School Investigate CLUB! (Not a Detective Club): Last Case: Love, Love, Love (Club’s Love Story)

School Investigate CLUB! (Not a Detective Club)

Hello. Hola. Hai. Aloha. Annyeong~

Still remember with this one? SIC? Come on..

Ga mungkin lupa kan? Mentang-mentang saya udah lama ga update, lupa sama saya lupa juga sama ini.. T-T

Bersamaan dengan berakhirnya tahun 2014, SIC juga sudah mencapai akhirnya.. Sedih juga sih.. Kalo saya boleh jujur ya, ni chapter ga seru.. Wkwk.. Percaya deh.. Tapi gak apa sih ya..

Check it~ Gak terasa ya udah tahun baru lagi :’D

School Investigate Club! (Not a Detective Club): CASE 8 (Last case): Love, Love, Love (Club’s Love Story)

  • Genre : Romance, Fluff
  • Author : dk1317 a.k.a GDhia/GDhia1

P.S : This is just FF and my other imagine, don’t be plagiat and other that god and I don’t like, and please don’t be silent readers, please leave some comment~

 

Happy Reading~

***

Yugyeom-Sohyun Side

 

Yugyeom terus saja mengajak Sohyun berkeliling Hongdae tanpa mampir ke mana pun. Sebenarnya yang dipikirkannya adalah cara untuk menembak Sohyun.

‘haish, Kim Mingyu, Lee Seokmin. Menyesal aku mengatakan kepada mereka kalau akan bertemu Sohyun, haish..’ batin Yugyeom

Yugyeom kini melirik Sohyun yang terus melihat toko aksesoris setiap mereka melewatinya. Yugyeom berhenti namun Sohyun tak sadar itu, ketika dia sadar Sohyun langsung menoleh kebelakang dan kembali mendekati Yugyeom.

“ada apa oppa?” tanya Sohyun. Yugyeom menatap toko aksesoris dan menatap Sohyun bergantian membuat Sohyun tambah bingung.

“mau masuk?” tanya Yugyeom. “eh?”

Yugyeom menarik Sohyun untuk masuk ke dalam toko tersebut.

Mata Sohyun langsung terbuka dengan lebar begitu masuk dan melihat aksesoris-aksesoris di toko tersebut. Dia sedikit berlari menuju gelang, cincin dan kalung dan memperhatikannya satu per satu. Yugyeom tersenyum dan mengikutinya.

“kau suka yang seperti itu?” tanya Yugyeom begitu Sohyun memperhatikan dengan baik gelang yang sedang di pegangnya.

“ani. Tidak juga. Aku hanya penasaran bahan yang dipakai untuk membuatnya..” jawab Sohyun kemudian mengembalikan gelang tadi ke tempat semula

Yugyeom mengangkat alisnya, “selain masak, kau tertarik dengan kerajinan juga?” tanya Yugyeom

Sohyun mengangguk mantap dan mengambil gelang yang lain. “aku suka membuat sesuatu..” jelas Sohyun

Yugyeom tersenyum lalu mengambil sepasang cincin dan memperhatikannya. Dia melirik Sohyun yang terfokus dengan gelang yang diambilnya tadi. Yugyeom kembali tersenyum dan diam-diam pergi ke kasir sementara Sohyun masih terfokus dengan gelangnya.

***

“oppa, apa kau membeli sesuatu, tadi?” tanya Sohyun. Yugyeom menggeleng.

“benarkah? Apa kau tidak tertarik?” tanya Sohyun lagi. Yugyeom tersenyum, “tidak ada yang bagus. Aku tidak terlalu suka..” jawab Sohyun

Sohyun mengangguk-angguk. Mereka kembali berkeliling Hongdae dan akhirnya kembali lagi ke cafe ibu Sohyun.

“ini oppa, aku yang traktir..” ujar Sohyun sambil menyerahkan segelas jus kepada Yugyeom

“eo! Gumawo..”

Sohyun mengangguk dan meminum jusnya begitu pula Yugyeom.

