School Investigate CLUB! (Not a Detective Club): Special Case!

School Investigate CLUB! (Not a Detective Club) Special

 

Hello. Holla. Hai. Aloha. Annyeong~

Ehem pembaca setia blog ini. Pembaca setia ff saya. Saya minta tolong ya.. Minta tolong..

Komen dong. Kalau ada komentar, saya jadi semangat gitu.. Nih, liat blog, ff dibaca, sampe 8 kali baca juga komentarnya tetep 0.. Kadang dalam satu hari, satu tulisan tu ada 2-4 kali baca tapi tetep aja komennya 0.. Saya jadi lemes niih.. T-T

Kali ini saya juga dengan lemas membaca special case dari SIC. Awalnya saya ga niat hari ini nge-update, tapi temen saya yang itu.. Iya yang itu.. Pengennya diupdate yaudah malem ini aja.. Mumpung tahun baru(?)

Di sini saya sebenernya bawa sequel dari SIC case Summer Break, di mana di sana ada alumni yeah.. 95liner yang kece-kece❤

Kalau begitu, silakan menikmati(?) special case dari SIC yang pendek ini ya. Ga terasa bacanya dijamin. Dan jangan lupa tinggalkan jejak alias kasih komentar.. >w<)/

 

School Investigate Club! (Not a Detective Club): Special Case

  • Main Cast : Choi Jonghyun (Teen Top), Moon Jongup (B.A.P), Yoo Changhyun (Teen Top), Yook Sungjae (BTOB), Han Sanghyuk (VIXX), Park Jimin (BTS), Kim Taehyung (BTS), Chae Jinseok (My Name).
  • Genre : AU, OOC, SL
  • Author : dk1317 a.k.a GDhia/GDhia1

P.S : This is just FF and my other imagine, don’t be plagiat and other that god and I don’t like, and please don’t be silent readers, please leave some comment~ And typos every where~

 

Happy Reading~

***

Setelah pertemuan mereka berdelapan dengan Yugyeom dan yang lainnya di perkemahaan waktu itu, mereka mengobrol asyik tentang masa-masa mereka masih satu SMA dulu.

Jimin, Jongup, dan Taehyung sedang asyiknya mengobrol masalah festival sekolah dua tahun lalu bersama Jungkook dan Yerin. Dimana Jungkook dan Yerin kelas 1 dan Jimin dkk. kelas 2

“aku masih ingat pertemuan pertama kita di dance battle festival dua tahun yang lalu!” ujar Jimin kepada Jongup dan Jungkook

“benar! Saat itu kita seperti banteng kesurupan. Saling beradu tidak jelas..” ujar Jongup sambil terkekeh

“aku lihat yang itu! Aku suka gerakan Jongup oppa!” ujar Yerin

“bagus!” ujar Jongup senang dan mereka ber-high five. “terus tiba-tiba saja kau memanggil peserta selanjutnya..” ujar Jimin kepada Taehyung yang memang pada saat itu menjadi pembawa acara

“benar, hyung! Kau memanggil Yugyeom dan membuat kami terdiam!!” ujar Jungkook sambil memukul-mukul meja di depannya

“hei, aku hanya melakukan tugasku sebagai pembawa acara..” ujar Taehyung tenang

“ada apa denganku?” Yugyeom yang merasa namanya dipanggil menghampiri mereka

Semua menoleh. Jimin, Jungkook, dan Jongup menatap Yugyeom dengan tatapan jengkel.

“kau! Kenapa saat itu kau ikut dance battle, huh!?” kesal Jungkook sambil memegang pundak Yugyeom agak erat

“aah!” jawab Yugyeom mengenang sesuatu lalu tersenyum, “karena aku suka..” ujarnya innocent

“hei kau!” Jimin berangkat dari tempat duduknya dan menarik kerah Yugyeom pura-pura kesal dengannya

“tapi tetap saja aku kalah dengan Jaebum hyung..” ujar Yugyeom senang

Jimin, Jungkook, Jongup, Taehyung, dan Yerin menoleh pada Yugyeom lalu tersenyum.

“kau benar. Jaebum hyung benar-benar hebat..” ujar Jongup sambil mengangguk-angguk

“tidak ada yang bisa mengalahkan Jaebum oppa..” ujar Yerin setuju

Sementara di sisi lain, terlihat Boa sedang mengobrol dengan kedua muridnya Changhyun dan Jonghyun.

