukan..” jawab Yugyeom sehingga membuat Haerin membelalak kaget dan menatap Yugyeom serius

“ka-kau melihatnya?” tanya Haerin, “aku tidak sengaja lewat. Jadi aku melihatnya..” jawab Yugyeom. “i-itu, Ju-Jungkook menembakku..” “ah, lalu apa kau mengatakan iya?” tanya Yugyeom

“ti-tidak! Aku mengatakan tidak karena aku tidak menyukainya..” jawab Haerin gugup dan terbata-bata sejak tadi. “lalu kenapa kalian berpelukan?” tanya Yugyeom heran, “i-itu karena aku ingin minta maaf karena tak bisa membalas perasaannya. Dia juga bilang dia tetap ingin jadi sahabatku, dan aku juga berterima kasih akan hal itu, karena aku juga masih ingin jadi sahabatnya..”

“ah, kadang-kadang sahabat bisa jadi cinta loh..” ujar Yugyeom, “ta-tapi kan aku sudah punya orang yang ku sukai!” ujar Haerin

Yugyeom dan Haerin saling bertatapan. “ka-kau sendiri kenapa bertanya dan memojokkan ku dari tadi, eo?” tanya Haerin akhirnya. “siapa yang memojokkanmu? Aku kan hanya bertanya mungkin saja kau pura-pura mengatakan tidak di depanku padahal nyatanya kalian pacaran. Kau tahu? Backstreet..” ujar Yugyeom

“orang yang ku sukai bukan Jungkook! Kau tanya saja dengannya..” ujar Haerin, “aku tidak akan bertanya kepadanya..” “kenapa?” “karena dia pasti akan jawab orang yang kau sukai itu dia. Makanya aku hanya bertanya padamu..”

“pokoknya sudah ku bilang orang yang ku sukai itu bukan Jungkook!” “lalu siapa?” “itu-“

Haerin langsung menutup mulutnya. Hampir saja dia mengatakan siapa orang yang ia sukai sebenarnya. Haerin langsung menatap Yugyeom sebal. “itu rahasia! Kau tidak boleh tahu!” kesal Haerin. Yugyeom tertawa pelan mendengar ucapan Haerin walau sebenarnya dia masih penasaran.

 

***

“baiklah, untuk pelajaran musik kali ini kita bagi satu kelompok dua orang dan masing-masing memainkan alat musik yang berbeda, sambil bernyanyi. Laki-laki dan perempuan, oke?” ujar Himchan sambil mengambil absen sementara siswa-siswanya malah ribut tidak setuju dengannya

“hm, baiklah. Lee Haerin dengan Lee Seokmin. Kim Yugyeom dengan Baek Yerin. Jeon Jungkook dengan Park Jimin. Lee Hana dengan Kim Mingyu. Han-“ belum selesai Himchan membagikan kelompok, Hana berdirik dan menunjuk tangan.

“ssaem!” panggil Hana. “iya?” tanya Himchan, “aku tidak mau satu kelompok dengan Mingyu..” jawab Hana, “kau pikir aku mau satu kelompok dengan orang pendek sepertimu. Yang mungkin saja lebih besar piano dari pada dirimu sendiri..” ujar Mingyu, “ya Kim Mingyu!” kesal Hana

Himchan menggelengkan kepalanya. “karena kalian seperti itu makanya ssaem satukan kalian..” “ah aku tidak mau ssaem..” “Lee Hana, kalau kau tidak mau, tidak ada nilai pelajaran musik untukmu..”

Hana bungkam. Sementara Mingyu melihat Hana dalam diam. Hana kembali duduk.

 

***

“hari ini mau main ke rumah?” tanya Haerin kepada Hana, Jungkook, dan Yugyeom.

“ada apa? Tumben sekali..” tanya Jungkook, “hanya saja aku tidak ada pekerjaan hari ini..” jawab Haerin. “mian, aku tidak bisa. Aku harus kerja kelompok bersama Yerin..” ujar Yugyeom. “aku bisa..” jawab Hana

“siapa bilang?” ujar seseorang dari belakang yang ternyata Mingyu bersama Seokmin. Mereka pun duduk di samping Jungkook dan Yugyeom.

“ka-kau bilang hari ini tidak bisa..” ungkap Hana, “hari ini aku bisa. Jadi kita latihan hari ini..” ujar Mingyu. “aku juga bisa hari ini Haerin-ah, bagaimana kalau kita juga latihan hari ini?” ajak Seokmin, “baiklah..”

Jungkook memperhatikan mereka semua, “jadi hanya aku yang nganggur hari ini?” tanyanya. Semua menoleh ke Jungkook, “memangnya Jimin ada jadwal apa?” tanya Yugyeom, “dia ada les..”