“Sohyun-ah, kenapa cafe ini bernama Triple S?” tanya Yugyeom. Sohyun mengangkat alisnya kemudian tersenyum.

“karena nama tiga anak eomma dan appa depannya S..” jawab Sohyun

“ah, begitu ternyata..” Yugyeom mengangguk angguk mengerti

Mereka pun mengobrol banyak tentang diri mereka sendiri. Perlahan mereka mulai mengenal satu sama lain.

 

***

-satu minggu kemudian di rumah Sohyun-

“eonni, baju ini cocok tidak denganku?” tanya Sohyun kepada kakaknya yang sedang menonton. Kakak Sohyun melihatnya dengan bingung.

“kau mau kemana?” tanya kakaknya. “mm, jalan-jalan..” jawab Sohyun agak buru-buru

“o-ho.. Apakah adikku akan kencan?” tanya kakak Sohyun seorang lagi baru saja datang dari kamarnya

“ah, oppa! Apakah baju ini cocok denganku?” tanya Sohyun kepada kakak satunya

Kakaknya memperhatikan Sohyun dari atas sampai bawah lalu memberi jempol yang artinya bagus.

“gumawo oppa. Nanti ku belikan oleh-oleh..” pamit Sohyun dan langsung berlari keluar meninggalkan kedua kakaknya yang terbengong melihat kelakuan adiknya itu.

 

***

“apakah aku telat, oppa?” tanya Sohyun kepada Yugyeom

Yugyeom melihat Sohyun yang sedikit capek karena lari. Yugyeom memperhatikan Sohyun dari atas sampai bawah. Sohyun terlihat manis hari ini, begitulah pikirnya.

“a-ani. Aku baru saja sampai..” jawab Yugyeom mendatangkan rasa lega kepada Sohyun

Sohyun kemudian tersenyum dan memandang Yugyeom.

“akhir-akhir ini oppa sering sekali mengajakku jalan-jalan. Aku senang sekali..” ujar Sohyun sambil tersenyum membuat jantung Yugyeom berdetak kencang.

“be-benarkah? Baguslah kalau begitu..”

Mereka pun berjalan berkeliling Dongdaemun dan sebentar-sebentar mampir ke toko aksesoris.

“mau menonton film?” tanya Yugyeom

“hm? Oke!”

Setelah menonton film mereka kembali berjalan-jalan. Anehnya, mereka sama sekali tidak capek. Mereka pun berhenti di salah satu taman. Yugyeom mentraktir Sohyun es krim.

Yugyeom masih saja tidak bisa mengungkapkan perasaannya. Dia bingung harus mengungkapkannya bagaimana. Setiap kali dia mengajak Sohyun pergi, dia selalu percaya diri untuk mengungkapkan perasaannya, namun pada akhirnya tidak bisa.

Setiap saat selalu berakhir dengan Yugyeom mengantarnya pulang ke rumah. Sama halnya dengan hari ini, namun sepertinya Yugyeom sudah membulatkan hatinya.

Sohyun dan Yugyeom berjalan beriringan menuju rumah Sohyun.

“oppa, liburan musim panas masih dua minggu lagi. Tidak sabar ingin bertemu dengan anggota klub..” ujar Sohyun

“eum, kau benar..”

Kini Sohyun berjalan sedikit di depan Yugyeom

“aku penasaran bagaimana kabar Yerin eonni dan Seokmin oppa..”

“aku juga..”

“aku juga rindu dengan adu mulut Jihee dan Jungkook oppa..”

“eum, aku juga..”

Sohyun terdiam dan berhenti berjalan. Yugyeom bingung dan ikut menghentikan langkahnya.

“oppa..” panggil Sohyun pelan

“eo?”

Sohyun kembali terdiam membuat Yugyeom semakin bingung.

“oppa, aku penasaran..” Sohyun kembali bersuara, “apa arti diriku bagimu..” sambungnya

Kali ini dia bukan bingung karena kelakuan Sohyun tapi karena perkataan Sohyun.