“waktu ssaem jadi pembimbing klub tari (dance) bersama Yunho seonsaeng aku senang sekali loh. Bahkan benar-benar tak menyangka bisa dibimbing kalian..” ujar Jonghyun mengenang masa lalunya sementara Boa hanya tersenyum mendengarnya

“Boa ssaem jadi pembimbing klub tari bersama Yunho seonsaeng? Kapan?” tanya Changhyun

“hm, saat kita kelas dua? Iya kan ssaem?”

Boa mengangguk, “iya, aku membimbing klub tari saat kalian kelas dua dan tiga. Sedangkan Yunho seonsaeng sejak kalian masih kelas 2 SMP, mungkin?” ujar Boa

“huaah, daebak!” ujar Changhyun kagum

“terus waktu kalian tamat, Yugyeom dan Mingyu meminta ssaem jadi pembimbing klub yang mereka buat ini..” ujar Boa

“oh ya? Mereka membuat klub? Jadi semua yang ikut ini anggota klub?” tanya Jonghyun dibalas anggukan Boa

“klub apa ssaem?” tanya Changhyun “klub investigasi..”

Hening. Jonghyun dan Changhyun saling menoleh lalu menatap Boa.

“serius..” ujar Boa karena merasa tahu apa yang akan ditanyakan kedua muridnya itu sementara Jonghyun dan Changhyun hanya terdiam

Setelahnya Seungmi datang dan terjadi seperti apa yang ada di chap.6

 

***

Di perjalan menuju tenda.

“aku masih tidak menyangka Yugyeom dan Mingyu yang membuat klub..” ujar Jonghyun

“jadi Yugyeom dan Mingyu yang membuat klub!?” teriak Jimin, Taehyung, Sungjae, Jinseok, Jongup, dan Sanghyuk. Sementara Jonghyun dan Changhyun melihat terkejut keenam teman mereka tersebut

“Boa ssaem yang bilang..” ujar Changhyun

“wuaah daebak..” ujar Jinseok tak bisa berkata-kata lagi

Mereka terdiam selama perjalanan ke tenda.

 

***

Mereka menyewa dua tenda. Satu tenda empat orang. Tenda pertama: Jongup, Sungjae, Sanghyuk, dan Jinseok. Tenda kedua: Jonghyun, Changhyun, Taehyung, dan Jimin.

Setelah menaruh barang-barang, mereka keluar dan mempersiapkan makan siang.

“ Tia makin cantik saja..” ujar Jongup membuka percakapan sambil mencuci sayuran bersama Taehyung

“kau masih menyukainya? Ada yang bilang kalau dia menyukai Minki..” ujar Jimin yang hendak memecahkan telur

“oh ya? Kalau mereka pacaran cocok sekali..” ujar Sungjae sambil melirik ke arah Jongup yang terdiam

Jongup kemudian tersenyum dan kembali mencuci sayuran. “tidak. Aku tidak lagi menyukainya..” ujarnya kemudian

Jimin dkk. melihat Jongup dengan tatapan: ‘oh, lihatlah dia berbohong..’

“sudahlah, Jongup-ah. Kau harus move on..” ujar Changhyun sambil menepuk-nepuk pundak Jongup hal sama dilakukan oleh Taehyung

“hei! sudah ku bilang aku tak menyukainya lagi!” ujar Jongup dan memukul Changhyun dan Taehyung

“wajahmu menampakkan kebohongan..” ujar Sanghyuk kemudian

“ya! Han Sanghyuk!” geram Jongup “aku juga setuju dengan Sanghyuk..” ujar Jinseok sambil mengangguk-angguk

“Jinseok-ah! Kau juga!? Padahal ku pikir kita teman..” ujar Jongup mendramatisir suasana

“kita memang teman Jongup-ah.. Bukankah teman itu memang mudah mengetahui kapan temannya kesusahan bahkan berbohong..” ujar Jinseok tenang

“ahaha, aku setuju denganmu Chae Jinseok..” ujar Jonghyun sambil mengarahkan jempolnya kepada Jinseok

“aaaish! Ke sini kalian semua!!” ujar Jongup dan segera setelahnya Jimin dkk. berlari menjauhi Jongup

 

***

“oh ya, Jonghyun-ah.. Adik kelas yang tadi kau dekati manis juga ya..” ujar Taehyung sambil memakan kimchi-jjigae buatan Sanghyuk

“ah, dia.. Kalau kau suka padanya tanyakan dahulu kepada Yugyeom..” ujar Jonghyun sambil terkekeh pelan mengenang kejadian dia dan Yugyeom tadi

“kenapa? Yugyeom suka padanya?” tanya Sanghyuk dibalas anggukan Jonghyun

“o-ho~ Anak itu seleranya bagus juga..” ujar Changhyun sambil mengangguk-angguk dan memakan lauk di hadapannya yang hampir habis olehnya sendiri.