“berarti itu nasibmu..” ujar Seokmin dan dibalas tertawa dari yang lainnya.

“Yugyeom-ah..” panggil seseorang yang ternyata adalah Yerin. “eo?” tanya Yugyeom, “mian. Hari ini kita sepulang sekolah langsung ya?” ajak Yerin, “hm, baiklah..” jawab Yugyeom

Yerin dan Jimin memperhatikan mereka. “kita makan di sini juga ya?” tanya Jimin dibalas persetujuan yang lain.

Yerin dan Yugyeom sambil makan pun masih sempat saja membahas tugas. Haerin yang melihatnya entah kenapa merasa aneh. Dia tidak suka Yugyeom akrab dengan perempuan lain.

‘yang dikatakan Hana benar..’ ujarnya dalam hati mengingat apa yang dikatakan Hana tentang ciri-ciri menyukai seseorang

Hari esoknya juga sama. Yugyeom juga kerja kelompok sehingga tidak bisa bersama Haerin dkk. Haerin agak jengkel karena setiap pulang sekolah pasti Yerin sudah menarik Yugyeom terlebih dahulu sampai-sampai Yugyeom tidak sempat pamit dengan mereka.

Saat jam istirahat pun Yugyeom dan Yerin malah asyik bicara berdua sehingga membuat Haerin tambah kesal.

“haish!” kesal Haerin di rooftop bersama dengan Hana yang menemaninya. Hana yang melihat sepupunya frustasi itu hanya tertawa geli. Tidak biasanya Haerin seperti itu pikirnya.

“sudahlah. Lagi pula ini hanya tugas kelompok kok. Kalau sudah selesai pasti mereka tidak akan seperti itu. Paling cuma mengobrol biasa..” ujar Hana, “Hana kau tak mengerti! Bahkan satu detik saja dia tidak membiarkan Yugyeom bersamaku!” kesal Haerin entah kenapa menyalahkan Yerin

Hana hanya tertawa melihatnya. Tiba-tiba pintu rooftop terbuka dan muncullah Yugyeom. “oh, di sini kalian ternyata. Hana-ya, Mingyu memanggilmu..” ujar Yugyeom

“aish! Ada apa pula dengan si tiang itu!” kesal Hana lalu meninggalkan Haerin dan Yugyeom

Yugyeom berjalan mendekati Haerin, “akhirnya bisa terbebas dari Yerin..” ujar Yugyeom pelan sambil merenggangkan kedua tangannya. Haerin diam. Yugyeom sedikit bingung dan kembali menatap pemandangan di depannya.

“Yerin keras sekali loh, aku sering dimarahinya karena sering salah..” ujar Yugyeom lagi mencoba menarik perhatian Haerin dengan mengobrol. Haerin tetap diam.

“tak ku sangka di balik wajah yang seperti itu ternyata Yerin orangnya seperti itu..” ujar Yugyeom lagi dan Haerin tetap diam.

“ada apa denganmu?” tanya Yugyeom akhirnya namun Haerin tetap diam. Yugyeom memilih ikut diam. Haerin kemudian menghela nafas, “sudah selesai bercerita tentang Yerin?” tanya Haerin

“eh?” “ku pikir kau jadi lebih akrab dengan Yerin, dan kau terlihat senang sekali. Apa kau menyukainya?” tanya Haerin lagi. Yugyeom bingung dengan pertanyaan Haerin, “maksudmu? Hei, kami hanya teman..” ujar Yugyeom

“aku mengerti. Tapi sepertinya kau perlahan melupakan kami dan sibuk dengan tugas kalian berdua saja..” ujar Haerin. “hei-hei..” “aku mengerti itu demi nilai tapi setidaknya berikan juga waktu mu untuk bersama kami, walau Cuma satu menit itu tidak masalah..” “Haerin-ah..”

“bahkan saat istirahat makan pun kalian tetap saja berdua, berdiskusi..” Yugyeom terdiam. “aku kesal melihatmu selalu bersamanya. Aku risih. Aku tidak suka. kau juga tak pernah lagi melihatku dan yang lainnya. Saat pelajaran pun kau menjadi sibuk sendiri. Aku..” Haerin kini meneteskan air mata sementara Yugyeom tetap diam

“Haerin-ah, aku mengerti-“ “kau tidak mengerti!” bentak Haerin kemudian berlari meninggalkan Yugyeom yang terkejut. “ada apa sih dengannya..” kesal Yugyeom kemudian berlari mengejar Haerin

 

***

“Lee Haerin!” panggil Yugyeom karena Haerin tak mau juga berhenti. Dia sudah mengejar Haerin sampai keluar gedung sekolah. Kali ini Yugyeom menambah kecepatannya dan menarik lengan Haerin.