“maksudmu?” tanya Yugyeom

Sohyun menghela nafas, “aku senang oppa selalu mengajakku jalan-jalan bersama, aku senang oppa selalu mengajakku mampir ke tempat yang ku sukai, aku suka mengobrol tentang kehidupan denganmu, aku senang berbagi hobi denganmu, tapi..”

Yugyeom melihat punggung Sohyun bergetar. Perlahan suara isakan terdengar dari Sohyun.

“So-Sohyun-ah..” panggil Yugyeom dan mencoba untuk memegang pundaknya

“tapi, aku merasa kalau aku mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin..” isak Sohyun membuat Yugyeom mengurungkan niatnya untuk memegang pundak Sohyun

“aku mengharapkan sesuatu dari semua kebaikan oppa kepadaku. Aku hanya mengharapkan keuntungan pribadiku sendiri. Aku mengharapkan sebuah hubungan lebih dari sekedar sunbae-hoobae. Aku..”

Yugyeom terdiam dia menunduk dia tidak mengharapkan hal ini terjadi.

“saranghae, oppa..” ucap Sohyun sambil terus terisak

Yugyeom terkejut dia sudah menduga apa yang akan dikatakan Sohyun namun dia terkejut kalau selama ini Sohyun hanya berpikiran seperti itu.

“kau tidak salah untuk mengharapkan itu semua..” ujar Yugyeom akhirnya

“eh?” Sohyun berbalik menghadap Yugyeom. Kini Yugyeom tersenyum melihatnya sehingga semakin membuat Sohyun terkejut dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

“aku tidak tahu kalau kau akan berpikir seperti itu, aku benar-benar maaf..”

“nado saranghae Sohyun-ah..”

Sohyun melemas tak percaya dengan kata-kata yang didengarnya. Dia semakin terisak dan nyaris terduduk kalau saja Yugyeom tidak menahannya.

“apakah aku sedang bermimpi?” tanya Sohyun

Yugyeom terkekeh pelan, “ani..” jawab Yugyeom kemudian memeluk Sohyun dan menepuk pelan punggungnya mencoba menenangkan isakannya

“maaf sudah membuatmu menangis, Sohyun-ah..” ujar Yugyeom dan Sohyun membalas pelukannya

“aniyo oppa..”

 

***

Yugyeom menggenggam erat tangan Sohyun. Mata Sohyun terlihat agak sembab karena menangis tadi dan Yugyeom terus memperhatikan itu sepanjang jalan.

“mianhae..” ujar Yugyeom masih terus merasa bersalah

Sohyun terkekeh, “tidak apa-apa oppa, sudah ku bilang tidak apa-apa. Lagi pula aku yang bodoh terlanjur menangis..”

“tapi tetap saja..” Sohyun berhenti dan memasang wajah jengkelnya.

“aku tidak suka oppa merasa bersalah seperti itu..” ujarnya dengan kesal namun terkesan imut

Yugyeom terkekeh pelan dan mengusap rambut Sohyun, “arasseo..” ujarnya kemudian mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah Sohyun

Sesampainya, Sohyun menatap Yugyeom dan Yugyeom balas menatapnya.

“sampai nanti, oppa..” pamitnya kemudian dan hendak masuk ke dalam rumah

“Sohyun-ah..” panggil Yugyeom. Sohyun menoleh dan Yugyeom mendekatinya.

Cup. Yugyeom mencium pipi Sohyun, “selamat malam..” ujarnya sambil tersenyum

Sohyun yang sebelumnya terkejut kemudian tersenyum dan melambai pelan kepada Yugyeom.

“selamat malam juga..” ucapnya dan masuk ke dalam rumah

 

***

Jungkook-Jihee Side

 

Sedari tadi Jungkook hanya berjalan tanpa arah. Pasalnya dia sedang kesepian. Mingyu, Seokmin, dan Yugyeom pergi kencan. Bambam, Mingming, dan Jingoo masih belum kembali dari pulang kampung, sedangkan anggota kelas 2 tidak ada kabar padahal liburan musim panas tersisa dua minggu lagi.