Jimin yang melihat itu tak tinggal diam, dia memberhentikan sumpit Changhyun dengan sumpitnya.

“Yoo Changhyun! Jangan kau habiskan!” ujarnya

Semua menoleh ke arah Jimin dan Changhyun dan melihat mangkuk lauk yang hampir kosong.

“ya Yoo Changhyun! Neon! Dwaeji!” umpat Sungjae lalu mengambil lauk tersebut dari hadapan Changhyun

“aah jebal.. Ya, itu enak sekali..” mohon Changhyun

Sungjae menggeleng dan membagi rata sisa lauk tersebut untuknya dan yang lain kecuali Changhyun.

“beratmu akan bertambah lagi kau tahu..” ujar Jinseok dan memakan lauk yang sudah dibagi rata oleh Sungjae

“andwaeeeee!!!” Changhyun mendramatisir permasalahan tersebut ketika lauk-lauk yang dibagi rata Sungjae sudah dilahap habis oleh teman-temannya tersebut.

“huhuhu… Padahal itu enak sekali, siapa yang membuatkan?” tanyanya

“aku..” jawab Jongup agak jengkel karena dia hanya memakan sedikit lauk yang dibuatnya sendiri

Changhyun tersenyum, “maafkan aku, eo? Maukah kau membuatkannya lagi?” tanya Changhyun kepada Jongup

“tidak untukmu!” jawab Jongup sambil menjulurkan lidahnya

“ah~ Jongup-ah~” mohon Changhyun, “panggil aku hyung..” ujar Jongup memancing Changhyun

Changhyun terdiam. Yang lain menoleh padanya. Changhyun menatap Jongup lama.

“sudahlah! Aku lebih baik tidak memakannya dari pada harus memanggilmu hyung!” kesal Changhyun dan menghabiskan makan siangnya, “lagipula kita hanya berbeda beberapa minggu!” sambungnya dan pergi meninggalkan mereka untuk mencuci piring yang sudah dia kosongkan.

“haah, dia tidak tertipu..” ujar Sanghyuk malas, “kau kurang pas mengatakannya, Jongup-ah..” ujar Jonghyun, “harusnya kau tolak terus selama beberapa lama baru kau pancing dia..” ujar Jinseok juga

Jongup hanya tersenyum pelan mendengar penuturan temannya tersebut.

 

***

“sepertinya juga mereka punya murid pindahan..” Taehyung membuka percakapan sambil menunjuk Bambam dan Mingming di tenda Yugyeom dkk.

Jimin dan Sanghyuk menoleh, “mereka murid pertukaran pelajar dari Thailand dan China..” ujar Jonghyun tiba-tiba

Semua menoleh ke arah Jonghyun, “dari mana kau tahu?” tanya Sungjae

“Yugyeom yang memberitahukannya padaku saat kami hendak mengambil kayu bakar..” jawabnya yang lain hanya beroh-oh ria

“ngomong-ngomong, adik kelas yang baru ini manis-manis sekali..” ujar Jinseok tiba-tiba

“kau benar, ada yang menarik perhatianku..” setuju Sanghyuk

“yang mana?” tanya Jongup, Sanghyuk tersenyum dan menunjuk salah satu dari Yugyeom dkk. dan yang ditunjuknya adalah Youngyoo. “dia..” jawab Sanghyuk

“hoho, Han Sanghyuk selera mu oke juga..” ujar Changhyun

Sanghyuk langsung melipat tangan didepan dada seakan bangga pada dirinya sendiri.

“kalau aku sih, tiga yang hendak kita dekati tadi, Taehyung..” ujar Jonghyun, Taehyung menoleh. “kalau aku, sih.. Yang tadi kau dekati..” ujar Taehyung

Semuanya menatap Taehyung, “kau sudah mengatakannya..” ujar mereka serempak. Taehyung mengerjabkan matanya tiga kali dan baru tersadar kalau apa yang dikatakan ketujuh temannya itu benar.