Air mata Haerin terus mengalir. Yugyeom tak tahan melihatnya. “ada apa denganmu? Kenapa kau jadi marah-marah seperti ini? Aku memang tak mengerti maka dari itu jelaskan kepadaku!”

Yugyeom dan Haerin saling bertatapan. Haerin masih terisak. Yugyeom melepaskan genggaman tangannya. “ada apa? Jelaskan kepadaku. Kenapa kau tidak suka Yerin dekat denganku?” tanya Yugyeom pelan

“karena aku menyukaimu. Tidakkah kau menyadarinya? Makanya ku bilang kau tak mengerti. Aku tidak suka kau akrab dengannya, aku tidak suka kau tidak memperdulikanku, aku tidak suka kau tak menghabiskan waktumu bersamaku. Aku tidak suka kau tiba-tiba tak peduli tentangku. Karena aku menyukaimu Kim Yugyeom..” jawab Haerin dengan terisak

Yugyeom terhenyak. Entah kenapa sesuatu di dalam hatinya tiba-tiba terasa retak, perih, dan juga sesak. Haerin menyukainya, tapi ia membuatnya menangis?

“Hae-“ “sudahlah.. Lebih baik kau tidak tahu. Lebih baik kau pura-pura tidak mendengar apa yang ku katakan barusan. Sudahlah..” ujar Haerin dan berjalan pelan hendak meninggalkan Yugyeom. Namun Yugyeom menahannya dengan memeluknya dari belakang.

“maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf. Jika yang kau katakan itu benar, aku ingin sebuah kepastian..” ujar Yugyeom

Haerin menggeleng, “lupakan saja. Aku tak mengatakan apa pun kepadamu..” ujar Haerin lirih. Yugyeom membalik tubuh Haerin dan menghapus air mata yang membasahi pipi Haerin.

“aku benci melihat orang yang ku sukai menangis. Aku benci melihat orang yang ku sukai berwajah sedih. Aku benci melihat orang yang ku sukai tidak tersenyum, aku benci dengan diriku sendiri jika orang yang ku sukai membenciku..” ujar Yugyeom sambil menatap kedua bola mata Haerin yang berbinar

Haerin terdiam mendengar ucapan Yugyeom. Entah kenapa dia ingin menangis lagi, air matanya masih ada. Dia tahu itu. Dan akhirnya, cairan bening itu kembali mengalir.

 

***

Yugyeom dan Haerin duduk di bangku taman sekolah. Mereka membolos pelajaran. Setelah saling menyatakan perasaan mereka memutuskan untuk menenangkan diri karena shock.

“jadi, orang yang kau sukai itu aku?” tanya Yugyeom. Haerin tertawa, “bahkan kau tidak tahu itu..” jawab Haerin. “hei, bagaimana aku bisa tahu kalau kau tidak menunjukkan petunjuk apa pun kepadaku..” ujar Yugyeom tak setuju

“kau sendiri tidak tahu kan kalau aku menyukaimu?” sambung Yugyeom, “kau juga tidak menunjukkan petunjuk apa pun kepadaku..” ujar Haerin. “tidak? Kau kira perdebatan ku dengan Jungkook itu bukan petunjuk?” tanya Yugyeom

“hei, aku tidak tahu itu adalah petunjuk. Ku pikir kalian sangat akrab sekali..” ujar Haerin. Yugyeom mengusak rambut Haerin gemas, “lihatlah betapa lolanya dirimu..”

Haerin hanya tersenyum, “tidak apa kita bolos, ketua kelas?” tanya Haerin, “tidak apa-apa kalau kau bolos dengan ketua kelas..” jawab Yugyeom kemudian mereka tertawa

“Yugyeom-ah..” panggil Haerin, “hm?” “aku akan mengatakan hal ini, jadi dengar baik-baik oke?” Yugyeom mengagguk

“saranghae..” bisik Haerin, Yugyeom tersenyum, “nado..” bisiknya.

Mereka berdua pun berangkat dari duduk dan berjalan kembali menuju gedung sekolah.

“aku ingin tahu reaksi Jungkook ketika melihat kita bergandengan seperti ini..” ujar Yugyeom jahil, “kau jahat..” ujar Haerin lalu

“aku ingin dia cepat-cepat melupakanmu..” ujar Yugyeom lagi, “itu juga jahat..”

Mereka pun tertawa.

-end-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s