Jungkook menghela nafas, “Kim Yugyeom, ternyata aku keduluan. Heish!” Jungkook mengacak-acak rambutnya frustasi dan tak memperhatikan jalan sehingga dia menabrak seseorang.

‘bruk’ “awh!” teriak orang yang ditabrak Jungkook

“jwiesonghamnida..” ujar Jungkook sambil membungkuk beberapa kali. “gwaenchanayo..” ujar orang tersebut dan melihat Jungkook. Jungkook juga melihatnya dan langsung terkejut.

“Kim Dani!” “Jungkook oppa!” pekik mereka serentak lalu tertawa

“hei, sudah lama aku tak melihatmu. Apa kabar?” tanya Jungkook kemudian. “aku baik-baik saja oppa. Oppa juga bagaimana?” balas Dani

Mereka kemudian mengobrol di salah satu taman terdekat dan Jungkook membeli es krim untuk Dani.

“kau sedang liburan?” tanya Jungkook. Dani mengangguk sambil memakan es krimnya.

“oppa sendiri tumben sendirian..” ujar Dani membuat Jungkook menoleh padanya dan menghela nafas

“aku tidak punya teman bermain. Haha..”

“kalau begitu oppa mau temani aku jalan-jalan selama tiga hari?”

Jungkook berpikir kemudian mengangguk. “oke, mulai hari ini ya?” tanya Dani

Jungkook terkejut sesaat kemudian terkekeh, “baiklah..”

Dari kejauhan seorang yeoja melihat mereka bercakap ternyata dia adalah Yujeong.

“Jihee-ya, eonni..” panggil Yujeong kepada dua orang yeoja yang bersama dengannya Jihee dan Shinae.

“wae?” tanya Shinae. “bukankah itu Jungkook oppa?” tanya Yujeong

Jihee dan Shinae menoleh dan melihat ke arah yang ditunjuk oleh Yujeong.

“kau benar, itu Jungkook oppa. Bersama siapa ya?” tanya Shinae juga

Jihee memperhatikan Jungkook yang sesekali tertawa dan bercanda dengan Dani.

“jangan-jangan pacarnya?” tanya Yujeong tanpa berpikir. Langsung saja Shinae menyenggol lengannya. Yujeong langsung menutup mulutnya dan melihat Jihee.

“sepertinya memang pacarnya..” ujar Jihee kemudian berjalan menjauhi Shinae dan Yujeong.

“ya Kim Yujeong! Mulutmu itu..” kesal Shinae sambil menguncang tubuh Yujeong

“aku juga benci mulutku..” ujar Yujeong juga sambil memukul pelan mulutnya.

Shinae melihat Yujeong kesal dan berjalan menyusul Jihee begitu pula Yujeong.

“Jihee-ya, ku rasa mereka tidak seperti pasangan. Atau mungkin dia adik Jungkook oppa?” ujar Shinae mencoba menenangkan Jihee yang dia yakini sedang kesal

“aku tidak merasa dia adik Jungkook oppa, tidak mirip. Dan eonni, ku harap kau tidak membahas mereka lagi..”

Shinae bungkam dengan satu kalimat dari Jihee. Dia melirik Yujeong dan Yujeong hanya memasang wajah tak enak. Suasana di antara mereka tidak enak.

 

***

Hari ini adalah hari terakhir Jungkook menemani Dani jalan-jalan. Mereka sekarang berada di Namsan Tower.

“sudah lama sekali tidak ke sini..” ujar Dani

Jungkook hanya tersenyum dan berdiri di samping Dani yang sedang menikmati pemandangan. Sementara Dani terus menikmati pemandangan, Jungkook melihat-lihat sekeliling dan mendapati tiga yeoja yang dikenalnya. Mereka adalah, Jihee, Shinae, dan Yujeong.

Jungkook mengangkat alisnya lalu tersenyum. Mereka terlihat sedang menikmati pemandangan kota Seoul.