“tapi sayangnya dia incaran Yugyeom..” ujar Jimin tertawa

“kau sendiri? Apa kau sudah move on dari Jimin, Jimin-ah?” tanya Sungjae

Jimin menoleh, “eeei.. Aku tidak seperti Jongup..” jawabnya sambil melirik Jongup

Jongup merasa terganggu dengan ucapan Jimin, “kau jangan memulainya lagi Park Jimin..” ujarnya pelan dan hanya dijawab juluran lidah dari Jimin.

“jadi, siapa dia?” tanya Taehyung dan langsung membuat semuanya menoleh

Jimin tersenyum, “tidak akan ku katakan kepada kalian..” ujarnya lalu memakan jeruk yang sedari tadi sudah ditangannya

“bilang saja kau belum move on!” ujar Jongup kemudian

“setuju!” ujar Changhyun dan Jonghyun bersamaan

“ya! Aku sudah move on!” kesal Jimin dan melempar kulit jeruk kearah Jongup, Changhyun, dan Jonghyun yang kebetulan duduk berdekatan

“ya! Kau berani sekali!” ujar Jonghyun lalu kembali melemparkan kulit jeruk ke arah Jimin

Dan jadinya mereka saling melempar kulit jeruk

 

***

Malamnya mereka saling mengobrol seusai makan malam.

“jadi, sejauh mana hubunganmu dengannya, Sungjae-ya?” tanya Jinseok

Semua menatap Jinseok dan Sungjae bergantian, “kau punya pacar, Sungjae-ya?” tanya mereka bersamaan

Sungjae menatap keenam temannya itu malas dan menatap Jinseok jengkel.

“siapa yang kau maksud?” tanya Sungjae, Jinseok mengangkat kedua alisnya lalu tersenyum jahil, “Kim Namjoo..” jawabnya kemudian

Semua menoleh ke Jinseok kemudian menoleh ke Sungjae, “kau pacaran dengan Namjoo!!?” tanya mereka serentak lagi dengan nada tinggi

“kalian berisik!” kesal Sungjae mencoba tak menjawab pertanyaan Jinseok tadi

“ya! Apakah itu benar?” tanya Taehyung sambil mengoncang tubuh Sungjae dan Jinseok.

Jinseok mengangguk sementara Sungjae hanya diam tak mau menjawab apa pun. Kini keenam teman yang lainnya menatap Jinseok lurus, mencoba mencari penjelasan dari Jinseok. Jinseok melirik Sungjae yang bersandar di kursinya dengan keadaan mata tertutup.

Jinseok tersenyum jahil, “aku pernah melihat mereka berdua di cafe, di Dongdaemun, dan di Gangnam..” ujar Jinseok

“daebak..” ujar yang lain serempak, “aku juga pernah melihat mereka pulang berdua setelah kuliah sore atau siang..” sambung Jinseok sambil mencoba mengingat-ngingat

“ah, aku juga pernah melihat Namjoo main ke rumah Sungjae!” ujarnya lagi sehingga membuat keenam teman yang mendengarkannya langsung shock

Sungjae menghela nafas lalu membuka matanya.

“ya! Kau itu fans ku atau stalker ku, sih! Menjengkelkan sekali!” kesal Sungjae akhirnya

Jinseok terdiam dan yang lainnya melihat Sungjae dan Jinseok bergantian. “aku hanya penasaran karena kau tak pernah cerita apa pun tentang yeoja dengan kami..” ungkap Jinseok kemudian dan langsung dibalas anggukan yang lain

“benar! Diantara kita semua hanya kau yang tak pernah bercerita tentang yeoja! Jongup yang begitu saja pernah!” ujar Changhyun

“hei Yoo Changhyun, apa yang kau maksud dengan ‘begitu’, huh?” tanya Jongup yang merasa ada yang tidak beres dengan pernyataan Changhyun tentangnya

“maka dari itu jelaskan apa hubunganmu dengan Namjoo!” pinta Changhyun tak memperdulikan pertanyaan Jongup

Sungjae menatap ketujuh temannya tersebut lalu menghela nafas, “baiklah..” ujarnya

Semuanya langsung bersemangat. “Namjoo adalah teman masa kecilku, kami satu SD sampai SMA, dia juga tetanggaku..” jelas Sungjae

Semuanya terdiam, “begitu saja?” tanya Sanghyuk, “maumu?” tanya Sungjae jengkel dengan pertanyaan Sanghyuk

“apa kau menyukainya?” tanya Jonghyun. Sungjae terdiam. Tidak menjawab dan tertunduk.