Dani melihat Jungkook yang sedang melihat Jihee dkk. “oppa? Sedang lihat apa?” tanya Dani

“hm? Dani-ya, mau ikut sebentar?” ajak Jungkook

Dani sedikit bingung dengan ajakan Jungkook tapi dia mengikuti saja.

Sementara di sisi Jihee, Shinae, dan Yujeong. Sedari tadi mereka bertiga terus berpoto-poto dan tertawa-tawa tanpa menyadari ada yang memperhatikan mereka

“sepertinya seru sekali..” ujar seseorang

Mereka bertiga menoleh dan kaget begitu tau siapa yang berbicara

“Ju-Jungkook oppa!?” pekik mereka bertiga sementara Jungkook hanya terkekeh melihat mereka

“temanmu, oppa?” tanya Dani membuat ketiga sahabat itu menoleh padanya

“adik kelas ku, satu klub..” jawab Jungkook, “Seo Shinae, Kim Yujeong, Jin Jihee..” sambung Jungkook memperkenalkan mereka satu persatu

“dan dia, Kim Dani..” sambung Jungkook lagi untuk memperkenalkan Dani

Mereka berbalas bungkuk. “jadi dia Jin Jihee, oppa?” tanya Dani membuat Jungkook terkejut dan Jihee bingung

Jungkook langsung membawa Dani menjauhi mereka dan membisikkan sesuatu membuat Jihee dkk. bingung. Jihee melihat Dani yang menatapnya dengan mata melebar pertanda terkejut, Jihee hanya memiringkan kepalanya bingung. Namun, di antara kebingungan itu, Jihee juga merasa cemburu karena Dani akrab sekali dengan Jungkook.

Jungkook dan Dani kembali lagi menuju mereka.

“aku kelahiran 1998..” ujar Dani kemudian. Jihee dkk. mengangguk-angguk.

“aku juga..” ujar Shinae, “kami tahun 1999..” ujar Jihee dan Yujeong

“ayo kita jadi akrab!” ujar Dani dan menarik Shinae, Jihee, dan Yujeong sementara yang ditarik hanya bingung.

 

***

“eh sudah mau pulang?” tanya Dani begitu Shinae dan Yujeong pamit dengan mereka

Shinae dan Yujeong mengangguk, “kau Jihee-ya?” tanya Dani. Jihee menggeleng, “aku masih ada waktu, kok..” jawab Jihee

Dani tersenyum dan memegang tangan Jihee, “baguslah, ayo kita main lagi..” ujar Dani semangat dan menarik Jihee sementara Shinae dan Yujeong pulang ke rumah

Jihee melihat Jungkook dengan wajah ketakutan sementara Jungkook hanya tertawa melihatnya di tarik oleh Dani.

 

***

Saat ini mereka sedang berada di cafe dengan posisi duduk Jungkook bersama Dani sementara Jihee di depan mereka. Sedari tadi Jihee hanya memperhatikan Jungkook dan Dani yang terus mengobrol tentang masa lalu mereka. Jihee hanya diam dan tak tahu bagaimana bergabung dengan mereka.

Apakah dia merasa cemburu? Entahlah, dia juga tak mengerti apa yang di rasakannya. Dia merasa sesak, aneh, senang, pokoknya bercampur aduk. Mungkin lebih tepatnya dia merasa tidak nyaman saat ini.

Akhirnya Jihee membulatkan tekadnya untuk menanyakan hal yang ingin dia tanyakan sedari tadi..

“mm, apa kalian pacaran?”

Jungkook dan Dani menoleh. Dani kemudian tertawa sedangkan Jungkook diam saja melihat Jihee yang memfokuskan pandangan kepada Dani yang tertawa.

“apakah kami terlihat seperti itu?” tanya Dani dan dibalas anggukan Jihee.

“hahaha. Benarkah?” tanya Dani lagi dan Jihee tetap membalasnya dengan mengangguk.

Jungkook terus memperhatikan Jihee. Jungkook merasa kalau Jihee tidak mau melihatnya.

“bukankah kita memang pacaran?” Jungkook akhirnya bersuara namun pandangannya tetap pada Jihee. Dani menatap Jungkook terkejut, sementara Jihee seperti apa yang diduga Jungkook tidak melihatnya sama sekali.

“o-oppa..” panggil Dani. Jungkook tidak memperdulikan panggilan Dani, Dani hanya memukul-mukul Jungkook pelan sementara Jungkook terus melihat Jihee yang tetap tak melihat padanya. Perlahan mata Jihee dan bibirnya bergetar. Dia menutup erat bibirnya dan beberapa gumpalan air mungumpul pada mata Jihee, menahan tangis.

Jihee kemudian berdiri dan mengambil tasnya lalu membungkuk kepada Jungkook dan Dani.

“aku pulang duluan..” ujar Jihee dengan suara bergetar kemudian dia keluar dari cafe.

Dani menghela nafas melihat Jihee yang sudah menjauh dari cafe.

“kau harus berterima kasih padaku, oppa. Kejarlah dia..” ujar Dani

“gumawo..” ujar Jungkook lirih kemudian berlari keluar dari cafe mengejar Jihee

Dani tersenyum kemudian meminum jusnya. “pasangan aneh..” gumamnya

 

***

“Jin Jihee!!” teriak Jungkook kepada Jihee yang tak jauh di depannya. Jihee terus berjalan dengan cepat dan Jungkook mengejarnya.

‘grep’ Jungkook menarik lengan Jihee. Jihee memberontak untuk dilepaskan sambil menunduk.

“Jihee-ya..” panggil Jungkook. Jihee tak membalas dan tak menatap Jungkook sama sekali. Kini Jungkook telah memegang kedua lengan Jihee menyuruhnya berhenti memberontak dan menyuruhnya untuk menatapnya.

“Jihee-ya..” panggil Jungkook lagi. Jihee tetap diam dan terus memberontak dan masih tidak mau melihat Jungkook.

“lepaskan aku..” lirih Jihee. Jungkook tak melepas kedua tangannya yang menggenggam erat kedua lengan Jihee. “ku bilang lepaskan aku!” ujar Jihee dan menatap Jungkook.

Jungkook melihat kedua mata Jihee yang mengalirkan air mata. Jihee berhenti memberontak karena perlahan tangan Jungkook melemas. Akhirnya kedua lengan Jihee terbebas. Jungkook terus melihat Jihee sementara Jihee kembali menundukkan kepalanya.

“kenapa kau mengejarku, oppa? Bagaimana dengan Dani eonni?” tanya Jihee lirih

“Dani ku tinggalkan..” jawab Jungkook masih melihat Jihee yang menunduk

“kembalilah oppa. Nanti kalian bisa putus karena aku..”

“ani, kami tidak akan putus..”

Jihee terdiam. Air matanya kembali mengalir. Tubuhnya bergetar. Jungkook tersenyum lalu memeluk Jihee sehingga membuat perempuan itu terkejut.

“oppa apa yang kau lakukan!? Bagaimana kalau Dani eonni tiba-tiba datang dan melihat kita? Kau dan dia akan-“ “kami tidak akan putus karena kami memang tidak pacaran..”

Jihee terdiam lalu melihat Jungkook. Jungkook terkekeh karena melihat wajah kebingungan Jihee.

“Jihee-ya, saranghae..” ujar Jungkook tiba-tiba. Jihee membelalakan matanya tak percaya. Pendengarannya masih berfungsikan?

“Jihee-ya..” panggil Jungkook karena Jihee tidak merespon pengakuannya.

Jihee melepaskan pelukan Jungkook. “bohong. Oppa pasti akan berbohong lagi denganku..” ujar Jihee dengan tatapan melacak.

Jungkook terkekeh, “kau tak percaya denganku? Ku buat kau percaya..”

Cup. Jungkook mencium bibir Jihee lembut.

“sekarang kau percaya?” tanya Jungkook kepada Jihee yang membeku.

“o-oppa.. barusan.. apa.. yang kau.. lakukan?” tanya Jihee gugup sambil memegang bibirnya dengan bergetar

Jungkook tersenyum dan menarik Jihee. “ayo ku antar pulang..”