“kau menyukainya, heh?” goda Jonghyun dan Sanghyuk. Sungjae tetap tediam dan tak menjawab apa pun, Jimin yang merasa tidak ada yang beres meminta Jonghyun dan Sanghyuk diam karena mereka terus menggodanya.

Setelah beberapa menit terdiam, Sungjae membuka mulutnya “hm.. Aku menyukainya memang..” ujarnya lirih

Semua menatap Sungjae, “dari dulu, sejak dulu, sampai sekarang aku masih menyukainya.. Selalu menemaninya disaat apa pun, setia menemaninya kapan pun, selalu menjaganya bahkan rela melakukan apa pun deminya..” sambung Sungjae masih dengan lirihnya

“l-lalu?” tanya Sanghyuk merasa agak tidak enak menanyakannya

“dia hanya menganggapku sebagai teman kecil yang selalu bersamanya, menjaganya, dan, melindunginya..” jawab Sungjae kemudian tersenyum samar

“entah sudah berapa kali dia mengatakannya kepada ku tentang hal tersebut..” sambungnya

Semua melihat Sungjae dengan sendu, ikut bersedih.

“kau pernah menyatakan perasaanmu?” tanya Jongup

Sungjae menggeleng, “karena aku tahu apa jawabannya..” jawab Sungjae

“tidak, kau tidak tahu jika kau belum mencobanya, Sungjae-ya. Kita tidak tahu isi hati perempuan yang sebenarnya..” ujar Jinseok

“Jinseok benar, selama kau tak menerima jawaban dari hatinya yang tulus, kau takkan pernah tahu..” ujar Jonghyun juga

“lagi pula, memendam perasaan itu lebih menyakitkan dari pada mengetahui isi hatinya..” tambah Taehyung

“benar, benar. Kalau kau sudah menyatakan perasaanmu kau pasti tidak akan galau seperti ini..” ujar Jimin

“setidaknya tidak ada yang tertahan di dalam hatimu..” ujar Changhyun juga

“nyatakanlah, kau akan merasa lebih ‘plong’ jika kau tahu hasil akhirnya..” ujar Jimin juga

“mereka benar. Nyatakan saja, itu akan membuatmu lebih baik..” ujar Jongup akhirnya

Sungjae terdiam mendengar dukungan ketujuh temannya tersebut, dia tersenyum. “gumawo..” ujarnya tulus

“hyung-deul..”

Kedelapan teman itu menoleh ke sumber suara, sedetik kemudian muncullah Seokmin dari pintu tenda.

“o? Kalian semua disini, pantas saja tenda sebelah kosong..” ujar Seokmin

Kedelapan teman tersebut menatap Seokmin kaget sementara Seokmin menatap mereka bingung..

“kenapa, hyung?” tanya Seokmin

“harusnya kami yang bertanya seperti itu!” teriak mereka dan menarik Seokmin kemudian memukulnya gemas

 

***

“jadi, ada apa?” tanya Sanghyuk kepada Seokmin

Yang lainnya memfokuskan mata mereka pada Seokmin. Seokmin menghela nafas dan menatap kedelapan kakak kelasnya tersebut.

“Yerin membenciku..” jawabnya lemas

Jimin dkk. menatap adik kelasnya itu bingung. “hyung!? Kenapa kalian tidak merespon!?”

“hanya saja kami tidak tahu harus merespon bagaimana..” ungkap Jongup

“kau tahu dari mana? Dia mengatakannya padamu?” tanya Sungjae

Seokmin menggeleng. “lalu?” tanya Jimin

“aku hanya mendengar percakapannya dengan Tia dan Jimin..” jawabnya

“lalu apa hubungannya denganmu?” tanya Taehyung, “kau menyukainya?” sambung Taehyung

‘kluk’ Seokmin mengangguk singkat. Jimin dkk. terdiam..

“hyung!? Kenapa kalian tidak merespon ku lagi?”