 

***

“kalian sudah merencanakannya?” tanya Jihee tak percaya dengan penjelasan Jungkook barusan

Jungkook mengangguk. “jahat! Kalian jahat!” kesal Jihee dan memukul lengan Jungkook

“tapi kau senang kan?” tanya Jungkook. Jihee berhenti dan tersenyum lalu menatap Jungkook, “mm, saranghaeyo, oppa..” ujarnya dan dibalas senyuman Jungkook, “nado..”

 

***

Mingyu-Seungmi Side

 

Seungmi menatap Mingyu yang sedang mengecek ponsel sambil memakan es krim.

“ada apa oppa?” tanya Seungmi karena Mingyu senyum-senyum melihat ponselnya.

Mingyu memperlihatkan ponselnya yang ternyata pesan dari Jungkook. Pesannya berupa poto Jungkook dan Jihee sedang makan patbingsoo (es kacang merah).

“ada pasangan baru..” jawab Mingyu sambil terkekeh pelan. Seungmi terkejut dan mengambil ponsel Mingyu.

 

From: Jungkookie

Cheese~ Lihat siapa yang baru saja jadian?

[Photo]

 

“daebak! Setelah Yugyeom oppa dengan Sohyun, Jungkook oppa dan Jihee? Aku tidak tahu kalau mereka saling menyukai, padahal mereka selalu berkelahi, beradu mulut dan saling mengejek..” ujar Seungmi lalu mengembalikan ponsel Mingyu

“Jungkook tahu kalau Jihee menyukainya, hanya saja Jihee tidak tahu kalau Jungkook menyukainya. Maka dari itu Jungkook selalu mengajak Jihee berkelahi, beradu mulut, dan mengejeknya untuk membuat Jihee sadar kalau Jungkook juga menyukainya..” jelas Mingyu

“apakah cara seperti itu berhasil? Bukannya malah membuat kita mengira kalau Jungkook oppa tidak menyukai Jihee?” tanya Seungmi

“aku juga sudah bilang seperti itu kepada Jungkook, tapi dia bilang hanya itu yang bisa dia lakukan untuk mendapat perhatian Jihee..” jawab Mingyu

“hm, setidaknya tidak seperti seseorang yang tidak sadar-sadar kalau diberi perhatian..” ujar Seungmi bermaksud mengejek Mingyu

Mingyu melihat Seungmi dan Seungmi hanya pura-pura tidak tahu. “setidaknya juga tidak seperti seseorang yang tidak berani menghadapi masalah cintanya sendiri..” ujar Mingyu balas mengejek Seungmi

Seungmi menatap Mingyu kesal namun terkesan lucu dimata Mingyu. “aku tidak pernah bisa menang darimu oppa..” ujarnya sambil mempout bibirnya lucu

“eiguu, dan aku tidak pernah bisa menang jika kau terus bertingkah seperti itu..” ujar Mingyu sambil mencubit pipi Seungmi gemas

Seungmi terkekeh pelan dan Mingyu ikut terkekeh.

 

***

Seokmin-Yerin Side

 

Seokmin membuka pesan di ponselnya. Seokmin mengangkat alisnya lalu tersenyum.

 

From: Jungkookie

Cheese~ Lihat siapa yang baru saja jadian?

[Photo]

 

“tak ku sangka mereka benar-benar akan jadian di musim panas ini..” ujar Seokmin lalu meminum jusnya.

Sekarang Seokmin berada di cafe sedang menunggu Yerin yang sedari tadi belum datang. Dari luar terlihat Yerin yang sedang melihat ke dalam cafe dan menemukan Seokmin. Dia pun masuk dan duduk di depan Seokmin.

“sudah lama menunggu? Mian..” ujarnya lalu menaruh tasnya di kursi yang berada di sampingnya.

Yerin menatap Seokmin bingung karena Seokmin tak merespon ucapannya dan hanya melihatnya dari tadi.

“wae?” tanya Yerin. Seokmin memicingkan matanya lalu memiring-miringkan kepalanya mencoba menyelidiki Yerin.

“ada yang beda darimu..” ujar Seokmin masih terus menyelidiki Yerin.

Yerin terkekeh, “benarkah? Kalau begitu coba sebutkan..” pinta Yerin sementara Seokmin terus menyelidiki Yerin.

“kau memotong rambutmu dan memakai gelang pemberianku..” jawab Seokmin

Yerin sedikit terkejut, “ding dong deng~ Benar sekali..” ujar Yerin senang. “bagaimana kau tahu aku memotong rambutku? Padahal hanya sedikit yang ku potong..” tanya Yerin penasaran

Seokmin tersenyum, “tentu saja. Aku selalu memperhatikanmu..” jawab Seokmin sehingga membuat kedua pipi Yerin bersemu merah. Seokmin terkekeh dengan reaksi Yerin.

“kau mau pesan apa?” tanya Seokmin, “ice cream~” jawab Yerin semangat

Setelah memesan es krim Yerin. Seokmin kembali ke tempat duduknya.

“oh iya, Yerin-ah..” panggil Seokmin lalu mengambil ponselnya

“wae?” tanya Yerin. Seokmin memberikan ponselnya kepada Yerin menunjukkan pesan yang dikirim Jungkook tadi dan juga pesan yang dikirimkan Yugyeom beberapa hari sebelumnya.

“he? Chukkae. Akhirnya mereka jadian juga. Pasti nanti klub menjadi tenang..” ujar Yerin lalu mengambil ponselnya, “kenapa Jihee tidak memberitahukannya padaku? Sohyun juga..” sambung Yerin kemudian mengirim pesan kepada Jihee dan Sohyun. Seokmin hanya mengangkat bahunya.

 

To: Sohyunie, Jihee

Chukkae. Kenapa tidak memberitahuku?

From: Jihee

Karena ku yakin eonni sedang bersama Seokmin oppa. Setidaknya itu yang dipikirkan aku dan Jungkook oppa, hihit~

From: Sohyun

Eonni tahu dari Seokmin oppa kan? Makanya aku tidak memberitahu dan membiarkan Yugyeom oppa yang mengirim pesan. Apa kalian sedang kencan?

 

Yerin memasang wajah datar melihat balasan dari Jihee dan Sohyun. Seokmin bingung melihat ekspresi Yerin dan mengambil ponsel Yerin kemudian terkekeh pelan melihat balasan Jihee dan Sohyun.

“adik kelas terkadang lebih pintar dari kita Yerin-ah..” ujar Seokmin dan dibalas anggukan Yerin, “terlalu pintar..” ujar Yerin

Es krim Yerin pun datang dan dengan senang hati dia memakannya. Seokmin hanya tersenyum melihat Yerin memakan dengan sangat nikmat es krimnya.

Seokmin mencubit gemas pipi Yerin membuat Yerin sedikit jengkel namun terkesan sangat lucu dimata Seokmin.

“makannya pelan-pelan saja..” ujar Seokmin dibalas juluran lidah dari Yerin

Ponsel Seokmin bergetar menandakan pesan masuk. Dia melihatnya dan sedikit terkejut dengan pesan tersebut.

“Yerin-ah..” panggil Seokmin kemudian memberikan ponselnya untuk dibaca Yerin. Yerin sedikit terkejut kemudian menatap Seokmin.

 

From: Babo-Gyu

Mau kencan bersama? Kalau mau ayo ke Lotte World~!

Pesan ini ditujukan untuk: Seokmin-Yerin, Yugyeom-Sohyun, dan Jungkook-Jihee.

P.S: kami tahu kalian sedang bersama. –Mingyu&Seungmi-

 

“kau mau?” tanya Seokmin, “kalau kau?” Yerin tanya balik

Seokmin mengangkat sebelah alisnya lalu tersenyum, “kenapa tidak?” tanyanya. Yerin tersenyum kemudian melahap habis es krimnya.

“ayo!” ujarnya lalu mengambil tasnya dan menarik Seokmin menuju Lotte World.

 

-end-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s