“akhirnya kau menyadarinya..” ujar Jinseok lalu menepuk pundak Seokmin, “akhirnya kau dewasa juga..” Jonghyun ikut menepuk pundak Seokmin

Seokmin melongo melihat perlakuan kakak kelasnya itu, “jadi kalian tahu?” tanyanya, “tentu saja! Kau itu yang tidak sadar-sadar! Jelas sekali di wajahmu!” ujar Jinseok. Seokmin mencibir, lalu dia teringat dengan percakapan Yerin dkk. dan menghela nafas.

“ada apa lagi?” tanya Jimin, “apa yang harus aku lakukan, hyung?” tanyanya

Semua saling bertatapan dan menatap Seokmin yang sedang menangkup tangannya erat.

“tembak dia!” ujar mereka serempak. Seokmin terkejut dan menatap satu persatu kakak kelasnya itu.

“tapi bagaimana kalau dia menolakku? Dia membenci ku, hyung..” ujarnya

Mereka menghela nafas..

“tidak, kau tidak tahu jika kau belum mencobanya, Seokmin-ah. Kita tidak tahu isi hati perempuan yang sebenarnya..” ujar Jinseok

“Jinseok benar, selama kau tak menerima jawaban dari hatinya yang tulus, kau takkan pernah tahu..” ujar Jonghyun juga

“lagi pula, memendam perasaan itu lebih menyakitkan dari pada mengetahui isi hatinya..” tambah Taehyung

“benar, benar. Kalau kau sudah menyatakan perasaanmu kau pasti tidak akan galau seperti ini..” ujar Jimin

“setidaknya tidak ada yang tertahan di dalam hatimu..” ujar Changhyun juga

“nyatakanlah, kau akan merasa lebih ‘plong’ jika kau tahu hasil akhirnya..” ujar Jimin juga

“mereka benar. Nyatakan saja, itu akan membuatmu lebih baik..” ujar Jongup akhirnya

Sungjae dan Seokmin menatap mereka. ‘kata-kata ini..’ batin Sungjae

Sungjae pun melihat Seokmin dan memegang kedua pundaknya, “Seokmin! Dengarkan apa yang dikatakan sunbaemu ini dan lakukan saja apa yang kami katakan! Percayalah!” ujarnya

Jimin dkk. menoleh kepada Sungjae lalu tersenyum dan ikut memegang pundak Seokmin.

“fighting!”

Seokmin tersenyum dan menghela nafas lega, “seperti yang ku duga, menanyakan hal seperti ini memang harus kepada yang berpengalaman..” ujar Seokmin sambil mengangguk-angguk kecil

Seokmin berangkat dari duduknya, “gumawo hyung! Aku akan menyatakan perasaanku!”

Seokmin kemudian berpamitan dan kembali ke tendanya.

Jimin dkk. melihat Sungjae. Sungjae yang merasa dilihat menjadi risih. “kenapa menatapku seperti itu?” tanyanya

“jadi, dengan kata-katamu yang keren tadi, apa kau akan menyatakan perasaan mu juga?” tanya Jonghyun

Sungjae menatap ketujuh temannya itu, “hm, gumawo. Berkat kalian aku memiliki keberanian..” ujarnya

“begitu dong!” ujar mereka semua kemudian merangkul dan memukul Sungjae gemas

“hyung-deul..”

Mereka kembali menoleh ke sumber suara. Seseorang masuk dari pintu tenda, kali ini bukan Seokmin lagi melainkan Yugyeom.

“kehadiran kalian bukan hal mengejutkan..” ujar Sanghyuk sambil terkekeh pelan

Yugyeom menatap Sanghyuk bingung, “ada yang datang selain aku?” tanyanya

Mereka menangguk, “Seokmin..” jawab Jongup

Yugyeom terlihat tidak bersemangat setelah mendengar kata Seokmin.

“ada apa?” tanya Changhyun

Yugyeom meghela nafas dan duduk di salah satu tempat tidur, “aku berkelahi dengan Seokmin. Masalah sepele, sih.. Tapi aku tidak habis pikir kenapa dia bisa semarah itu..” jawab Yugyeom

Jimin dkk. terdiam tak merespon perkataan Yugyeom. “dia mendengar percakapan Yerin dkk. dan dia mendengar kalau Yerin membencinya. Mingyu bertanya apa yang akan dia lakukan? Apakah dia akan menembaknya, dia bilang tidak bisa! Yerin sudah membencinya.. bla.. bla.. bla..” Yugyeom bercerita tentang masalah dengan Seokmin (lihat chap.6)

“..aku benar-benar tak habis pikir!” Yugyeom menyelesaikan ceritanya

Jimin dkk. hanya mengerjapkan mata mereka mendengar cerita Yugyeom.

“dia itu egois sekali..” Yugyeom mulai lagi bercerita panjang lebar mengenai pertengkaran dengan Seokmin yang menurutnya tak masuk akal. Sementara Jonghyun sudah memajamkan matanya dari awal Yugyeom bercerita, Changhyun hanya memain-mainkan ponselnya tak mau mendengar lagi, Sungjae mengecek ponselnya dan mengirim pesan kepada seseorang, Jimin menggoyang-goyang kan kursinya dengan Taehyung, Jongup nyaris menutupkan matanya, Sanghyuk dan Jimin malah membahas rencana untuk besok.

“..begitulah hyung..” untuk yang kedua kalinya Yugyeom menyelesaikan ceritanya

Dia menatap kedelapan kakak kelasnya yang sama sekali tidak mendengar ceritanya tersebut.

“kalian jahat, hyung!” kesal Yugyeom, “sudahlah, aku yakin Seokmin akan meminta maaf kepada kalian. Aku yakin itu! Seokmin tipe yang bisa dibilang tidak bisa hidup tanpa kalian. Yugyeom-ah, ini sudah malam, kembalilah ke tendamu..” ujar Jimin

Yugyeom mengerucutkan bibirnya kesal lalu berpamitan untuk kembali ke tendanya.

Mereka menghela nafas setelah kepergian Yugyeom. “anak itu tidak berubah sama sekali..” ujar Jimin sementara yang lain mengangguk mengiyakan

“hah! Apa Yugyeom sudah pulang??” tanya Jonghyun begitu bangun dari tidurnya

Semua melihat Jonghyun lalu saling menatap dan tertawa.

“kau itu! Tidurlah!” ujar Taehyung lalu mendorong kepala Jonghyun jatuh ke bantal. Jonghyun mencibir kesal lalu menarik selimutnya.

“kalau begitu, kami balik ke tenda kami.. Annyeong~” pamit Jongup

“annyeong, besok harus bangun pagi!” ujar Jimin dibalas ‘oke’ dari mereka

 

-tamat-

4 thoughts on “School Investigate CLUB! (Not a Detective Club): Special Case!

  1. jiminnn berkata:

    udah???? gitu doang???!!!!! what the asfghjll!!!! -..-
    tapiiii…
    yeeaaayyyy!!! ada ricky changjo yeeaaaayy!!!! tapi.. kenapa harus satu tenda???!! terlalu sering melihat mereka bersama hmmmmm.. kasian bebii gyeom ku :” di kacangin sama mahluk mahluk ajaib nan menyebalkan /heh?/

  2. Chan berkata:

    holaa dhiaa~
    aaa mian baru komen di part ini..
    awalnya mau komen dari part introduction, tapi pas ngeliat ternyata fic ini udah end, yaudah jadi aku mikir komen di special case aja sekalian*ketahuan males komen wkwk
    yah itu wonwoonya kok… T.T
    sayang aku gak begitu kenal aktor/aktris yang 97-99line, palingan cuma tau kim sohyun, yeo jingoo ama kim yujeong, jadi agak bingung bayanginnya.-.
    kok aku suka sama pairingnya yerin-seokmin yaa:3 lebih cocwit gimana gitu, padahal aku gak ngebias seokmin, tapi malah aku ngerasa pairing ini pas banget……sekuel dong:3
    tapi masalah tiap-tiap membernya gak dijelaskan rinci ya, aku penasaran sebenarnya shinae itu masalahnya apa.-.
    sekian komennya, maaf kalo terlalu panjang dan bikin bete..
    keep writing!

    • holaa kak chan~
      kebanyakan yah emang kayak gitu kak, haha.
      aku juga awalnya ga tau, tapi setelah nonton drakor yang isinya umur segitu semua ya aku search dah, hehe
      aku juga suka kak pairingan yerin-seokmin :3
      lagi nge-stuck kak udah lama ffnya selesai udah rada lupa ceritanya
      iya masalahnya emang ga bisa aku jelasin rinci soalnya bingung sendiri wkwk, aku ini penulis yg gitu orgnya kak wwk.. shinae itu masalahnya.. apa ya? lupa hehe, nanti aku baca-baca lagi dah dan bikin sekuelnya si shinae
      no problemo kak. makasih kak udah mampir dan baca~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s